SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 29 Mei 2016   -HARI INI-
  Sabtu, 28 Mei 2016
  Jumat, 27 Mei 2016
  Kamis, 26 Mei 2016
  Rabu, 25 Mei 2016
  Selasa, 24 Mei 2016
  Senin, 23 Mei 2016
POKOK RENUNGAN
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firmanKu, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. (Yohanes 8:51)
DITULIS OLEH
Ibu Ribkah E. Christanti
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hidup Dalam Anugerah
Hidup Dalam Anugerah
Kamis, 05 September 2013 | Tema: Kebenaran Kerajaan Allah
Hidup Dalam Anugerah
Yohanes 8:30-36
Seorang hamba Tuhan pernah bersaksi tentang bagaimana ia bisa mengenal Kristus. Menurutnya, ketika ia masih dalam kepercayaannya yang lama, ia tidak sempat memiliki tabungan dan selalu hidup dalam ketakutan. Betapa tidak, dalam setahun saja, ia harus mengadakan beberapa macam ritual yang menuntut adanya korban dan sesajen yang telah ditentukan jumlahnya. Menurut kepercayaannya dulu, serangkaian syarat tersebut harus dipenuhi untuk menyenangkan para “penguasa” alam sehingga dirinya terhindar dari marabahaya, selamat, rezekinya tetap lancar, dll. Jika tidak dilakukan, maka akan mendapat celaka. Namun ketika ia diperkenalkan kepada Yesus, dan keselamatan di dalam Dia, ia terheran heran. Bagaimana bisa keselamatan yang “mahal” (menurut kepercayaannya yang lama) itu, bisa diraih dengan cuma-cuma hanya dengan percaya kepada Yesus?

Bersyukur....selengkapnya »
Orangtua yang bertanggung jawab tentunya memperhatikan dengan baik bagaimana pertumbuhan kualitas hidup anak-anaknya. Dimulai dari sejak dini para orangtua mengasuh anak-anaknya, artinya sejak kecil anak-anak diperhatikan pendidikannya. Bukan saja untuk urusan sekolahnya, namun yang terpenting adalah urusan moral serta rohani anak-anak. Orangtua memiliki peran yang sangat penting terhadap pertumbuhan fisik, moral, mental dan rohani. Tetapi sebaliknya, anak-anak yang bertumbuh “liar” hancur-hancuran moralnya adalah kegagalan orangtua dalam mendidik anak-anaknya. Demikian juga dengan kita sebagai anak-anak Tuhan. Allah adalah Bapa kita yang senantiasa memperhatikan hidup kita. Tuhan bertanggung jawab penuh dalam kehidupan kita, bukan saja berkat selama hidup di dunia ini, yaitu semua kebutuhan jasmani kita telah disediakan Tuhan, terlebih dari itu berkat kemuliaan hidup kekal, serta kekudusan hidup juga telah dikerjakan oleh Tuhan Yesus [Ibrani 10:10]. Begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Dia memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk keselamatan manusia berdosa [Yohanes 3:16]. Tuhan sudah mengerjakan yang terbaik bagi kita, tetapi bagaimana dengan respon kita terhadap kasih Allah yang sempurna itu? Pertama, kita harus benar-benar menerima Kristus secara konsisten, artinya percaya di dalam Kristus tidak saja mengaku dengan mulut saja tetapi juga dalam seluruh kehidupan kita tetap di dalam Yesus [ay. 6]. Kedua, hendaklah kita berakar di dalam Dia [ay. 7]. Iman yang konsisten atau tetap teguh dan tidak goyah akan membuat kita semakin kuat [berakar]. Iman yang teguh berarti hidup kita tidak mudah terpengaruh oleh tipuan dan rayuan kefasikan dunia ini. Ketiga, hendaklah kita dibangun di atas Dia [ay. 7]. Ketika iman kita di dalam Yesus sudah kuat tak tergoyahkan, maka ijinkan Dia membangun kita, yaitu hidup jadi berkat bagi orang lain, menjadi pemimpin komcil, terlibat pelayanan gerejani, mengabarkan Injil Yesus Kristus, menyerahkan sebagian harta kita [uang] untuk pekerjaan Tuhan, memimpin keluarga dengan bertanggung jawab, dll. Tuhan Yesus sudah menguduskan kita sebagai gereja-Nya, maka sebagai timbal balik gereja harus menguduskan nama Tuhan sebagaimana yang telah tercatat dalam poin pertama, kedua dan ketiga di atas. Hendaklah hidupmu yang telah menerima Kristus senantiasa tetap di dalam Dia, berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia.
Mas Karno baru saja selesai mengikuti kelas SPK Pemenang. Ia bersyukur sebab telah dimerdekakan dari dosa pornografi dan kebiasaan mabuk yang telah lama menjerat hidupnya. Selama mengikuti kelas SPK Pemenang ia mengambil komitmen untuk menjauhi kebiasaan buruknya selama ini. Tiga bulan telah berlalu, ia kembali dicobai dan harus berjuang melawan kebiasaan lamanya. Di tengah pergumulan hebat dia ingat akan Firman Tuhan yang baru saja dibahas dalam persekutuan bersama kelompok Youth hari selasa yang lalu. Akhirnya ia berhasil menang dari pergumulan tersebut. Nats kita hari ini membahas tentang sifat-sifat baru yang diberikan Allah kepada umat yang telah dikuduskan oleh penebusan Tuhan Yesus Kristus. Ayat renungan kita menegaskan bahwa setiap orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus harus siap menanggalkan atau membuang kebiasaan hidup lama yang berdosa dan menggantikan dengan kehidupan yang baru bersama Yesus Kristus. Kehidupan baru itu harus terus menerus diperbaharui oleh Roh Kudus karena godaan untuk kembali kepada kehidupan lama setelah bertobat besar sekali. Gambarannya seperti seorang yang telah bekerja keras membersihkan rumah sampai berkeringat, kemudian ia mandi dan membersihkan diri. Setelah mandi masakan ia akan keluar dengan tetap mengenakan pakaian yang kotor oleh keringat dan debu. Pasti tidak mungkin. Kalau ada yang melakukan itu, konyol sekali. Setelah mandi dan membersihkan diri pasti memakai pakaian bersih. Demikian pula dengan kehidupan baru kita di dalam Kristus. kita harus benar-benar hidup bersih dan kudus, serta tidak lagi memiliki keinginan untuk kembali kepada kehidupan yang lama. Namun dalam praktek kehidupan nyata, mengenakan manusia baru di dalam Kristus ternyata bukan hal yang mudah. Di sinilah terjadi pergumulan dan tarik menarik antara keinginan Roh dengan keinginan daging di dalam hati dan pikiran kita. Syukurlah ada Roh Kudus, ada Firman Allah yang bisa kita baca setiap hari, dan saudara seiman dalam persekutuan di dalam Kristus yang membuat kita bisa menang dari kebiasaan buruk kita. Oleh karena itu kita diminta dengan iman dan komitmen untuk membuang segala sesuatu yang buruk dan menggantikan dengan segala sesuatu yang baru yang berasal dari Allah. Tanpa ada tekad dan komitmen untuk membuang dan memutus hubungan dengan hidup yang lama, mustahil kita berhasil menjadi pemenang dan umat yang kudus.
Sangat disayangkan. Itulah ungkapan yang keluar dari beberapa orang yang mengenal sepupu saya mengenai pengalaman rohaninya. Dahulu hidupnya sangat berantakan, bisa dikatakan sebagai trouble maker. Dari SD sampai SMA, seringkali orangtuanya dipanggil kepala sekolah akibat ulahnya. Mulai masalah tawuran, penganiayaan bahkan narkoba. Namun suatu waktu ada seorang hamba Tuhan yang dipakai Tuhan untuk menegur dia dan melayani pelepasan. Peristiwa itu seperti menjadi titik balik hidupnya. Dia punya karunia untuk mengusir setan, dia menjadi pemimpin sekelompok anak muda yang melayani pelepasan dan komunitas pendoa. Kami melihat hidupnya begitu berbeda. Namun di saat pelayanannya seakan berada di puncak, dia tergoda dengan beberapa wanita yang mengaguminya. Mulailah dia sibuk dengan pacar yang satu dan berikutnya, bahkan mantan guru sekolah minggunya pun dipacarinya. Akhirnya dia kembali jatuh. Dia tidak lagi aktif dalam pelayanan, gemar dipuji orang dan memiliki gaya hidup mewah, terlilit masalah hutang sana sini. Kisah di atas mengingatkan kepada kita bagaimana hidup bisa berubah arah. Dulu tidak baik, bisa menjadi baik, demikian sebaliknya. Dan di zaman akhir ini, Tuhan menginginkan hidup kita berkenan di hadapan-Nya. Dia menginginkan kita sebagai mempelai wanita yang mampu menjaga kesucian hidup kita. Perjuangan kita memang tidak mudah. Nats yang kita baca hari ini mengatakan bahwa Iblis itu seperti singa yang mengaum-aum dan siap menerkam siapa saja yang lengah. Banyak hal yang dipakai Iblis untuk memperdaya kita. Misalnya, kesuksesan dalam karier maupun pelayanan, hobi, teknologi, keluarga bahkan mungkin lewat hal yang menyakitkan, seperti kegagalan atau vonis dokter atas penyakit ganas dalam hidup kita, dll. Yang membuat kita bisa bertahan hanya percaya tanpa syarat kepada Tuhan. Apapun dan bagaimanapun keadaannya, kita tetap hidup sebagai orang percaya tanpa memiliki motivasi apapun. Kita membangun keintiman dengan-Nya, sehingga kita tahu ‘sinyal-sinyal’ yang membuat-Nya cemburu, seperti waktu dan perhatian berlebih selain kepada-Nya. Hendaknya kita hidup sebagai orang yang dapat dipercayai-Nya sehingga walaupun ada kesempatan untuk berbuat dosa, tetapi kita tidak melakukannya. Untuk itu waspada dan berjaga-jagalah!
Yesus Kristus mengatakan, “Jangan bersukacita dalam pelayanan-Mu yang berhasil untuk-Ku, tetapi bersukacitalah karena relasimu yang benar dengan-Ku.” Kita dapat dengan mudah jatuh dan terjebak dalam dosa ketika kita berbahagia dan bangga dalam pelayanan yang berhasil. Bersukacitalah karena Tuhan sudah memakai kita. Namun kita tidak akan pernah dapat sepenuhnya memperkirakan apa yang akan Tuhan lakukan melalui kita jika kita tidak memiliki relasi yang benar dengan Yesus Kristus. Jika kita selalu menjaga hubungan yang benar dengan-Nya, tidak peduli dalam situasi apapun atau dengan siapapun kita berjumpa setiap hari, Tuhan akan terus mengalirkan “aliran-aliran Air Hidup” melalui kita. Dan semua itu sesungguhnya karena kemurahan hati-Nya melalui penebusan dan pengudusan-Nya. Ingatlah bahwa Tuhanlah yang menempatkan kita dalam setiap situasi dan kondisi yang kita hadapi. Dan Tuhan menggunakan reaksi hidup kita terhadap situasi dan kondisi tersebut untuk menggenapi tujuan-Nya selama kita masih terus hidup dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang. Kecenderungan kita sekarang ini adalah menekankan bahwa pelayanan itu baik dan harus. Namun demikian bagi kita yang telah dikuduskan, arahan dan bimbingan hidup yang datang dari Tuhan sendiri bukan diukur berdasarkan berhasil atau tidaknya pekerjaan pelayanan yang kita lakukan. Karya Tuhan yang berarti melalui hidup kita yang berarti, bukan sekedar dinilai dari apa yang kita lakukan untuk-Nya. Semua yang diperkenan Tuhan dalam hidup seseorang adalah hubungan orang itu dengan Allah dan mengaplikasikannya kepada sesama melalui buah-buah roh yang dihasilkan dari karya Roh Kudus yang bekerja dalam hidup-Nya. Bagaimana dengan kehidupan kita? Masihkah kita terus membangun hubungan yang benar dengan Allah?
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Berani Kotor itu Baik, Benarkah ?
07 Mei '16
Mati Bagi Dosa, Hidup Bagi Allah
15 Mei '16
Mempelai Wanita Idaman Tuhan
04 Mei '16
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang