SEPEKAN TERAKHIR
  Sabtu, 24 Februari 2018   -HARI INI-
  Jumat, 23 Februari 2018
  Kamis, 22 Februari 2018
  Rabu, 21 Februari 2018
  Selasa, 20 Februari 2018
  Senin, 19 Februari 2018
  Minggu, 18 Februari 2018
POKOK RENUNGAN
Yesus adalah pemersatu kita untuk menjadi satu saudara seiman yang saling mengasihi, sehingga berkat-berkat tercurah karena satu kasih persaudaraan dalam Kristus.
DITULIS OLEH
Bp. Andreas T. Loso
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hidup Rukun
Hidup Rukun
Kamis, 21 Februari 2013 | Tema: Komunitas Yang Menebarkan Kasih
Hidup Rukun
Mazmur 133:1-3
Ada banyak suku bangsa di Indonesia, seperti Minahasa, Batak, Tiong Hwa, dan lainnya yang mengenakan nama marga, yaitu nama yang melekat di belakang atau depan nama seseorang. Ketika dua orang bertemu di suatu daerah peratauan dan mempunyai nama marga yang sama, maka dapat dipastikan mereka akan nampak begitu akrab, bahkan mereka akan menelusuri silsilah keluarga untuk mengetahui hubungan kekerabatan di antara mereka. Biasanya mereka yang diperantauan yang berasal dari satu marga akan membentuk komunitas agar tetap rukun satu sama lainnya.
Sebagai warga kerajaan Allah, semua orang percaya mempunyai hubungan darah satu sama lain, yaitu oleh penebusan darah Yesus Kristus. Sekalipun Tuhan menempatkan kita di kota atau daerah yang berbeda, juga di gereja yang berbeda, tetapi kita tetap satu di dalam Kristus. Kita harus membina kerukunan di antara saudara seiman.

Sebagai warga negara Indonesia, tanpa melihat latar belakang suku dan agama atau kepercayaan, kita harus membangun kerukunan dengan satu sama lainnya. Rahasia berkat Tuhan yang luar biasa adalah jika kita hidup rukun, baik dalam keluarga sendiri, antara saudara se...selengkapnya »
Di dalam diri manusia ada hasrat atau kehendak. Itulah yang menggerakkan manusia ke arah mana dan akan berbuat apa. Manusia tidak mungkin berjalan tanpa arah, bergerak tanpa hasrat. Manusia bergerak ingin mendapatkan sesuatu itulah hidup, bergerak, tidak berhenti. Manusia yang berhenti berarti mati. Orang lumpuh, bahkan yang tidak punya kaki pun bukan berarti hilang hasrat dan keinginan. Hanya orang matilah yang tidak memiliki gerak dan hasrat lagi. Keinginan dan keinginan, hasrat dan hasrat itulah hakekat manusia hidup. Tetapi tahukah hai semua manusia ! bahwa dengan hasrat atau keinginan itulah engkau digerakkan bisa menuju kebinasaan, tetapi juga sebaliknya bisa mendapatkan kehidupan. Hanya persoalannya adalah siapa yang menggerakkan keinginan atau hasrat itu? Ada dua hal yang menggerakkan yaitu: 1. roh diri sendiri [roh kedagingan], dan 2. Roh Tuhan. Mari kita lihat keduanya : 1. Hidup yang digerakkah roh diri sendiri [kedagingan]. Adalah hidup yang menuruti hasrat keinginan diri sendiri yang tidak mungkin menuju kebenaran, karena semua manusia telah diperhamba dosa yang selalu menuruti hawa nafsu kedagingan yang bertentangan dengan Allah [Rom 8:6a-8], yang berujung kepada kebinasaan. 2. Hidup yang digerakkan oleh Roh Kristus [Roh Kudus] Adalah hidup yang dipimpin oleh Roh Kristus, yaitu ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus, menerima Kristus secara pribadi, sehingga Dia berkenan tinggal dalam hidup kita, dan kita bersedia dipimpin arah hidup kita oleh-Nya maka kita akan berolah kehidupan [Roma 8:9,10] Jadi semua itu tergantung dengan kita sendiri, kita mau dipimpin Roh Kristus yang adalah pemberi kehidupan kekal atau kita mau memimpin diri sendiri, artinya kita tidak bersedia dipimpin Roh Tuhan tidak bersedia hidup dan lahir baru, maunya memuaskan keinginan kedagingan itulah jalan kebinasaan. Roh Kristus yang memimpin kita maka sertamerta membawa seluruh tubuh kita [jasmani] ikut memuji Tuhan dan bersaksi di sekitarnya, tetapi sebaliknya, barang siapa yang tidak bersedia menerima pimpinan Roh Ktistus maka ujung-ujungnya adalah pemuasan hawa nafsu secara jasmani, yang tidak memberi dampak positif di sekitarnya. Jadi pemahamannya simpel [sederhana]: barang siapa yang belum lahir baru [belum bersedia dipimpin Roh Kristus] bertentangan dengan orang yang telah lahir baru [bersedia dipimpin Roh Kristus]. Yang tidak lahir baru akan binasa tetapi yang bersedia lahir baru beroleh kehidupan kekal [Roma 8:13]. Jadi manusia batiniah [inner man] tidak selalu bertentangkan dengan manusia jasmaniah [outer man], yang dipertentangkan adalah manusia yang sudah lahir baru dan yang belum lahir baru.
Kita mungkin pernah mendengar atau pernah menyanyikan lagu yang Reff nya menyatakan di doa ibuku namaku disebut, di doa ibu kudengar ada namaku disebut. Tanggal 21 Juli 1990 adalah kelahiran rohani atau pertobatan saya, karena ada seorang ibu yang senantiasa tekun mendoakan meskipun ada orang-orang yang mengajak saya untuk ke gereja untuk beribadah. Saya percaya karena doa ibu saya lah yang menggerakkan Tuhan untuk mengubahkan hidup ini. Setelah bertobat saya mulai mendoakan papa saya meskipun sebelumnya sudah ada banyak orang yang memperkenalkan kristus dan mengajak ke Gereja. Namun justru baru tahun 1993 papa saya mau terima Tuhan dan di Baptiskan. Surat Yakobus tidak cuma untuk mengingatkan orang percaya yang hidup pada masa itu, namun juga pada jaman sekarang. Elia sebagai nabi Tuhan juga manusia biasa doanya di dengar dan di jawab Tuhan. Dengan kuat kuasa Nya, Allah melakukan apa yang di harapkan dan di minta oleh Elia. Mari sebagai umat Tuhan yang percaya, bahwa doa kita tidak cuma di dengar oleh Allah tetapi juga di jawab Nya. Kita tidak cuma sibuk berdoa untuk kebutuhan-kebutuhan pribadi, pergumulan dan masalah-masalah pribadi kita, tapi juga berdoa untuk keselamatan jiwa-jiwa. Supaya ada banyak orang percaya pada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Sehingga Allah memberikan keselamatan yang kekal seperti yang Tuhan Yesus mau.
Hidup dalam keharmonisan Roma 12:16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! Sebuah paduan suara akan menghasilkan nyanyian yang merdu jika semua anggotanya saling menyesuaikan suara mereka. Semua jenis suara, baik sopran, alto, tenor dan bas, jika diselaraskan dengan baik akan menciptakan paduan suara yang indah. Apabila ada suara yang terlalu tinggi atau terlalu rendah itu akan mengganggu paduan suara itu dan menciptakan suara sumbang atau disharmoni. Demikian juga tidak boleh ada suara yang terlalu keras atau menonjol. Seperti halnya dengan paduan suara demikianlah kehidupan kita di dalam komunitas, baik itu di masyarakat umum, gereja, atau bahkan komunitas apa saja. Agar hidup berkomunitas menjadi indah, maka setiap orang yang ada di dalam komunitas itu harus saling menyesuaikan dirinya dengan yang lain. Semuanya harus selaras dan seimbang sehingga terjadi sebuah harmoni. Jika ada yang ingin menonjol, berkuasa, bahkan mendominasi yang lainnya, maka akan terjadi disharmoni, dan kehidupan berkomunitas menjadi tidak bisa dinikmati. Agar tercipta sebuah paduan suara yang indah maka semua anggota harus berlatih dengan disiplin. Memang dibutuhkan latihan yang cukup keras, agar tidak menjadi paduan suara yang asal-asalan. Di dalam latihan itu semua anggota belajar menyelaraskan suaranya dengan yang lain. Suara yang salah, yang tidak sesuai dengan notasi, atau yang sumbang, yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, harus dikoreksi. Setiap anggota paduan suara harus siap dikoreksi. Jika tidak, maka dia akan mengganggu paduan suara itu. Demikian juga dalam kehidupan berkomunitas, kita perlu berlatih untuk menyelaraskan diri kita dengan yang lain. Kita harus mau dikoreksi. Memang pada waktu dikoreksi kita merasa tidak enak. Tetapi di situ akan kelihatan siapa yang sungguh-sungguh ingin hidupnya memuliakan Tuhan atau ingin menuruti kehendak hatinya sendiri. Kiranya Tuhan menolong kita sehingga dapat mewujudkan keharmonisan dalam hidup berkomunitas. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
Pak Budi adalah seorang Kristen sejak kecil. Dia bertumbuh dalam Gereja yang memiliki komunitas kecil untuk sarana pertumbuhan rohani jemaat. Pada suatu saat pak Budi memiliki pergumulan tentang keselamatan dirinya di hadapan Allah. Dia juga sempat meragukan apakah Yesus Kristus benar-benar Allah. Akhirnya Pak Budi di yakinkan keselamatan hidupnya melalui bimbingan pak Slamet sebagai pemimpin komcil. Pak Budi berusaha meyakinkan bahwa keselamatan hidupnya di dalam Kristus di jamin dan Kristus memang benar-benar Allah yang menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia berdosa. Keraguan tentang siapa Yesus Kristus sebenarnya bukan cuma pergumulan pak Budi saja, tetapi pergumulan banyak orang baik yang sudah mengenal dan percaya Tuhan Yesus maupun mereka yang belum percaya kepada Tuhan Yesus. Yang belum percaya layak kita maklumi sebab mereka berada di luar Kristus, tapi bagi yang sudah percaya Tuhan Yesus hal ini harus kita perhatikan dengan serius. Sebab akan berdampak dalam kehidupannya di kemudian hari. Sebagaimana bacaan renungan kita hari ini yang berkaitan dengan kehidupan Yohanes Pembaptis yang telah membaptis Tuhan Yesus dan memperkenalkan Tuhan Yesus kepada orang banyak melalui kotbahnya. Saat berada di dalam penjara menunggu bagaimana nasibnya selanjutnya di tangan Raja Herodes, dirinya sempat meragukan keberadaan Tuhan Yesus sebagai Sang Mesias. Oleh sebab itu dia mengutus muridnya untuk mempertanyakan hal ini kepada Tuhan Yesus. Ternyata jawaban Tuhan Yesus sangat mengejutkan. Pertama Dia meyakinkan bahwa Diri-Nya adalah Mesias melalui tanda-tanda yang telah di buatnya [ayat 4-6]. KeDua Dia, mulai berbicara tentang diri Yohanes Pembaptis [ayat 7-14]. Di katakan tidak ada seorangpun yang lahir di Israel memiliki pribadi lebih besar dari Yohanes Pembaptis. Pelajaran yang kita dapat melalui bacaan ini adalah kebesaran dan kasih Tuhan Yesus yang selalu ingin meyakinkan siapapun orang yang sempat meragukan keberadaan-Nya sebagai Sang Mesias. Supaya dengan pernyataan Tuhan Yesus, orang tersebut tidak lagi ragu-ragu melainkan akan melangkah dengan mantap dalam iman kepada dan bersama Tuhan Yesus. Bagaimana dengan diri kita saat ini, yakinkah kita bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias Sang Juruselamat manusia berdosa? Jika kita masih sempat meragukannya sama seperti Yohanes Pembaptis, maka temukan jawabannya melalui pembacaan dan pendalam Firman Allah terutama Injil Yohanes niscaya kita akan diyakinkan siapa Tuhan Yesus Kristus yang sebenarnya.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Kekuatan Doa
19 Februari '18
Menantikan KedatanganNya
23 Februari '18
Penguasaan Diri
21 Februari '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang