SEPEKAN TERAKHIR
  Kamis, 20 Juli 2017   -HARI INI-
  Rabu, 19 Juli 2017
  Selasa, 18 Juli 2017
  Senin, 17 Juli 2017
  Minggu, 16 Juli 2017
  Sabtu, 15 Juli 2017
  Jumat, 14 Juli 2017
POKOK RENUNGAN
Ingatlah bahwa Pencobaan yang kita alami tidak melebihi kekuatan kita (1Korintus10:13), oleh karena itu jangan menyerah dan putus asa.
DITULIS OLEH
Ibu Ribkah E. Christanti
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hai Ibu, Besar Imanmu
Hai Ibu, Besar Imanmu
Sabtu, 04 Mei 2013 | Tema: Memiliki Karakter Kristus
Hai Ibu, Besar Imanmu
Matius 15:21-28
Dalam hidup ini kita akan selalu diperhadapkan dengan berbagai macam pergumulan, yaitu berbagai macam tantangan dan kesulitan. Tantangan dan kesulitan tersebut tidak hanya dialami orang yang belum percaya Tuhan tetapi juga dialami oleh anak-anak Tuhan. Seringkali pergumulan itu begitu kompleks, sehingga kita ragu dalam melangkah bahkan sepertinya tidak ada jalan keluar. Ketika kita tidak mengerti lagi apa yang harus dilakukan, kita tidak boleh menyerah dan putus asa begitu saja, pada saat itulah kita harus datang lebih lagi pada Tuhan.

Jika kita memperhatikan secara jelas kisah perempuan Kanaan ini, kita dapat melihat bahwa perempuan Kanaan ini memiliki sikap hati yang tidak mudah menyerah dan putus asa sehingga Yesus berkata kepadanya, Hai ibu, besar imanmu. Bagaimana perempuan Kanaan ini dapat memiliki sikap yang tidak mudah menyerah dan putus asa ketika tantangan penolakan dari murid-murid Yesus dan sikap Yesus yang acuh ketika perempuan tersebut memohon kesembuhan untuk anaknya? Yang pertama adalah, berpikir positif (ayat 22).
Pada waktu itu orang Kanaan mempunyai image negatif karena dianggap oleh orang Israel akan membawa pengaruh buruk. Dalam keadaan tersebut perempuan Kanaan itu tidak berkecil hati, tapi dia berpikir positif (Filipi. 4:8) dengan menghampi...selengkapnya »
Mengucap syukur dalam segala hal 1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Firman Tuhan di atas mengingatkan kita sekali lagi tentang pentingnya mengucap syukur. Mengapa kita harus mengucap syukur dalam segala hal? Karena dengan mengucap syukur dalam segala hal kita percaya bahwa Allah selalu mengerjakan yang baik dalam hidup kita. Tentu saja kita mengucap syukur bila keinginan dan doa kita sudah dikabulkan oleh Tuhan. Tetapi bagaimana jika doa kita belum dijawab oleh Tuhan, apakah kita juga mengucap syukur? Bagaimana jika saat ini kita sedang dalam keadaan yang kurang baik? Walaupun kelihatannya situasi kita saat ini kurang baik, jika kita percaya bahwa di balik yang kelihatan ini Tuhan sedang mengerjakan yang baik, maka kita akan mengucap syukur kepada Tuhan. Inilah bedanya orang percaya dan tidak percaya, antara murid Kristus dan bukan murid Kristus. Orang yang tidak percaya mengucap syukur bila keinginannya terpenuhi, bila keadaannya menyenangkan hatinya, bila dalam posisi yang baik. Hanya sebatas itu saja. Apakah orang yang percaya kepada Tuhan juga begitu? Orang yang percaya kepada Tuhan dapat melihat apa yang tidak dilihat oleh orang lainnya. Orang yang percaya kepada Tuhan yakin bahwa apa yang saat ini kelihatan tidak baik itu hanya sementara, dan Tuhan sedang membawa dia kepada keadaan yang baik, bahkan lebih baik dari apa yang dapat ia pikirkan. Karena itu, mengucap syukur dalam segala keadaan, hanya orang percaya saja yang bisa melakukannya. Tuhan memberkati orang-orang yang mengucap syukur. Dengan mengucap syukur kita sedang membuka pintu bagi datangnya berkat-berkat Tuhan. Seorang tokoh iman bernama George Muller memberi kesaksian bahwa mengucap syukur itu memiliki kuasa yang luar biasa. Pada suatu saat panti asuhan yang dipimpinnya mengalami kekurangan makanan. Bukannya mengeluh, tapi dia mengajak anak-anak panti asuhan itu untuk duduk di seputar meja makan seperti biasanya. Walaupun di hadapan mereka hanya ada piring-piring yang kosong, mereka tetap menaikkan doa ucapan syukur, seolah-olah sudah tersedia makanan di hadapan mereka. Setelah mereka selesai berdoa, tidak lama kemudian pintu asrama itu diketuk, dan ternyata ada orang yang mengantarkan makanan untuk mereka. Mengucap syukurlah setiap hari, baik untuk apa yang sudah kita terima dari Tuhan maupun apa yang belum kita terima. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
Hidup kekal adalah hidup yang diperlihatkan Yesus Kristus pada tingkat kemanusiaan. Dan ini adalah hidup yang sama yang diwujudkan di dalam tubuh fana kita, ketika kita mengalami lahir baru. Daya dan kuasa yang diwujudnyatakan di dalam Yesus akan diwujudkan di dalam diri kita karena suatu tindakan anugerah Allah yang berkuasa mutlak, bagian kita membuat keputusan yang menyeluruh dan efektif tentang dosa. “Tetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu....” - [Kisah Para Rasul 1:8] - bukan kuasa sebagai suatu pemberian dari Roh Kudus; kuasa itu adalah Roh Kudus. Hidup yang ada di dalam Yesus menjadi milik kita karena salib-Nya setelah kita membuat keputusan untuk disatukan dengan-Nya. Jika kita sulit memiliki relasi yang baik dengan Allah, itu lebih disebabkan kita menolak untuk membuat keputusan moral tentang dosa. Namun ketika kita membuat keputusan, kehidupan Allah segera memenuhi kita. Hidup kekal tidak ada hubungannya dengan waktu. Itu adalah hidup yang dijalani Yesus ketika Dia berada di bumi dan satu-satunya sumber kehidupan adalah Tuhan Yesus sendiri. Upaya apapun untuk “bergantung” pada bagian terkecil dari kekuatan kita, hanya akan mengurangi kuasa hidup Yesus di dalam diri kita. Bahkan orang percaya yang terlemah pun dapat mengalami kuasa keilahian Anak Allah, jika ia bersedia “melepaskan diri” dari kekuatannya sendiri. Kita harus terus melepaskan diri dari kekuatan kita sendiri, maka secara perlahan tapi pasti kepenuhan hidup Allah yang agung akan menguasai kita, menembus setiap bagian diri kita. Selanjutnya kuasa itu “Roh Kudus” secara menyeluruh dan efektif bekerja di dalam kita dan orang-orang akan memperhatikan bahwa kita telah bersama-Nya.
Seorang karyawan di sebuah perusahaan multi nasional diangkat sebagai kepala cabang di luar negeri. Dia sangat kaget dan seakan tidak percaya ketika menerima surat pengangkatan. Dia merasa tidak mampu dan takut tidak bisa memenuhi target perusahaan dan memimpin karyawan yang cukup banyak di cabang itu. Ini adalah sebuah anugerah dan kesempatan untuk peningkatan karier. Dia pelajari dengan sungguh-sungguh semua materi kepemimpinan dan marketing. Setelah menjabat sebagai kepala cabang hampir setiap hari dia melakukan komunikasi dengan para karyawan, manager pusat atau direksi. Ketekunannya berbuahkan keberhasilan dan penghargaan dari perusahaan. Keselamatan merupakan anugerah terbesar yang kita terima dari Allah melalui kematian Kristus di kayu salib. Keselamatan itu harus kita jaga dan pertahankan selama kita masih hidup dalam dunia. Kita kerjakan keselamatan dengan takut dan gentar karena kita sangat takut keselamatan yang sudah menjadi milik kita akan terlepas. Taat akan Firman Tuhan setiap saat dalam segala keadaan, terlihat maupun tidak oleh orang lain. Lakukan setiap perintah-Nya dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah. Jangan sampai kita terkena aib atau noda dosa di tengah masyarakat yang dengan mudah melakukan dosa. Dengan demikian kita akan bercahaya di tengah kegelapan dunia dan Allah akan senantiasa menyertai kita. Janji-Nya dalam Firman Tuhan berupa harta yang abadi akan kita terima pada waktu kita berjumpa dengan-Nya kelak. Kekuatiran dan ketakutan karena berita maupun peristiwa yang terjadi atau mungkin yang sedang kita alami pada akhir-akhir ini membuat kita sulit untuk mempertahankan anugerah keselamatan yang Tuhan sudah berikan kepada kita. Marilah kita tetap fokus pada ketaatan akan Firman Tuhan apapun yang terjadi. Memiliki saat teduh tiap hari dan usahakan membuat mezbah keluarga secara rutin. Tumbuhkan iman kita melalui komcil, aktif dalam melayani pekerjaan Tuhan yang ada di gereja kita. Sehingga kita akan terus mempertahankan keselamatan dan berdampak pada banyak orang.
Suatu pagi pak Sastro dan pak Kromo meminta tolong kepada pak Soeroto untuk mendoakan si Ponirah yang lagi sakit. Tanpa berpikir panjang mereka bertiga bergegas menuju ke rumah pak Kromo di mana si Ponirah sedang sakit. Ketika sampai, pak Soeroto terkejut ternyata si Ponirah yang mau didoakan ternyata seekor sapi perah milik pak Kromo yang sudah tiga hari sakit sehingga tidak bisa memproduksi susu seperti biasanya. Setelah beberapa saat pak Soeroto minta petunjuk Allah dan berdoa meminta kuasa Tuhan Yesus menyembuhkan sakitnya supaya si Ponirah bisa memproduksi susu seperti biasanya. Selepas berdoa mereka pulang dan tidak terjadi apa-apa. Tiga hari kemudian di pagi hari, pak Kromo datang ke rumah pak Soeroto membawa satu liter susu produksi si Ponirah sebagai rasa syukur dan terima kasihnya kepada Tuhan Yesus karena si Ponirah sudah sehat. Dari peristiwa tersebut pak Kromo semakin teguh imannya. Renungan hari ini berbicara tentang kehidupan seorang saksi Kristus yang disertai dengan kuasa Roh Kudus. Memang tugas utama yang dimandatkan Tuhan Yesus kepada setiap orang percaya dan para murid-Nya adalah menjadi saksi Kristus di dunia ini untuk melanjutkan tugas-Nya mendirikan Kerajaan Allah di bumi ini. Bersaksi tentang Kristus memerlukan hikmat dan kuasa dari sorga. Sebab meyakinkan orang berdosa untuk bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus bukan perkara yang gampang. Ini pekerjaan yang membutuhkan ketergantungan mutlak kepada kuasa Roh Kudus. Untuk kepentingan inilah Roh Kudus diberikan kepada setiap orang percaya supaya mereka menjadi efektif sebagai saksi Kristus. Sepanjang Kitab Kisah Para Rasul, kita bisa menemukan bagaimana kerja Roh Kudus memimpin para Rasul maupun orang percaya sebagai saksi Kristus. Ada pengalaman yang biasa-biasa saja dan juga ada pengalaman bersaksi yang luar biasa karena disertai dengan kuasa mujizat sebagaimana tertulis dalam Kisah Para Rasul 3 saat Rasul Petrus menyembuhkan orang yang lumpuh. Bagaimana dengan kita saat ini sebagai jemaat GIA Dr Cipto yang telah menerima Roh Kudus dan mengalami Tuhan Yesus dalam hidup kita? Sudahkah kita juga berperan sebagai saksi Kristus kepada orang lain yang belum percaya kepada Tuhan Yesus? Kini sudah waktunya kita harus berani melangkah sebagai saksi Kristus. Maka kuasa mujizat dan penyertaan Roh Kudus selama kita bersaksi tentang Tuhan Yesus pasti akan kita alami. Jadilah saksi Kristus dengan kuasa Roh Kudus, maka hidup kita pasti akan berdampak positip dalam kehidupan orang lain.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Allah Penguasa Hidup Kita
05 Juli '17
Membangun Kesetiaan
27 Juni '17
Apa Yang Kita Rindukan ?
22 Juni '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang