SEPEKAN TERAKHIR
  Sabtu, 01 November 2014   -HARI INI-
  Jumat, 31 Oktober 2014
  Kamis, 30 Oktober 2014
  Rabu, 29 Oktober 2014
  Selasa, 28 Oktober 2014
  Senin, 27 Oktober 2014
  Minggu, 26 Oktober 2014
POKOK RENUNGAN
Yesus adalah pemersatu kita untuk menjadi satu saudara seiman yang saling mengasihi, sehingga berkat-berkat tercurah karena satu kasih persaudaraan dalam Kristus.
DITULIS OLEH
Bpk. Andreas T. Loso
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hidup Rukun
Hidup Rukun
Kamis, 21 Februari 2013 | Tema: Komunitas Yang Menebarkan Kasih
Hidup Rukun
Mazmur 133:1-3
Ada banyak suku bangsa di Indonesia, seperti Minahasa, Batak, Tiong Hwa, dan lainnya yang mengenakan nama marga, yaitu nama yang melekat di belakang atau depan nama seseorang. Ketika dua orang bertemu di suatu daerah peratauan dan mempunyai nama marga yang sama, maka dapat dipastikan mereka akan nampak begitu akrab, bahkan mereka akan menelusuri silsilah keluarga untuk mengetahui hubungan kekerabatan di antara mereka. Biasanya mereka yang diperantauan yang berasal dari satu marga akan membentuk komunitas agar tetap rukun satu sama lainnya.
Sebagai warga kerajaan Allah, semua orang percaya mempunyai hubungan darah satu sama lain, yaitu oleh penebusan darah Yesus Kristus. Sekalipun Tuhan menempatkan kita di kota atau daerah yang berbeda, juga di gereja yang berbeda, tetapi kita tetap satu di dalam Kristus. Kita harus membina kerukunan di antara saudara seiman.

Sebagai warga negara Indonesia, tanpa melihat latar belakang suku dan agama atau kepercayaan, kita harus membangun kerukunan dengan satu sama lainnya. Rahasia berkat Tuhan yang luar biasa adalah jika kita hidup rukun, baik dalam keluarga sendiri, antara saudara seiman, dan antar sesama manusia. Kalimat yang mengungkapkan adanya embun dari gunung Hermon yang mengalir ke atas gunung-gunung Sion menunjukkan perlunya kerendahan hati. Jika kita rendah hati, maka kerukunan akan mudah terbentuk.

Perbedaan dan ketidaksepahaman yang tidak didasari dengan kerendahan hati akan mengakibatkan perpecahan. Tet...selengkapnya »
Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah artikel yang menarik tentang keturunan orang-orang yang hidup benar dan orang-orang yang jahat. Di situ dipaparkan sebuah data akurat bahwa orang baik, keturunannya akan juga hidup menjadi orang yang baik. Dikatakan dalam artikel itu, keturunannya ada yang menjadi pendeta, pengusaha, hakim, dosen, dll. Namun sebaliknya, diceritakan juga bahwa keturunan dari orang yang jahat, ada yang jadi pembunuh, koruptor, buronan, dll. Terbuktilah sebuah pepatah, “Like father like son.” Artinya, anak akan menjadi seperti apa yang dilihat ataupun didengar dari ayahnya. Jika ayahnya mengajarkan yang baik, maka anaknya akan menjadi baik. Dan berlaku juga sebaliknya. Kita tentu juga sering mendengar beberapa slogan seperti , “Rajin pangkal pandai” dan “Hemat pangkal kaya”. Kedua slogan itu dengan cerita sebelumnya memiliki persamaan, yaitu adanya sebuah konsekwensi dari sebuah aksi. Sebuah aksi yang mengandung pengorbanan akan menghasilkan upah, yaitu kemuliaan. Dan hal itu juga berlaku bagi orang yang mau hidup berkenan di hadapan Tuhan. Nats yang kita baca hari ini mengandung sebuah janji bagi orang yang hidupnya berkenan kepada Tuhan. Bahkan di ayat yang lain, Mazmur 112:2 misalnya, jika kita hidup benar, maka hidup keturunan kita pun dijamin Tuhan. Mereka tidak akan meminta-minta, mereka akan diberkati, mereka akan mewarisi negeri, dll. Namun dengan syarat, jika kita sebagai orang tua, hidup benar di hadapan Tuhan. Untuk hidup benar memang tidak mudah. Ada banyak pengorbanan yang harus kita tanggung, ada banyak perjuangan yang harus kita tempuh. Kita harus beda dengan sikap orang pada umumnya tentang kebiasaan dosa yang sudah menjadi wajar. Misalnya perselingkuhan, perceraian, kebohongan demi keuntungan dalam usaha, politik uang, mencontek, dll. Kita harus siap untuk dijauhi, dihina, mungkin juga usaha kita mengalami perkembangan yang lambat, atau kita mendapat nilai jelek karena kita mau hidup benar. Ketika sedang dalam keadaan itu, ingatlah janji-janji Tuhan yang lebih indah dan mulia sedang ada dalam perjalanan untuk menghampiri Anda. Jadi berjuanglah demi upah perkenanan Tuhan yang akan Anda terima.
Efesus 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. Pernahkah Anda bertanya: ”Kenapa aku ada di dunia ini?” Kita ada di dunia ini bukan karena kebetulan. Saya ambil contoh diri saya sendiri. Saya mempunyai dua orang kakak. Jarak usia saya dengan kakak yang di atas saya adalah tiga belas tahun. Sebelum saya lahir, ibu saya sempat mengalami beberapa kali keguguran kandungannya. Jika saya merenungkan tentang diri saya, saya boleh hadir di dunia ini karena Tuhan memang menginginkannya. Kalau tidak, maka bisa jadi saya juga sudah gugur sebelum lahir sebagai seorang bayi. Pencipta kita, TUHAN Allah kita, sengaja membentuk kita, atas kehendak dan kemauan-Nya, sehingga kita hadir di dunia ini sebagai seorang pribadi, dengan segala keunikan yang kita miliki. Jika Tuhan mencipta kita dengan sengaja, maka Dia terlebih dahulu sudah merancang kita. Dia mendisain setiap kita dengan unik. Tidak ada di antara kita yang persis sama dengan seorang pun di dunia ini. Setiap saudara hanya ada satu di dunia ini. Anda dan saya bukan produk massal seperti barang-barang yang dibuat di pabrik. Setiap kita tidak ada duanya. Kita adalah masterpiece (karya ciptaan) Allah kita yang luar biasa dan sempurna. Tuhan mencipta kita untuk suatu tujuan. Tujuan itu adalah untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik, untuk melakukan kebajikan dan kemurahan. Titus 3:1-2 berkata: ”Ingatkanlah mereka supaya mereka .... siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik. Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang.” Tujuan kita diciptakan oleh Tuhan hanyalah untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik. Jika ada orang yang menggunakan hidupnya untuk melakukan hal-hal yang tidak baik, maka berarti telah terjadi penyalah gunaan. Sebagai contoh: biola diciptakan sebagai alat musik, untuk menghasilkan suara merdu agar bisa dinikmati. Tapi jika biola itu dipakai untuk mainan, untuk alat pemukul bola, atau senarnya dipakai untuk busur panah, maka itu sama sekali bukan tujuan biola itu diciptakan. Jemaat yang dikasihi Tuhan, kita dirancang Tuhan untuk kemuliaan-Nya, agar kita melakukan pekerjaan yang baik, kebajikan dan kemurahan. Jika kita hidup sesuai dengan tujuan itu maka hidup kita akan berbahagia. Amin.
Awal tahun ini, saat saya mengikuti Traning Centre di Sinode GIA, saya berkenalan dengan seorang hamba Tuhan yang juga melayani di salah satu gereja GIA di kota Semarang Barat. Ciri-ciri yang dapat saya sebutkan dari fisik hamba Tuhan ini adalah: berbadan gemuk, tinggi, berkulit hitam, dengan wajah bulatnya ia memiliki senyum dan gaya tertawa yang khas. Beberapa hari kemudian setelah perkenalan itu, saya melihat foto-foto keluarganya dalam account FB. Bagi saya yang cukup unik dan familiar dari anggota keluarganya adalah foto-foto dari kedua anaknya. Bentuk wajah, bentuk tubuh, tinggi badan, warna kulit, dan mungkin yang lainya, semuanya mirip dengan bapaknya. Dengan demikian saya dengan mudah dapat menebak bahwa kedua anak itu sudah pasti adalah anak kandung dari teman saya itu. Sebagai anak-anak Allah hidup kita telah diubahkan sehingga kita menjadi serupa dan segambar dengan Allah. Keserupaan itu diberikan oleh Allah karena penebusan Tuhan Yesus Kristus di atas kayu salib sehingga setiap orang yang percaya kepada Yesus, wajah kemuliaannya dipulihkan kembali dari kerusakannya akibat kejatuhan manusia pertama dalam dosa. Dampak dari penebusan tersebut kita mengalami pemulihan, yaitu kemuliaan gambar Allah yang ada dalam diri kita dipulihkan. Sebagai anak-anak Allah yang telah dipulihkan menjadi segambar dan serupa dengan Allah, tentunya kita harus menjaga gambar Allah yang telah pulih dalam diri kita. Bukan secara lahiriah yang kemudian kita harus mengikuti model pakaian Tuhan Yesus, bentuk potongan rambut, janggut, ataupun model sendal yang digunakan Tuhan Yesus. Tetapi menjadi serupa dan segambar dengan Allah berbicara tentang hal-hal rohaniah: karakter, gaya hidup, visi dan misi, hati, pikiran, perkataan, dan lain-lainnya yang ada dalam diri Tuhan Yesus (Filipi 2:2).
Pada waktu terjadi kecelakaan sebuah bus yang penuh penumpang dengan sebuah truk trailer, perhatian orang-orang yang ada di sekitar tertuju kepada seorang pria. Pria itu bukan korban melainkan penolong korban yang luka-luka dan meninggal. Dia memberikan pertolongan dengan sukacita dan terlihat bekerja lebih giat di banding penolong yang lainnya. Dia tidak menghiraukan rasa lelah dan pakaian yang kotor terkena darah korban. Setelah selesai ada seorang wartawan yang bertanya, “Mengapa Bapak rela mengorbankan waktu dan tenaga untuk berbuat kebaikan kepada orang-orang yang Bapak tidak kenal?” “Aku mau berbuat baik pada semua orang dengan penuh sukacita karena Tuhan sangat baik kepadaku”, jawabnya. “Tuhan tidak hanya menyelamatkan jiwaku, tetapi selalu dekat denganku maka sudah selayaknya aku menujukkan kebaikan kepada semua orang selama hidupku.” Setiap murid Kristus harus senantiasa bersukacita di dalam Tuhan dalam segala keadaan. Sukacita akan membuat tidak kuatir menghadapi setiap masalah. Juga menyatakan pergumulan masalah hanya kepada Tuhan saja melalui doa dan ucapan syukur. Bila hal itu nyata dalam hidup murid Kristus, maka Tuhan sangat dekat dan kebaikannya dapat dirasakan semua orang. Dengan senang hati menolong orang lain apapun bentuk bantuannya karena damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal memelihara hati dan pikiran. Setiap manusia termasuk anak Tuhan tidak kebal terhadap masalah. Apabila kita senantiasa tenggelam dalam masalah dan meratapinya maka kita tidak akan berbuat apa-apa bagi orang lain. Yesus memberi teladan kepada kita, walaupun banyak masalah, dimusuhi, diancam, tidak dipercaya, dan lain sebagainya tetapi senantiasa berbuat kebaikan dengan memberi makan, menyembuhkan, memberi penghiburan, dll. Marilah kita bangkit, di tengah masalah kita tebarkan kebaikan pada semua orang dengan penuh sukacita.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Kebahagiaan Orang Yang Murah Hati
10 Oktober '14
Mulut Yang Tertutup
01 Oktober '14
Berguna Melalui Bekerja
27 Oktober '14
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang