SEPEKAN TERAKHIR
  Kamis, 02 Oktober 2014   -HARI INI-
  Rabu, 01 Oktober 2014
  Selasa, 30 September 2014
  Senin, 29 September 2014
  Minggu, 28 September 2014
  Sabtu, 27 September 2014
  Jumat, 26 September 2014
POKOK RENUNGAN
Orang yang selalu bersyukur akan mampu menanggung permasalahan hidupnya.
DITULIS OLEH
Pdt. Andreas P. Chandra
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Bersyukur Dalam Segala Hal
Bersyukur Dalam Segala Hal
Jumat, 15 Maret 2013 | Tema: Umat Yang Memasyurkan Allah
Bersyukur Dalam Segala Hal
I Tesalonika 5:18
Selalu ada alasan untuk mengucap syukur, sekalipun kondisi yang kita hadapi kelihatannya buruk. Chrysostom, seorang yang pernah menjadi Uskup Besar Constantinopel, dibawa ke pembuangan, dianiaya, direndahkan dan mati di tempat yang jauh dari kemewahan kota serta kesenangan dan kemuliaan yang pernah dinikmatinya. Namun demikian ia belajar bersyukur dalam semua keadaan. Semua ini bertolak dari motto hidupnya: “Doxa to Theo Panton Heneken” yang artinya kemuliaan bagi Allah dalam segala sesuatunya. Ia dapat membuktikan mottonya itu, di mana ia tetap bersyukur dan memuliakan Allah sekalipun menderita.

Marilah kita juga belajar untuk memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya dalam segala sesuatu yang terjadi pada diri kita atas ijin-Nya. Kita tidak hanya bersyukur untuk hal-hal yang baik saja, tetapi juga untuk kejadian-kejadian yang menyesakkan hati kita. Kita mungkin tidak tahu apa maksud Allah ketika Ia mengijinkan semua itu terjadi, namun kita harus tetap percaya bahwa Ia adalah Allah yang Mahabaik. Kita tahu kisah Ayub yang mengalami pencobaan sedemikian beratnya, namun Ia belajar bersyukur dan tetap setia kepada Allah. Dan karena ia setia, maka Allah memulihkan keadaannya dan memberkati hidupnya.

Berdasarkan pengajaran Paulus kepada jemaat Tesalonika untuk selalu mengucap syukur dalam segala hal, mari apapun yang Anda alami, bersyukurlah kepada Allah dan tetaplah memuji Dia, sepe...selengkapnya »
Jari-jari tangan manusia tidak sama bentuk dan fungsinya. Si gendut jempol selalu berkata baik, telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah. Si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghasut telunjuk. Si jari manis yang lemah lembut dan suka memakai perhiasan cincin. Si kecil kelingking lemah, penurut dan pemaaf. Mereka berbeda dan tidak bisa berganti fungsi tetapi pada waktu ada pekerjaan mereka bersatu untuk mencapai tujuan misalnya menulis, memegang barang dll. Mereka diciptakan berbeda-beda tetapi dengan tujuan untuk bisa saling menolong bukan untuk saling merusak atau menghancurkan. Kita adalah anggota dalam tubuh Kristus, masing-masing kita memiliki kepandaian, talenta dan karunia yang berbeda. Seperti tubuh kita terdiri dari banyak anggota yang berbeda maka dalam tubuh Kristus perbedaan itu wajar. Setiap anggota tubuh mempunyai fungsi masing-masing yang berbeda satu dengan lainnya, ada lebih lemah dan ada yang kuat. Uniknya walaupun berbeda anggota tubuh kita saling memperhatikan, saling membutuhkan dan saling menolong untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai anggota tubuh Kristus, kita mempunyai tujuan yang sama memuliakan Tuhan dalam setiap aspek hidup kita. Agar tujuan itu tercapai, Tuhan ingin kita menggunakan falsafah tubuh manusia, saling membutuhkan, saling memperhatikan, saling menolong, saling menghormati. Ikut berduka dengan yang menderita, ikut bersukacita dengan yg mendapat penghargaan. Kita tidak bisa mengharap orang lain sama seperti kita, biarlah setiap orang tetap dengan karakter masing-masing tetapi pada waktu melayani Tuhan harus sehati dan sepikir. Seharusnya kita merasa malu pada jari-jari bila sebagai tubuh Kristus kita bertikai dalam menggapai visi jemaat, karena jari-jari telah memberi contoh pada kita berbeda tetapi satu tujuan.
Sore itu saya kaget sekali bahkan takut ke pulang rumah karena 2 ekor dari 6 ekor kambing saya mati, dan 1 ekor lagi sedang sekarat. Sedang 3 ekor yang lain masih hidup karena tetap terikat dengan kuat. Begitu juga dengan kambing teman saya. Dari 8 ekor kambing, 3 ekor telah mati. Apa penyebabnya? Kebiasaan kami setelah pulang sekolah adalah menggembalakan kambing-kambing ke pinggir jalan ladang di kampung kami. Hari itu saya teledor. Seperti biasa kambing-kambing sudah saya ikat dan nampak cukup kuat, maka saya tinggal mandi di sebuah sungai yang memang mata airnya jernih. Kesenangan kami membuat lupa akan tugas kami menjaga kambing. Ternyata kambing-kambing kami lepas dan masuk ladang orang, sehingga memakan daun singkong beracun di ladang tersebut. Cerita di atas menggambarkan kita sebagai orang percaya. Kita telah dipilih Allah dan diikat dengan kuat dalam persekutuan gereja-Nya. Kita masing-masing anggota diperlengkapi Tuhan dengan karunia masing-masing untuk hidup menerima berkat-Nya dan untuk membangun gereja-Nya. Kita adalah satu tubuh kristus dengan bermacam-macam fungsi anggota tubuh, semua untuk saling melengkapi (1 Korintus 12:12). anganlah kita menjauhkan diri dari persekutuan kita (Ibrani 10:25). Tetapi hendaknya kita saling menasehati, memperhatikan, membangun satu dengan yang lainnya agar kita tetap aman menjelang hari Tuhan. Perlu kita ingat, ketika kita mulai menjauh dari persekutuan, maka kita akan mudah menjadi lemah dan terjatuh saat mengalami tantangan dan masalah hidup. Kita mudah terjerumus tanpa ada yang menolong. Oleh Roh Kudus dan Firman, kita diikat kuat agar tidak mudah terjerumus dalam pencobaan yang mematikan rohani kita. Dengan tinggal tetap dalam satu tubuh kristus, akan ada saling memperhatikan, mendoakan sehingga mampu bertahan dalam setiap langkah kehidupan kita.
Roma 12:3-8 demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. (ayat 5) Setelah Perang Dunia II selesai, di Jerman ada sekelompok pelajar yang melakukan kerja bakti untuk memperbaiki sebuah gedung gereja. Gedung gereja itu rusak berat karena terkena bom. Di depan gedung gereja itu ada sebuah patung yang besar, patung Yesus dengan kedua tangan-Nya yang terrentang. Di bawah tangan itu ada tulisan: ”Datanglah kepada-Ku.” Tapi kedua tangan patung itu telah hancur dan sulit sekali untuk dikembalikan seperti semula. Setelah berpikir panjang, mereka memutuskan untuk membiarkan tangan patung itu dalam keadaan buntung dan mengubah tulisan di bawahnya menjadi: ”Yesus tidak punya tangan kecuali tangan kita.” Ketika Yesus hidup di dunia ini Dia melakukan berbagai pekerjaan yang besar dan ajaib dengan menggunakan tubuh jasmani-Nya. Dia pergi mengunjungi banyak kota dan desa untuk memberitakan kabar sukacita tentang hadirnya Kerajaan Allah. Dia menyembuhkan orang-orang yang sakit dengan meletakkan tangan ke atas mereka. Setiap Dia mengulurkan tangan-Nya pasti mujizat terjadi. Tangan-Nya merupakan tangan yang berkuasa. Saat ini Yesus tidak tinggal dalam tubuh jasmani, tetapi Dia masih ada di dunia ini. Dia tinggal di dalam Tubuh yang lain, yaitu gereja-Nya. Dia masih mengerjakan pekerjaan-pekerjaan besar, yaitu menyelamatkan manusia dari dosa. Dia hadir dimana-mana untuk menyatakan kasih-Nya kepada umat manusia, untuk menyelamatkan mereka yang terbelenggu oleh dosa. Setiap orang Kristen adalah anggota Tubuh Kristus. Kristus mau supaya kita menjadi tangan dan kaki-Nya untuk menyelamatkan orang berdosa. Betapa mulianya, Dia berkenan memakai kita menjadi tangan dan kaki-Nya. Karena itu izinkan Dia memakai hidup kita untuk memanggil orang berdosa agar datang kepada-Nya dan memperoleh kemerdekaan yang sejati.
Ada beberapa orang beranggapan bahwa ketika seseorang sedang ketakutan kontan dia tidak bisa berbuat apa-apa, yang ada hanyalah panik dan ‘paling-paling’ yang masih bisa dilakukan adalah menghindar atau melarikan diri. Pendapat seperti itu ada benarnya tetapi masih separoh benar. Mungkin yang lebih tepat dirumuskan dengan kalimat: “Ketika seseorang sedang dicengkeram ketakutan tidak bisa berpikir secara logis dan kritis.” Sebenarnya tidak hanya menghindar atau melarikan diri saja, tetapi seorang yang karena kekhawatiran dan ketakutan dia justru melakukan tindakan yang membabi buta. Tiba-tiba menyerang jika sudah tidak ada jalan untuk melarikan diri alias kepepet. Hal itu mencerminkan betapa dangkal cara berpikirnya dalam mengatasi ketakutan. Ketika Musa diutus TUHAN untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir, apa dan bagaimana tanggapan dan sambutan orang-orang Israel itu? Apakah menyambutnya dengan kegirangan tau menolaknya? Ya, ternyata tidak menyambut dengan sukacita, malah menolaknya (ayat 21). Mengapa menolaknya dan apa alasannya? Itu dia, karena TAKUT. Takut karena adanya penindasan yang semakin berat, padahal yang dilakukan Musa adalah ingin membebaskan bangsanya sendiri sesuai perintah TUHAN. Seharusnya dengan akal sehat dan berpikir secara kritis, orang-orang Israel menyambut berita pembebasan ini demi kemerdekaan dan masa depan mereka sendiri. Saudara, KETAKUTAN, apa pun alasannya, selalu membuahkan tindakan yang negatif. Karenanya seseorang selalu menengok kanan-kiri dengan sorot mata penuh was-was dan curiga. Takut tersaingi, takut kalah, takut kehilangan pamor dan popularitas, takut ketahuan yang sebenarnya, dsb. Dari semua alasan itu intinya hanya satu takut menderita kehilangan, baik yang lahiriah maupun batiniahnya. Oleh sebab itu kepada setiap orang percaya, Tuhan berfirman “JANGAN TAKUT”. Kata-kata tersebut selalu menumbuhkan iman kita tatkala sedang menghadapi perasaan takut. Firman tersebut juga mengajak kita untuk selalu bersandar kepada Tuhan, hidup sesuai jalan-jalan-Nya, dan tidak berorientasi pada sang “aku”, ego kita.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Siapa Mau jadi Tangan Yesus?
07 September '14
Gak Fokus, Sih!
23 September '14
Jangan Hanya Berangan - Angan
05 September '14
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang