SEPEKAN TERAKHIR
  Kamis, 17 April 2014   -HARI INI-
  Rabu, 16 April 2014
  Selasa, 15 April 2014
  Senin, 14 April 2014
  Minggu, 13 April 2014
  Sabtu, 12 April 2014
  Jumat, 11 April 2014
POKOK RENUNGAN
Dengan tinggal tetap di dalam Tuhan, maka segala rupa pencobaan dan tantangan yang kita hadapi justru akan membuat kita semakin dan semakin terlatih menghadapinya.
DITULIS OLEH
Pdt. Natanael Rabono
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hidup Di Tengah Kemajemukan
Hidup Di Tengah Kemajemukan
Kamis, 23 Mei 2013 | Tema: Memiliki Karakter Kristus
Hidup Di Tengah Kemajemukan
Yosua 23:1-16
Ada suatu pemandangan yang terlihat “aneh” dan menimbulkan pertanyaan. Pada enam bulan yang lalu segerombol pepohonan bambu secara “kompak” bersama-sama agak merebah ke arah barat, kemudian waktu berjalan dan tiga bulan yang lalu segerombol bambu itu telah berubah posisi arah rebahnya ke timur. Tetapi sekarang segerombol pohon bambu itu arah rebahnya jelas terlihat ke utara. Kata banyak orang bahwa pohon bambu adalah pohon yang lentur, mudah diombang-ambingkan angin, tetapi justru kelenturan itulah letak kekuatannya. Hampir tidak pernah kita melihat pohon bambu tumbang karena diterpa angin. Oleh sebab itu kita sekarang mengerti bahwa segerombolan pepohonan bambu yang selalu berubah-ubah arah rebahnya karena sering diterpa angin kencang dari arah yang selalu bergantian, namun demikian bambu-bambu itu masih tinggal tetap di tempatnya dan bertahun-tahun tidak satu pun yang tumbang. Mengapa pepohonan bambu itu begitu kuat? Sedikitnya ada dua alasan: 1. karena pepohonan tersebut hidup lentur; 2. Karena dengan hidup bergerombol, maka akar-akarnya telah menyatu. Itulah kunci kekuatannya.

Demikianlah juga dalam isi pidato Yosua kepada bangsa Israel, Yosua mengingatkan bahwa sekarang mereka tinggal berdampingan dengan sisa-sisa bangsa-bangsa lain. Itu berarti bahwa Israel terancam keberadaannya, katakan saja masalah tradisi adat-istiadat, kepercayaan, kawin campur, dan sebagainya. Hal-hal tersebut siap mengikis Israel. Yosua memperingatkan bahwa iman mereka selalu diuji dan teruji di tengah bangsa lain yang juga berjuang mempertahankan dan ...selengkapnya »
Pada masa-masa awal bergulirnya liga utama permainan bisbol yang sangat digemari di Amerika Serikat, liga itu didominasi oleh para pemain kulit putih yang dipuja-puja oleh penggemar mereka. Jackie Robinson adalah pemain kulit hitam pertama yang berhasil menembus persaingan ketat untuk masuk ke dalam jajaran tim bisbol liga utama. Namun ia tak bisa berlama-lama bergembira atas pencapaiannya sebab para penggemar bisbol yang terkenal sangat rasis tak pernah melewatkan satu kesempatan pun untuk memojokkannya. Ketika ia dan rekan-rekannya sedang bertanding melawan tim tamu yang bertandang ke markas mereka di Brooklyn, tanpa sengaja Jackie Robinson melakukan sebuah kesalahan yang serta merta disambut oleh fans dengan teriakan-teriakan yang melecehkan dan menghinanya. Jackie begitu terpukul sehingga dia hanya diam terpaku di tengah derasnya cemooh yang seolah tak ada hentinya. Ketika ia berpikir bahwa karirnya berakhir sampai di situ, ia merasakan sebuah lengan yang kokoh melingkari bahunya. Sesosok tubuh berdiri di sampingnya. Menemaninya menghadapi fans yang meneriakinya dengan brutal. Sosok itu adalah rekan satu tim yang merupakan bintang lapangan mereka. Para fans langsung terdiam. Segenap penjuru hening. Pembelaan dari sang bintang lapangan telah menyelamatkan karir Jackie. Menjalani kehidupan sebagai pengikut Kristus yang sungguh-sungguh, kita sering dianggap berbeda dengan orang-orang kebanyakan. Hal itu sering memicu cemooh atas segala sesuatu yang kita ucapkan dan lakukan. Jangankan ketika kita tanpa sengaja melakukan kesalahan, bahkan saat tak melakukan kesalahan pun orang mencari-cari kesalahan kita. Janganlah berkecil hati. Pembela kita tak pernah tidur. Dalam kesulitan seperti apa pun kita tidak akan hancur. Selalu ada jalan. Selalu dimampukan untuk bertahan. Untuk maju. Untuk menang.
Tidak pernah ada jaminan bahwa kehidupan orang benar pasti tidak akan menemui masalah. Justru karena kita berjalan di dalam kebenaran, maka masalah demi masalah diijinkan Allah untuk melatih iman kita supaya bertumbuh semakin dewasa. Hal ini dialami oleh pak Djono, seorang pejabat pengawas sekolah tingkat sekolah menengah di salah satu kota terkenal di ujung timur pulau Jawa. Pada waktu itu pemerintah, khususnya Departemen Pendidikan, membagi-bagikan mikroskop. Ternyata dalam proses persiapan pengadaan barang sampai pengiriman ke sekolah-sekolah ternyata ada unsur KKN antara pejabat bagian pengadaan barang dengan pihak investor yang mensuplai barang. Setelah tiga bulan berjalan, ada pengecekan dari pusat. Ternyata spesifikasi barang tidak sesuai dengan kenyataan dan ada sejumlah dana yang tidak dikembalikan. Berhubung pak Djono salah satu pimpinan yang harus bertanggungjawab, maka dia terpaksa harus berurusan dengan pihak berwajib, menjalani pemeriksaan, ditahan dan diadili sesuai prosedur hukum yang ada. Namun karena tidak terbukti melakukan tindak kejahatan, maka dia dinyatakan bebas setelah menjalani hukuman 6 bulan penjara. Kisah nyata ini sesuai dengan Mazmur 5:12-13 dan Mazmur 34:20 yang menyatakan bahwa kemalangan dan musuh orang benar itu memang banyak, namun Tuhan Yesus selalu menyertai dan melindungi setiap orang yang melakukan kebenaran. Dalam setiap pekerjaan, setiap kita pasti berhadapan dengan suatu resiko ketika menjalankan prosedur yang benar. Ada godaan untuk melakukan yang tidak benar, ada kesempatan untuk memanfaatkan sesuatu yang bukan hak miliknya. Ada musuh yang siap menjatuhkan dan mencari titik lemah kita karena sikap kita yang benar dan tegas. Namun kalau kita tetap memegang komitmen untuk hidup benar di hadapan Allah, maka perlindungan-Nya pasti akan kita alami dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada. Pemazmur juga merasakan hal tersebut. Hidupnya selalu berhadapan dengan musuh yang selalu merencanakan hal-hal yang jahat terhadap dirinya (ayat 5-7). Namun kasih setia dan perlindungan Allah selalu nyata dalam hidupnya. Sehingga dirinya terluput dari bahaya maut. Pemazmur merasa kagum terhadap karya Allah yang ajaib dalam melindungi hidupnya. Oleh penyertaan Allah, dia dapat melewati rintangan demi rintangan. Demikian pula dengan kehidupan kita. Apapun masalah dan rintangan yang kita hadapi, percayalah bahwa kita tidak sendirian sebab Allah selalu menopang dan menyertai kita kapan saja dan di mana saja. Marilah kita sebagai warga Kerajaan Allah tetap berkarya dalam kejujuran dan kebenaran agar melalui karya kita, Tuhan Yesus dipermuliakan.
Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. (ayat 8-9) Orang Kristen memang dirancang Tuhan untuk tahan banting. Dalam sejarahnya Kekristenan selalu menghadapi aniaya dan tekanan, namun tetap eksis dan bahkan malah berkembang. Ada sebuah buku yang berjudul Semakin Dibabat Semakin Merambat. Buku ini mengisahkan tentang riwayat penganiayaan yang diderita orang Kristen dari masa ke masa. Salah satu penggalan kalimat di buku itu mengatakan: ”Mereka dihina, namun mereka dimuliakan dalam kehinaan mereka. Mereka difitnah, namun mereka dibenarkan Tuhan. Mereka dimaki, namun mereka memberkati. Mereka diejek, namun mereka menghormati. Mereka melakukan hal yang baik, namun menderita sebagai orang yang melakukan kejahatan. Dalam penghukuman mereka bersukacita, sebab mereka telah dihidupkan....” (Halaman 6) Sungguh mengherankan sekalipun orang-orang Kristen dianiaya sedemikian rupa namun tetap bertahan. Apa yang menyebabkan mereka memiliki kekuatan yang begitu rupa? Mereka tidak punya kekuatan secara politik, atau secara finansial, terlebih secara militer. Tapi mereka memiliki sumber kekuatan yang melampaui kekuatan manusia. Rahasianya terdapat di dalam 2 Korintus 4:7, ”Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” Kekuatan yang melimpah-limpah itu adalah kuasa dari Injil itu sendiri. Kekuatan Injil begitu dahsyat sehingga membuat orang-orang Kristen sanggup meretas setiap rintangan yang menghambatnya. Orang Kristen sekarang sama dengan orang Kristen zaman dahulu, karena kita memiliki kekuatan yang sama. Situasi zaman memang berubah dan berbeda di setiap zaman dan tempat. Tantangan dan rintangan juga berbeda dan berubah dari waktu ke waktu. Tetapi kekuatan yang melimpah-limpah itu tetap tersimpan dari masa ke masa. Setiap saat kita memerlukannya, kekuatan itu selalu tersedia. Pakailah kekuatan yang melimpah itu. Jangan pernah menyerah. Anda dirancang untuk menjadi orang Kristen yang meretas rintangan.
BENCANA... ya, bencana adalah kejadian yang sangat menakutkan bagi semua mahluk hidup, terutama manusia. Ketika bencana datang, dia tidak pandang bulu, tidak memilih ini dan itu, orang beriman maupun tidak tetap diterjang. orang setia kepada Tuhan maupun yang tidak setia tetap diterkam. Orang kaya atau miskin sama saja. Bencana memang tidak pandang bulu! Ketika Abram baru saja sampai di tanah Kanaan, sesuai petunjuk Allah sebelumnya, dan belum lama Abram tinggal di sana, tiba-tiba bencana kelaparan melanda. Siapapun yang menghadapi bencana kelaparan pasti segera berusaha untuk mengatasi dengan aksi cepat, sebab ini persoalan hidup-mati. Oleh sebab itu Abram mengambil langkah cepat untuk mengatasi masalah besar tersebut dengan mengambil keputusan untuk pergi ke Mesir. Tentu saja dengan harapan di Mesir ada kehidupan yang lebih baik. Nah, kita akan lihat apa yang dilakukan Abram di Mesir. Ternyata di luar dugaan, Abram menerapkan strategi yang beresiko tinggi supaya dapat masuk Mesir dan diterima Firaun. Sarai, isterinya, yang terkenal sangat cantik, diminta oleh Abram supaya mengaku sebagai adiknya. Strategi ini memang sangat jitu, sebab dengan kecantikan Sarai, maka Abram diterima Firaun, aman dari bencana kelaparan, dan bahkan dapat hadiah dari Firaun (ayat 16). Abram tampak sangat egois, Abram tidak berpikir panjang. Dia mementingkan amannya sendiri, tidak memikirkan nasib Sarai, isterinya. Dan ternyata benar, akhirnya berbuntut masalah. Untung Allah masih melindungi Abram. Ketika kita sedang menghadapi persoalan besar, janganlah mudah menentukan sikap yang beresiko tinggi, pikirkanlah dampak jangka panjangnya dan berhati-hatilah. Pikirkanlah masak-masak, pertimbangkan untung-ruginya bagi diri kita. Berdoalah kepada Tuhan, maka Dia akan turut memahami kesulitan kita, dan Tuhan akan menolong ketika kita bersedia mendahulukan Tuhan ketika menghadapi masalah. Sebenarnya penyertaan Tuhan mendahului orang percaya, oleh sebab itu jangan gegabah.
MARI BERTUMBUH BERSAMA
TEMA BULAN APRIL 2014
RENUNGAN HARIAN
Sebuah Lengan Yang Kokoh
28 Maret '14
Kasih Sejati Berkobar Dalam Segala Kondisi
20 Maret '14
Tantangan Yang Mendatangkan Kemuliaan Allah
19 Maret '14
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang