SEPEKAN TERAKHIR
  Senin, 25 Mei 2015   -HARI INI-
  Minggu, 24 Mei 2015
  Sabtu, 23 Mei 2015
  Jumat, 22 Mei 2015
  Kamis, 21 Mei 2015
  Rabu, 20 Mei 2015
  Selasa, 19 Mei 2015
POKOK RENUNGAN
Orang yang selalu bersyukur akan mampu menanggung permasalahan hidupnya.
DITULIS OLEH
Pdt. Andreas P. Chandra
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Bersyukur Dalam Segala Hal
Bersyukur Dalam Segala Hal
Jumat, 15 Maret 2013 | Tema: Umat Yang Memasyurkan Allah
Bersyukur Dalam Segala Hal
I Tesalonika 5:18
Selalu ada alasan untuk mengucap syukur, sekalipun kondisi yang kita hadapi kelihatannya buruk. Chrysostom, seorang yang pernah menjadi Uskup Besar Constantinopel, dibawa ke pembuangan, dianiaya, direndahkan dan mati di tempat yang jauh dari kemewahan kota serta kesenangan dan kemuliaan yang pernah dinikmatinya. Namun demikian ia belajar bersyukur dalam semua keadaan. Semua ini bertolak dari motto hidupnya: “Doxa to Theo Panton Heneken” yang artinya kemuliaan bagi Allah dalam segala sesuatunya. Ia dapat membuktikan mottonya itu, di mana ia tetap bersyukur dan memuliakan Allah sekalipun menderita.

Marilah kita juga belajar untuk memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya dalam segala sesuatu yang terjadi pada diri kita atas ijin-Nya. Kita tidak hanya bersyukur untuk hal-hal yang baik saja, tetapi juga untuk kejadian-kejadian yang menyesakkan hati kita. Kita mungkin tidak tahu apa maksud Allah ketika Ia mengijinkan semua itu terjadi, namun kita harus tetap percaya bahwa Ia adalah Allah yang Mahabaik. Kita tahu kisah Ayub yang mengalami pencobaan sedemikian beratnya, namun Ia belajar bersyukur dan tetap setia kepada Allah. Dan karena ia setia, maka Allah memulihkan keadaannya dan memberkati hidupnya.

Berdasarkan pengajaran Paulus kepada jemaat Tesalonika untuk selalu mengucap syukur dalam segala hal, mari apapun yang Anda alami, bersyukurlah kepada Allah dan tetaplah memuji Dia, sepe...selengkapnya »
Pernahkah kita melihat orang-orang di sekitar kita melakukan hal-hal negatif yang tidak kita senangi, sehingga tindakan mereka dapat membuat kita marah, sedih, atau mungkin berduka? Mungkin itu dilakukan orang-orang yang kita kasihi, misalnya; istri, suami, orangtua, anak-anak, cucu, dll. Atau mungkin hal itu dilakukan oleh tetangga kanan kiri kita, bahkan mungkin orang-orang yang kita jumpai setiap hari dalam segala aktivitas dan pelayanan kita. Mengapa kerap kali hati kita tidak berkenan jika melihat orang-orang yang kita kasihi melakukan tindakan yang negatif? Sesungguhnya kesadaran itu telah muncul dengan sendirinya ketika hidup kita diperbaharui oleh kebenaran Firman Tuhan. Kebenaran Firman yang adalah sumber terang itulah yang kemudian menuntun kita dalam terang sehingga kita dipimpin untuk selalu hidup dalam terang Allah. Ketika terang Allah itu telah ada dalam hati kita, sesungguhnya kita akan mengetahui semua hal yang berkenan di hati Tuhan dan yang tidak. Kita menjadi cermin di mana kita bisa turut merasakan apa yang dirasakan oleh Tuhan. Jika kita sedih melihat kejahatan dan ketidakadilan, maka Tuhan lebih sedih melihatnya. Ketika kita menangis melihat orang-orang yang kita kasihi jatuh dalam dosa, sesungguhnya Tuhan juga sedang menangis melihat orang-orang yang telah ditebus-Nya kembali jatuh dalam dosa. Apa yang kita rasakan sesungguhnya mewakili apa yang Tuhan rasakan. Kita dapat merasakan kasih Allah yang demikian besar karena kasih Allah telah menerangi kita. Ketika Nehemia mendengar keadaan orang-orang Israel yang terluput dari pembuangan, maka Nehemia terduduk menangis dan berkabung selama beberapa hari. Nehemia berpuasa dan berdoa kehadirat Allah semesta langit selama beberapa hari [ayat 4]. Tuhan memakai Nehemia bak sebuah cermin yang dapat melihat sekelilingnya. Ia sangat sedih melihat keterpurukan orang Israel yang tertinggal di Yerusalem [ayat 3]. Sesungguhnya apa yang kita rasakan juga dirasakan oleh Tuhan. Aku adalah cermin bagi diriku di hati Tuhan. Jika kita sedih melihat kejahatan dan ketidakadilan, jangan sampai kita malah jatuh di dalamnya. Berkenanlah di hati Tuhan seperti kita melihat orang-orang di sekitar kita yang berkenan di hati kita.
Lebih indah dan lebih menarik mana, emas atau kayu? Lebih mahal dan lebih bernilai mana, emas atau kayu? Lebih dicari mana, emas atau kayu? Pasti jawabannya emas. Emas lebih indah, lebih menarik, lebih mahal, dan lebih bernilai daripada kayu. Apalagi emas lebih tahan lama daripada kayu. Jika dibakar, kayu akan hangus menjadi arang, tetapi emas akan semakin cemerlang. Tidak heran jika emas menjadi buruan dan incaran banyak orang. Dalam bacaan nats hari ini, memberi gambaran dua tipe orang kristen, yaitu kristen kayu-tanah dan kristen emas-perak. Kristen kayu-tanah adalah mereka yang tidak menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat sehingga tidak dipandang layak untuk pekerjaan yang mulia. Sedangkan kristen emas-perak adalah mereka yang menyucikan diri dari hal-hal yang jahat sehingga dipandang layak untuk pekerjaan yang mulia. Menyucikan diri dari hal-hal yang jahat bukan hanya menghindari omong kosong dan yang tidak suci, menjauhi nafsu dunia, menghindari pertengkaran, dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan dosa yang lain, tetapi juga mengusahakan keadilan, kesetiaan, kasih dan damai sejahtera. Bersikap ramah, sabar, dan lemah lembut serta memimpin orang lain kepada kebenaran. Orang kristen emas-perak adalah gambaran orang kristen yang berkenan dan yang menyenangkan hati Tuhan, sehingga dipandang layak untuk dipakai Tuhan melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya yang mulia. Tuhan menghendaki agar kita berjuang menjadi orang-orang kristen emas-perak dengan membangun kehidupan yang suci di hadapan Tuhan. Bencilah dosa dan segala perbuatannya, dan cintailah kebenaran dan segala tingkah langkahnya. Karena suatu saat nanti apa yang kita kerjakan akan diuji oleh Tuhan. Jika pekerjaan kita “hangus terbakar” [tidak tahan uji], maka kita akan mengalami kerugian. Tidak akan mendapat upah kehormatan dan kemuliaan. Tetapi jika pekerjaan kita tahan uji, maka kita akan mendapat upah kehormatan dan kemuliaan dari Tuhan kita [1 Korintus 3:12-15].
Kisah Para Rasul 2:1, 4 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.... Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Kisah Para Rasul 4:31 Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani. Murid-murid Yesus adalah orang-orang yang sederhana. Setelah Yesus naik ke surga, apa yang terjadi dengan mereka? Kalau dilihat dari kedudukan dan kemampuan mereka seharusnya mereka sudah bubar kocar-kacir. Mereka diancam tidak boleh memberitakan Nama Yesus. Seharusnya mereka ketakutan dan bersembunyi atau tutup mulut. Ternyata di luar dugaan, mereka tampil sebagai saksi-saksi yang berani. Mereka dengan penuh keyakinan memberitakan bahwa Yesus bangkit dari kematian dan memerintah sebagai Tuhan atas hidup manusia. Jelas, keberanian itu bukan berasal dari diri mereka sendiri. Roh Kudus telah turun ke atas mereka dan membuat mereka memiliki keberanian itu. Peristiwa Pentakosta-lah yang menyebabkan semua itu. Filipi 2:13 mengatakan: ’karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.’ Roh Kudus-lah yang mengerjakan di dalam kita kemauan untuk melakukan kehendak Bapa di surga. Dalam 2 Korintus 3:5 rasul Paulus mengatakan: ’Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.’ Roh Kuduslah yang membuat Rasul Paulus sanggup melakukan pekerjaan-pekerjaan besar yang dikerjakannya. Saya merindukan Pentakosta itu terjadi lagi dan lagi dalam gereja kita. Amin.
Gadis remaja itu menatap tumpukan kaset yang dikumpulkannya dalam sebuah kardus besar. Itu adalah koleksi yang dibeli dari uang sakunya sejak SD sampai SMA. Kaset-kaset itu telah menemaninya sekian lama sehingga ia hafal sebagian besar lagunya di luar kepala. Beberapa di antaranya bahkan menyimpan kenangan yang sangat mendalam. Tetapi sore itu satu demi satu ia meraih kaset-kasetnya dan mengeluarkannya dari kemasan. Satu per-satu diurainya pita kaset yang biasanya diperlakukan dengan hati-hati. Digapainya gunting dan dikoyaknya pita-pita coklat tua yang berkilau dan panjang bergelombang. Sore itu si gadis remaja memusnahkan koleksinya. Tindakan itu membuatnya menjadi bahan tertawaan sepupunya. Sasaran cibiran paman dan bibinya. Namun ia bersikukuh melanjutkannya sampai semua koleksinya tak bersisa. Mengapa? Berawal dari seorang gadis remaja yang rindu berlaku sesuai kehendak Tuhan, setelah bertahun-tahun melupakan-Nya. Kehausan untuk menaati Tuhan, tanpa bimbingan. Berkeliling dari satu KKR ke KKR lain. Hadir dari satu persekutuan ke persekutuan lain. Diberi asupan pengajaran demi pengajaran yang tak selalu bisa dipertanggungjawabkan. Ujung-ujungnya ia meyakini dan mengikuti ajaran pembicara yang ’sepertinya’ murni dan membawa kepada terobosan iman. Termasuk bakar-membakar semua buku dan kaset non-rohani. Yang menurut si pembicara adalah ’sesat’. Peristiwa itu terjadi tiga puluh tahun yang lalu. Kini trend KKR dengan pembicara-pembicara yang sedang ’naik daun’ memang tak lagi segencar dulu. Ajaran-ajaran yang ’mencengangkan’ tak sebegitu menjamur seperti dulu. Namun bukan berarti para pembicara yang gemar mencari sensasi sudah punah. Dari masa ke masa itu selalu ada. Dan orang-orang yang rindu mengikuti kehendak Tuhan demikian mudahnya mengasup ajaran yang disodorkan tanpa menyaring lagi. Bisa jadi karena tak mengerti mana yang benar. Bisa juga karena terlalu percaya kepada pembicara. Generasi yang rindu melakukan kehendak Tuhan butuh bimbingan dan pendampingan agar tak mudah diombang-ambingkan oleh berbagai pengajaran. Adakah kerinduan di hati kita untuk melakukan kehendak Tuhan? Kenali kebenaran Firman Tuhan. Tanpa dikurangi. Tanpa dilebih-lebihkan. Lakukan tepat seperti yang dikehendaki-Nya. Itulah yang menyenangkan hati Tuhan.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Menjadi Makhluk Mulia
08 Mei '15
Prioritas Hidup
03 Mei '15
Berusaha Diperkenan Allah
26 April '15
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang