SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 24 Juli 2016   -HARI INI-
  Sabtu, 23 Juli 2016
  Jumat, 22 Juli 2016
  Kamis, 21 Juli 2016
  Rabu, 20 Juli 2016
  Selasa, 19 Juli 2016
  Senin, 18 Juli 2016
POKOK RENUNGAN
Yesus adalah pemersatu kita untuk menjadi satu saudara seiman yang saling mengasihi, sehingga berkat-berkat tercurah karena satu kasih persaudaraan dalam Kristus.
DITULIS OLEH
Bp. Andreas T. Loso
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hidup Rukun
Hidup Rukun
Kamis, 21 Februari 2013 | Tema: Komunitas Yang Menebarkan Kasih
Hidup Rukun
Mazmur 133:1-3
Ada banyak suku bangsa di Indonesia, seperti Minahasa, Batak, Tiong Hwa, dan lainnya yang mengenakan nama marga, yaitu nama yang melekat di belakang atau depan nama seseorang. Ketika dua orang bertemu di suatu daerah peratauan dan mempunyai nama marga yang sama, maka dapat dipastikan mereka akan nampak begitu akrab, bahkan mereka akan menelusuri silsilah keluarga untuk mengetahui hubungan kekerabatan di antara mereka. Biasanya mereka yang diperantauan yang berasal dari satu marga akan membentuk komunitas agar tetap rukun satu sama lainnya.
Sebagai warga kerajaan Allah, semua orang percaya mempunyai hubungan darah satu sama lain, yaitu oleh penebusan darah Yesus Kristus. Sekalipun Tuhan menempatkan kita di kota atau daerah yang berbeda, juga di gereja yang berbeda, tetapi kita t...selengkapnya »
Usianya sudah tidak muda lagi, tubuhnya pun tidak sekuat teman-temannya, bahkan masalah kesehatan sering mengganggunya. Sebentar sakit mata, di lain waktu jantungnya bermasalah, berkali-kali jatuh dari motornya, bahkan beberapa kali jiwanya terancam ketika hendak pergi ke gereja. Belum lagi jarak rumah dengan gereja yang menurut saya cukup jauh. Tapi itu semua tidak membuat beliau berniat berhenti atau pensiun dari pelayanannya. Setengah abad lebih dari hidupnya didedikasikannya melayani pekerjaan Tuhan. Bidang yang dilayani tidak terlalu dipandang orang, sangat sederhana. Tetapi kesetiaannya dalam melakukan tugasnya, sungguh membuat saya kagum. Jika kita tidak pandai menyampaikan Firman Tuhan, atau tidak memiliki kecakapan untuk menjadi pemimpin pujian, ataupun suara kita fals dan buta not balok atau not angka. Tidak pede untuk sekedar mengedarkan kantong kolekte, janganlah membuat kita memvonis diri sendiri bahwa “aku tidak punya kemampuan untuk melayani”. Ketika Tuhan menghadirkan kita di dunia ini, Dia sudah pasti memperlengkapi kita dengan karunia. Besar ataupun kecil karunia itu, hebat atau biasa saja, semua bisa dimanfaatkan untuk pelayanan pekerjaan Tuhan, asal kita melakukannya dengan sungguh- sungguh dan setia. Dan sekecil apapun pelayanan kita, jangan membuat kita berkecil hati karena Dia melihat sikap hati kita dalam melayani-Nya. Pikirkan apa yang bisa kita lakukan! Berdoa untuk orang lain? Senang meladeni anak-anak? Bisa mengetik? Bisa mengoperasikan komputer? Bisa bermain musik? Bisa bernyanyi? Bisa menyampaikan Firman? Mulailah mengambil keputusan untuk mengembangkan karunia yang Tuhan sudah berikan kepada kita, supaya bermanfaat bagi sesama, bagi gereja, dan sudah pasti bagi kita sendiri. Dan lihatlah ketika kita setia melakukan perkerjaan yang kecil sekalipun, Dia pasti mengapresiasi dan mengatakan, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang setia, engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”
Allah menciptakan setiap mahluk di bumi ini dengan kekhususannya. Ada yang berenang, ada yang lompat, ada yang melata, ada yang terbang, dsb. Masing-masing memiliki peranan yang dilakukan sesuai dengan apa yang telah Allah tetapkan bagi mereka. Demikian pula dengan manusia, setiap kita secara unik diciptakan oleh Allah untuk melakukan sesuatu yang khusus. Dia merancangkan dengan tepat bagaimana harus melayani-Nya. Lalu Ia membentuk kita untuk tugas tersebut. Kapanpun Allah memberikan tugas untuk dikerjakan, Ia selalu melengkapi kita dengan apa yang kita perlukan, yaitu kelengkapan karunia-karunia rohani yang diberikan kepada masing-masing kita. Namun karunia-karunia Roh yang diberikan Allah kepada orang percaya berfungsi untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama. Ada rupa-rupa karunia, tetapi tidak dimaksudkan untuk berdiri sendiri-sendiri. Semuanya saling melengkapi bagi kebaikan bersama. Bagaikan jaring laba-laba, saling terkait satu dengan yang lain dan tidak terpisahkan, saling memberikan keuntungan dan saling melengkapi. Setiap orang percaya yang telah menyadari karunia tertentu yang diterimanya dari Tuhan hendaknya mengembangkannya terus menerus. Namun kita juga perlu menolong sesama yang belum menyadari karunia yang dianugerahkan kepadanya supaya mereka pun dapat mempersembahkannya bagi kepentingan bersama. Rupa-rupa karunia bukan untuk disombongkan apalagi untuk merendahkan orang lain. Sikap sombong dan merendahkan karunia lain yang dimiliki sesama sama halnya dengan merendahkan Allah, Sang Pemberi karunia. Seperti halnya beberapa jemaat di Korintus yang memiliki karunia-karunia khusus dari Tuhan, rupanya menjadi jumawa dan tinggi hati. Sikap mereka yang merasa diri lebih hebat dari anggota jemaat yang lain telah mengganggu persekutuan yang ada. Kebanggaan inilah yang dikritik oleh Rasul Paulus dengan mengatakan bahwa yang berkarya melalui perkara-perkara istimewa yang manusia lakukan adalah Tuhan [ayat 6, 11]. Dan melalui perkara-perkara itu Tuhan menyatakan pelayanan yang membangun kehidupan iman jemaat [ayat 5] untuk kemuliaan-Nya. Karunia Rohani adalah wujud kuasa dan anugerah Allah, bukan kekebalan manusia. Maka praktek karunia rohani seharusnya terfokus untuk melayani Tuhan dan meninggikan-Nya dalam segala maksud kekal-Nya.
Suatu bangunan yang megah nan mewah nampaknya sangat menarik dan menyenangkan. Bahkan mungkin sebagian dari kita menginginkan tempat tinggal yang demikian. Indah, nyaman, bagus dan layak untuk dijadikan hunian. Namun tidak sampai di situ saja, kalau kita mau memperhatikan lebih detail, suatu bangunan yang demikian dibuat dari berbagai elemen yang sudah diukur dan diperkirakan kekuatannya. Misalnya, besi, bata, semen, dan lain sebagainya. Seorang ahli teknik sipil akan mengukur dan menghitung dengan detail sebuah kekuatan bangunan supaya dapat tetap kokoh dan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Semua elemen telah diperkirakan sesuai dengan luas dan tinggi dari suatu bangunan tersebut. Jikalau salah satu elemennya dikurangi, maka akan mengakibatkan bangunan akan cepat rusak, retak, tidak bertahan lama, bahkan roboh. Sehingga merugikan orang lain yang berada di sekitarnya. Demikian dengan maksud rasul Paulus mengenai karunia yang disampaikan kepada jemaat Korintus bahwa setiap orang yang diberikan karunia bukan hanya untuk digunakan membangun dirinya sendiri melainkan seharusnya untuk membangun sesama di dalam Tuhan. Setiap orang memang diberikan suatu karunia yang berbeda-beda. Yang menjadi perdebatan di jemaat Korintus adalah mengenai bahasa roh, di mana bahasa roh merupakan komunikasi dengan Allah bukan dengan manusia [1 Korintus 12:2]. Berbahasa roh adalah suatu karunia yang Tuhan berikan untuk mengungkapkan hal-hal yang rahasia oleh pimpinan Roh Kudus. Namun yang perlu kita pahami adalah bukan apa karunia yang Tuhan berikan kepada kita, namun bagaimana kita menggunakan karunia yang Tuhan berikan untuk membangun sesama kita. Jemaat yang terkasih, yakinkah setiap kita diberikan karunia oleh Tuhan? Setiap kita pasti diberikan paling tidak satu karunia rohani. Apapun itu, mari kita menggunakannya untuk melayani Dia. Kita juga menggunakan karunia itu untuk membangun sesama kita. Karena setiap karunia bukan untuk gagah-gagahan dan bukan pula untuk disombongkan. Berikan semua karunia itu untuk melayani dan membangun. Janganlah hendaknya kita memisah-misahkan karena perbedaan karunia atau bahkan mengurangi yang kita anggap tidak penting. Semua karunia yang Tuhan berikan berguna dan penting untuk membangun sesama.
Dunia ini sangat menyukai kekuatan, kebesaran, kekayaan, dan keterkenalan. Salah satu contoh adalah monopoli dagang. Mengapa melakukan demikian? Karena ingin menguasai perdagangan dan kesuksesan ingin direguknya sendiri. Contoh lain, saat ini negara Inggris mengambil keputusan untuk keluar dari Uni Eropa dengan alasan selama puluhan tahun bergabung dalam Uni Eropa tidak mengalami keuntungan justru setiap tahun malah mengalami kerugian. Jika dirupiahkan maka per tahun kerugian mencapai triliunan. Apa harapan dari kebijakan tersebut? Inggris ingin mengalami kembali kejayaan ekonomi secara mandiri. Rasul Paulus mengingatkan kepada jemaat Korintus pentingnya kasih guna pembangunan tubuh Kristus agar gereja bertumbuh besar. Memang benar bahwa gereja yang bertumbuh dan penuh dinamika adalah gereja yang umatnya aktif dengan segala karunianya. Misalnya karunia: bernubuat, iman, bahasa roh, pengetahuan, berkata-kata dengan semua bahasa manusia, suka memberi [ayat 1-3]. Tetapi jika masing-masing tidak melengkapinya dengan kasih, maka semua karunia itu seolah tiada artinya. Seandainya sebuah gereja penuh dengan karunia-karunia, sangat maju, dan terlihat dinamis, namun hal tersebut belum menjamin bahwa gereja tersebut akan bertumbuh dengan baik. Justru bisa saja mengalami perpecahan jika masing-masing mementingkan karunianya sendiri seperti halnya jemaat Korintus [1 Korintus 1:10-17]. Saudara yang kekasih, gereja yang besar belum tentu gereja yang kuat, justru di dalamnya berpotensi terjadi banyak persoalan. Jangan hanya sekedar memimpikan gereja besar. Besar? Yes! Tetapi juga harus kuat dan berfungsi sesuai dengan apa yang dikehendaki Tuhan Yesus. Bagaimana supaya gereja kita besar dan juga kuat? Bagaimana gereja kita bertumbuh dan melakukan kehendak Tuhan Yesus? Jika kita merenungkan 1 Korintus 13:1-13, maka kita seharusnya tidak anti terhadap segala karunia. Karunia adalah baik, tetapi semua karunia harus plus kasih. Semua karunia untuk membangun tubuh Kristus. Kuncinya adalah semua pemilik macam-macam karunia harus mengenakan KASIH, sebab pada hari Tuhan semua karunia akan lenyap, tetapi hanya kasih yang tinggal tetap selamanya [ayat 8].
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Kecilpun Bisa Dipakai
13 Juli '16
Saling Membutuhkan
21 Juli '16
Satu Asal Maksimal
09 Juli '16
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang