SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 09 Desember 2016   -HARI INI-
  Kamis, 08 Desember 2016
  Rabu, 07 Desember 2016
  Selasa, 06 Desember 2016
  Senin, 05 Desember 2016
  Minggu, 04 Desember 2016
  Sabtu, 03 Desember 2016
POKOK RENUNGAN
Orang yang selalu bersyukur akan mampu menanggung permasalahan hidupnya.
DITULIS OLEH
Pdt. Andreas P. Chandra
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Bersyukur Dalam Segala Hal
Bersyukur Dalam Segala Hal
Jumat, 15 Maret 2013 | Tema: Umat Yang Memasyurkan Allah
Bersyukur Dalam Segala Hal
I Tesalonika 5:18
Selalu ada alasan untuk mengucap syukur, sekalipun kondisi yang kita hadapi kelihatannya buruk. Chrysostom, seorang yang pernah menjadi Uskup Besar Constantinopel, dibawa ke pembuangan, dianiaya, direndahkan dan mati di tempat yang jauh dari kemewahan kota serta kesenangan dan kemuliaan yang pernah dinikmatinya. Namun demikian ia belajar bersyukur dalam semua keadaan. Semua ini bertolak dari motto hidupnya: “Doxa to Theo Panton Heneken” yang artinya kemuliaan bagi Allah dalam segala sesuatunya. Ia dapat membuktikan mottonya itu, di mana ia tetap bersyukur dan memuliakan Allah sekalipun menderita.

Marilah kita juga belajar untuk memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya dalam segala ...selengkapnya »
Dalam dua bulan ini kita diingatkan, dididik dan diajar Tuhan melalui tema yang ada untuk menjadi jemaat yang bertumbuh dan dewasa dalam kehidupan rohani kita. Sebagaimana tema di atas, mengapa kita harus bertumbuh dan dewasa dalam kehidupan rohani? Untuk menjawab pertanyaan tersebut ada sebuah cerita. Suatu ketika ada seorang pemuda-pemudi yang menjalin hubungan kasih sampai suatu saat mereka memutuskan untuk membina rumah tangga. Setelah hidup berumah tangga, keluarga tersebut dikaruniai anak-anak. Tentu sebagai orang tua yang baik, mereka tidak hanya memberi perhatian dan kebutuhan bagi anak-anaknya, tetapi juga mengharapkan anak-anak mereka bertumbuh dengan baik. Demikian juga dengan kehidupan rohani kita. Bertumbuh dan menjadi dewasa merupakan hal alami yang harus terjadi [Ibrani 5:12]. Dan lebih dari itu dalam nats bacaan di atas Paulus memberi penjelasan bahwa dengan pertumbuhan dan kedewasaan rohani, Allah ingin mempercayakan tanggung jawab dan setiap orang yang dewasa akan terlepas dari kehidupan yang berdosa, tidak takluk kepada roh-roh dunia, dan mampu membedakan yang baik dan yang jahat [Ibrani 5:14]. Selamat bertumbuh dan menjadi dewasa sehingga Allah dapat mempercayakan hal-hal yang lebih besar dalam hidup kita. Mari kita tidak hanya menjadi tua, tetapi juga mau menjadi dewasa. Tuhan memberkati kita semua.
Bayi sebaiknya hanya mengkonsumsi Asi pada enam bulan pertama hidupnya. Setelah enam bulan dia dapat mengkonsumsi makanan pendamping Asi atau yang disebut MPAsi. Pemberian makanan pendamping asi diberikan secara bertahap untuk melatih baik panca indera maupun pencernakan supaya suatu saat nanti siap menerima makanan padat. Kebutuhan akan air susu berangsur berkurang seiring dengan pertumbuhan bayi menjadi balita. Dan dengan bertambahnya usia, makanan padat menjadi konsumsi utama dan susu tidak lagi membuat kenyang seorang anak. Bayangkan seandainya seorang anak tidak pernah dilatih untuk mencerna makanan padat. Pasti akan sangat tidak menarik melihat pemandangan seorang dewasa yang kekanak-kanakan yang hanya bisa minum susu. Sama seperti orangtua pada umumnya yang mulai melatih anaknya makan makanan keras, demikian juga dengan Bapa kita. Ia tidak akan membiarkan kita terus menerus mengkonsumsi susu, tapi kita akan diajar untuk mulai menerima “makanan keras”. Seiring berjalannya waktu dalam kita mengenal-Nya, panca indera rohani kita akan dilatih sampai kita mencapai kedewasaan yang sempurna. Dalam surat Ibrani 5:14, “Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai panca indra yang terlatih untuk membedakan yang baik daripada yang jahat”, panca indra yang terlatih membuat seseorang menjadi dewasa untuk bisa menerima makanan keras. Masalah, kesulitan, tantangan, hambatan, sakit penyakit yang datang dalam kehidupan kita, itu adalah salah satu cara Dia melatih panca indera rohani kita. Ketika proses “pelatihan” itu datang dalam kehidupan kita, janganlah buru-buru menolak, bahkan menuduh Tuhan sentiment dan berusaha lari dari jangkauan-Nya. Menyikapi dengan bijaksana sambil terus mengucap syukur dan berserah adalah ibarat kita menerima proses pemberian “makanan keras”. Karena kita tahu bahwa “pelatihan” itu akan membawa kita menjadi manusia yang dewasa rohani. Ketika kita sudah terbiasa diproses dengan berbagai masalah dan tantangan, pengajaran yang manis-manis tidak akan membuat kita terbuai, tetapi kita akan menjadi manusia dewasa yang siap menerima tugas sebagai seorang dewasa. Dan sebagai seorang yang dewasa rohani, pada akhirnya kita juga siap untuk menjadi seorang pengajar bagi “anak kecil”.
Riwayat penciptaan alam semesta dan penciptaan manusia yang serupa dan segambar dengan Allah menunjukkan kesempurnaan hasil ciptaan, sehingga diberi predikat sungguh amat baik [Kejadian 1:31]. Tetapi karena kejatuhan manusia, bumi dan manusia tidak lagi menjadi seperti yang dirancang semula oleh Bapa. Keadaan manusia menjadi sangat menyedihkan, kehilangan damai, moralnya rusak dan berjalan menuju kebinasaan, terpisah dari Penciptanya. Dengan kata lain, kehilangan kemuliaan Allah [Roma 3:23]. Allah Bapa tentunya sangat prihatin dengan keadaan manusia yang jatuh dalam dosa. Keprihatinan ini ditunjukkan dalam peristiwa:  Yesus menangisi Yerusalem dalam Lukas 13:34.  Dalam kisah tentang Lazarus yang mati, Tuhan Yesus juga menangis [Yohanes 11:35]. Dia bukan saja menangisi Lazarus yang telah mati, tetapi sedih karena realitas adanya kematian dalam kehidupan manusia. Sesungguhnya kematian bukan suatu realitas yang dirancang oleh Allah Bapa. Kisah kedatangan Anak Allah ke dalam dunia menunjukkan solidaritas yang luar biasa dari Pencipta. Lahir di kandang domba, mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia, merendahkan diri, mengalami penderitaan yang hebat dan taat sampai mati di kayu salib [Filipi 2:6-8]. Kita perlu merespon keprihatinan dan beban di hati Tuhan dengan terus bertumbuh dewasa rohani sehingga bisa memahami pikiran dan perasaan Allah terhadap keadaan dunia yang sebetulnya sangat tragis dan menyedihkan. Kita harus memiliki visi Bapa untuk menyelamatkan sebanyak mungkin manusia melalui hidup kita di dunia ini [2 Petrus 3:9].
Ada seorang anak remaja sangat nakal dan jahat perbuatannya. Kedua orang tuanya tidak mampu mengatasi kenakalan anak tersebut yang selalu merugikan orang lain dan mereka mengganti kerugian orang-orang tersebut. Demikian juga dengan guru-guru sekolahnya sudah tidak sanggup untuk menangani anak tersebut. Segala macam hukuman sudah pernah diberikan bahkan hukuman yang keras, tetapi semua kemarahan dan hukuman yang diterimanya tidak mendatangkan perubahan. Di tengah keputusasaan, kedua orang tua berkonsultasi dengan seorang hamba Tuhan. Hamba Tuhan itu menyarankan untuk mendekati anak tersebut dengan kasih dan bukan dengan kemarahan/kekerasan. Mereka mulai menyapa dengan lemah lembut dan tidak berkata kasar waktu anaknya nakal, tetapi dinasehati dengan sabar. Dalam waktu tidak terlalu lama terjadi perubahan besar, anak remaja itu menjadi anak yang baik dan santun. Sebagai orang pilihan Allah, setiap murid Kristus seyogyanya mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran. Sabar terhadap orang lain dan mengampuni seperti Kristus sudah mengampuni. Itu semua terjadi bila mengenakan kasih Kristus. Kasih yang tidak berkesudahan dan yang menyempurnakan setiap perbuatan/tindakan kebaikan kepada semua orang. Saat ini kekerasan terjadi di mana-mana, sangat mudah orang terpancing emosi dan kemarahan. Orang sangat mudah tersinggung yang mengakibatkan kemarahan bahkan tindakan anarkis. Keadaan ini bisa mempengaruhi orang percaya/anak Tuhan menjadi tidak sabar, mudah marah sampai pertikaian dan perpecahan. Marilah kita tidak terpengaruh dengan keadaan dunia, tetapi menjadi dewasa dengan kepenuhan Kristus yang ditandai dengan menghidupi kasih Kristus sehingga bisa mendatangkan damai sejahtera kepada banyak orang.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Kedewasaan Karakter
12 November '16
Berjaga-jaga Siang dan Malam
05 Desember '16
Siap Sedialah
04 Desember '16
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang