SEPEKAN TERAKHIR
  Selasa, 31 Mei 2016   -HARI INI-
  Senin, 30 Mei 2016
  Minggu, 29 Mei 2016
  Sabtu, 28 Mei 2016
  Jumat, 27 Mei 2016
  Kamis, 26 Mei 2016
  Rabu, 25 Mei 2016
POKOK RENUNGAN
Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! [Mazmur 141:3]
DITULIS OLEH
Pdt. Victor Y. Nugraha
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Kartu Merah
Kartu Merah
Selasa, 31 Mei 2016
Kartu Merah
Yakobus 3:1-12

FIFA [Federation Internationale De Football Association] yang bertindak sebagai badan induk organisasi sepakbola dunia, dalam bukunya yaitu Laws Of The Game, membuat berbagai peraturan untuk permainan sepakbola. Di dalam pasal 12 buku tersebut tertera aturan tentang pelanggaran dan kelakuan tidak sopan dalam permainan sepakbola beserta dengan hukumannya. Salah satu tindakan yang tergolong sebagai pelanggaran adalah saat seorang pemain menggunakan mulutnya secara sembarangan. Kategori yang termasuk dalam tindakan menggunakan mulut secara sembarangan adalah seperti meludahi orang lain, berkata-kata kasar, melecehkan, rasis, serta menghina orang lain. Hukuman bagi pelanggaran ini terbagi menjadi dua, yaitu kartu kuning dan katu merah. Hukuman yang paling berat adalah kartu merah. ...selengkapnya »
Mas Karno baru saja selesai mengikuti kelas SPK Pemenang. Ia bersyukur sebab telah dimerdekakan dari dosa pornografi dan kebiasaan mabuk yang telah lama menjerat hidupnya. Selama mengikuti kelas SPK Pemenang ia mengambil komitmen untuk menjauhi kebiasaan buruknya selama ini. Tiga bulan telah berlalu, ia kembali dicobai dan harus berjuang melawan kebiasaan lamanya. Di tengah pergumulan hebat dia ingat akan Firman Tuhan yang baru saja dibahas dalam persekutuan bersama kelompok Youth hari selasa yang lalu. Akhirnya ia berhasil menang dari pergumulan tersebut. Nats kita hari ini membahas tentang sifat-sifat baru yang diberikan Allah kepada umat yang telah dikuduskan oleh penebusan Tuhan Yesus Kristus. Ayat renungan kita menegaskan bahwa setiap orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus harus siap menanggalkan atau membuang kebiasaan hidup lama yang berdosa dan menggantikan dengan kehidupan yang baru bersama Yesus Kristus. Kehidupan baru itu harus terus menerus diperbaharui oleh Roh Kudus karena godaan untuk kembali kepada kehidupan lama setelah bertobat besar sekali. Gambarannya seperti seorang yang telah bekerja keras membersihkan rumah sampai berkeringat, kemudian ia mandi dan membersihkan diri. Setelah mandi masakan ia akan keluar dengan tetap mengenakan pakaian yang kotor oleh keringat dan debu. Pasti tidak mungkin. Kalau ada yang melakukan itu, konyol sekali. Setelah mandi dan membersihkan diri pasti memakai pakaian bersih. Demikian pula dengan kehidupan baru kita di dalam Kristus. kita harus benar-benar hidup bersih dan kudus, serta tidak lagi memiliki keinginan untuk kembali kepada kehidupan yang lama. Namun dalam praktek kehidupan nyata, mengenakan manusia baru di dalam Kristus ternyata bukan hal yang mudah. Di sinilah terjadi pergumulan dan tarik menarik antara keinginan Roh dengan keinginan daging di dalam hati dan pikiran kita. Syukurlah ada Roh Kudus, ada Firman Allah yang bisa kita baca setiap hari, dan saudara seiman dalam persekutuan di dalam Kristus yang membuat kita bisa menang dari kebiasaan buruk kita. Oleh karena itu kita diminta dengan iman dan komitmen untuk membuang segala sesuatu yang buruk dan menggantikan dengan segala sesuatu yang baru yang berasal dari Allah. Tanpa ada tekad dan komitmen untuk membuang dan memutus hubungan dengan hidup yang lama, mustahil kita berhasil menjadi pemenang dan umat yang kudus.
Bapak Subali adalah orang kristen yang terkenal baik bukan saja di kampung di mana dia tinggal tetapi juga di tempat ia bekerja. Dia sering memberi pertolongan kepada banyak orang tanpa pamrih. Dan sekaligus seorang yang jujur. Maka tidak heran jika sudah beberapa periode ia selalu terpilih menjadi bendaharan RT, karena sangat dipercaya dalam hal keuangan. Di tempat kerja, sang bos sering memberi apresiasi kepadanya. Beberapa kali bapak Subali mendapatkan kesempatan ke luar negeri untuk urusan kerja karena disiplin dan tanggung jawabnya yang tinggi. Dedikasi dan loyalitasnya tidak diragukan lagi bagi perusahaan. Untuk urusan dengan Tuhan, jangan ditanya. Ibadahnya dan pelayanan untuk Tuhan tidak diragukan, banyak orang melihat keluarga bapak Subali adalah keluarga yang taat beribadah kepada Tuhan. Apa yang menyebabkan bapak Subali menjadi sangat baik? Karena dia orang kristen yang takut akan Tuhan. Tetapi tidak sejajar lurus dengan kebaikannya, orang sebaik bapak Subali sudah dianggap biasa di masyarakat dan di kantor tempat kerja. Saudara yang terkasih, Firman Tuhan mengatakan, “Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus” [Imamat 19:2]. TUHAN menghendaki supaya kita semua hidup Kudus. Artinya dalam segenap aktivitas kita harus diselaraskan dengan Firman Tuhan yang adalah kehendak-Nya. Dalam seluruh aspek kehidupan kita: hidup berkeluarga, bermasyarakat, dalam pertemanan, dalam berbisnis, dll., harus disesuaikan dengan Firman Tuhan. Tentu tidak diperkenankan Tuhan jika kita yang menghalalkan segala cara. Maksudnya mencapai sesuatu dengan intrik-intrik kotor: fitnah, dusta, korup, menindas, tipu sana-sini, dsb. Saudara yang kekasih, mungkin Saudara bertanya kepada Tuhan, “Mengapa jadi kristen kok standar hidup rohaninya terlalu tinggi, harus kudus seperti TUHAN?” Ya, benar Saudara... Tuhan minta kita memiliki standar moral yang tinggi, supaya hidup kita ini berdampak luas di masyarakat. Mengapa ketika ada orang kristen yang baik, seperti contoh di atas bapak Subali, masyarakat memandangnya biasa saja? Karena masyarakat tahu bahwa kekristenan memiliki standar moral yang tinggi. Mungkin sekitar kita menganggap biasa dan sepi perbuatan baik Saudara, seolah sekitar kita cuek dengan kebaikan kita. Sebenarnya masyarakat kita tidak bersikap masa bodoh terhadap kebaikkan kita. Mereka cuek, diam, biasa-biasa saja karena masyarakat tahu bahwa standar moral kita memang tinggi. Oleh sebab itu maju terus dalam Tuhan, dan kuduslah hidupmu supaya semakin berdampak.
Iklan salah satu produk detergen memiliki slogan “berani kotor itu baik”. Slogan ini digambarkan oleh orangtua yang mengijinkan anaknya bermain kotor-kotor yang akhirnya meninggalkan noda di pakaiannya. Namun orangtua ini tidak kuatir karena ada sabun anti-noda yang sanggup membersihkan noda tersebut tanpa berbekas. Mulai dari noda minuman, spidol, lumpur, dan lain sebagainya dapat dibersihkannya. Dan pakaian sehabis dicuci, kembali bersih dan tidak ada noda yang menempel lagi. Yeremia hadir di tengah-tengah bangsa Israel yang sedang mengalami pergolakan yang hebat. Keadaan yang semakin menghimpit dengan munculnya kerajaan-kerajaan yang besar membuat umat Israel menjadi gemetar. Israel mulai membangun persekutuan dengan bangsa-bangsa asing serta mengandalkan kekuatan militernya yang dianggap mampu menaklukkan bangsa yang menyerang. Para pemimpin mulai berbuat dosa dengan beribadah kepada ilah-ilah lain. Mereka tidak menyerahkan kepada perlindungan dan pertolongan Tuhan, melainkan mengandalkan kekuatannya sendiri. Yeremia hadir untuk menyerukan peringatan-peringatan yang akan terjadi kepada Israel jika mereka terus berpaling meninggalkan Tuhan Allah. Yeremia memberikan peringatan yang keras bahwa Yehuda akan dikalahkan dan Yerusalem akan dihancurkan. Di sisi lain Yeremia juga mengingatkan Israel agar tetap setia mengikuti hukum Allah yang telah ditetapkan. Sekalipun Yehuda akan mengalami kekalahan, kasih setia Allah akan dinyatakan dengan mengikat kembali perjanjian yang baru dengan umat-Nya setelah masa penghukuman selesai [Yeremia 31:31-34]. Jemaat terkasih, Israel dan Yehuda membiarkan noda dosa itu menempel dalam kehidupannya. Mereka melakukan apa yang mereka pandang baik menurut kekuatan mereka. Meskipun mereka menganggap diri mereka tidak menajiskan diri, bahkan mungkin mereka sudah menyuci dosa-dosa mereka dengan abu dan sabun, namun dosa mereka tetaplah terlihat di mata Tuhan [ay. 22]. Dan akibat dari dosa, mereka menanggung hukuman di pembuangan. Menjadi orang asing di negeri orang. Oleh karena itu, jangan biarkan kotoran [noda dosa] melekat dalam kehidupan kita. Berani kotor itu sungguh tidak baik, karena kotoran yang ada dalam hidup kita akan membuat kita jauh dari Tuhan. Jika kita bisa menjaga hidup kita tetap bersih, tetap suci, tetap kudus, mengapa kita harus membuat kotoran dalam hidup kita?
Kekudusan bukan teori Ibrani 10:10-26 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. [ayat 22] Kekristenan bukanlah suatu teori namun kebenaran yang aplikatif. Kekudusan Kristen bukanlah bersifat mistis ataupun magis, atau yang membuat orang Kristen menjadi manusia yang hidup dengan dirinya sendiri dan terpisah dari dunia, atau kekudusan yang menekankan kepada manusia batiniah saja, namun kekudusan yang komprehensif meliputi seluruh kehidupan manusia, dinamis, dan kooperatif. Karya penebusan Kristus yang menguduskan manusia harus dihidupi dan diwujudnyatakan dalam kehidupan Kristen secara individu maupun komunitas. Oleh karena darah Kristus, orang Kristen mempunyai hak istimewa untuk menghampiri takhta Allah dengan penuh keberanian. Tidak ada lagi dosa yang menghambat. Tidak diperlukan lagi prosesi ataupun upacara yang bertele-tele untuk menghadap Allah, karena orang Kristen adalah umat yang kudus di hadapan Allah. Kekudusan itu harus dimanifestasikan melalui hati yang tulus dan keyakinan iman yang teguh ketika menghadap takhta Allah. Ini berarti kekudusan Kristen meliputi hati dan pikiran, ketulusan dan iman, perasaan dan logika. Di samping itu, orang Kristen yang kudus harus berpegang teguh pada pengakuan tentang pengharapan Kristen. Orang Kristen harus selalu memandang kepada Kristus yang berdiri di sebelah kanan Allah, sebagai Imam Besar. Orang Kristen janganlah mudah terombang-ambing oleh berbagai isu yang seringkali menggoncangkan imannya. Ia yang menjanjikan adalah setia sehingga apa pun yang terjadi dalam kehidupan orang Kristen di dunia, yakinlah bahwa orang Kristen akan tetap sampai kepada takhta Allah yang kudus. Berarti kekudusan meliputi ketekunan dan kesetiaan. Setelah kehidupan yang tidak kasat mata secara individual, orang Kristen harus menghidupi kebenaran Kristen secara komunitas, melawan dosa, Iblis, dan pencobaan. Kekudusan Kristen termanifestasikan ketika mereka berbagi hidup dengan yang lain, memberi, dan menerima dorongan, mendorong satu dengan yang lain dalam kasih dan perbuatan baik [sumber: www.sabda.org]. Tuhan Yesus memberkati. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Hidup Benar dan Upahnya
03 Mei '16
Menyatakan Kebenaran
14 Mei '16
Kehadiran, Kemenangan dan Kepergian Yang Sunyi
05 Mei '16
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang