SEPEKAN TERAKHIR
  Sabtu, 21 Januari 2017   -HARI INI-
  Jumat, 20 Januari 2017
  Kamis, 19 Januari 2017
  Rabu, 18 Januari 2017
  Selasa, 17 Januari 2017
  Senin, 16 Januari 2017
  Minggu, 15 Januari 2017
POKOK RENUNGAN
Ingatlah bahwa Pencobaan yang kita alami tidak melebihi kekuatan kita (1Korintus10:13), oleh karena itu jangan menyerah dan putus asa.
DITULIS OLEH
Ibu Ribkah E. Christanti
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hai Ibu, Besar Imanmu
Hai Ibu, Besar Imanmu
Sabtu, 04 Mei 2013 | Tema: Memiliki Karakter Kristus
Hai Ibu, Besar Imanmu
Matius 15:21-28
Dalam hidup ini kita akan selalu diperhadapkan dengan berbagai macam pergumulan, yaitu berbagai macam tantangan dan kesulitan. Tantangan dan kesulitan tersebut tidak hanya dialami orang yang belum percaya Tuhan tetapi juga dialami oleh anak-anak Tuhan. Seringkali pergumulan itu begitu kompleks, sehingga kita ragu dalam melangkah bahkan sepertinya tidak ada jalan keluar. Ketika kita tidak mengerti lagi apa yang harus dilakukan, kita tidak boleh menyerah dan putus asa begitu saja, pada saat itulah kita harus datang lebih lagi pada Tuhan.

Jika kita memperhatikan secara jelas kisah perempuan Kanaan ini, kita dapat melihat bahwa perempuan Kanaan ini memiliki sikap hati yang tidak mud...selengkapnya »
Bulan lalu seorang artis Indonesia yang cantik merayakan pesta pernikahan di Disney World Tokyo Jepang. Pesta pernikahan itu terbilang megah, cukup mewah dan tentu saja menghabiskan biaya yang besar mengingat tempat yang digunakan sangat special. Pesta itu sukses karena sudah dipersiapkan jauh hari. Bahkan satu tahun sebelum hari H, sudah dilakukan persiapan-persiapan. Konsep pesta, detil acara, gaun yang akan dipakai, menu yang akan disajikan semua sudah dipikirkan dan dipersiapkan jauh-jauh hari. Sang mempelai ingin supaya acara itu bisa berjalan sesuai dengan impiannya karena pesta pernikahan merupakan event besar yang diharapkan hanya terjadi sekali dalam hidupnya. Sebagai umat Tuhan, kita juga memiliki event besar yang sangat spesial yang bakal kita hadapi. Perjumpaan dengan Tuhan Yesus adalah momen spesial bagi kita, dan tentu saja kita tidak mau melewatkan momen itu dengan biasa-biasa saja. Seperti mempelai mempersiapan segala sesuatu untuk menyambut hari pernikahan, demikian juga dengan kita, pastinya akan melalukan persiapan juga. Supaya pada waktunya, kita benar-benar siap bertemu dan menyambut kedatangan-Nya. Apa yang harus kita persiapkan dalam menyambut event besar itu? Menjaga hati dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan [Amsal 4:23]. Hati kita adalah pusat dari segala yang kita pikirkan, sumber semua ucapan kita, sumber dari semua perbuatan kita. Menjaga hati supaya terus menerus melekat pada Firman-Nya. Menjaga hati untuk tidak jemu-jemu berbuat baik. Menjaga hati untuk tidak putus berdoa. Menjaga hati untuk mengeluarkan kata-kata berkat. Menjaga hati untuk melakukan perbuatan yang memuliakan nama Tuhan. Dengan menjaga hati kita bisa mengontrol semua segi kehidupan, dengan demikian kita mempersiapkan diri untuk hidup benar di hadapan-Nya. Menjaga hati tidak hanya dilakukan kepada orang-orang tertentu, tapi pada semua orang yang kita jumpai. Tidak juga dilakukan pada hari-hari tertentu, tapi kita harus melakukan terus menerus sepanjang hidup kita sampai hari itu datang. Hari di mana event besar perjumpaan kita dengan Tuhan Yesus terjadi.
Sejak menjadi orang tua tunggal yang harus berjuang untuk menghidupi dan menyekolahkan saya, Ibu mengajar saya dengan keras untuk mencukupkan diri dengan apa yang ada. Tidak boleh pilih-pilih makanan, apa pun yang tersaji di meja makan harus disukai. Tidak boleh minta ini-itu, kecuali Ibu yang memberikan sendiri. Saya pun membiasakan diri untuk sebisa mungkin tidak menuntut dan meminta apa-apa dari Ibu. Ketika saya kuliah di luar kota dan tinggal di kos, setiap bulan Ibu mengirimkan sejumlah uang. Uang itu saya gunakan untuk mencukupkan segala kebutuhan. Bila perlu membeli buku atau pakaian, saya tidak meminta tambahan. Suatu ketika, hampir dua bulan berlalu dan kiriman uang tak kunjung datang. Meski sudah berhemat kelewat batas, lama-lama uang yang ada nyaris habis juga. Minggu-minggu itu diwarnai oleh kekuatiran dan rasa lapar yang menyiksa. Saat kondisi sudah benar-benar kritis dan uang akan benar-benar habis ... muncullah wajah tante saya dari balik jendela kamar kos. Tante yang merupakan adik Ayah datang jauh-jauh dari Jakarta untuk menjenguk saya. Saat itu saya langsung tersentak. Tertegun. Ada haru yang menghujam. Karena belum sampai saya berteriak meminta pertolongan, Tuhan terlebih dahulu mengulurkan tangan. Kasih sayang dan pemeliharaan Tuhan sungguh mengagumkan. Kebenaran Sabda Tuhan yang berbunyi, ’Janganlah kuatir akan hidupmu ...’ benar-benar dibeberkan di hadapan saya detik itu juga. Sepenggal pengalaman itu dari waktu ke waktu mengingatkan saya bahwa perhatian Tuhan tak pernah lepas dari anak-anak-Nya. Janji Tuhan tak pernah luput digenapi-Nya. Tak ada alasan bagi umat kepunyaan-Nya untuk merasa kuatir karena Tuhan pemilik kita selalu setia memelihara.
Pesan Natal 2016 ’Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.’ [Lukas 2:14] Berita tentang kelahiran Kristus adalah berita damai sejahtera. Kristus adalah Raja damai yang membawa hadirnya damai sejahtera di dalam kehidupan manusia di bumi. Damai sejahtera itu dibutuhkan oleh setiap manusia, baik pada zaman dahulu maupun pada zaman sekarang ini. Kehidupan di dunia ini penuh diwarnai kebencian, permusuhan, dan kekerasan. Pada zaman Yesus dilahirkan orang-orang Yahudi mengalami penindasan oleh pemerintah Romawi dan oleh pemerintahan raja Herodes. Oleh karena itu Yesus datang membawa damai sejahtera. Sebagai Raja damai Dia memanggil semua manusia untuk hidup dalam damai sejahtera, baik dengan Allah, dengan sesama manusia dan dengan alam semesta. Gereja hadir di tengah dunia ini untuk membawa berita damai sejahtera itu. Di tengah masyarakat yang diwarnai dengan perpecahan antar suku, agama, ras dan antar golongan gereja harus bisa menghadirkan damai sejahtera. Gereja harus menunjukkan bahwa dirinya bisa hidup berdamai dengan siapa saja, meskipun dengan orang yang berbeda suku, agama, ras dan antar golongan. Bahkan Tuhan Yesus memberi perintah kepada murid-murid-Nya agar mengasihi orang-orang yang membenci dan memusuhinya. Negara kita dinamakan Negara Kesatuan Republik Indonesia [NKRI]. Sejak semula negara ini didirikan di atas tekad Bhineka Tunggal Ika. Bangsa kita memang terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras dan antar golongan. Tetapi para pendiri bangsa kita mau mendirikan sebuah negara kesatuan yang mempunyai kemajemukan. Namun akhir-akhir ini tekad mulia yang telah dicanangkan para bapa pendiri bangsa kita hendak digoyahkan oleh segolongan orang. Mereka mau memaksakan kehendak mereka dan mengingkari kebhinekaan bangsa kita. Isyu-isyu berkisar masalah ’sara’ telah membuat situasi menjadi hiruk pikuk. Prestasi pemerintah antara lain keberhasilan dalam tax amnesty dan pemberantasan korupsi seolah-oleh tertelan lenyap oleh hiruk pikuk tersebut. Suasana gembira di hari Natal ini hendaknya jangan membuat kita lupa untuk berprihatin dan mendoakan bangsa kita. Berdoalah agar damai sejahtera yang hadir di Natal yang pertama itu kembali hadir di bumi Indonesia. Berdoalah untuk pemerintah kita agar mereka diberi kekuatan, hikmat dan keteguhan hati untuk berjuang mewujudkan cita-cita pendiri bangsa kita. Selamat Natal. Tuhan Yesus memberkati. Pdt. Goenawan Susanto
Pesan Tahun Baru 2017 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. [Matius 28:19-20] Puji Tuhan, kita telah melewati tahun 2016 dengan pertolongan-Nya. Sekarang kita memasuki tahun 2017 juga dengan keyakinan bahwa janji-Nya tidak pernah berubah. Dia tetap menyertai kita sampai kesudahan zaman. Saya percaya sepanjang tahun 2017 nanti Tuhan akan membawa kita, sebagai umat-Nya, untuk lebih dekat dan mengenal Dia dengan benar. Kita harus belajar untuk lebih membuka hati kita terhadap karya Roh Kudus yang ingin membentuk kita sehingga menjadi umat yang semakin berkenan di hadapan-Nya. Saya mengajak seluruh jemaat Gereja Isa Almasih Jemaat dr. Cipto menyiapkan diri untuk semakin menjadi murid Kristus yang sejati. Inilah amanat Tuhan Yesus yang agung yaitu agar gereja-Nya menjadikan segala bangsa murid-Nya. ’Menjadi dan menjadikan murid Kristus’ adalah tema tahun 2017. Sebelum kita menjadikan orang lain sebagai murid Kristus, kita harus memastikan terlebih dahulu bahwa kita sendiri adalah murid-Nya. Baru sesudah itu kita bergerak untuk menjadikan orang lain murid Kristus. Kristus menghendaki semakin banyak orang yang menjadi murid-Nya. Menjadi murid bukan sekedar menjadi orang Kristen, anggota gereja atau pengunjung gereja. Murid adalah seorang yang memiliki komitmen untuk menjalani hidupnya sesuai dengan gaya hidup Yesus. Murid Yesus adalah seorang yang terus menerus belajar dan mengalami perubahan sehingga makin hari gaya hidupnya makin menyerupai Kristus. Tujuan akhir dari perjalanan hidup kita sebagai murid Kristus adalah agar hidup kita menghadirkan dampak Kerajaan Allah bagi kehidupan di bumi ini. Doa ’Datanglah Kerajaan-Mu’ bukan sekedar ucapan, tapi kenyataan yang harus diwujudkan melalui kehidupan kita. Selamat memasuki tahun 2017. Selamat mengalami Tuhan, bertumbuh dalam iman dan berdampak bagi Kerajaan-Nya. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Pesan Tahun Baru 2017
01 Januari '17
Biarkan Yesus Masuk
24 Desember '16
Selalu Siap
21 Desember '16
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang