SEPEKAN TERAKHIR
  Senin, 25 Juli 2016   -HARI INI-
  Minggu, 24 Juli 2016
  Sabtu, 23 Juli 2016
  Jumat, 22 Juli 2016
  Kamis, 21 Juli 2016
  Rabu, 20 Juli 2016
  Selasa, 19 Juli 2016
POKOK RENUNGAN
Ingatlah bahwa Pencobaan yang kita alami tidak melebihi kekuatan kita (1Korintus10:13), oleh karena itu jangan menyerah dan putus asa.
DITULIS OLEH
Ibu Ribkah E. Christanti
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hai Ibu, Besar Imanmu
Hai Ibu, Besar Imanmu
Sabtu, 04 Mei 2013 | Tema: Memiliki Karakter Kristus
Hai Ibu, Besar Imanmu
Matius 15:21-28
Dalam hidup ini kita akan selalu diperhadapkan dengan berbagai macam pergumulan, yaitu berbagai macam tantangan dan kesulitan. Tantangan dan kesulitan tersebut tidak hanya dialami orang yang belum percaya Tuhan tetapi juga dialami oleh anak-anak Tuhan. Seringkali pergumulan itu begitu kompleks, sehingga kita ragu dalam melangkah bahkan sepertinya tidak ada jalan keluar. Ketika kita tidak mengerti lagi apa yang harus dilakukan, kita tidak boleh menyerah dan putus asa begitu saja, pada saat itulah kita harus datang lebih lagi pada Tuhan.

Jika kita memperhatikan secara jelas kisah perempuan Kanaan ini, kita dapat melihat bahwa perempuan Kanaan ini memiliki sikap hati yang tidak mud...selengkapnya »
Dalam Mazmur tersebut digambarkan tentang hidup dalam perlindungan Tuhan, hakekat dan syarat-syaratnya. Untuk memahami secara lengkap perihal perlindungan Tuhan, perlu diperhatikan beberapa hal berikut: 1. Manusia adalah makhluk yang sangat lemah dan rentan [rapuh]. Kondisi ini sering tidak disadari pada waktu hidup berjalan serba lancar, tidak menghadapi masalah dalam segala segi kehidupannya. Biasanya Tuhan hanya dijadikan sebagai ban serep. Padahal Alkitab menunjukkan bahwa hidup manusia seperti bunga rumput dan uap [1 Petrus 1:24, Yakobus 4:14]. Kita harus selalu menyadari bahwa: • Manusia mempunyai tubuh fana yang kemampuannya sangat terbatas karena telah jatuh dalam dosa. Perhatikan pada saat seseorang berada di rumah sakit dan di pemakaman. • Kita hidup di dunia yang penuh bahaya, banyak krisis, ancaman, bencana alam, epidemi penyakit dan berbagai pencemaran jasmani dan rohani. • Ada kuasa gelap/jahat yang berusaha menyeret ke dalam kegelapan abadi. Iblis sangat cerdik untuk membawa manusia berpikir bahwa kesempatan hidup hanya sekali di bumi ini. 2. Orang yang layak menerima perlindungan Tuhan adalah mereka yang hidup dalam kehendak dan rencana Allah. Kehendak Bapa adalah supaya manusia bisa dikembalikan kepada rancangan semula dalam penciptaan. Orang yang hidup dalam kehendak-Nya akan memberi diri dimuridkan, diproses menjadi sempurna seperti Kristus [Matius 5:48; Lukas 14:33]. Orang yang hidup dalam rencana Tuhan adalah mereka yang rela mengabdi kepada Bapa tanpa batas dengan segenap hidupnya. Mereka inilah yang otomatis ada dalam perlindungan Tuhan [Mazmur 91:14-16]. Mereka pasti tidak sibuk dengan dirinya sendiri [Lukas 12:16-21] dan bisa menjadi saksi [Matius 28:19-20]. 3. Orang yang berlindung kepada Tuhan adalah orang yang rendah hati dan mengasihi sesama. Orang yang tidak melindungi dan tidak menaruh belas kasihan kepada sesamanya, hidup sembrono, dan tidak mempedulikan kehendak Tuhan adalah orang yang tidak layak menerima perlindungan Tuhan [Matius 18:23-35; Yakobus 2:13].
Terhubung 1 Korintus 12:14-27 Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. [ayat 27]. ’Connecting people’, demikian motto dari sebuah perusahaan telepon genggam. Zaman ini adalah zaman di mana keterhubungan merupakan hal yang sangat penting. Hampir setiap orang menggunakan telepon genggam, yang bukan hanya berfungsi untuk bertelepon dan sms, tetapi juga untuk berhubungan dengan orang lain melalui banyak cara, entah dengan BBM, WA, Line, dan sebagainya. Menggunakan media sosial seperti facebook, instagram, tweeter, dan yang lainnya adalah hal yang biasa. Semua orang ingin terhubung dengan yang lainnya secara cepat, mudah dan luas. Jika tidak terhubung atau kurang terhubung maka seperti hidup terisolasi. Sebenarnya keterhubungan bukan hal yang penting pada zaman sekarang saja. Sejak zaman dahulu keterhubungan sudah menjadi hal yang sangat penting. Hanya bedanya kalau zaman dulu belum ada sarana teknologi canggih seperti sekarang ini. Tetapi keterhubungan selalu merupakan hal yang sangat penting. Firman Tuhan mengajarkan prinsip penting dari keterhubungan. Seperti di dalam satu tubuh, ada banyak anggota dan masing-masing anggota itu terhubung satu sama lainnya. Setiap anggota membutuhkan anggota yang lainnya. Semua anggota saling membutuhkan dan saling tergantung satu dengan lainnya. Tidak ada anggota tubuh yang terpisah dan hidup terlepas dari anggota lainnya. Jika ada anggota tubuh yang tidak terhubung dengan anggota lainnya, maka berarti anggota itu tidak berfungsi atau mati. Sebagai contoh: kalau kuku jari kita terlepas dari tempatnya, maka kuku itu akan mati. Demikianlah pentingnya keterhubungan. Sebagai anggota tubuh Kristus, kita harus terhubung dengan anggota lainnya. Ada banyak cara kita bisa menjalin keterhubungan kita dengan anggota lainnya. Cara yang paling efektif adalah melalui Komunitas Kecil [komcil]. Di dalam komunitas kecil kita bisa saling memperhatikan, saling menguatkan dan saling menopang. Pdt. Goenawan Susanto
Gereja adalah persekutuan orang-orang percaya yang dipanggil keluar dari kegelapan menuju kepada terang-Nya yang ajaib. Persekutuan orang-orang pilihan Allah yang berdosa yang telah ditebus dan dimerdekakan dari dosa. Itu artinya di dalam gereja ada sebuah persekutuan yang menciptakan keterikatan hubungan antara anggotanya. Dan hal itu terwujud dalam bentuk saling melayani antara jemaat, seperti saling menguatkan iman, saling menasihati, saling menegur, saling mengajar dan saling menghibur dalam kesesakan. Kodrat alamiah gereja adalah melayani. Namun banyak orang percaya hanya ingin dilayani dan suka dilayani daripada melayani. Tuhan Yesus telah datang ke dunia menjadi manusia, mengambil rupa seorang hamba yang melayani, bukan untuk dilayani. Hal itu merupakan sebuah teladan yang sangat indah dan luar biasa bagi orang percaya. Ia ingin semua orang yang telah dipanggil ke dalam persekutuan yang kudus dengan-Nya agar saling melayani dalam kasih. Jemaat yang terkasih, jika kita rindu untuk melayani Tuhan, mari kita terlibat dalam melayani pekerjaan Tuhan. Tuhan Yesus sendiri telah melayani kita, marilah kita sebagai umat-Nya dengan segenap hati melayani pekerjaan Tuhan yang ada di gereja kita. Masih banyak bagian pelayanan yang bisa kita lakukan di gereja kita, seperti: pelayan musik, paduan suara, visitasi, pendoa dan masih banyaklagi yang lainnya. Tentunya mengambil bagian pelayanan sesuai dengan talenta dan karunia yang berikan. Marilah kita bersama-sama mewujudkan suatu persekutuan yang indah di dalam Kristus Yesus dengan ikut ambil bagian dalam melayani pekerjaan Tuhan.
Bukan ’one-man-band’ tapi orkes simfoni Roma 12:3-8 Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. [ayat 4-5] Pernahkah anda melihat ’one-man-band’? Memang sangat menakjubkan melihat seorang yang dapat memainkan beberapa alat musik sekaligus dalam waktu yang bersamaan hanya seorang diri saja. Tetapi sehebat apapun orang itu memainkan beberapa alat musik seorang diri, tetap tidak sebagus kalau beberapa alat musik itu dimainkan oleh beberapa pemain yang ahli di instrumennya masing-masing. Apalagi kalau kita bandingkan dengan sebuah orkes simfoni yang terdiri dari banyak pemain, masing-masing dengan alat musiknya yang beragam, lalu bermain bersama di bawah pimpinan seorang dirigen, pasti jauh lebih indah daripada ’one-man-band’ tadi. Gereja adalah seperti orkes simfoni, bukan one-man-band. Gereja terdiri dari banyak anggota dan masing-masing anggota mempunyai peran untuk dimainkan. Oleh sebab itu Allah memberikan karunia atau kemampuan yang berbeda-beda kepada masing-masing anggota. Ada yang diberi karunia untuk bernubuat, ada yang diberi karunia untuk melayani, ada yang diberi karunia untuk menyatakan kemurahan, ada yang diberi karunia untuk memimpin, dan sebagainya. Karunia-karunia itu diberikan oleh Roh Kudus untuk dipakai sesuai dengan fungsinya dan pada tempatnya. Bukan untuk kepentingan si pemakai itu, tetapi untuk kepentingan bersama yaitu jemaat. Apabila anggota-anggota jemaat yang sudah menerima karunia itu tidak memfungsikan karunianya maka bisa muncul ’one-man-band’. Munculnya ’one-man-band’ adalah tanda sebuah gereja yang tidak sehat, karena anggota-anggotanya tidak memainkan perannya masing-masing. Gereja yang sehat adalah seperti orkes simfoni dimana semua ikut berperan dengan karunianya masing-masing untuk menghasilkan perpaduan suara musik yang indah. Mari sidang jemaat, jangan hanya tinggal diam saja. Kenalilah karunia yang sudah Tuhan tanamkan di dalam diri anda. Pakailah karunia itu sebagai instrumen alat musik yang anda mainkan untuk menjadi orkes simfoni yang indah dari gereja kita. Tuhan Yesus memberkati. Pdt. Goenawan Susanto
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Tujuan Penggunaan Karunia Roh
07 Juli '16
Kecilpun Bisa Dipakai
13 Juli '16
Berbeda Tapi Satu Tujuan2
16 Juli '16
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang