SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 24 Juli 2016   -HARI INI-
  Sabtu, 23 Juli 2016
  Jumat, 22 Juli 2016
  Kamis, 21 Juli 2016
  Rabu, 20 Juli 2016
  Selasa, 19 Juli 2016
  Senin, 18 Juli 2016
POKOK RENUNGAN
Berburu pokemon mungkin mendatangkan kesenangan, namun hanya sekejab. Tapi kalau kita melayani Tuhan dan memenangkan jiwa bagi Kristus itu nilainya kekal. Amin.
DITULIS OLEH
Pdt. Goenawan Susanto
Gembala Jemaat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Tentang Berburu Pokemon
Tentang Berburu Pokemon
Minggu, 24 Juli 2016 | Tema: Melayani Sesusi Dengan Karunia
Tentang Berburu Pokemon
Efesus 4 : 7 - 12
Tentang berburu pokemon

Dua minggu terakhir ini orang-orang sedang demam permainan pokemon go. Satu pertanyaan yang muncul adalah: mengapa permainan yang baru dilaunching tanggal 6 Juli lalu begitu cepat digandrungi oleh orang di seluruh dunia?

Sebenarnya permainan ini tidak muncul secara tiba-tiba. Dua tahun lalu permainan ini sudah diumumkan sebagai April fool’s joke [candaan] oleh perusahaan Google [bisa dilihat di youtube: http://youtu.be/4YMD6xELI_k]. Diumumkan bahwa dengan aplikasi ’google maps’ di gadget orang bisa berburu monster di berbagai penjuru dunia: bisa di...selengkapnya »
Saat ini para pencinta bola disuguhi dua ajang sepak bola kelas dunia, yaitu copa Amerika dan Euro. Ada banyak tim yang baik turut tampil meramaikan ajang tersebut. Di samping pemain-pemain yang sudah terkenal dan langganan masuk tim nasional negara masing-masing, juga muncul wajah-wajah baru yang tidak kalah jago dalam mengolah si kulit bundar. Semua tim berlomba-lomba mencetak gol dan memenangkan pertandingan dengan satu tujuan, yaitu menjadi juara. Sekalipun yang mencetak gol ke gawang lawan hanya satu, dua atau tiga orang saja, namun semua anggota tim turut merayakan kesenangan. Contohnya, sekalipun seorang penjaga gawang tidak memasukkan bola ke gawang lawan, tetapi ia pasti ikut merayakan gol yang dicetak rekannya. Itulah tim sepak bola. Ada penjaga gawang, ada yang menjadi back atau denfender, ada pemain tengah yang mengatur alur serangan, dan ada striker yang bertugas mencetak gol ke gawang lawan. Sekalipun berbeda-beda tugas dan tanggung jawab, namun sebuah tim mempunyai satu tujuan, yaitu menciptakan gol. Kemenangan tim adalah kemenangan bersama, kekalahan tim adalah kekalahan bersama. Itu akan menjadi permainan yang sangat menarik. Coba bayangkan seandainya pemain sepak bola semua penjaga gawang, atau semua menjadi defender, atau semua mendapatkan tugas mencetak gol, pasti akan menjadi tontonan yang tidak menarik. Demikian juga kita sebagai jemaat Tuhan atau tubuh Kristus, tentu kita mempunyai talenta dan karunia yang berbeda-beda. Namun semua diberikan dengan satu tujuan untuk membangun tubuh Kristus dan melayani dengan lebih baik lagi. Paulus menasihatkan kepada Timotius untuk mengobarkan karunia Allah yang diberikan kepadanya sehingga nama Tuhan dipermuliakan. Bukan nama kita atau nama gereja kita, tetapi supaya nama Tuhan dikenal banyak orang dan mereka mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Tuhan memanggil kita tidak saja untuk setia beribadah, tetapi juga melayani Dia melalui gereja-Nya dengan karunia berbeda-beda. Mari kita layani Dia dengan sukacita.
Lain dulu lain sekarang. Kekristenan yang pernah begitu berpengaruh di Eropa, sekarang tidak lagi. Kekristenan di Eropa kian hari kian merosot. Beberapa gedung gereja terpaksa dijual karena tidak ada lagi jemaat yang beribadah di sana. Gedung-gedung itu kemudian beralih fungsi menjadi museum dan masjid. “Mengapa bisa terjadi demikian?” tanya Benay dalam hati. Tak perlu jauh-jauh. Beberapa kantong-kantong Kristen di tanah air menunjukkan kemunduran. Sebut saja Sulawesi Utara dan Papua misalnya. Di Sulawesi Utara berdiri gedung-gedung gereja nan megah di hampir setiap sudut daerah. Menunjukkan pengaruh kekristenan yang kuat di sana.. Namun sampai berapa lamakah pengaruh ini? Perseteruan yang berakibat perpecahan gereja, tingginya tingkat perselingkuhan dan perceraian di kalangan Kristen, “melempemnya” pekabaran Injil, berbanding terbalik dengan gencarnya dakwah dan pertumbuhan penduduk non Kristen. “Ini adalah sinyal yang tak bisa dipandang remeh”, gumam Benay. Papua yang dulu mayoritas Kristen, sekarang tidak dapat lagi disebut demikian. Jumlah penduduk pendatang yang non-Kristen kian seimbang dengan penduduk asli. Bahkan di antara penduduk asli Papua kian bertambah jumlah orang yang meninggalkan kekristenan. Fenomena ini bukan saja terjadi di daerah pesisir tetapi sampai di pedalaman-pedalaman Papua. “Apa yang harus kita buat?” pikir Benay kian dalam. Teringatlah Benay oleh nasihat Mbah Wanidy, pemilik sekaligus pengelola warung angkringan seberang gereja. “Ojo grusa-grusu dalam menyikapi masalah. Jangan dianggap remeh tetapi jangan dibesar-besarkan pula”, ujar Mbah Wanidy kala itu. Bagi Benay nasihat yang keluar dari bibir keriput Mbah Wanidy perlu direnungkan oleh kita semua. Apakah selama ini kita cenderung berfokus pada diri sendiri? Pada pelayanan di dalam gereja sendiri? Sibuk menciptakan dan memelihara masalah di kalangan sendiri? Sehingga fenomena-fenomena kemunduran kekristenan kita anggap sepi. Kita anggap bukan urusan kita. Atau kita ada rasa kuatir dan prihatin tetapi sibuk mencari kambing hitam karena sebenarnya kita tidak mau terlibat. Benay masih terus berpikir mencari jawab. Sekonyong-konyong terbit dalam benaknya sebuah pengertian. “Tubuh Kristus”, gumamnya, “Ya, mewujudkan hidup dan beban bersama sebagai bagian tubuh Kristus sangat penting karena merupakan sarana yang dasyat dalam mencegah dan menghadapi tantangan masa kini. Tetapi bagaimana membangun ukhuwah nasraniyah ini?” Jemaat yang terkasih, marilah kita wujudkan ukhuwah nasraniyah. Ingatlah akan kerinduan Tuhan agar orang-orang percaya menjadi satu sehingga kesaksian Injil tidak terhalang. Kesatuan akan dapat kita wujudkan jika tiap-tiap kita telah mampu keluar dari mengutamakan kepentingan diri sendiri. Belajar membangun kebersamaan dan kesehatian antar jemaat dan antar gereja dengan mengutamakan kerinduan Tuhan di atas segalanya. Dengan demikian kesaksian Injil terpancar nyata dan kiranya gereja Tuhan semakin berkembang.
Dunia ini sangat menyukai kekuatan, kebesaran, kekayaan, dan keterkenalan. Salah satu contoh adalah monopoli dagang. Mengapa melakukan demikian? Karena ingin menguasai perdagangan dan kesuksesan ingin direguknya sendiri. Contoh lain, saat ini negara Inggris mengambil keputusan untuk keluar dari Uni Eropa dengan alasan selama puluhan tahun bergabung dalam Uni Eropa tidak mengalami keuntungan justru setiap tahun malah mengalami kerugian. Jika dirupiahkan maka per tahun kerugian mencapai triliunan. Apa harapan dari kebijakan tersebut? Inggris ingin mengalami kembali kejayaan ekonomi secara mandiri. Rasul Paulus mengingatkan kepada jemaat Korintus pentingnya kasih guna pembangunan tubuh Kristus agar gereja bertumbuh besar. Memang benar bahwa gereja yang bertumbuh dan penuh dinamika adalah gereja yang umatnya aktif dengan segala karunianya. Misalnya karunia: bernubuat, iman, bahasa roh, pengetahuan, berkata-kata dengan semua bahasa manusia, suka memberi [ayat 1-3]. Tetapi jika masing-masing tidak melengkapinya dengan kasih, maka semua karunia itu seolah tiada artinya. Seandainya sebuah gereja penuh dengan karunia-karunia, sangat maju, dan terlihat dinamis, namun hal tersebut belum menjamin bahwa gereja tersebut akan bertumbuh dengan baik. Justru bisa saja mengalami perpecahan jika masing-masing mementingkan karunianya sendiri seperti halnya jemaat Korintus [1 Korintus 1:10-17]. Saudara yang kekasih, gereja yang besar belum tentu gereja yang kuat, justru di dalamnya berpotensi terjadi banyak persoalan. Jangan hanya sekedar memimpikan gereja besar. Besar? Yes! Tetapi juga harus kuat dan berfungsi sesuai dengan apa yang dikehendaki Tuhan Yesus. Bagaimana supaya gereja kita besar dan juga kuat? Bagaimana gereja kita bertumbuh dan melakukan kehendak Tuhan Yesus? Jika kita merenungkan 1 Korintus 13:1-13, maka kita seharusnya tidak anti terhadap segala karunia. Karunia adalah baik, tetapi semua karunia harus plus kasih. Semua karunia untuk membangun tubuh Kristus. Kuncinya adalah semua pemilik macam-macam karunia harus mengenakan KASIH, sebab pada hari Tuhan semua karunia akan lenyap, tetapi hanya kasih yang tinggal tetap selamanya [ayat 8].
Pada suatu sore ketika pak Rano pulang dari kantor dengan mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba dari arah belakang, sebuah mobil menyerempetnya hingga terjatuh. Mobil berhenti dan keluarlah seorang anak muda. Bukannya menolong tetapi memaki dengan kasar sambil menunjukkan kaca spion yang patah. Ia memaksa pak Rano untuk mengganti rugi atas kerusakan pada mobilnya, padahal semestinya ia yang salah. Sambil menahan sakit pak Rano berdiri dan minta maaf pada pemuda itu dan tanpa banyak berbantah dia mengeluarkan dompetnya dan menyerahkan uang sebagai ganti rugi. Pak Rano sedang belajar untuk mempraktekkan Firman yang baru saja dipelajarinya dalam komcil sehari sebelum peristiwa itu terjadi. Di tengah dunia yang semakin tidak ramah, Tuhan mengingatkan agar setiap murid-Nya hidup dalam perdamaian dengan semua orang. Hal itu bisa terwujud bila tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi lakukan yang baik bagi semua orang. Jangan menuntut pembalasan bila tersakiti, serahkan kepada Tuhan karena ada tertulis, pembalasan itu hak Tuhan. Allah yang akan menuntut pembalasan, kata Firman Tuhan. Tetapi bila seterumu lapar, berilah dia makan, jika haus berilah dia minum. Dengan berbuat demikian seperti menumpukkan bara api di atas kepalanya. Jangan kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan. Dalam hidup sehari-hari kita diperhadapkan pada hal-hal yang bisa membuat kita sakit hati, jengkel atau marah. Yang mendatangkan hal itu bisa suami, isteri, anak, rekan seiman atau sepelayanan, tetangga atau siapapun saja. Seharusnya sebagai manusia normal kita ingin melakukan pembalasan atau pertengkaran, tetapi bila kita mengingat Firman-Nya, marilah kita melakukan sebaliknya, yaitu membalas dengan kebaikan. Alangkah indahnya bila semua murid Kristus berdamai dengan sesama karena kerinduan Yesus agar kesatuan di antara murid-Nya tergenapi.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Berlomba-lomba Untuk Melayani
15 Juli '16
Jiwa Gotong Royong
28 Juni '16
Satu Untuk Kepentingan Bersama
29 Juni '16
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang