SEPEKAN TERAKHIR
  Selasa, 03 Mei 2016   -HARI INI-
  Senin, 02 Mei 2016
  Minggu, 01 Mei 2016
  Sabtu, 30 April 2016
  Jumat, 29 April 2016
  Kamis, 28 April 2016
  Rabu, 27 April 2016
POKOK RENUNGAN
Orang yang selalu bersyukur akan mampu menanggung permasalahan hidupnya.
DITULIS OLEH
Pdt. Andreas P. Chandra
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Bersyukur Dalam Segala Hal
Bersyukur Dalam Segala Hal
Jumat, 15 Maret 2013 | Tema: Umat Yang Memasyurkan Allah
Bersyukur Dalam Segala Hal
I Tesalonika 5:18
Selalu ada alasan untuk mengucap syukur, sekalipun kondisi yang kita hadapi kelihatannya buruk. Chrysostom, seorang yang pernah menjadi Uskup Besar Constantinopel, dibawa ke pembuangan, dianiaya, direndahkan dan mati di tempat yang jauh dari kemewahan kota serta kesenangan dan kemuliaan yang pernah dinikmatinya. Namun demikian ia belajar bersyukur dalam semua keadaan. Semua ini bertolak dari motto hidupnya: “Doxa to Theo Panton Heneken” yang artinya kemuliaan bagi Allah dalam segala sesuatunya. Ia dapat membuktikan mottonya itu, di mana ia tetap bersyukur dan memuliakan Allah sekalipun menderita.

Marilah kita juga belajar untuk memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya dalam segala ...selengkapnya »
Dalam Olimpiade Barcelona tahun 1992, Derek Redmond berlomba di lari sprint 400 m. Pada waktu sebelum dan akan melakukan start, dia baik-baik saja. Begitu terdengar suara tembakan, dia bersama semua lawannya lari secepat-cepatnya untuk menjadi juara. Ketika mencapai jarak150 m tiba-tiba dia terjatuh karena terkena cedera otot lutut dan paha. Dia bangun lagi dan dengan tertatih-tatih melanjutkan lomba walaupun sudah ketinggalan. Ayahnya yang ada di tribune masuk ke lapangan, memapahnya dan berkata, “Engkau tidak bisa melakukan ini.” Dia menjawab, “Aku harus menyelesaikan pertandingan apapun hasilnya.” Ayahnya memapah dan menopang dia. Mereka berjalan bersama menuju garis finish. Pada waktu sampai garis finish, penonton melakukan standing applause untuk Derek Redmond lebih meriah dibanding waktu sang juara masuk finish. Ayat bacaan di atas mengatakan: ‘Kuatkan tangan yang lemah dan lutut yang goyah, luruskan jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh’. Dalam segala keadaan hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan. Jangan ada seorangpun yang menjauhkan diri dari kasih karunia Allah. Jangan sampai tumbuh akar pahit dalam hati kita yang akan mendatangkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang. Jangan sampai seperti Esau yang menukar anugerah Tuhan dengan sesuatu yang bersifat sementara. Banyak masalah, tantangan yang tidak diduga dan terpikirkan bisa terjadi dalam hidup kita. Walaupun kita sudah merasa hidup dekat Allah, tetapi banyak hal yang tidak menyenangkan bisa terjadi. Bila hal-hal tersebut terjadi dan seakan-akan tidak sesuai dengan janji-Nya, bagaimana respons kita? Firman Tuhan menasihati agar kita tetap mengejar kekudusan dan fokus pada Sang Juruselamat. Dalam kesesakan dan kesulitan hendaklah tetap setia kepada-Nya, tidak pahit hati, dan tidak mengurangi pelayanan yang dipercayakan kepada kita. Marilah tetap melangkah walaupun tertatih-tatih mencapai garis finish untuk bertemu Dia dalam kemuliaan.
Bagaimana cara memilih seorang pemain untuk dijadikan kapten dalam sebuah tim sepak bola? Kapten dalam sebuah tim sepak bola memiliki peran yang cukup vital. Kapten ditugaskan untuk memimpin anggota timnya untuk berlaga di lapangan saat pertandingan berlangsung. Dia harus mampu untuk menjembatani hubungan antara pemain dengan pelatih, sehingga apa yang “dikehendaki” oleh sang pelatih dapat diterjemahkan oleh para pemain di atas lapangan saat berlaga. Kapten juga berperan untuk menyatukan sebuah tim, selain itu kapten juga menjadi sosok “simbol” bagi tim di hadapan tim lain. Oleh karena itu dalam memilih seorang kapten, pelatih tidak bisa “asal comot” mengambil asal-asalan dari pemain yang ada. Seorang pemain dapat terpilih menjadi kapten bagi timnya, tidak hanya semata-mata karena skill bermainnya yang baik, namun juga karena kepribadiannya. Seorang kapten harus menunjukkan kepribadian yang baik dan dewasa di manapun dia berada, baik di dalam maupun di luar lapangan. Singkatnya, seorang kapten harus dapat menjadi teladan bagi pemain lainnya. Pelatih akan memilih pemain yang dapat diteladani dan disegani oleh pemain lainnya untuk dijadikan sebagai kapten. Di dalam pelayanannya, rasul Paulus memberi contoh tentang pentingnya menjadi teladan. Pola memberi teladan ini diberikan Paulus seperti yang dikisahkan di dalam 1 Tesalonika 1. Teladan yang ditunjukkannya bersama Silwanus dan Timotius mendorong orang-orang yang baru percaya di Tesalonika untuk meniru [mengikut] mereka. Sementara orang-orang yang baru percaya di Tesalonika itu menderita bagi Kristus dengan sabar dan tabah. Mereka bertiga selanjutnya menjadi teladan bagi orang-orang yang baru percaya di Makedonia dan Akhaya dan mendorong mereka untuk lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah. Teladan kita dapat membawa pengaruh yang luar biasa dalam mengenalkan orang kepada Kristus. Pada saat Kristus “memilih” kita, di saat itu juga Kristus memandatkan kepada kita untuk dapat hidup menjadi teladan bagi orang lain. Kita dipanggil-Nya untuk dapat memimpin dan membawa banyak orang untuk mengenal Yesus dan memuliakan nama-Nya. Yesus berkata, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga” [Matius 5:16]. Hidup kita adalah untuk memuliakan nama-Nya. Kita dapat memuliakan nama Tuhan, saat hidup kita dapat menjadi teladan bagi semua orang. Sudahkah hidup kita menjadi teladan?
1 Petrus 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib Ada banyak perbuatan ajaib yang Tuhan sudah pernah lakukan di dunia ini. Sebagian telah dicatat di dalam Alkitab. Semua yang dicatat adalah untuk memberi kesaksian kepada kita yang hidup di masa kini. Dari kisah-kisah perbuatan ajaib itu kita bisa mengenal pribadi Allah yang besar. Perbuatan Allah yang besar bukan hanya terjadi pada masa lampau, tetapi pada masa sekarang pun Dia terus menerus melakukan perbuatan yang ajaib. Termasuk apa yang kita alami di dalam kehidupan kita. Setiap kita pasti pernah mengalami perbuatan yang besar dari Dia. Minggu lalu kita sudah merenungkan bahwa Allah menjadikan kita sebagai imam-imam bagi Dia. Menjadi imam Allah berarti kita mendapatkan hak istimewa untuk datang mendekat kepada-Nya. Oleh sebab itulah kita disebut sebagai imamat yang rajani. Nats minggu ini memberi tahu kita bahwa sebagai imam Allah kita bukan hanya mendapat hak untuk mendekat kepada Allah tetapi juga mengalami perbuatan-Nya yang besar dan ajaib. Apakah perbuatan-Nya yang ajaib? Tentu saja banyak. Tetapi di antara banyaknya perbuatan-Nya yang ajaib, yang paling besar di antaranya adalah perubahan di dalam hidup kita: dulu kita hidup dalam kegelapan, tetapi sekarang kita hidup di dalam terang. Dulu kita adalah hamba dosa, tetapi sekarang kita merdeka dari perbudakan dosa. Dulu kita melayani hawa nafsu dan kejahatan, tetapi sekarang kita melayani kebenaran. Perubahan hidup kita itu adalah mujizat yang paling besar. Apakah yang anda alami dari Tuhan? Perubahan apa yang telah terjadi di dalam hidup anda? Ceritakanlah itu kepada orang lain. Tuhan akan terus melakukan perbuatan-Nya yang ajaib dalam hidup anda. Amin.
Keimaman orang percaya Keluaran 19:1-6 Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.’ [Ayat 6] Imam biasanya diartikan sebagai golongan orang tertentu yang dikhususkan dan dikuduskan untuk melakukan pekerjaan pelayanan di dalam Kemah atau Bait Suci. Tugas mereka sehari-hari ada di Bait Allah, yaitu mempersembahkan korban, menaikkan doa syafaat, dan mengucapkan berkat untuk umat. Mereka bukan orang sembarangan dan tidak boleh hidup sembarangan. Hidup mereka kudus untuk Tuhan. Tetapi di dalam ayat di atas dikatakan bahwa Tuhan akan menjadikan umat-Nya [seluruh umat-Nya] sebagai imam-imam. Berarti tidak ada pemilahan atau pembedaan antara golongan imam dan umat biasa [awam, yang bukan imam]. Ternyata sebenarnya Allah menghendaki semua umat-Nya menjadi imam. Imam di sini bukan sebuah profesi atau pekerjaan, tapi kedudukan dan fungsi. Apa maksudnya? Pertama, Gereja mempunyai posisi yang istimewa di hadapan Tuhan. Gereja adalah umat yang kudus oleh karena telah disucikan oleh darah Kristus. Seperti imam yang diperbolehkan untuk menghadap hadirat Tuhan dengan membawa persembahan, gereja diperkenan oleh Tuhan untuk datang ke hadirat-Nya tanpa rasa takut [Ibrani 10:22]. Pakailah kesempatan yang luar biasa ini untuk selalu datang mendekat kepada-Nya, mencari hadirat-Nya dan menyembah Dia. Kedua, Gereja mempunyai tugas keimaman di bumi ini. Surat Ibrani berkata: ’Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.’ [13:15-16]. Tugas gereja sebagai imam adalah mempersembahkan korban syukur kepada Allah. Yang dimaksud dengan korban syukur itu ialah: [1] Ucapan bibir yang memuliakan Allah. Mulut kita adalah alat untuk memuliakan nama-Nya melalui perkataan yang membangun dan melalui puji-pujian kepada Allah. [2] Perbuatan baik dengan cara memberi bantuan. Pada zaman Perjanjian Baru ini kita mempersembahkan korban kepada Allah bukan lagi dengan menyembelih dan membakar hewan korban, tetapi dengan melakukan perbuatan baik, memberi bantuan kepada orang-orang yang kekurangan. Pada akhir zaman nanti, orang-orang yang dibangkitkan dan ikut memerintah bersama dengan Kristus adalah mereka yang disebut sebagai imam-imam [Wahyu 20:6]. Jika kita ingin ambil bagian dalam kebangkitan itu dan memerintah bersama dengan Kristus kita harus menjadi imam bagi Dia. Tuhan Yesus memberkati. Pdt. Goenawan Susanto
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Kemurnian Imamat Rajani
19 April '16
Menjadi Anak Emas
08 April '16
Hidup Kudus Mungkinkah?
01 Mei '16
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang