SEPEKAN TERAKHIR
  Kamis, 02 Juli 2015   -HARI INI-
  Rabu, 01 Juli 2015
  Selasa, 30 Juni 2015
  Senin, 29 Juni 2015
  Minggu, 28 Juni 2015
  Sabtu, 27 Juni 2015
  Jumat, 26 Juni 2015
POKOK RENUNGAN
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firmanKu, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. (Yohanes 8:51)
DITULIS OLEH
Ibu Ribkah E. Christanti
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hidup Dalam Anugerah
Hidup Dalam Anugerah
Kamis, 05 September 2013 | Tema: Kebenaran Kerajaan Allah
Hidup Dalam Anugerah
Yohanes 8:30-36
Seorang hamba Tuhan pernah bersaksi tentang bagaimana ia bisa mengenal Kristus. Menurutnya, ketika ia masih dalam kepercayaannya yang lama, ia tidak sempat memiliki tabungan dan selalu hidup dalam ketakutan. Betapa tidak, dalam setahun saja, ia harus mengadakan beberapa macam ritual yang menuntut adanya korban dan sesajen yang telah ditentukan jumlahnya. Menurut kepercayaannya dulu, serangkaian syarat tersebut harus dipenuhi untuk menyenangkan para “penguasa” alam sehingga dirinya terhindar dari marabahaya, selamat, rezekinya tetap lancar, dll. Jika tidak dilakukan, maka akan mendapat celaka. Namun ketika ia diperkenalkan kepada Yesus, dan keselamatan di dalam Dia, ia terheran heran. Bagaimana bisa keselamatan yang “mahal” (menurut kepercayaannya yang lama) itu, bisa diraih dengan cuma-cuma hanya dengan percaya kepada Yesus?

Bersyukur. Itulah hal yang seharusnya kita kerjakan atas anugerah keselamatan yang kita terima. Hidup kita telah berdosa sejak leluhur kita berdosa. Belum lagi dampak yang kita terima sehingga kita cenderung berbuat dosa. Seharusnya kita sendiri yang harus menanggung semua dosa kita dengan nyawa kita (Roma 6:23). Namun atas kasih karunia Tuhan, Bapa mengutus Putra-Nya untuk menggantikan penghukuman atas dosa kita, sehingga kita diampuni dari dosa dan diselamatkan. Ketika kita percaya kepada Yesus dan anugerah keselamatan-Nya, maka kebenaran itu berlaku atas hidup kita. Namun kehidupan percaya yang bagaimana yang akan memberlakukan “kebenaran” itu? Dalam ayat 31-32 disebutkan syarat hidup percaya kita. Yaitu unt...selengkapnya »
Untuk membangun masyarakat, khususnya di Indonesia, tidak lagi hanya menekankan pada sisi akademis-teoritis. Namun sekarang sudah mengalami banyak perubahan, kalau bukan transformasi, setidaknya ada kemajuan yang signifikan. Kemajuan yang dimaksud adalah membangun masyarakat yang berbasiskan ilmu pengetahuan dan peningkatan SDM. Oleh sebab itu masyarakat yang maju akan bertumpu pada generasi muda yang berpengetahuan luas dan akhirnya menjadi masyarakat yang dipenuhi oleh SDM mumpuni. Iptek akan menjadi piranti utama sebagai pendukung kemajuan yang tiada duanya. Maka bagi ukuran dunia [Indonesia saat ini] untuk menjadi bangsa yang cemerlang setidaknya akan lebih serius terhadap program tersebut. Saudara, bagaimana dengan umat Tuhan supaya cemerlang? Tentu saja kita semua sebagai orang Kristen tidak menolak program pemerintah seperti yang saya sampaikan di atas. Namun demikian umat Tuhan yang cemerlang tidak seratus persen berpatokkan pada ukuran-ukuran positif yang ada di dunia ini. Sebagai contoh: Daniel, Hananya, Misael dan Azarya. Anak-anak muda dari Yehuda di Babel sangat cemerlang dan tidak ada yang menandingi kecerdasannya di tengah-tengah orang muda Babel. Dan mereka menggunakan kecerdasan dan hikmat yang dimiliki untuk bersaksi akan kebesaran Allah di tengah-tengah bangsa Babel yang tidak percaya Allah. Saudara, perhatikanlah juga jemaat mula-mula di Antiokhia. Para petobat baru menjadi murid-murid Yesus dan mereka semua, karena cinta dan setianya kepada Tuhan, disebut sebagai “orang Kristen” yang pertama kali. Luar biasa kesetiaan mereka untuk terus memberitakan Injil Yesus Kristus. Dan jika kita menelusuri sebelumnya siapakah yang memberitakan injil di Antiokhia? Ternyata murid-murid Yesus yang tidak terkenal, yaitu orang Siprus dan Kirene. Kecemerlangan mereka terletak pada kesetiaan, ketaatan kepada Tuhan dan senantiasa memberitakan Injil Yesus Kristus. Jikalau kita rindu mendapat predikat sebagai umat Tuhan yang cemerlang, maka jadilah yang terbaik di tengah dunia ini. Belajar, berjuang hingga sukses. Dan yang terpenting adalah setia dan taat kepada Tuhan, menjadi saksi Krisus di manapun kita berada.
Filipi 2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. Daniel 6:4 Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya. Daniel diangkat menjadi pejabat tinggi di negara Babel. Tentu karena dia dipandang mampu untuk menempati posisi itu. Dia dipandang cakap dalam memberikan nasihat dan pertimbangan kepada raja. Daniel bisa menjadi seperti itu oleh karena dia mempunyai the spirit of excelence [roh yang luar biasa]. Daud diangkat menjadi raja Israel, bahkan menjadi raja yang terkemuka sepanjang sejarah bangsa Israel, juga karena dia mempunyai the spirit of excelence. The spirit of excelence itu sudah dia miliki ketika dia masih menjadi gembala domba yang jumlahnya hanya 3-4 ekor saja. Yusuf juga diangkat menjadi raja muda di Mesir oleh karena dia memiliki the spirit of excelence. Ketika dia masih berada di rumah Potifar sebagai budak maupun ketika dia berada di dalam penjara oleh karena fitnah, dia memperlihatkan the spirit of excelence melalui kerja keras. Segala tanggung jawab yang diberikan kepadanya dia kerjakan dengan sebaik-baiknya. Sebagai hasilnya dia mendapat kepercayaan dari siapapun yang menjadi atasannya. Roh seperti itulah yang harusnya kita miliki. Bukanlah Roh Allah sendiri yang ada di dalam kita. Roh Allah adalah Roh yang menciptakan dan membuat segala sesuatu menjadi baik bahkan sempurna. Jika Roh itu yang kita izinkan berkuasa atas hidup kita maka Roh itu akan memampukan kita untuk menghasilkan pekerjaan-pekerjaan yang excelent. Jemaat Tuhan, ingatlah bahwa Roh yang ada di dalam dirimu lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia ini [1 Yoh 4:4]. Karena itu milikilah the spirit of excelence dan apapun yang Anda kerjakan kerjakanlah dengan excelent.
Seorang hamba Tuhan merintis pelayanan di sebuah desa yang tak seorangpun penduduknya beragama Kristen. Berbagai tantangan sampai penolakan dialaminya. Tidak jarang mengalami aniaya secara phisik dan sering kali tidak bisa makan. Tetapi semua itu tidak membuatnya menjadi patah semangat untuk memberitakan Injil. Sampai suatu saat dia bertemu dengan seorang yang lumpuh dan sudah berusaha berobat ke mana saja tetapi tidak sembuh. Setelah dia memberitakan Injil dan orang itu menerima Yesus sebagai juru selamat, kemudian dia mendoakannya. Mujizat terjadi, orang itu sembuh dan bisa berjalan. Bukan pujian yang dia terima, melainkan aniaya dari para tetangga orang itu. Dan mereka mengusirnya. Walaupun begitu dia tidak patah semangat, sehingga 2 tahun kemudian berdiri sebuah jemaat di desa itu. Rasul Paulus mengatakan bahwa tubuhnya seperti bejana tanah liat yang rapuh dan mudah pecah, tetapi di dalamnya ada Roh Kudus yang memberi kekuatan melimpah. Sehingga pada waktu ditindas tetapi tidak terjepit, habis akal tetapi tidak putus asa, dianiaya namun tidak ditinggalkan, dihempaskan namun tidak binasa. Kalau tidak ada kekuatan dari Tuhan pasti Paulus sudah patah semangat dan berhenti dari pelayanannya. Pada waktu mengalami berbagai tantangan, dia mematikan dirinya sehingga yang tampak adalah Yesus yang hidup di dalamnya. Kita telah dipenuhi Roh Kudus untuk menjadi saksi-Nya selama kita masih hidup di dunia. Masalah dan tantangan akan senantiasa datang silih berganti. Apakah kita tetap semangat menjadi saksi-Nya? Marilah kita belajar seperti Rasul Paulus yang tidak patah semangat walaupun mengalami banyak masalah. Karena semakin banyak masalah, maka kemuliaan Tuhan Yesus makin nyata dalam hidup kita.
Yohanes 15:16-17 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. [Ayat 16] Tuhan telah memilih dan menetapkan kita menjadi umat-Nya yang cemerlang. Sebelum kita lahir di dunia, Tuhan telah lebih dahulu memilih kita. Setelah kita lahir dan menjalani kehidupan di dunia ini, Dia terus mengawal kita. Dia mengikuti pertumbuhan kita sejak kita masih bayi, menjadi anak-anak, remaja dan kemudian menjadi dewasa. Dialah yang mengatur jalan hidup kita sampai pada akhirnya kita dapat mengenal Yesus Kristus dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Itulah sebabnya Yesus berkata: ’Bukan kamu yang memilih Aku, tapi Akulah yang memilih kamu.’ Sebelum kita tahu mana yang baik dan tidak, sebelum kita mengenal siapakah Tuhan yang benar, Dia telah menjatuhkan pilihan-Nya atas kita. Kalau kita yang memilih, pilihan kita bisa salah. Pilihan kita bisa karena pengaruh orang lain [teman, orang yang kita kagumi, atau orang yang dekat dengan kita]. Pilihan kita bisa karena pertimbangan yang tidak tepat: karena kepentingan sesaat, agar terlepas dari masalah, dsb. Kita adalah makhluk tidak sempurna yang sering salah mengambil keputusan. Namun pikiran Tuhan itu sempurna. Pikiran-Nya tak terselami, rancangan-Nya sempurna. Seperti yang dikatakan dalam Roma 11:33, ’O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!’ Jauh sebelum kita ada di dunia, kita telah ada di pikiran Tuhan yang sempurna itu. Jika kita memahami betapa sempurnanya panggilan kita sebagai umat Allah, kita tidak mungkin bisa tinggal diam. Sebab betapa luar biasa dan istimewanya keberadaan kita sebagai umat pilihan Allah. Dipilih dan ditetapkan oleh Allah sendiri, secara sempurna. Pilihan dan ketetapan Allah itu tentu punya maksud yang sangat mulia. Maksud-Nya memilih kita jelas tertulis dalam 1 Petrus 2:9, yaitu ’supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.’ Kita adalah umat yang luar biasa, dipilih untuk memberitakan perbuatan-Nya yang luar biasa. Amin.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Menembus Batas Perasaan
29 Juni '15
Diberkati Untuk Bersaksi
23 Juni '15
Sukacita Dalam Perjuangan
15 Juni '15
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang