SEPEKAN TERAKHIR
  Selasa, 28 Maret 2017   -HARI INI-
  Senin, 27 Maret 2017
  Minggu, 26 Maret 2017
  Sabtu, 25 Maret 2017
  Jumat, 24 Maret 2017
  Kamis, 23 Maret 2017
  Rabu, 22 Maret 2017
POKOK RENUNGAN
Cinta Yesus kepada manusia adalah cinta yang tulus dan tidak mengenal diskriminatif.
DITULIS OLEH
Pdt. Victor Y. Nugraha
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Kisah Cinta Yesus Kepada Manusia
Kisah Cinta Yesus Kepada Manusia
Selasa, 28 Maret 2017
Kisah Cinta Yesus Kepada Manusia
Yohanes 3:14-21

Tale as old as time [Kisah yang sudah setua waktu]
Song as old as rhyme [Lagu yang sudah setua irama]
Beauty and the beast [Wanita cantik dan si buruk rupa]

Teks di atas merupakan beberapa kata terakhir dari lirik lagu film “Beauty and The Beast” yang beberapa hari ini telah ditayangkan di bioskop-bioskop di seluruh dunia. Kisah Beauty and The Beast adalah kisah tentang seorang wanita cantik yang mencintai sosok pria yang buruk rupa yang menyerupai moster jahat. Sebuah kisah yang tidak lazim dalam pandangan masyarakat umum....selengkapnya »
Kisah heroik Daud melawan Goliat sangat melegenda. Bukan hanya kaum Kristiani saja yang mengetahui kisah ini tetapi juga orang “di luar sana” tahu bahwa pertempuran itu sangat tidak imbang. Daud yang imut tanpa perlengkapan perang melawan Goliat si raksasa yang berpakaian perang lengkap. Daud menghadapi Goliat tanpa rasa takut sedikitpun. Mengapa ??? Daud sudah mengalami secara pribadi pertolongan Tuhan saat dia bekerja menggembalakan kambing domba ayahnya. Daud merasa tersinggung ketika mendengar Goliat yang berteriak-teriak mencemooh Allah Israel sehingga dengan penuh keyakinan dikatakannya kepada Raja Saul bahwa dia akan mengalahkan Goliat sama seperti dia mengalahkan singa dan beruang saat dia melindungi ternak ayahnya [ayat 34-36]. Daud hanya membawa tongkat, lima batu kali dalam kantongnya dan umban di tangannya sehingga Goliat marah, mengutuki Daud karena merasa dianggap seekor anjing [ayat 43]. Goliat yang besar mendatangi Daud dengan pedang, tombak dan lembing sedangkan Daud yang imut mendatangi Goliat dengan nama TUHAN [ayat 45]. Dengan hikmat dan pertolongan Tuhan, Daud dapat melihat peluang yang ada, yaitu lubang ketopong yang dipakai Goliat tepat di dahinya [ayat 49]. Mungkin saat ini kita sedang menghadapi “Goliat” dalam kehidupan keseharian kita, dalam pekerjaan, problema rumah tangga bahkan mungkin dalam pelayanan. Jangan takut, jangan putus asa !! Mari kita ingat pertolongan Tuhan yang telah kita alami sama seperti Daud disertai Tuhan sehingga bisa membaca peluang yang ada dan hanya dengan batu kali licin yang kecil dapat mengalahkan “Goliat” yang mungkin sangat menakutkan !!! Amin.
Poo, ‘si panda gemuk’, adalah seorang pendekar yang berjuluk ‘Kesatria Naga’ yang merupakan tokoh utama dalam film Kung Fu Panda. Bersama kelima temannya, Poo diutus untuk menjalankan sebuah misi yang berat. Kesatria Naga bersama kelima temannya diutus untuk menghentikan aksi seorang pendekar jahat yang berusaha untuk menaklukan seluruh dataran China. Pendekar jahat ini rela menggunakan segala cara demi memenuhi ambisinya untuk menguasai seluruh dataran China. Guna melancarkan ambisinya, ‘si pendekar jahat’ membuat sejumlah meriam untuk menaklukkan seluruh prajurit bersenjata dan sejumlah pendekar yang ingin menghentikannya. Hasilnya, si pendekar jahat sukses menaklukkan beberapa kota dan menguasainya. Sebelum berangkat dalam misinya, Kesatria Naga mendapatkan sebuah nasihat penting tentang ilmu hebat yang dapat dipakai untuk menghentikan si pendekar jahat. Singkat cerita, dalam pertempurannya dengan si pendekar jahat, Kesatria Naga terpojok dan hampir dikalahkan. Beruntunglah di saat-saat terjepit itu, Poo mengingat pesan dari sang guru dan mencoba mempraktekkannya. Hasilnya sangat luar biasa. Pendekar jahat tersebut berhasil dikalahkan dan Kesatria Naga menjadi lebih kuat. Pemazmur berkata dalam Mazmur 1:1-2: “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik … tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.” Orang yang merenungkan Firman-Nya adalah orang yang berbahagia. Dia akan berbahagia sebab Firman Tuhan akan menuntun hidupnya ke jalan yang benar. Tidak hanya sampai di situ, bahkan berbagai berkat yang luar biasa akan diterima oleh orang yang senantiasa merenungkan Firman-Nya di setiap waktu. Pemazmur menggambarkan orang yang merenungkan Firman Tuhan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air yang tidak pernah mengalami kelayuan dan akan selalu menghasilkan buah pada saatnya [ayat 3]. Seperti dalam kisah di atas tentang pentingnya mengingat sebuah pesan, hendaklah kita juga mengingat dan melakukan selalu pesan dari Tuhan bagi kita. Firman Tuhan adalah sebuah pesan penting yang diberikan Tuhan bagi umat-Nya yang akan menolong umat-Nya untuk mengatasi segala masalah hidup. Di saat kita terpojok dan berusaha mencari jawaban atas segala masalah yang ada, ingatlah selalu pada “Pesan Ilahi” itu. Pesan yang sudah tercatat dalam Alkitab. Oleh karena itu jangan jenuh untuk membaca, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan. Berbahagialah setiap kita yang berpegang pada Firman-Nya. Murid Kristus yang dapat mengalami Tuhan, bertumbuh dalam iman, dan berdampak untuk sesama adalah dimulai dari sikap menerima dan melakukan Firman-Nya. Oleh karena itu, jadilah murid Kristus yang hidup berdasar pada Firman-Nya.
Dalam wawancara buletin sekolah edisi liputan pemilihan ketua OSIS, dua siswa diminta pendapatnya tentang dua calon ketua OSIS yang tengah bersaing ketat. Siswa pertama berkata, ’Menurut saya, Adi kurang asyik pembawaannya, tidak gaul. Mana bisa dia mewakili aspirasi semua siswa? Sedangkan Betsy terlalu sibuk dengan kegiatan baik di dalam maupun di luar sekolah. Mana ada waktu buat mengurus organisasi OSIS nantinya?’ Siswa kedua berpendapat, ’Sebelum dicalonkan sebagai ketua OSIS, Adi sudah menjadi ketua kelas. Ia suka mengamati dan mendengarkan pendapat teman-teman sekelas. Orangnya demokratis. Sedangkan Betsy suka terlibat dengan bermacam-macam kegiatan. Ia sudah terbiasa bersosialisasi.’ Wawancara itu memberi gambaran yang cukup jelas tidak hanya tentang para calon ketua OSIS tetapi juga tentang para pemberi pendapat. Siswa pertama cenderung mencela dengan menggarisbawahi kekurangan-kekurangan. Sementara siswa kedua berusaha menyoroti kelebihan-kelebihan yang dimiliki masing-masing calon. Semua orang punya kelebihan dan kekurangan. Namun di dalam Tuhan kita terus belajar dan berlatih untuk menjadi sempurna seperti Bapa. Kita pun belajar untuk taat pada Firman Tuhan untuk tidak menghakimi. Bukan berarti kita harus menutup mata terhadap kekurangan orang lain. Namun kita berlatih untuk tidak memusatkan perhatian terhadap kekurangan orang lain, apalagi membesar-besarkannya, seolah-olah kita adalah orang yang paling benar. Tidak mungkin kita bisa mengeluarkan selumbar di mata orang sedangkan ada balok di mata kita sendiri.
Mau dikoreksi Ayub 5:17-18 Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa. Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula. Kita terbantu menjadi lebih baik karena dikoreksi. Pada waktu masih kanak-kanak kita mendapatkan didikan dari orang tua berupa nasihat, teguran, bahkan kadang-kadang pukulan. Amsal 23:13-14 mengatakan: ’Jangan menolak didikan dari anakmu ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan. Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati.’ Begitu juga pada waktu masih sekolah kita mengerjakan soal ujian, lalu guru kita mengoreksi jawaban-jawaban kita dan memberitahu mana jawaban yang benar dan mana yang salah. Maksudnya, setelah kita tahu itu kita tidak akan mengulang kesalahan yang sama dan dapat memberi jawaban yang benar. Demikianlah fungsi Firman Tuhan di dalam kehidupan kita. Tuhan memberikan Firman-Nya supaya kita melakukan tindakan yang benar. Kadang-kadang Firman Tuhan menegur kita dari perbuatan yang salah. 2 Timotius 3:16-17 mengatakan: ’Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.’ Sejauh mana koreksi itu bermanfaat buat kita tergantung pada bagaimana kita meresponnya. Kalau kita merespon dengan baik maka koreksi itu akan sangat bermanfaat bagi kita. Kita akan menjadi lebih baik dan level kita akan meningkat. Tetapi kalau kita menanggapinya dengan sikap curiga atau dengan tidak suka hati alias tersinggung, apalagi marah, maka koreksi itu menjadi tidak bermanfaat. Kita akan tetap dalam kesalahan yang sama dan level kita juga tidak akan meningkat. Orang yang ingin meningkat dan bertambah maju pasti mau dikoreksi. Dia bahkan akan mencari orang yang mau membimbing [mementor] dirinya dan meminta masukan, saran atau koreksi atau apapun namanya bagi kebaikannya. Dia tidak akan tersinggung kalau dikoreksi, bahkan bagi dia koreksi merupakan sesuatu yang sangat berharga. Dan dia akan sangat berterima kasih kepada orang yang mau mengoreksinya. Itulah ciri dari murid Kristus: mau dikoreksi oleh Firman Tuhan, oleh Sang Guru Agung. Selamat berbahagia buat orang yang mau dikoreksi. Tuhan memberkati. Pdt. Goenawan Susanto
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Gagal Fokus
08 Maret '17
Peluang
22 Maret '17
Mau dikoreksi
12 Maret '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang