SEPEKAN TERAKHIR
  Selasa, 22 Juli 2014   -HARI INI-
  Senin, 21 Juli 2014
  Minggu, 20 Juli 2014
  Sabtu, 19 Juli 2014
  Jumat, 18 Juli 2014
  Kamis, 17 Juli 2014
  Rabu, 16 Juli 2014
POKOK RENUNGAN
Ingatlah bahwa Pencobaan yang kita alami tidak melebihi kekuatan kita (1Korintus10:13), oleh karena itu jangan menyerah dan putus asa.
DITULIS OLEH
Ibu Ribkah E. Christanti
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hai Ibu, Besar Imanmu
Hai Ibu, Besar Imanmu
Sabtu, 04 Mei 2013 | Tema: Memiliki Karakter Kristus
Hai Ibu, Besar Imanmu
Matius 15:21-28
Dalam hidup ini kita akan selalu diperhadapkan dengan berbagai macam pergumulan, yaitu berbagai macam tantangan dan kesulitan. Tantangan dan kesulitan tersebut tidak hanya dialami orang yang belum percaya Tuhan tetapi juga dialami oleh anak-anak Tuhan. Seringkali pergumulan itu begitu kompleks, sehingga kita ragu dalam melangkah bahkan sepertinya tidak ada jalan keluar. Ketika kita tidak mengerti lagi apa yang harus dilakukan, kita tidak boleh menyerah dan putus asa begitu saja, pada saat itulah kita harus datang lebih lagi pada Tuhan.

Jika kita memperhatikan secara jelas kisah perempuan Kanaan ini, kita dapat melihat bahwa perempuan Kanaan ini memiliki sikap hati yang tidak mudah menyerah dan putus asa sehingga Yesus berkata kepadanya, ”Hai ibu, besar imanmu.” Bagaimana perempuan Kanaan ini dapat memiliki sikap yang tidak mudah menyerah dan putus asa ketika tantangan penolakan dari murid-murid Yesus dan sikap Yesus yang acuh ketika perempuan tersebut memohon kesembuhan untuk anaknya? Yang pertama adalah, berpikir positif (ayat 22).
Pada waktu itu orang Kanaan mempunyai image negatif karena dianggap oleh orang Israel akan membawa pengaruh buruk. Dalam keadaan tersebut perempuan Kanaan itu tidak berkecil hati, tapi dia berpikir positif (Filipi. 4:8) dengan menghampiri Tuhan Yesus. Kedua, tidak mudah terpengaruh oleh keadaan (ayat 23). Walaupun murid-murid Yesus meminta-Nya untuk menyuruh perempuan Kanaan itu pergi, tetapi perempuan itu tetap tegar untuk ...selengkapnya »
Beberapa orang ‘beruang’ pernah berkata kepada saya bahwa rumah sakit yang paling terpercaya dalam menangani kesehatan kita adalah rumah sakit Singapura. Oleh karena itu mereka merekomendasikan untuk berobat di Singapura jika ada yang mengalami masalah kesehatan. Mereka memandang bahwa seolah-olah tenaga medis dan peralatan-peralatan rumah sakit yang ada di negara kita belum memenuhi standar untuk menangani penyakit-penyakit tertentu, sehingga mereka lebih mempercayai rumah sakit-rumah sakit yang ada di Singapura. Dari setiap percakapan yang sering saya dengar, ternyata banyak orang kaya terjebak dalam lingkaran pengaruh materi yang mereka miliki. Beberapa dari mereka merasa bahwa kesehatan dapat diperoleh dengan mudah jika mereka memiliki materi. Mereka merasa bahwa dengan materi yang dimiliki, mereka dapat berobat ke manapun sesuai yang mereka kehendaki. Akhirnya tanpa sadar banyak orang ‘beruang’ terjebak tidak lagi mengandalkan Tuhan. Mereka lebih mengandalkan kekayaan dan pikiran mereka sendiri daripada mengandalkan Tuhan. Saudara yang terkasih, ketika kita sedang mengalami kelimpahan materi, tanpa masalah, tanpa persoalan, kerap kali kita menjadi lupa bahwa kita harus tetap mengandalkan Tuhan. Tuhan harus menjadi yang pertama dan terutama dalam hidup kita. Jangan sampai kita tertipu dengan apa yang Tuhan ijinkan kita miliki sehingga kita lebih mengandalkannya daripada Tuhan. Akibatnya kita menaruh Tuhan di luar rumah (hati) kita. Tuhan Yesus berkata: ”Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok;.... Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” Tuhan sangat rindu agar setiap kita selalu mengandalkan-Nya. Kita tidak mengantikan Tuhan dengan materi yang diberi-Nya, sehingga secara otomatis kita tidak menaruh Yesus di luar rumah kita.
World Cup 2014 telah dimulai, dan 32 tim peserta berlaga dalam turnamen ini untuk meraih satu mahkota tertinggi, yaitu juara World Cup 2014. Seluruh tim berusaha dengan berbagai cara untuk menjaga agar semangat para pemainnya tetap menyala. Salah satu caranya adalah dengan menempelkan kata-kata yang menjadi slogan penyemangat di masing-masing bus kontestan. Bus Timnas Colombia bertuliskan: “Aqui No Vijara Un Quipo, Vijara Todo Un Pais!” (Kami membawa sebuah bangsa, bukan sekedar Tim). Lain pula dengan slogan yang tertera di bus timnas Prancis, yang berbunyi: “Impossible N’Est Pas Francais” (Tak ada kata tak mungkin dalam bahasa Prancis). Atau, lihatlah tulisan di bus timnas Italia yang berbunyi: “Coloraimo D’Azzuro II Sogno Mondiale” (Mari warnai mimpi Piala Dunia dengan Warna Biru). Perhatikan slogan berikut ini: “Only Together We Can Win” (Hanya dengan bersama kita dapat menang), slogan sederhana tapi berisi kata-kata motivasi tersebut menjadi slogan timnas Nigeria. Bahkan tim tuan rumah Brazil pun juga memakai slogan yang memotivasi semangat juang timnya yang berbunyi : “Preparem Sel O Hexa Esta Chegando! (Kuatkan dirimu yang ke-6 akan datang). Slogan-slogan tersebut membuat para pemain termotivasi untuk menjadi pemenang di setiap laga. Manakala mereka mengalami kelesuan karena kelelahan atau kekalahan, kata-kata tersebut seolah seperti angin sejuk yang membuat semangat pemain kembali membara. Meskipun tidak terihat di lapangan, kata-kata itu menjadi motivasi penyemangat bagi masing-masing tim yang berlaga di World Cup 2014. Sadarkah kita bahwa Roh Kudus juga bertindak demikian. Roh Kudus akan memberi kekuatan bagi kita utuk bangkit. Roh Kudus yang tidak terlihat itu mampu mengobarkan semangat kita yang sedang terpuruk Paulus berkata bahwa saat hidup berada di titik terendah, saat itulah Roh Kudus mengirimkan perawatan intensif. Ketika hati begitu sarat beban sampai tak mampu lagi mengucapkan keluhan, Roh Kudus akan menghibur dan membangkitkan kita. Dia sanggup mengubah bahasa air mata menjadi doa. Dengan cara ini, ”keluhan yang tak terucapkan” itu bisa disalurkan (ayat 26), hingga kita mengalami kelegaan di hati, penghiburan ilahi, dan semangat hidup. Kita tidak menjadi panik, tetapi bisa mengamini bahwa apapun yang terjadi, semua akan mendatangkan kebaikan (ayat 28). Hasilnya, kita tetap memandang masa depan secara positif, meski hari ini semuanya tampak suram. Roh Kudus memampukan kita berjalan dengan iman, bukan penglihatan. Apakah hidup Anda terasa rumit? Apakah Anda sedang berada di ”titik terendah”? Adakah keresahan menyelimuti Anda? Berdiam dirilah di hadapan Allah. Ijinkan Roh Kudus berkarya dan mengubah air mata kita menjadi kemenangan bersama dengan Yesus. Roh Kudus akan memampukan kita dan membuat kita menjadi tegar dalam menjalani hidup ini.
Seorang pemuda mendapat pekerjaan di rumah seorang pengusaha besar sebagai pelayan. Di hari pertama bekerja dia bertemu dengan senior-senior karyawan di rumah itu. Juru masak berkata kepadanya dengan sombong, “Kamu bekerja di sini tidak ada artinya, tidak seperti saya yang selalu mendapat pujian karena masakan saya sangat enak dan dibutuhkan di rumah ini.” Sopir berkata, “Aku sangat dipercaya tuan karena aku yang senantiasa membawa beliau ke mana saja dan pasti dibutuhkan.” “Aku yang menata semua taman sehingga nampak indah dan menyenangkan hati tuan.” kata tukang kebun. Pada waktu pemuda itu putus asa datanglah seorang pelayan tua yang berkata, “Jangan kamu sedih, lakukanlah pekerjaanmu dengan rendah hati dan tidak sombong akan hasil karyamu.” Perkataan itu membuatnya semangat untuk bekerja, membersihkan rumah, menata perabot dan semua pekerjaan bagiannya dilakukan dengan sukacita. Sang majikan sangat puas dengan pekerjaannya dan selalu memuji dia di hadapan semua karyawan. Dia tetap rendah hati dan tidak menjadi sombong walaupun saat ini dia menjadi kepercayaan tuannya. Firman Tuhan menghendaki kita rendah hati dan selalu menganggap orang lain lebih penting dari diri kita, tidak mencari kepentingan sendiri dan pujian dalam setiap langkah hidup kita (ayat 3). Tidak mementingkan diri sendiri tetapi juga memperhatikan kepentingan orang lain (ayat 4). Agar kita bisa melakukan hal tersebut maka pikiran dan perasaan Yesus harus ada dalam hidup kita (ayat 5). Selama Yesus hidup di dunia, Dia selalu menganggap orang lain penting. Di tengah kelelahan setelah sepanjang hari melayani, Dia tetap melayani orang-orang yang membutuhkan pelayanan-Nya. Dia tidak hanya memperhatikan kebutuhan rohani karena orang-orang itu seperti domba yang tak bergembala, tetapi memperhatikan kebutuhan jasmani sehingga Dia memberi mereka makan. Yesus adalah contoh dan teladan rendah hati yang sejati. Apakah kita sudah meneladani-Nya dan berani menempatkan kepentingan orang lain di atas kepentingan kita?
Seorang ibu yang tinggal di sebuah desa, suatu saat mendapat kabar bahwa anaknya yang tinggal di luar negeri akan pulang. Dia tidak tahu pukul berapa anaknya akan tiba, yang dia tahu hanya hari dan tanggal kedatangannya melalui surat yang diterimanya. Pada hari di mana anaknya melakukan perjalanan, dengan penuh sukacita menyiapkan semua yang terbaik bagi anak yang dikasihinya. Dari pagi dia menunggu kedatangan anaknya, tetapi sampai malam hari anaknya belum juga datang. Dia tidak bisa menghubungi anaknya karena di desanya belum ada jaringan telepon. Dia berusaha untuk berjaga supaya pada waktu anaknya datang tidak tertidur. Berkali-kali dia membasuh muka, berulang kali memasak air dan memanaskan masakan yang dibuatnya. Walaupun lelah dan mengantuk, dia tetap berjaga sehingga saat anaknya datang dini hari, dia bisa menyambut kedatangan anaknya dengan penuh sukacita. Rasul Paulus memberi nasihat kepada orang percaya berjaga senantiasa dan tetap sadar menunggu kedatangan-Nya (ayat 6). Karena kalau roh kita menyala-nyala maka tidak akan tertidur atau melakukan perbuatan yang tercela (ayat 7). Orang percaya yang berjaga akan mengenakan iman dan kasih dalam menghadapi segala masalah, pengharapan akan keselamatan di atas segala-galanya (ayat 8). Marilah kita memiliki roh yang menyala-nyala dengan senantiasa berjaga melalui berdoa dan setia membaca serta merenungkan Firman-Nya. Mungkin kita lelah dalam menghadapi berbagai macam masalah, tetaplah memiliki iman yang teguh karena kita mempunyai pengharapanakan keselamatan. Tiada kata lelah bagi orang yang menantikan kedatangan-Nya.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Penuh Roh, Penuh Kesadaran
03 Juli '14
Yesus Berada Di luar Rumah
30 Juni '14
Belimbing Tetangga
08 Juli '14
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang