SEPEKAN TERAKHIR
  Sabtu, 21 Januari 2017   -HARI INI-
  Jumat, 20 Januari 2017
  Kamis, 19 Januari 2017
  Rabu, 18 Januari 2017
  Selasa, 17 Januari 2017
  Senin, 16 Januari 2017
  Minggu, 15 Januari 2017
POKOK RENUNGAN
Hidup berkemenangan dimulai dengan penyerahan total kepada Yesus.
DITULIS OLEH
Pdt. Andreas P. Chandra
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Lebih Dari Pemenang
Lebih Dari Pemenang
Sabtu, 21 Januari 2017
Lebih Dari Pemenang
Roma 8:31-39

Orang percaya dikatakan sebagai orang-orang yang lebih dari pemenang. Dalam hal apa? ’Dalam semuanya itu’, yaitu dalam penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya dan pedang. Bagaimana kita bisa menjadi pemenang, bahkan lebih dari pemenang dalam hal-hal di atas? Paulus memberikan tiga kunci agar kita dapat hidup sebagai pemenang-pemenang dalam pergumulan hidup kita sehari-hari.

Pertama, hiduplah dalam pertobatan yang sungguh. Roma 8:1-4 berbicara mengenai kemerdekaan sejati yang kita peroleh melalui karya penebusan Yesus di kayu salib. Setiap orang yang mau hidup berkemenangan, maka ia harus mengalami pertobatan dan perjumpaan dengan Yesus. Bila s...selengkapnya »
Di dunia ini banyak orang berbicara tentang kebenaran karena menurutnya kebenaran adalah satu-satunya menuju kedamaian dan keseimbangan di tengah masyarakat. Misalnya saja semua kejadian terjadi karena adanya norma-norma yang mengikat bersama. Jika ada yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku maka menimbulkan masalah. Yang sesuai dengan norma itulah masyarakat mengatakan sebagai kebenaran. Tetapi persoalanya adalah norma atau ideologi bisa menjadi relatif ketika terlalu banyak kelompok masyarakat. Contohnya, para teroris menganggap bahwa apa yang dipikirkan dan yang dilakukan itu kebenaran sekalipun mengorbankan banyak orang. Sementara di masyarakat luas ada yang menentang para teroris tetapi mungkin juga ada yang sepaham dengan mereka. Itu baru paham soal mau masuk sorga saja berbeda-beda. Tentunya masih banyak hal di masyarakat yang mengandung “kebenaran” relatif. Tetapi bagi kita, orang percaya dalam Kristus Yesus, mempercayai bahwa kebenaran itu datang hanya dari Allah yang di dalam Yesus Kristus saja. 1 Korintus 1:30 mengatakan “Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita, Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita”. Bahwa Yesus Kristus membenarkan dan menguduskan kita. Membenarkan berarti kita diperdamaikan dengan Allah Bapa, sedangkan menguduskan berarti di dalam hati kita dituntun oleh kuasa kebenaran-Nya untuk terus- menerus melakukan segala sesuatu yang sesuai dengan kehendak Allah. Hal ini akan terjadi ketika seseorang memiliki iman di dalam Kristus Yesus karena kita semua yakin bahwa manusia dibenarkan oleh iman bukan karena berbagai perbuatan yang muncul dari hikmat manusia [band. Roma 3:28]. Saudara kekasih Tuhan, kebenaran itu akan “diinfuskan” ke dalam diri kita sehingga akan mempengaruhi seluruh manusia kita ini, yaitu tubuh, jiwa dan roh. Tubuh kita akan menuju kepada semua perbuatan baik. Jiwa kita yang terdiri dari pikiran dan hasrat akan memikirkan hal-hal yang kudus dan roh kita akan selalu memiliki hati nurani untuk selaras dengan kehendak Tuhan dan menurutinya. Ketika kita beriman di dalam Kristus Yesus yang adalah kebenaran Allah, maka “diinfuskan” kebenaran itu sehingga benar yang dikatakan dalam Wahyu 19:8 bahwa orang beriman dalam Kristus akan mendapat karunia memakai kain lenan halus. Apa itu kain lenan halus? Yaitu perbuatan-perbuatan yang benar. Dengan kata lain orang beriman mendapat karunia perbuatan-perbuatan benar dari Tuhan dan itu merupakan syarat mutlak untuk menyongsong mempelai laki-laki dalam pesta perjamuan kawin Anak Domba. Sehingga di luar Kristus bukanlah kebenaran sejati.
Pesan Tahun Baru 2017 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. [Matius 28:19-20] Puji Tuhan, kita telah melewati tahun 2016 dengan pertolongan-Nya. Sekarang kita memasuki tahun 2017 juga dengan keyakinan bahwa janji-Nya tidak pernah berubah. Dia tetap menyertai kita sampai kesudahan zaman. Saya percaya sepanjang tahun 2017 nanti Tuhan akan membawa kita, sebagai umat-Nya, untuk lebih dekat dan mengenal Dia dengan benar. Kita harus belajar untuk lebih membuka hati kita terhadap karya Roh Kudus yang ingin membentuk kita sehingga menjadi umat yang semakin berkenan di hadapan-Nya. Saya mengajak seluruh jemaat Gereja Isa Almasih Jemaat dr. Cipto menyiapkan diri untuk semakin menjadi murid Kristus yang sejati. Inilah amanat Tuhan Yesus yang agung yaitu agar gereja-Nya menjadikan segala bangsa murid-Nya. ’Menjadi dan menjadikan murid Kristus’ adalah tema tahun 2017. Sebelum kita menjadikan orang lain sebagai murid Kristus, kita harus memastikan terlebih dahulu bahwa kita sendiri adalah murid-Nya. Baru sesudah itu kita bergerak untuk menjadikan orang lain murid Kristus. Kristus menghendaki semakin banyak orang yang menjadi murid-Nya. Menjadi murid bukan sekedar menjadi orang Kristen, anggota gereja atau pengunjung gereja. Murid adalah seorang yang memiliki komitmen untuk menjalani hidupnya sesuai dengan gaya hidup Yesus. Murid Yesus adalah seorang yang terus menerus belajar dan mengalami perubahan sehingga makin hari gaya hidupnya makin menyerupai Kristus. Tujuan akhir dari perjalanan hidup kita sebagai murid Kristus adalah agar hidup kita menghadirkan dampak Kerajaan Allah bagi kehidupan di bumi ini. Doa ’Datanglah Kerajaan-Mu’ bukan sekedar ucapan, tapi kenyataan yang harus diwujudkan melalui kehidupan kita. Selamat memasuki tahun 2017. Selamat mengalami Tuhan, bertumbuh dalam iman dan berdampak bagi Kerajaan-Nya. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
Di setiap perguruan bela diri apapun bentuknya, pasti akan menerima banyak murid. Tidak semua murid bisa menyelesaikan pendidikan dan menjadi ahli seperti sang guru. Murid yang berhasil adalah yang mau menerima didikan sang guru dengan serius, walaupun harus melewati berbagai kesulitan. Mengikuti arahan sang guru dan dengan kesabaran menirukan setiap gerakannya. Mau tinggal bersama sang guru dan meneladani perilaku sang guru, sehingga bila berhasil akan mempunyai karakter yang sama. Bagi mereka yang bisa menyerupai sang guru dalam ilmu bela diri dan karakternya, akan dianggap lulus. Murid Kristus yang sejati adalah yang tinggal dalam Firman-Nya. Yang kehidupannya dilingkupi Firman, setiap hari membaca, merenungkan dan melakukan Firman. Menerima Firman tanpa ada keberatan sedikitpun, walaupun tidak enak atau tidak nyaman tetap diterima dengan sukacita. Waktu mengalami masalah atau tantangan yang seakan tidak sesuai dengan janji-Nya, tetap bertahan dengan sabar dalam menghidupi Firman. Kristus memanggil kita tidak untuk dijadikan pengikut tetapi murid. Dengan demikian tidak cukup hanya rajin beribadah tiap hari minggu tetapi harus tinggal dalam Firman. Ambil waktu untuk saat teduh pribadi, membaca dan merenungkan Firman. Untuk itu perlu pengorbanan waktu dan tenaga. Setiap Firman yang dibaca atau didengar, kita terima dengan rela meskipun menyakitkan. Sabar atas penderitaan yang timbul karena menaati Firman, difitnah, ditekan, dicemooh, dikucilkan atau kenyataan yang dialami tidak sesuai dengan janji-Nya. Murid yang sejati akan tetap bertahan dan tidak berpaling pada yang lain sampai pada garis akhir.
Pak Badu penjaga sebuah villa di sebuah tempat wisata yang terletak di pegunungan. Pemilik villa yang tinggal di sebuah kota besar karena kesibukannya jarang sekali datang. Walaupun demikian dia tetap rajin merawat villa, pagi-pagi sudah membersihkan semua ruangan dan halaman yang cukup luas. Bila ada beberapa bagian villa yang mengalami kerusakan segera dia perbaiki. Setiap hari selalu saja ada yang dikerjakan sehingga kelihatan sangat sibuk. Hal tersebut menarik perhatian tetangganya, dan bertanya kepadanya “ Pak Badu mengapa selalu sibuk merawat villa padahal kan kosong dan tidak berpenghuni ?” Jawabnya “ Saya tidak tahu kapan pemilik villa ini datang, dia bisa datang sewaktu-waktu. Saya tidak mau mengecewakan ketika dia datang, maka saya selalu persiapkan kedatangannya”. Sebelum kedatangan-Nya untuk menghakimi manusia, pesan bagi setiap murid Kristus agar siap selalu. Beritakan Firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakan apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan tiba waktunya orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi menurut kehendaknya sendiri mendengar hal-hal dongeng dan yang menyenangkan telinga. Kuasai diri dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikan tugas pelayananmu. Kita tidak tahu kapan Yesus datang kembali ke dunia, bagian kita adalah mempersiapkan kedatangan-Nya dengan tetap setia memberitakan kabar baik dalam keadaan apapun melalui perkataan, perbuatan, sikap hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan. Berikan nasehat dan teladan dengan sabar kepada siapa saja yang saat ini belum mengenal Yesus terutama di keluarga kita. Kita harus bisa menguasai diri dan sabar dalam menghadapi berbagai masalah dan penderitaan. Ambilah waktu dan tidak pernah jemu untuk melayani Tuhan dan perkerjaan-Nya, karena banyak yang dapat kita perbuat untuk mendatangkan kemulian-Nya.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Berjalan di dalam Terang
07 Januari '17
Persiapan Maksimal
27 Desember '16
Selalu Siap
21 Desember '16
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang