SEPEKAN TERAKHIR
  Sabtu, 21 Januari 2017   -HARI INI-
  Jumat, 20 Januari 2017
  Kamis, 19 Januari 2017
  Rabu, 18 Januari 2017
  Selasa, 17 Januari 2017
  Senin, 16 Januari 2017
  Minggu, 15 Januari 2017
POKOK RENUNGAN
Dengan tinggal tetap di dalam Tuhan, maka segala rupa pencobaan dan tantangan yang kita hadapi justru akan membuat kita semakin dan semakin terlatih menghadapinya.
DITULIS OLEH
Pdt. Natanael Rabono
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hidup Di Tengah Kemajemukan
Hidup Di Tengah Kemajemukan
Kamis, 23 Mei 2013 | Tema: Memiliki Karakter Kristus
Hidup Di Tengah Kemajemukan
Yosua 23:1-16
Ada suatu pemandangan yang terlihat “aneh” dan menimbulkan pertanyaan. Pada enam bulan yang lalu segerombol pepohonan bambu secara “kompak” bersama-sama agak merebah ke arah barat, kemudian waktu berjalan dan tiga bulan yang lalu segerombol bambu itu telah berubah posisi arah rebahnya ke timur. Tetapi sekarang segerombol pohon bambu itu arah rebahnya jelas terlihat ke utara. Kata banyak orang bahwa pohon bambu adalah pohon yang lentur, mudah diombang-ambingkan angin, tetapi justru kelenturan itulah letak kekuatannya. Hampir tidak pernah kita melihat pohon bambu tumbang karena diterpa angin. Oleh sebab itu kita sekarang mengerti bahwa segerombolan pepohonan bambu yang selalu berubah-ubah arah rebahnya karena sering diterpa angin kencang dari arah yang selalu bergantian, namun demikian bambu-bambu itu masih tinggal tetap di tempatnya dan be...selengkapnya »
Pak Badu penjaga sebuah villa di sebuah tempat wisata yang terletak di pegunungan. Pemilik villa yang tinggal di sebuah kota besar karena kesibukannya jarang sekali datang. Walaupun demikian dia tetap rajin merawat villa, pagi-pagi sudah membersihkan semua ruangan dan halaman yang cukup luas. Bila ada beberapa bagian villa yang mengalami kerusakan segera dia perbaiki. Setiap hari selalu saja ada yang dikerjakan sehingga kelihatan sangat sibuk. Hal tersebut menarik perhatian tetangganya, dan bertanya kepadanya “ Pak Badu mengapa selalu sibuk merawat villa padahal kan kosong dan tidak berpenghuni ?” Jawabnya “ Saya tidak tahu kapan pemilik villa ini datang, dia bisa datang sewaktu-waktu. Saya tidak mau mengecewakan ketika dia datang, maka saya selalu persiapkan kedatangannya”. Sebelum kedatangan-Nya untuk menghakimi manusia, pesan bagi setiap murid Kristus agar siap selalu. Beritakan Firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakan apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan tiba waktunya orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi menurut kehendaknya sendiri mendengar hal-hal dongeng dan yang menyenangkan telinga. Kuasai diri dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikan tugas pelayananmu. Kita tidak tahu kapan Yesus datang kembali ke dunia, bagian kita adalah mempersiapkan kedatangan-Nya dengan tetap setia memberitakan kabar baik dalam keadaan apapun melalui perkataan, perbuatan, sikap hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan. Berikan nasehat dan teladan dengan sabar kepada siapa saja yang saat ini belum mengenal Yesus terutama di keluarga kita. Kita harus bisa menguasai diri dan sabar dalam menghadapi berbagai masalah dan penderitaan. Ambilah waktu dan tidak pernah jemu untuk melayani Tuhan dan perkerjaan-Nya, karena banyak yang dapat kita perbuat untuk mendatangkan kemulian-Nya.
Salah satu sikap seorang murid yang baik adalah taat/patuh kepada perintah atau aturan guru maupun institusi yang telah disepakati bersama. Sebelum menjadi murid Yesus, Simon Petrus seorang nelayan yang piawai dalam bidangnya. Ia ahli dalam hal menjala ikan. Sampai pada suatu hari dia menyadari kepiawaiannya sama sekali tak berarti dibandingkan dengan kuasa Yesus Sang Guru. Simon Petrus menyaksikan suatu kejadian yang dianggapnya sangat ajaib dan luar biasa karena tidak masuk akal menurut keahliannya sebagai nelayan handal. Sepanjang malam dia bersama teman-teman bekerja keras tidak mendapatkan apa-apa. Tetapi saat Yesus memerintahkan agar perahunya kembali ke tempat yang sama di mana mereka mengalami kegagalan sebagai nelayan, jala mereka sampai terkoyak karena begitu banyak ikan yang tertangkap. Mengapa mujizat yang luar biasa itu terjadi? Karena Simon Petrus taat/patuh kepada perintah Yesus untuk menebarkan jala di tempat yang telah digelutinya sepanjang malam tanpa hasil. Ketaatan Simon Petrus membuahkan hasil yang sangat menakjubkan. Simon Petrus tersungkur di hadapan Yesus dan merasa dirinya kecil tiada arti dan penuh dosa. Sehingga saat Yesus menyatakan ingin menjadikan mereka penjala jiwa, langsung Simon Petrus, Yakobus dan Yohanes meninggalkan pekerjaannya dan mengikut Yesus. Mungkin kita pernah mengalami kegagalan dalam bisnis, rumah tangga atau pelayanan seperti yang dialami Simon Petrus. Kita pun juga bisa mengalami mujizat dari Tuhan apabila kita taat dan patuh kepada apa yang Tuhan katakan melalui Firman-Nya yang kita baca/dengar, renungkan dan lakukan dalam hidup keseharian kita. Amin.
“Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” [Ibrani 9:27]. Ayat tersebut jelas menunjukkan bahwa manusia adalah mahluk yang bebas dan bertanggung jawab. Manusia diciptakan dengan kehendak bebas dan karena itu juga harus mempunyai tanggung jawab. Dalam tanggung jawab terkandung pengertian penyebab dari apa yang dialami manusia. Menjelang tahun baru banyak orang membuat suatu harapan untuk tahun yang akan dimasuki. Contoh: berharap tahun depan memiliki kesehatan yang baik, studi, bisnis, karier makin berhasil dan meningkat, dan sebagainya. Namun perlu disadari bahwa dengan membuat harapan, tidak akan merubah keadaan. Yang bisa merubah keadaan adalah diri sendiri yang dengan penuh tanggung jawab mengikuti, tunduk pada tatanan [rule of the game] dari Tuhan, satu-satunya sumber hidup dan Pencipta kita. Mengenai kebutuhan jasmani, sebetulnya Bapa sudah memberi suatu hukum tabur tuai yang bersifat universal. Contoh: • Untuk berhasil dalam studi, siswa/mahasiswa harus memanfaatkan waktu untuk belajar serius. • Untuk berhasil dalam pekerjaan, bisnis, karier, harus kerja keras, jujur, berkarakter baik dan tidak boros. • Untuk mengalami kesehatan yang baik harus menjaga makanan, minuman, olah raga teratur, cukup waktu istirahat dan hindari stress. Harapan harapan tersebut harus diperkarakan setiap hari, Bapa pasti tidak lalai menggenapi janji-Nya. Tanggung jawab akan menghasilkan “mujizat”. Di bidang rohani juga berlaku hukum yang sama, Barang siapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu [Galatia 6:7-8]. Dikaitkan dengan tema gereja tahun ini dan pesan tahun baru Gembala Jemaat, kita masing-masing harus menyadari dan bertanggung jawab untuk menjadi murid Kristus yang sejati yang bertumbuh imannya dengan cara: 1. Mengalami Tuhan setiap hari, yang akan membawa sikap takut dan menghormati Tuhan serta mendorong untuk berusaha hidup berkenan kepada-Nya. 2. Menggali kebenaran Injil yang murni dengan pimpinan Roh Kudus. 3. Setiap hari merelakan diri untuk digarap oleh Bapa melalui pengalaman hidup nyata. Kita akan mengalami perubahan bermakna dalam pola pikir dan gaya hidup, sehingga bisa menjadi saksi Kristus dan sosok teladan bagi banyak orang [berdampak pada sesama]. Untuk itu harus mempunyai tekad kuat, berjuang dengan komitmen tinggi sepanjang hidup.
Memasuki awal tahun yang baru ini, tentu kita juga menginginkan kehidupan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dengan menyusun rencana-rencana yang akan kita kerjakan. Mungkin ada kegagalan-kegagalan yang kita alami di tahun sebelumnya yang membuat kita ingin memperbaikinya. Kita mencoba membuat daftar hal-hal yang akan kita lakukan di tahun baru dan berusaha melakukannya. Atau istilah lain yang kita kenal adalah “resolusi tahun baru”. Resolusi tahun baru dibuat karena adanya rasa kurang puas akan sesuatu hal yang ada pada diri manusia sehingga muncul niatan untuk memperbaikinya. Orang dunia membuat resolusi tahun baru menurut standarnya sendiri, tetapi kita sebagai orang Kristen harus bisa berbeda dengan orang dunia. Sebagai orang Kristen, resolusi tahun baru hendaklah berkaitan dengan bagaimana cara kita mengasihi Tuhan dan sesama manusia. Apakah kita sudah berhasil mengasihi Tuhan dan sesama kita ataukah kita telah gagal. Di dalam Alkitab tertulis bahwa tidak mungkin seseorang dapat berubah hanya dengan mencoba lebih keras dan berkomitmen lebih banyak. Tindakan kita dipengaruhi oleh hati kita dan bukan oleh komitmen kita yang logis. Kita tidak memiliki kekuatan untuk mengubah diri kita sendiri dari hal-hal yang buruk, kecuali oleh pertolongan anugerah dan pekerjaan dari Roh kudus yang mengubahkan kita dan memampukan kita untuk mengasihi Tuhan dan sesama manusia. Mari kita sebagai orang Kristen menyadari bahwa untuk mengubah diri menjadi orang yang lebih memuliakan Tuhan, kita harus bergantung seutuhnya kepada Tuhan yang mampu menolong kita untuk melakukan resolusi yang benar sesuai dengan kehendak-Nya, dan dengan tujuan untuk mempermuliakan nama Tuhan.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Murid Yang Sejati
14 Januari '17
Kehendak Bebas dan Tanggung Jawab
17 Januari '17
Event Besar
22 Desember '16
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang