SEPEKAN TERAKHIR
  Selasa, 28 Maret 2017   -HARI INI-
  Senin, 27 Maret 2017
  Minggu, 26 Maret 2017
  Sabtu, 25 Maret 2017
  Jumat, 24 Maret 2017
  Kamis, 23 Maret 2017
  Rabu, 22 Maret 2017
POKOK RENUNGAN
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firmanKu, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. (Yohanes 8:51)
DITULIS OLEH
Ibu Ribkah E. Christanti
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hidup Dalam Anugerah
Hidup Dalam Anugerah
Kamis, 05 September 2013 | Tema: Kebenaran Kerajaan Allah
Hidup Dalam Anugerah
Yohanes 8:30-36
Seorang hamba Tuhan pernah bersaksi tentang bagaimana ia bisa mengenal Kristus. Menurutnya, ketika ia masih dalam kepercayaannya yang lama, ia tidak sempat memiliki tabungan dan selalu hidup dalam ketakutan. Betapa tidak, dalam setahun saja, ia harus mengadakan beberapa macam ritual yang menuntut adanya korban dan sesajen yang telah ditentukan jumlahnya. Menurut kepercayaannya dulu, serangkaian syarat tersebut harus dipenuhi untuk menyenangkan para “penguasa” alam sehingga dirinya terhindar dari marabahaya, selamat, rezekinya tetap lancar, dll. Jika tidak dilakukan, maka akan mendapat celaka. Namun ketika ia diperkenalkan kepada Yesus, dan keselamatan di dalam Dia, ia terheran heran. Bagaimana bisa keselamatan yang “mahal” (menurut kepercayaannya yang lama) itu, bisa diraih dengan cuma-cuma hanya dengan percaya kepada Yesus?

Bersyukur....selengkapnya »
Pertengkaran dimana-mana. Anak-anak dalam satu keluarga rutin bertengkar. Orang-orang dewasa pun demikian. Bertengkar di kantor-kantor, di ruang-ruang rapat, di jalan-jalan dan di manapun juga. Seolah-olah menguatkan slogan “apapun profesinya dan berapapun usianya, bertengkar adalah menu favoritnya”. Jika dipikir-pikir mengapa banyak orang suka bertengkar? Padahal bertengkar itu tidak enak lho? Kecuali bagi yang hobinya ribut, mungkin jika tidak bertengkar malah membuat kepala pusing tujuh keliling. Namun benarkah ada orang yang hobinya bertengkar? Mungkin ada juga orang yang demikian itu, yang tidak mau stress sendiri, yang caper alias cari perhatian, yang coba mengalihkan perhatian pada orang lain agar kesalahannya dapat ditutupi, atau yang sebenarnya gagal fokus? Masalah pertengkaran tidak luput dari perhatian Tuan Joko Ndokondo. Baginya pertengkaran adalah masalah klasik. Konon ada yang bertengkar karena membela kebenaran dan keadilan. Namun banyak pula yang bertengkar karena ujung-ujungnya memperebutkan gengsi diri. Ingin jadi yang nomor satu, ingin jadi yang paling berkuasa, ingin jadi yang paling dihormati. Bagi Tuan Joko Ndokondo yang seperti inilah yang disebut bertengkar karena gagal fokus. Seperti ditunjukkan oleh murid-murid Tuhan Yesus yang bertengkar karena memperdebatkan “siapa yang terbesar di antara mereka”. Mereka tidak sadar jika sudah gagal fokus. Bukankah sebagai murid Tuhan harusnya fokus hidup mereka tidak pada diri mereka sendiri? Bukankah seharusnya fokus hidup mereka justru pada orang lain, terutama yang kecil dan tak terpandang dalam masyarakat? Kepada murid-murid yang gagal fokus, Tuhan telah menunjukkan bagaimana seharusnya fokus hidup tiap murid-Nya. Dibawa-Nya seorang anak kecil lalu diletakkannya di tengah-tengah murid-murid yang sedang bertengkar. “Inilah fokus hidupmu! Anak kecil yang tak terpandang, yang diremehkan banyak orang. Sambutlah mereka ini di dalam nama Tuhan. Jangan ribut lagi karena hasrat diri ingin disambut atau diutamakan! Hanya dengan demikianlah sebenarnya kalian telah menyambut Tuhan dan menyambut Bapa”, ujar Tuan Joko Ndokondo. Sebelum tiap orang sempat berkomentar atau bertanya tiba-tiba “Sssttttt…ttt jangan bilang siapa-siapa, ya?” katanya buru-buru menutup pembicaraan. Jemaat yang terkasih, sejak kita lahir kita sudah biasa minta diperhatikan. Dan saat usia kita sudah dewasa pun kita tetap mau jadi yang nomor satu. Itu semua tampak wajar saja. Namun bisa menjadi tidak wajar jika perhatian kita hanya pada diri kita sendiri. Akibatnya kita mudah tersinggung, mudah memusuhi orang lain yang tidak mendukung kita, dan bertengkar. Kita lupa bahwa sebagai murid Tuhan seharusnyalah kita memperhatikan orang lain. Terutama orang-orang kecil dan tak terpandang dalam masyarakat. Tuhan ingin mereka menjadi fokus perhatian dan pelayanan kita. Selamat berfokus, semoga tidak gagal fokus.
Seorang remaja pernah datang menghampiri saya dan berkata, “Bagaimana saya bisa mengalami Tuhan di saat sedang banyak persoalan dan masalah yang datang silih berganti?” Seolah-olah tidak ada ujung dan batasnya, semua itu terus mengalir bak air sungai yang tiada bertepi. Remaja tersebut terus menceritakan masalah-masalah yang sedang ia alami. Ia berusaha mencari jawaban dengan terus berpikir bagaimana keluar dari masalahnya. Banyak masukan dari teman-temannya yang menyuruh melakukan sesuatu, namun ia tetap masih ragu untuk mengambil sebuah keputusan. Dengan lembut saya mengatakan bahwa masalah bukanlah sebuah rintangan yang menghambat keberhasilan. Masalah yang sedang kita alami, Tuhan mengijinkannya terjadi karena ada maksud dan tujuan di balik setiap masalah tersebut. Tuhan mau menyatakan kehendaknya lewat masalah tersebut. Bahkan kita terus berpikir bagaimana kita mendapatkan jalan keluar, dan Tuhan punya banyak cara untuk menyelesaikan setiap masalah. Seperti kisah Yusuf, Tuhan mengizinkan sebuah perkara besar terjadi dalam hidupnya. Mulai dari ia harus menerima perlakukan yang tidak menyenangkan dari saudara-saudaranya karena iri hati. Ia dimasukkan ke dalam sumur, di jual sebagai budak di Mesir. Namun masalahnya tidak berhenti sampai di situ saja. Ia juga harus menerima perlakukan dari istri majikannya yang memfitnahnya, akhirnya berujung di penjara. Ia merasakan masalah yang terus-menerus bergulir dalam hidupnya seakan-akan tidak pernah berhenti. Tetapi Tuhan punya rencana yang indah lewat persoalan yang ia hadapi. Tuhan tidak pernah mereka-rekakan yang jahat bagi Yusuf meskipun masalah yang ia hadapi begitu besar. Karena setiap masalah yang ia hadapi menjadikannya hidup berkemenangan di dalam Tuhan. Ia terus menjalani proses mengalami Tuhan setiap hari. Ia tetap memiliki pendirian yang teguh atas imannya di dalam Allah. Sehingga masalah yang ia hadapi sedemikian rupa, justru menjadikannya sebagai orang yang memiliki keberhasilan di Mesir sebagai wakil raja. Mungkin kita tidak menghadapi masalah yang bertubi-tubi bagaikan air yang mengalir seperti yang dialami oleh Yusuf, tetapi tidak menutup kemungkinan kalau kita juga berada dalam situasi yang demikian. Tuhan mengijinkan masalah terjadi bukan untuk menjatuhkan dan membuat hidup kita terpuruk, melainkan menjadikan kita kuat dan terus berproses di dalam Tuhan dan mengalami-Nya lewat setiap persoalan yang datang menyapa hidup kita.
Sering kita tidak mengerti apa yang terjadi dalam perjalanan hidup ini, banyak hal yang sulit dipahami. Ada syair lagu mengatakan: “Segala yang terjadi dalam hidupku ini hanyalah sebuah misteri ilahi.” Kemampuan pikir dan logika manusia tidak bisa mengerti, kecuali Allah sendiri memberi pengertian, menyingkapkannya bahkan ada hal-hal yang akan tetap menjadi misteri sampai akhir hidup kita. Alice Herz Sommer adalah pianis Yahudi yang dimasukkan ke kamp konsentrasi oleh pemerintah Nazi Jerman pada tahun 1940-an karena kemampuannya bermain musik dia tidak dibunuh. Kehidupan di kamp konsentrasi bukanlah hal yang menyenangkan. Kita tidak bisa membayangkannya. Sampai ajal menjemputnya dia tidak getir terhadap kehidupannya, sebaliknya dengan tersenyum dia berkata bahwa hidup ini indah. Ibarat kita membaca sebuah buku, tidak semua halaman yang kita baca bisa kita pahami seluruhnya. Benar kata Pengkhotbah, manusia tidak bisa menyelami apa yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir ketika kita mengalami penyakit kronis, mungkin sukar bagi kita untuk memahami bahwa Dia adalah Allah Penyembuh. “Mengapa Allah Penyembuh ini tidak menyembuhkan aku?” Beberapa orang lain sulit memahami kematian orang-orang yang mereka kasihi meskipun mereka mengerti ada jaminan hidup kekal di dalam Kristus. Demikian juga ketika masalah datang, kesulitan dan tantangan bertubi menghadang. Semua di luar kemampuan kita untuk mengerti dan memahaminya. Allah tidak pernah menuntut kita untuk mengerti dan memahami semua yang sedang terjadi di bumi ini. Allah hanya ingin kita untuk PERCAYA bahwa Dia pegang kendali dan pasti menjadikan semuanya indah pada waktunya [ayat 11], sekalipun banyak hal yang menjadi misteri dan sukar kita mengerti. Mari kita tetap teguh berpegang pada janji-Nya yang tidak pernah diingkari.
Di musim penghujan dan angin kencang, sering terjadi pohon tumbang. Pohon yang tumbang bukan pohon kecil tetapi pohon besar yang kelihatan kokoh, sangat rindang dan subur. Pohon tersebut tumbang karena akarnya yang tidak kuat atau rapuh. Saat menanam pohon yang nantinya diharapkan menjadi besar dan rindang seharusnya diperhatikan apakah akar pohon tersebut bisa tumbuh dengan baik, luas dan dalam. Timur Tengah daerah dengan padang pasir sering terjadi badai topan tetapi tidak ada pohon korma yang tumbang karena badai. Pada waktu menanam di atas tunas pohon diletakkan batu, yang semakin hari semakin besar dengan tujuan sebelum tumbuh ke atas, akar tumbuh sangat dalam dan kuat. Sebagai murid harus berakar kuat di dalam Dia, tetap tinggal di dalam Tuhan. Berakar dulu makin dalam baru kemudian tumbuh ke atas. Setiap murid harus belajar dan memahami Firman Tuhan sebagai dasar kehidupan rohani yang kokoh. Hal itu sangat penting karena angin kencang yang berupa pengajaran-pengajaran palsu yang menawan, tradisi, berbagai macam masalah dan tantangan yang dihadapi bisa membuat tumbang iman murid Kristus. Sebagian orang lebih suka pelayanan yang dilihat banyak orang dibanding dengan tekun belajar Firman yang tidak kelihatan. Saat ini marak tawaran pengajaran-pengajaran baru yang dikemas demikian bagus sehingga membuat banyak orang tertarik untuk mengikutinya. Bila kita tidak berakar kuat dalam Firman, akan sangat mudah untuk bimbang dan akan mengambil keputusan mengikuti pengajaran baru itu walaupun bertentangan dengan Firman. Tekanan ekonomi, masalah keluarga, masalah pekerjaan bahkan masalah pelayanan akan mudah membuat kita lari dari Tuhan apabila tidak tetap di dalam Dia. Marilah kita mau mengorbankan sedikit waktu untuk tekun membaca dan merenungkan Firman sehingga iman kita tidak mudah tumbang.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Kegagalan Yang Berbuah Manis
13 Maret '17
Teruslah Berkarya
19 Maret '17
Proses Mengalami Tuhan
06 Maret '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang