SEPEKAN TERAKHIR
  Kamis, 20 Juli 2017   -HARI INI-
  Rabu, 19 Juli 2017
  Selasa, 18 Juli 2017
  Senin, 17 Juli 2017
  Minggu, 16 Juli 2017
  Sabtu, 15 Juli 2017
  Jumat, 14 Juli 2017
POKOK RENUNGAN
Cara kita menggunakan mata mempengaruhi terang atau gelapnya jalan hidup kita.
DITULIS OLEH
Pdt. Laij Andreany
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Menulis Dengan Mata
Menulis Dengan Mata
Kamis, 20 Juli 2017
Menulis Dengan Mata
Matius 6:22

Jean Dominique Banby atau dipanggil Jean-Do adalah seorang penulis kenamaan. Pada tahun 1995 ia menderita sindrom syaraf langka bernama Lacked In Syndrome yang membuatnya lumpuh tetapi tetap memiliki pikiran yang sadar dan dapat mengedipkan mata. Dalam kondisi seperti itu Jean-Do menulis buku Diving Bell and The Butterfly dengan cara mengedipkan matanya untuk menunjuk huruf yang ia inginkan. Jean-Do meninggal dua hari setelah buku tersebut diterbitkan.

Mata adalah pelita tubuh jika mata baik, yaitu jika digunakan untuk hal yang baik dan benar, ia seperti pelita yang bersinar menerangi langkah manusia. Namun jika mata itu jahat, digunakan untuk hal yang jahat dan tidak benar, ia membawa manusia memasuki kegelapan dan melangkah menuju kebinasaan. Karena itu Yesus memperingatkan agar kita waspada saat melihat segala sesuatu melalui mata. Dunia menawarkan banyak hal menarik yang bisa kita nikmati, misalnya harta kekayaan yang dapat membuat manusia terikat dan menghamba kepadanya [ayat 21, 24].

Di hari-hari terakhirnya Jean-Do memakai matanya dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kecintaannya dalam menulis. Bagaimana d...selengkapnya »
Tumbuh ke atas dan ke bawah Kolose 2:6-7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. Arah pertumbuhan bukan hanya ke atas, tapi juga ke bawah. Berakar dan dibangun menggambarkan dua arah pertumbuhan, ke bawah dan ke atas. Kedua arah pertumbuhan itu sama-sama membutuhkan waktu dan proses. Pertumbuhan yang makin lama makin kuat dan makin lengkap. Akar merambat ke bawah. Ini adalah bagian yang tidak kelihatan. Berakar bicara tentang hidup rohani yang makin erat bersekutu dengan Kristus. Akar menentukan kekuatan sebuah pohon. Semakin dalam akarnya semakin kuat pohon itu. Pohon itu tidak akan mudah layu di musim kering jika akarnya meresap jauh ke dalam tanah. Demikian juga pohon itu tidak mudah tercabut walaupun ditiup angin badai kalau akarnya kuat di dalam tanah. Orang yang berakar di dalam Kristus imannya akan kuat menghadapi berbagai situasi dalam hidupnya, baik saat hidupnya tenang maupun saat menghadapi goncangan, baik ketika ada banyak berkat maupun saat dalam kekurangan. Gedung dibangun ke atas. Ini adalah bagian yang kelihatan. Proses pembangunan gedung adalah gambaran juga tentang pertumbuhan iman seorang Kristen. Hidup imannya akan makin meningkat. Semakin dibangun ke atas gedung itu akan makin tampak lengkap dan sempurna. Semua bagiannya terlengkapi dengan baik: tembok, atap, pintu, jendela, dsb. Rancangan yang semula ada di dalam gambar menjadi terwujud di dalam kenyataan. Bangunan itu menjadi bangunan yang siap dipakai. Orang yang dibangun di dalam Kristus akan terus menerus diperlengkapi. Dia akan menjadi murid Kristus yang semakin sempurna. Hidupnya akan makin tampak indah karena dibentuk sesuai dengan firman Allah. Rancangan Allah di dalam hidupnya makin tampak/ terwujud dengan indahnya. Kiranya kita semua ada di dalam proses berakar dan dibangun di dalam Kristus. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
Hidup secara arif Efesus 5:15-21 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, ’Awas, hati-hati. Lantai basah.’ Demikian peringatan yang sering kita baca apabila ada lantai yang sedang dipel, supaya orang tidak jatuh terpeleset. Di jalan-jalan yang berbahaya di mana sering terjadi kecelakaan biasanya dipasang tanda peringatan: ’Hati-hati, banyak terjadi kecelakaan.’ Dan akhir-akhir ini banyak muncul peringatan kepada para pengendara mobil dan sepeda motor: ’JANGAN MENGGUNAKAN HANDPHONE SAAT BERKENDARA.’ Semua peringatan itu punya maksud agar kita hati-hati, supaya tidak mengalami celaka. Firman Tuhan mengingatkan kita supaya menjalani hidup ini dengan hati-hati. Jangan seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif. Orang bebal adalah orang yang tidak mau mempedulikan nasihat dan peringatan, orang yang ceroboh dan sembrono, tidak pikir panjang dalam mengambil keputusan. Sedangkan orang arif adalah orang yang cermat dalam mengambil keputusan, memperhitungkan situasi dan nasihat-nasihat serta peringatan-peringatan yang diberikan orang lain. Agar menjadi orang yang arif kita perlu memperhatikan nasihat-nasihat Firman Tuhan ini: 1. Pergunakan waktu sebaik mungkin [ayat 16]. Jangan sia-siakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Tetapkan prioritas dengan benar. Kerjakan lebih dahulu hal-hal yang menjadi prioritas kita. 2. Berusaha untuk mengerti kehendak Tuhan [ayat 17]. Baca Firman Tuhan secara rutin dan teratur. Peka dalam segala situasi, dan berusaha mengerti apa yang Tuhan ingin kita lakukan dalam situasi seperti itu. Mungkin pertanyaan ini bisa membantu kita: What would Jesus do in this situation? 3. Mintalah untuk dipimpin dan dipenuhi oleh Roh Kudus setiap hari [ayat 18]. Tuhanlah yang paling mengerti jalan hidup yang terbaik untuk kita. Jika kita menyerahkan diri dalam pimpinan-Nya, Dia akan mengarahkan dan menuntun kita di jalan yang benar sesuai kehendak-Nya. Tuhan memberkati kita semua. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
Seorang anak berkulit hitam, lahir di daerah kumuh Brooklyn, New York. Ia melewati kehidupannya dalam lingkungan miskin dan penuh diskriminasi. Suatu hari ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya. “Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?” tanya ayahnya. Ia menjawab, “Mungkin $1.” “Bisakah dijual seharga $2? Jika berhasil, berarti engkau telah membantu ayah dan ibumu,” ujar Ayahnya. “Saya akan mencobanya,” tanggap sang anak. Lalu anak itu membawa pakaian tersebut ke stasiun kereta bawah tanah dan menjual selama lebih dari enam jam. Akhirnya ia berhasil menjual $2 dan berlari pulang. Kemudian ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas kepadanya dan berkata, “Coba sekarang kau jual seharga $20?” “Bagaimana mungkin? Pakaian ini paling hanya $2,” sahutnya kepada sang Ayah. Ayahnya berkata, “Mengapa engkau tidak mencobanya dulu?” Akhirnya ia mendapatkan ide. Ia meminta bantuan sepupunya untuk menggambarkan seekor Donald Duck yang lucu dan seekor Mickey Mouse yang nakal pada pakaian itu. Ia lalu menjualnya di sekolah anak orang kaya, dan terjual $25. Ayahnya kembali memberikan selembar pakaian bekas kepadanya, “Apakah engkau mampu menjualnya dengan harga $200?” Kali ini ia menerima tanpa keraguan sedikitpun. Kebetulan aktris film populer “Charlie Angels”, Farrah Fawcett berada di New York. Setelah konferensi pers, anak itupun menerobos penjagaan keamanan dan meminta Farrah Fawcett membubuhkan tanda tangan di pakaian bekasnya. Kemudian pakaian itu terjual $1500. Malamnya, ayahnya bertanya, “Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian ini, apa yang engkau pahami?” Ia menjawab, “Selama kita mau berpikir pasti ada caranya.” Ayahnya menggelengkan kepala, “Engkau tidak salah, tapi bukan itu maksud ayah. Ayah hanya ingin memberitahukanmu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dolar saja bisa ditingkatkan nilainya. Apalagi kita sebagai manusia. Mungkin kita berkulit gelap dan miskin, tapi apa bedanya?” ujar sang ayah. Itulah kisah MICHAEL JORDAN, sang legenda basket Amerika. Kita seringkali mengeluh dengan keadaan karena kita tidak kuat lagi dan lelah. Kita cenderung melihat diri lemah dan tidak melihat siapa yang menciptakan kita, bahkan Roh yang ada dalam diri kita. Kita sebagai umat Tuhan seringkali mengabaikan kuasa dan hikmat yang Tuhan beri dalam hidup kita dan menggantikan dengan fakta hidup yang penuh dengan kesulitan. Oleh karenanya marilah kita melihat bahwa kita diciptakan untuk melakukan banyak perkara yang besar. Jangan menilai diri sendiri, tetapi marilah kita melihat Tuhan yang menjadikan kita adalah dahsyat dan ajaib. Jangan pernah berhenti berjuang dan tetaplah mengandalkan Tuhan dalam segala keadaan sebab itu akan memaksimalkan kuasa Tuhan yang diberikan dalam diri kita ini.
Segala sesuatu dijadikan-Nya baik Markus 7:37 Mereka takjub dan tercengang dan berkata: ’Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.’ Kita bersyukur mempunyai Allah yang menjadikan segala-galanya baik. Kita dapat merasa aman mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada Dia, sebab Dia sudah merencanakan dan terus mengerjakan segala yang baik untuk kita. ’Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.’ [Roma 8:28]. Apabila saat ini Anda merasa bahwa hidup Anda sedang dalam keadaan tidak baik. Apakah Anda mulai meragukan kebaikan Allah? Kembalilah meyakini kebenaran Fiman Tuhan, bahwa Dia selalu menginginkan dan mengerjakan apa yang baik dalam hidup kita. Firman Tuhan berkata: ’Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.’ [Yakobus 1:17] Sebagai umat dari Allah yang menjadikan segala-galanya baik, marilah kita juga mengerjakan hal-hal yang baik dalam kehidupan kita, baik dengan perkataan atau perbuatan kita. ’Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.’ [Efesus 4:29] ’Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.’ [Efesus 2:10] ’Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!’ [Roma 12:17] Itulah nasihat Firman Tuhan yang harus kita ikuti, dan marilah kita bersyukur dan selalu merayakan kebaikan Tuhan setiap hari. Pdt. Goenawan Susanto
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Anak Panah Di Tangan Pahlawan
01 Juli '17
Kuasa Untuk Menjadi Saksi Kristus
04 Juli '17
Hidup Secara Arif1
25 Juni '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang