SEPEKAN TERAKHIR
  Sabtu, 21 Januari 2017   -HARI INI-
  Jumat, 20 Januari 2017
  Kamis, 19 Januari 2017
  Rabu, 18 Januari 2017
  Selasa, 17 Januari 2017
  Senin, 16 Januari 2017
  Minggu, 15 Januari 2017
POKOK RENUNGAN
Yesus adalah pemersatu kita untuk menjadi satu saudara seiman yang saling mengasihi, sehingga berkat-berkat tercurah karena satu kasih persaudaraan dalam Kristus.
DITULIS OLEH
Bp. Andreas T. Loso
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hidup Rukun
Hidup Rukun
Kamis, 21 Februari 2013 | Tema: Komunitas Yang Menebarkan Kasih
Hidup Rukun
Mazmur 133:1-3
Ada banyak suku bangsa di Indonesia, seperti Minahasa, Batak, Tiong Hwa, dan lainnya yang mengenakan nama marga, yaitu nama yang melekat di belakang atau depan nama seseorang. Ketika dua orang bertemu di suatu daerah peratauan dan mempunyai nama marga yang sama, maka dapat dipastikan mereka akan nampak begitu akrab, bahkan mereka akan menelusuri silsilah keluarga untuk mengetahui hubungan kekerabatan di antara mereka. Biasanya mereka yang diperantauan yang berasal dari satu marga akan membentuk komunitas agar tetap rukun satu sama lainnya.
Sebagai warga kerajaan Allah, semua orang percaya mempunyai hubungan darah satu sama lain, yaitu oleh penebusan darah Yesus Kristus. Sekalipun Tuhan menempatkan kita di kota atau daerah yang berbeda, juga di gereja yang berbeda, tetapi kita t...selengkapnya »
Memasuki awal tahun yang baru ini, tentu kita juga menginginkan kehidupan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dengan menyusun rencana-rencana yang akan kita kerjakan. Mungkin ada kegagalan-kegagalan yang kita alami di tahun sebelumnya yang membuat kita ingin memperbaikinya. Kita mencoba membuat daftar hal-hal yang akan kita lakukan di tahun baru dan berusaha melakukannya. Atau istilah lain yang kita kenal adalah “resolusi tahun baru”. Resolusi tahun baru dibuat karena adanya rasa kurang puas akan sesuatu hal yang ada pada diri manusia sehingga muncul niatan untuk memperbaikinya. Orang dunia membuat resolusi tahun baru menurut standarnya sendiri, tetapi kita sebagai orang Kristen harus bisa berbeda dengan orang dunia. Sebagai orang Kristen, resolusi tahun baru hendaklah berkaitan dengan bagaimana cara kita mengasihi Tuhan dan sesama manusia. Apakah kita sudah berhasil mengasihi Tuhan dan sesama kita ataukah kita telah gagal. Di dalam Alkitab tertulis bahwa tidak mungkin seseorang dapat berubah hanya dengan mencoba lebih keras dan berkomitmen lebih banyak. Tindakan kita dipengaruhi oleh hati kita dan bukan oleh komitmen kita yang logis. Kita tidak memiliki kekuatan untuk mengubah diri kita sendiri dari hal-hal yang buruk, kecuali oleh pertolongan anugerah dan pekerjaan dari Roh kudus yang mengubahkan kita dan memampukan kita untuk mengasihi Tuhan dan sesama manusia. Mari kita sebagai orang Kristen menyadari bahwa untuk mengubah diri menjadi orang yang lebih memuliakan Tuhan, kita harus bergantung seutuhnya kepada Tuhan yang mampu menolong kita untuk melakukan resolusi yang benar sesuai dengan kehendak-Nya, dan dengan tujuan untuk mempermuliakan nama Tuhan.
Anak-anak tentunya gemar bermain termasuk anak-anak saya. Tidak hanya satu dua alat permainan yang mereka keluarkan, tetapi bisa sampai semua mainan-mainan yang ada keluar dari tempatnya. Semua berhamburan di lantai. Setelah puas bermain, seringkali mereka lupa untuk membereskannya. Mainan ditinggal begitu saja berserakan. Nampak kacau jadinya. Biasanya kemudian saya mengingatkan mereka untuk segera membereskannya. Sebelum Allah menjadikan segala sesuatu, bumi masih belum berbentuk dan kosong. Tidak teratur dan kacau. Kemudian Allah menciptakan semuanya. Mulai dari hari pertama sampai hari keenam, Allah menciptakan bumi dan segala isinya. Dan Alkitab berkata, “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.” Allah mampu mengubah dan menjadikan sesuatu yang kacau dan tidak teratur tidak hanya menjadi baik, tetapi lebih dari itu ‘sungguh amat baik’. Memasuki tahun 2017 ini masih banyak hal yang samar di depan kita, masih tanda tanya besar. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Mungkin masih ada hal-hal yang menggelayuti hati kita karena pergumulan di tahun sebelumnya yang belum tuntas. Keadaan di hadapan kita baik secara iklim usaha, keuangan, kesehatan, dan sebagainya apakah semakin membaik atau sebaliknya menjadi buruk juga tidak bisa kita prediksi. Menghadapi ketidakpastian tersebut, janganlah menjadi kecut dan tawar hati. Menjadi ciut nyali dan selalu kuatir. Percayalah dan percayakan hidup kita kepada Allah. Allah kita berkuasa menjadikan sesuatu yang ‘kacau’ menjadi sungguh amat baik. Mengubah yang buruk menurut pandangan kita menjadi sesuatu yang mendatangkan manfaat dan berkat bagi kita. Oleh sebab itu jangan pesimis tetapi jadilah optimis bukan karena kekuatan kita tetapi karena Allah yang menyertai kita.
Orang-orang memanggilnya Tuan Joko Ndokondo karena selalu mengakhiri pembicaraan dengan kata-kata “jangan bilang siapa-siapa ya”. Meski terkesan aneh, orang-orang senang mendengarkan obrolan-obrolan ringannya. Tak terkecuali di awal tahun 2017 ini. Beberapa orang tertarik untuk mengetahui ulasannya mengenai tahun ini. Mereka hanya ingin mendengar pendapatnya tanpa punya maksud memperlakukan Tuan Joko Ndokondo seperti seorang dukun sakti mandraguna. Dukun yang kini diperhalus menjadi paranormal sehingga terkesan tidak angker dan lebih modern. Bahkan ada yang menyebut lebih mentereng sebagai penasihat spiritual. Pada awal tahun seperti ini, para dukun laris manis meraup rejeki dari orang-orang yang sekedar butuh kepastian. Apalagi kondisi tahun 2016 yang juga tidak lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Korupsi tak kunjung reda. Bahaya narkoba masih hasilkan korban-korban baru. Radikalisme agama dan intoleransi coba menghancurkan kebhinnekaan kita. Hantaman krisis ekonomi dunia tahun 2008 juga masih terasa dampaknya. Ancaman teroris terus mengintip menunggu peluang untuk melakukan aksi biadab. Dan berbagai bentuk kejahatan lainnya dan bencana alam mewarnai tahun yang sudah kita lalui itu. Kondisi tak stabil ini mendorong orang-orang, tak terkecuali para selebriti, pelaku bisnis, hingga para politisi datang ke para dukun pribadi mereka. Mereka minta diberi petunjuk sukses, “pegangan” atau setidaknya wejangan yang menentramkan hati dalam menapaki tahun yang baru. Lalu apa kata Tuan Joko Ndokondo? Tahun 2017 masih menjadi tahun perjuangan bagi Indonesia dan dunia. Perjuangan untuk mengatasi ancaman-ancaman tersebut di atas dan mewujudkan pemerintahan yang sehat, kondisi ekonomi yang berkeadilan bagi seluruh rakyat, dan kepribadian yang luhur. Menyikapi hal ini orang-orang percaya dilarang mengandalkan dukun atau jutawan atau penguasa sekalipun. Orang-orang percaya dipanggil untuk mengandalkan TUHAN dan menaruh harapan pada-NYA. Sebab TUHAN sajalah penguasa sejati, pencipta jagad raya, dan yang memegang hidup setiap orang. Mengandalkan dan berharap pada TUHAN berarti kita siap menapaki tahun 2017 dengan berani menghadapi tantangan dan percaya pada kuat kuasa TUHAN yang menyertai kita. Dan lagi-lagi “Stttt....tt, jangan bilang siapa-siapa ya?” kata Tuan Joko Ndokondo mengakhiri perkataannya. Jemaat yang terkasih, janganlah dilemahkan oleh kondisi yang belum membaik. Janganlah kita terlalu takut dan kuatir. Tetapi marilah berlutut dan merendahkan diri di kaki TUHAN. Berdoalah! Andalkan TUHAN dalam hidup kita! Sebab DIA-lah TUHAN pengharapan kita. Dan jalanilah hidup dengan berani dan penuh sukacita!
Mengalami Tuhan 1 Kejadian 28:10-22 Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: ’Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.’ Ia takut dan berkata: ’Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga.’ [ayat 16-17] Alkitab adalah buku yang penuh dengan kesaksian tentang orang yang mengalami Tuhan. Pengalaman dengan Tuhan itu sangat bermacam-macam. Kita tidak bisa menirunya, namun kita bisa mempelajari prinsip-prinsipnya. Dari kisah-kisah pengalaman mereka kita bisa mendapatkan prinsip-prinsip tentang mengalami Tuhan. Perlu pengalaman pribadi Yakub adalah cucu Abraham, yang disebut sebagai bapa seluruh orang percaya. Abraham adalah orang pertama yang mendapat panggilan dari Tuhan dan mendapat janji dari Tuhan. Demikian juga ayah Yakub, yaitu Ishak, adalah seorang yang beriman, yang mempunyai banyak pengalaman dengan Tuhan. Baik kakek maupun ayah Yakub adalah orang-orang beriman yang telah berjumpa dengan Tuhan. Tetapi itu tidak cukup membuat Yakub betul-betul mengenal Tuhan. Setiap orang perlu mempunyai pengalaman pribadi dengan Tuhan. Di tengah perjalanan melarikan diri dari rumah ayahnya menuju ke rumah pamannya itu Yakub mendapat pengalaman pribadi dengan Tuhan. Dan itu merupakan awal dari serangkaian pengalaman pribadinya bersama dengan Tuhan. Setiap kita perlu mempunyai pengalaman pribadi dengan Tuhan. Tidak cukup kita mengetahui tentang Tuhan dari orang tua kita atau dari guru kita. Meskipun mungkin orang tua kita punya banyak pengalaman rohani yang hebat dengan Tuhan, tapi itu tidak cukup membuat kita mengenal Tuhan dengan baik. Kita perlu mengalami Tuhan secara langsung dari pengalaman pribadi kita. Tuhan berbicara Yakub mendapat pengalaman dengan Tuhan di tengah pelariannya. Dia lari dari rumah ayahnya supaya tidak dibunuh oleh Esau, kakaknya, yang merasa hak kesulungannya dirampas oleh Yakub. Esau berencana mau membunuh Yakub kalau ayahnya sudah meninggal. Maka sebelum hal itu terjadi Yakub lari menjauh dari Esau. Tentu di sepanjang perjalanan itu Yakub diliputi oleh perasaan takut dan cemas. Di tengah ketakutannya itulah Tuhan menyatakan diri kepada Yakub. Yakub melihat sorga terbuka dan mendengar Tuhan berbicara. Tuhan meneguhkan hatinya dan berjanji bahwa Dia akan tetap menyertai Yakub. Inilah prinsip yang selalu terjadi pada orang yang mengalami Tuhan, yaitu: Tuhan menyatakan diri dan berbicara kepadanya. Pernyataan diri dan perkataan Tuhan adalah inti dari pengalaman dengan Tuhan. Perkataan Tuhan itulah yang membuat hidup kita jadi berubah. Jemaat yang dikasihi Tuhan, setiap kita perlu punya pengalaman pribadi dengan Tuhan. Sudahkah anda mengalami perjumpaan pribadi dengan-Nya? Jika sudah, nantikanlah pengalaman-pengalaman berikutnya. Tuhan memberkati. Pdt. Goenawan Susanto
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Yang Bertekun, Layak Menerima
26 Desember '16
Persiapan Maksimal
27 Desember '16
Pesan Tahun Baru 2017
01 Januari '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang