SEPEKAN TERAKHIR
  Senin, 23 April 2018   -HARI INI-
  Minggu, 22 April 2018
  Sabtu, 21 April 2018
  Jumat, 20 April 2018
  Kamis, 19 April 2018
  Rabu, 18 April 2018
  Selasa, 17 April 2018
POKOK RENUNGAN
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firmanKu, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. (Yohanes 8:51)
DITULIS OLEH
Ibu Ribkah E. Christanti
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hidup Dalam Anugerah
Hidup Dalam Anugerah
Kamis, 05 September 2013 | Tema: Kebenaran Kerajaan Allah
Hidup Dalam Anugerah
Yohanes 8:30-36
Seorang hamba Tuhan pernah bersaksi tentang bagaimana ia bisa mengenal Kristus. Menurutnya, ketika ia masih dalam kepercayaannya yang lama, ia tidak sempat memiliki tabungan dan selalu hidup dalam ketakutan. Betapa tidak, dalam setahun saja, ia harus mengadakan beberapa macam ritual yang menuntut adanya korban dan sesajen yang telah ditentukan jumlahnya. Menurut kepercayaannya dulu, serangkaian syarat tersebut harus dipenuhi untuk menyenangkan para “penguasa” alam sehingga dirinya terhindar dari marabahaya, selamat, rezekinya tetap lancar, dll. Jika tidak dilakukan, maka akan mendapat celaka. Namun ketika ia diperkenalkan kepada Yesus, dan keselamatan di dalam Dia, ia terheran heran. Bagaimana bisa keselamatan yang “mahal” (menurut kepercayaannya yang lama) itu, bisa diraih dengan cuma-cuma hanya dengan percaya kepada Yesus?

Bersyukur. Itulah hal yang seharusnya kita kerjakan atas anugerah keselamatan yang kita terima. Hidup kita telah berdosa sejak leluhur kita berdosa. Belum lagi dampak yang kita terima sehingga kita cenderung berbuat dosa. Seharusnya kita sendiri yang harus menanggung semua dosa kita dengan nyawa kita (Roma 6:23). Namun atas kasih karunia Tuhan, Bapa mengutus Putra-Nya untuk menggantikan penghukuman atas dosa kita, sehingga kita diampuni dari dosa...selengkapnya »
Yesus sepertinya tahu apa yang akan dihadapi oleh para pengikut-Nya jika Ia tinggalkan. Oleh sebab itu Yesus sebalum kembali ke sorga Ia berjanji,’Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab Dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.’ [Yohanes 14:16-17] Yesus menepati janjiNya. Saat ini Roh Kudus yang adalah Penolong ada dan selalu ada untuk menolong, mengajar, membimbing, menghibur, menguatkan dan menyertai kehidupan orang percaya sampai kesudahan zaman. Ayat nas di atas menunjukkan bahwa setiap orang percaya sangat membutuhkan kekuatan Roh Kudus supaya mereka semakin berlimpah-limpah dalam pengharapan. Menjadi orang Kristen tidak cukup hanya rutin ke gereja setiap Minggu, menjabat majelis, pengurus gereja dan terlibat di berbagai aktivitas yang berbau Kristen, namun harus terus bertumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan dan semakin dewasa rohani. Apa peranan Roh Kudus dalam pertumbuhan iman orang percaya? Roh Kudus selain membimbing, menolong, menyertai, juga menyinari umat Tuhan dengan memberikan firman yang sudah tertulis dalam Alkitab. Maksudnya adalah membuat kita memahami pengajaran dan tuntutan Allah yang diberikan kepada kita yang selama ini tidak atau belum kita mengerti. Bukan karena kita orang awam, tetapi karena keterbatasan kita sebagai manusia. Setiap pribadi, baik Kristen awam atau para pengkotbah [hamba Tuhan], memerlukan bimbingan dan pencerahan dari Roh Kudus untuk mencapai tahap pengertian tertentu. Jadi kemampuan memahami firman Tuhan bukan karena kepandaian dan kehebatan kita. Walapun kita mampu menyampaikan firman Tuhan, bersaksi di hadapan orang lain dan pada akhirnya dapat membawa seseorang bertobat dan menerima Kristus secara pribadi, itu karena karya Roh Kudus. Roh Kuduslah yang bekerja mengubah hati serta menyingkapkan pengertian dan pengenalan yang benar akan Tuhan, sehingga seseorang dapat percaya dan beriman. Kita sekarang sebagai orang percaya, sejauh mana pengakuan dan penyerahan diri kita kepada Roh Kudus ? Karena Roh Kuduslah yang senantiasa setia menolong dalam setiap sisi hidup kita serta memberi pencerahan kepada kita dalam memahami Firman-Nya.
Dalam sebuah cerita ilustrasi di dalam kelas, seorang guru mulai bercerita tentang kehidupan seekor Koala. Koala ini sedang belajar melakukan yang terbaik atas apa yang diperbuatnya. Pertama-tama, ketika masih kecil, seekor Koala belajar untuk melompat, lari, dan bahkan bernyanyi. Ia terus mencoba sampai bisa. Setelah itu ia juga mencoba sesuatu yang baru, mungkin banyak waktu yang diperlukan untuk mampu melakukannya. Namun ia tetap mencoba dan belajar melakukan sesuatu yang terbaik. Bahkan ia melatih dirinya sampai ia mampu menguasainya. Ia selalu mencoba lakukan yang terbaik dengan bekerja keras. Apa yang ia telah mulai, ia berusaha untuk tetap menyelesaikan meskipun kadang tidak menyenangkan. Prinsip yang dimiliki seekor Koala ini adalah tetap melakukan yang terbaik dari setiap kegiatan yang dilakukannya. Kitab Amsal 14 merupakan salah satu bagian dari kitab Amsal yang berisikan ucapan-ucapan bijak atau yang sering kita sebut hikmat. Hikmat adalah pengetahuan dan pengertian akan apa yang benar, adil, tulus, dan jujur yang tentunya berasal dari Tuhan dan bersumber kepada Tuhan. Khusus di ayat 23, yaitu dalam tiap jerih payah ada keuntungan. Setiap manusia yang hidup pasti tidak pernah terlewatkan dari sebuah kegiatan. Baik dalam pendidikan, pekerjaan, dan pelayanan. Semua itu membutuhkan tenaga, pemikiran, dan kerja keras. Ayat ini mengingatkan bahwa setiap jerih lelah yang dilakukan akan mendatangkan keuntungan. Bukankan tahun ini target jemaat Tuhan adalah melakukan yang terbaik untuk keselamatan jiwa-jiwa? Itu berarti ada sesuatu yang harus dikerjakan, ada hal-hal yang harus diupayakan supaya dapat terpenuhi. Dari apa yang akan kita kerjakan tersebut membutuhkan yang namanya jerih lelah, butuh pengorbanan dan butuh tindakan. Melakukan yang terbaik tidak bisa hanya berdiam diri, melainkan harus berjerih lelah untuk menjangkau jiwa-jiwa bagi Tuhan. Dan pastinya dalam berjerih payah itu, butuh hikmat dari Tuhan. Saudara terkasih, kita telah dipanggil Allah untuk turut bekerja dalam ladang pelayanan di dunia ini. Kita dipanggil untuk melakukan perintah Allah, yaitu mencari dan menyelamatkan yang hilang. Kita juga alat kepanjangan tangan Tuhan untuk memberitakan Injil Tuhan. Oleh sebab itu, mari belajar melakukan yang terbaik dari setiap bagian kehidupan kita untuk menghasilkan buah yang berdampak bagi sesama. Bahkan sampai mendatangkan keuntungan bagi kemuliaan nama Tuhan.
Sebuah ilustrasi menceritakan kisah tentang kehidupan binatang di sebuah hutan. Kisah tersebut bermula ketika hutan tempat tinggal semua binatang itu di landa angin badai yang besar. Maka terjadilah kerusakan hutan yang parah. Banyak pohon-pohon tumbang yang membuat semua binatang ketakutan. Setelah badai itu reda, ada seekor semut yang berjalan dengan sombongnya karena, ia tidak mengalami kesakitan sedikitpun akibat badai tersebut karena badannya yang mungil. Ketika ia keluar dari sarang yang berada di dalam tanah, ia melihat kepompong yang hanya tergeletak di bawah dahan yang patah. Ia bergumam, bahwa sungguh tidak enak menjadi kepompong yang tidak bisa apa-apa. Ia terkurung dan tidak bisa kemana-mana, sungguh sangat memalukan. Si semut mulai membanggakan dirinya yang selamat dan bisa kemana-mana yang ia mau. Bukan hanya kepompong yang ia hina, tetapi semua binatang yang ia temui. Suatu ketika si semut berjalan di atas jalanan yang berlumpur. Tanpa ia sadari lumpur itu menghisap dirinya semakin ke dalam dan membuatnya semakin tenggelam. Ia mulai berteiak-teriak minta tolong. Lalu datanglah kupu-kupu, ia berkata kepada si semut, “dulu aku adalah kepompong yang kau hina jelek, sekarang aku sudah berubah menjadi kupu-kupu yang indah dan bisa terbang kemanapun yang kumau, sini aku bantu keluar dari lumpur itu”. Injil Matius 5:43-48 membahas tentang bagaimana seharusnya menunjukkan kasih kepada orang lain. Allah datang bertujuan untuk menggenapi hukum Taurat bukan untuk meniadakannya. Oleh sebab itu, Allah mau menunjukkan perintah untuk saling mengasihi tanpa memandang status. Memang di jaman Perjanjian Lama, difirmankan bahwa, kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu[ayat 43]. Tetapi Allah yang datang dalam nama Yesus menegaskan bahwa kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang telah menganiaya [ayat 44]. Artinya adalah kasih yang Tuhan berikan adalah untuk semua umat manusia. Tuhan juga merindukan agar orang yang telah percaya terlebih dahulu menunjukkan kasih kepada orang-orang yang belum percaya kepada Tuhan sekalipun mereka membenci orang percaya. Karena dengan demikian, orang-orang yang percaya akan menjadi anak-anak Bapa yang di sorga. Tuhan Yesus mengajarkan untuk berbuat kasih kepada semua orang sekalipun itu musuh yang membenci kita. Seringkali kita menjadi sama seperti semut yang sombong karena kita merasa diri kita sudah selamat dan tidak menghiraukan kehidupan orang lain yang “menderita”. Tetapi kita sangat sulit memposisikan seperti kupu-kupu, yang bersedia menolong walaupun pernah dihina, pernah disakiti. Namun Tuhan Yesus memberikan penegasan bahwa jadilah seperti kupu-kupu yang rela menolong dan mengasihi tanpa memandang status.
Hari ini, tanggal 21 April, bangsa Indonesia, khususnya kaum perempuan memperingati hari kelahiran RA Kartini, seorang pahlawan emansipasi wanita. Kalau kita mengingat tentang RA Kartini, kita pasti akan teringat dengan sebuah buku yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang” Sebenarnya buku tersebut bukanlah buku karangan Kartini. Itu adalah kumpulan surat kartini kepada teman2nya di Eropa yg dikumpulkan dan diterbitkan J.H Abendanon dengan judul awal “ Dari Kegelapan Menuju Cahaya”.Pada tahun 1922, Balai Pustaka menerbitkannya dalam bahasa Melayu dengan judul yang diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang [sumber dari Wikipedia] Isi dari buku Habis gelap terbitlah terang adalah cita-cita, harapan-harapan dan pengalaman kehidupan RA Kartini, dimana cita-cita dan harapannya adalah mengangkat derajat kaum perempuan dari kebodohan menjadi perempuan yang lebih berharga, bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. Dan apa yang telah dilakukan oleh RA Kartini, membawa manfaat yang besar bagi kaum perempuan di Indonesia, yaitu kesetaraan, emansipasi, atau kesamaan derajat dengan kaum pria. Sehingga mulai saat itu kaum perempuan bisa mengekpresikan diri lebih optimal dan membawa manfaat yang lebih besar bagi keluarga dan masyarakat. Seperti buku Habis gelap terbitlah terang, bagi kita umat Kristiani tersaji juga sebuah kitab, kumpulan dari surat-surat pada Rasul dan kisah perjalanan hidup Yesus, yang berjudul “Injil Perjanjian lama dan Perjanjian baru”. Didalam Injil, tidak hanya berisi cita-cita ataupun harapan-harapan dari Yesus, sang tokoh sentral, tapi juga janji-janji yang mengandung kekuatan kepada yang percaya. Bahkan rasul Paulus dalam suratnya kepada orang2 di Roma mengatakan “ Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya….” Kalau buah pikiran dari RA Kartini saja bisa merubah nasib kaum perempuan, terlebih Firman dari Tuhan Yesus, bukan hanya merubah nasib manusia di dunia, tapi nasib manusia setelah selesai menjalani kehidupan di dunia kelak. Firman yang ada dalam Injil mampu menyelamatkan manusia, dari kehidupan yang penuh dosa kepada kehidupan yang penuh dengan anugerah, dengan catatan bagi mereka yang percaya. Jangan sia-siakan Injil yang sudah menjadi milik kita, selagi masih ada waktu, kita gunakan untuk membaca, merenungkan, menelitinya. Dan semakin kita mengerti dan mengimani janji-janji-Nya, semakin kita akan melihat terang dalam setiap jalan-jalan kita. Amin
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Permintaan Yang Berkualitas
31 Maret '18
Mengalami Tuhan Yang Bangkit
08 April '18
KebangkitanNya Memberi Pengharapan
02 April '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang