SEPEKAN TERAKHIR
  Selasa, 28 Maret 2017   -HARI INI-
  Senin, 27 Maret 2017
  Minggu, 26 Maret 2017
  Sabtu, 25 Maret 2017
  Jumat, 24 Maret 2017
  Kamis, 23 Maret 2017
  Rabu, 22 Maret 2017
POKOK RENUNGAN
Ingatlah bahwa Pencobaan yang kita alami tidak melebihi kekuatan kita (1Korintus10:13), oleh karena itu jangan menyerah dan putus asa.
DITULIS OLEH
Ibu Ribkah E. Christanti
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hai Ibu, Besar Imanmu
Hai Ibu, Besar Imanmu
Sabtu, 04 Mei 2013 | Tema: Memiliki Karakter Kristus
Hai Ibu, Besar Imanmu
Matius 15:21-28
Dalam hidup ini kita akan selalu diperhadapkan dengan berbagai macam pergumulan, yaitu berbagai macam tantangan dan kesulitan. Tantangan dan kesulitan tersebut tidak hanya dialami orang yang belum percaya Tuhan tetapi juga dialami oleh anak-anak Tuhan. Seringkali pergumulan itu begitu kompleks, sehingga kita ragu dalam melangkah bahkan sepertinya tidak ada jalan keluar. Ketika kita tidak mengerti lagi apa yang harus dilakukan, kita tidak boleh menyerah dan putus asa begitu saja, pada saat itulah kita harus datang lebih lagi pada Tuhan.

Jika kita memperhatikan secara jelas kisah perempuan Kanaan ini, kita dapat melihat bahwa perempuan Kanaan ini memiliki sikap hati yang tidak mud...selengkapnya »
Di dalam doa-doa kita, biasanya terselip permohonan agar segala yang kita lakukan menjadi berhasil. Tidak ada orang yang menyukai kegagalan. Namun kadang kala Tuhan justru mengizinkan kita mencicipi kegagalan. Mengapa? Saat masih duduk di bangku SD, seusai ulangan Bahasa Inggris putri bungsu kami tersentak begitu sadar bahwa lembar soalnya ternyata satu halaman bolak-balik. Padahal dia mengira soalnya hanya ada di halaman depannya saja. Tentu saja nilai akhirnya menjadi berkurang karena kelalaian itu. Pengalaman pahit itu begitu membekas sehingga sejak saat itu setiap kali menghadapi ulangan, dia tak pernah lupa menjenguk ke balik lembar halaman soalnya. Pelajaran yang dipetik dari kegagalan masa kecilnya berbuah manis saat ia menghadapi ujian praktik SMP Bahasa Indonesia baru-baru ini. Saat sebagian temannya tak sadar bahwa puisi yang harus mereka ubah menjadi naskah drama adalah satu halaman bolak-balik, putri kami terhindar dari kesalahan yang sama berkat kegagalan masa kecilnya. Di dalam hidup ini terkadang kita diizinkan mengalami kegagalan, menghadapi guncangan, menjalani kesakitan dan menelan pengalaman pahit. Sering kali kita mengeluh dan tak mengerti mengapa Tuhan seolah ’mengabaikan’ dan ’menghukum’ kita, padahal saat itu Tuhan sedang mengajarkan keterampilan hidup yang berharga agar kita semakin bijaksana, semakin taat, semakin memahami rencana-Nya dan semakin beriman kepada-Nya. Jadi, bila di lain kesempatan Tuhan kembali mengizinkan kita mengalami hal-hal yang tidak kita inginkan, berhenti bersungut-sungut. Mari kita pahami bahwa itu adalah kesempatan berharga untuk menerima pelajaran dari Tuhan untuk kebaikan diri kita. [EG]
Optimus Prime sang pemimpin autobots [kumpulan robot berwatak baik] pun terus terdesak oleh serangan dari para deceptions [kumpulan robot jahat]. Megatron sebagai pemimpin tertinggi Decepticons terus menyerang, memukul dan bahkan memojokkan Optimus Prime. Saat terburuk yang tidak diinginkan pun benar-benar terjadi. Optimus Prime terbunuh oleh Megatron, sang pemimpin Decepticons. Untuk menghidupkan kembali Optimus Prime diperlukan tenaga baru dari sebuah ‚Äúlempengan baterai‚ÄĚ yang langka. Demi menghidupkan sang pemimpin, para autobots mencari ‚Äúlempengan baterai‚ÄĚ langka tersebut ke berbagai tempat. Setelah ditemukan, ‚Äúlempengan baterai langka‚ÄĚ tersebut berhasil menghidupkan Optimus Prime. Bahkan tidak hanya itu, berkat kekuatan ‚Äúlempengan baterai‚ÄĚ tersebut, sang pemimpin autobots ini memiliki kekuatan yang jauh lebih dahsyat, hingga ia berhasil mengalahkan megatron. Itulah ringkasan dari sebagian cerita film Transformer yang menjadi box office di berbagai bioskop dunia. Hidup manusia tidak jauh berbeda dengan cerita di atas. Oleh karena dosa, manusia sesungguhnya telah mati. Tidak ada harapan lagi untuk hidup. Hanya oleh ‚Äúkekuatan baru‚ÄĚ saja kita dapat diselamatkan dan memperoleh hidup yang kekal. ‚ÄúKekuatan baru‚ÄĚ itu adalah pengorbanan Yesus bagi manusia. 1 Petrus 2:9-10 menulis: ‚ÄúTetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.‚ÄĚ Jelas kiranya ayat ini bagi kita semua bahwa kita dahulu adalah orang-orang yang ada dalam ‚Äúkegelapan‚ÄĚ. Oleh karena kasih-Nya, kita menjadi ciptaan baru. Kita menjadi anak-anak terang. Bagaimana hidup kita saat ini? Masihkah kita tinggal dalam ‚Äúkegelapan‚ÄĚ oleh karena dosa? Atau kita sudah jauh meninggalkan dosa dan berkomitmen menjadi ciptaan yang baru? Jawabannya hanya kita pribadi yang tahu akan hal ini. Murid Kristus yang sejati berarti berani berkomitmen, percaya kepada Yesus dan bersedia dididik oleh-Nya supaya kita menjadi ciptaan baru-Nya.
Sering kita tidak mengerti apa yang terjadi dalam perjalanan hidup ini, banyak hal yang sulit dipahami. Ada syair lagu mengatakan: ‚ÄúSegala yang terjadi dalam hidupku ini hanyalah sebuah misteri ilahi.‚ÄĚ Kemampuan pikir dan logika manusia tidak bisa mengerti, kecuali Allah sendiri memberi pengertian, menyingkapkannya bahkan ada hal-hal yang akan tetap menjadi misteri sampai akhir hidup kita. Alice Herz Sommer adalah pianis Yahudi yang dimasukkan ke kamp konsentrasi oleh pemerintah Nazi Jerman pada tahun 1940-an karena kemampuannya bermain musik dia tidak dibunuh. Kehidupan di kamp konsentrasi bukanlah hal yang menyenangkan. Kita tidak bisa membayangkannya. Sampai ajal menjemputnya dia tidak getir terhadap kehidupannya, sebaliknya dengan tersenyum dia berkata bahwa hidup ini indah. Ibarat kita membaca sebuah buku, tidak semua halaman yang kita baca bisa kita pahami seluruhnya. Benar kata Pengkhotbah, manusia tidak bisa menyelami apa yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir ketika kita mengalami penyakit kronis, mungkin sukar bagi kita untuk memahami bahwa Dia adalah Allah Penyembuh. ‚ÄúMengapa Allah Penyembuh ini tidak menyembuhkan aku?‚ÄĚ Beberapa orang lain sulit memahami kematian orang-orang yang mereka kasihi meskipun mereka mengerti ada jaminan hidup kekal di dalam Kristus. Demikian juga ketika masalah datang, kesulitan dan tantangan bertubi menghadang. Semua di luar kemampuan kita untuk mengerti dan memahaminya. Allah tidak pernah menuntut kita untuk mengerti dan memahami semua yang sedang terjadi di bumi ini. Allah hanya ingin kita untuk PERCAYA bahwa Dia pegang kendali dan pasti menjadikan semuanya indah pada waktunya [ayat 11], sekalipun banyak hal yang menjadi misteri dan sukar kita mengerti. Mari kita tetap teguh berpegang pada janji-Nya yang tidak pernah diingkari.
Poo, ‚Äėsi panda gemuk‚Äô, adalah seorang pendekar yang berjuluk ‚ÄėKesatria Naga‚Äô yang merupakan tokoh utama dalam film Kung Fu Panda. Bersama kelima temannya, Poo diutus untuk menjalankan sebuah misi yang berat. Kesatria Naga bersama kelima temannya diutus untuk menghentikan aksi seorang pendekar jahat yang berusaha untuk menaklukan seluruh dataran China. Pendekar jahat ini rela menggunakan segala cara demi memenuhi ambisinya untuk menguasai seluruh dataran China. Guna melancarkan ambisinya, ‚Äėsi pendekar jahat‚Äô membuat sejumlah meriam untuk menaklukkan seluruh prajurit bersenjata dan sejumlah pendekar yang ingin menghentikannya. Hasilnya, si pendekar jahat sukses menaklukkan beberapa kota dan menguasainya. Sebelum berangkat dalam misinya, Kesatria Naga mendapatkan sebuah nasihat penting tentang ilmu hebat yang dapat dipakai untuk menghentikan si pendekar jahat. Singkat cerita, dalam pertempurannya dengan si pendekar jahat, Kesatria Naga terpojok dan hampir dikalahkan. Beruntunglah di saat-saat terjepit itu, Poo mengingat pesan dari sang guru dan mencoba mempraktekkannya. Hasilnya sangat luar biasa. Pendekar jahat tersebut berhasil dikalahkan dan Kesatria Naga menjadi lebih kuat. Pemazmur berkata dalam Mazmur 1:1-2: ‚ÄúBerbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik ‚Ķ tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.‚ÄĚ Orang yang merenungkan Firman-Nya adalah orang yang berbahagia. Dia akan berbahagia sebab Firman Tuhan akan menuntun hidupnya ke jalan yang benar. Tidak hanya sampai di situ, bahkan berbagai berkat yang luar biasa akan diterima oleh orang yang senantiasa merenungkan Firman-Nya di setiap waktu. Pemazmur menggambarkan orang yang merenungkan Firman Tuhan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air yang tidak pernah mengalami kelayuan dan akan selalu menghasilkan buah pada saatnya [ayat 3]. Seperti dalam kisah di atas tentang pentingnya mengingat sebuah pesan, hendaklah kita juga mengingat dan melakukan selalu pesan dari Tuhan bagi kita. Firman Tuhan adalah sebuah pesan penting yang diberikan Tuhan bagi umat-Nya yang akan menolong umat-Nya untuk mengatasi segala masalah hidup. Di saat kita terpojok dan berusaha mencari jawaban atas segala masalah yang ada, ingatlah selalu pada ‚ÄúPesan Ilahi‚ÄĚ itu. Pesan yang sudah tercatat dalam Alkitab. Oleh karena itu jangan jenuh untuk membaca, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan. Berbahagialah setiap kita yang berpegang pada Firman-Nya. Murid Kristus yang dapat mengalami Tuhan, bertumbuh dalam iman, dan berdampak untuk sesama adalah dimulai dari sikap menerima dan melakukan Firman-Nya. Oleh karena itu, jadilah murid Kristus yang hidup berdasar pada Firman-Nya.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Hidup Penuh Misteri Ilahi
16 Maret '17
Sangkar Yang Terbuka
09 Maret '17
Kegagalan Yang Berbuah Manis
13 Maret '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang