SEPEKAN TERAKHIR
  Senin, 06 Juli 2015   -HARI INI-
  Minggu, 05 Juli 2015
  Sabtu, 04 Juli 2015
  Jumat, 03 Juli 2015
  Kamis, 02 Juli 2015
  Rabu, 01 Juli 2015
  Selasa, 30 Juni 2015
POKOK RENUNGAN
Yesus adalah pemersatu kita untuk menjadi satu saudara seiman yang saling mengasihi, sehingga berkat-berkat tercurah karena satu kasih persaudaraan dalam Kristus.
DITULIS OLEH
Bpk. Andreas T. Loso
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hidup Rukun
Hidup Rukun
Kamis, 21 Februari 2013 | Tema: Komunitas Yang Menebarkan Kasih
Hidup Rukun
Mazmur 133:1-3
Ada banyak suku bangsa di Indonesia, seperti Minahasa, Batak, Tiong Hwa, dan lainnya yang mengenakan nama marga, yaitu nama yang melekat di belakang atau depan nama seseorang. Ketika dua orang bertemu di suatu daerah peratauan dan mempunyai nama marga yang sama, maka dapat dipastikan mereka akan nampak begitu akrab, bahkan mereka akan menelusuri silsilah keluarga untuk mengetahui hubungan kekerabatan di antara mereka. Biasanya mereka yang diperantauan yang berasal dari satu marga akan membentuk komunitas agar tetap rukun satu sama lainnya.
Sebagai warga kerajaan Allah, semua orang percaya mempunyai hubungan darah satu sama lain, yaitu oleh penebusan darah Yesus Kristus. Sekalipun Tuhan menempatkan kita di kota atau daerah yang berbeda, juga di gereja yang berbeda, tetapi kita tetap satu di dalam Kristus. Kita harus membina kerukunan di antara saudara seiman.

Sebagai warga negara Indonesia, tanpa melihat latar belakang suku dan agama atau kepercayaan, kita harus membangun kerukunan dengan satu sama lainnya. Rahasia berkat Tuhan yang luar biasa adalah jika kita hidup rukun, baik dalam keluarga sendiri, antara saudara seiman, dan antar sesama manusia. Kalimat yang mengungkapkan adanya embun dari gunung Hermon yang mengalir ke atas gunung-gunung Sion menunjukkan perlunya kerendahan hati. Jika kita rendah hati, maka kerukunan akan mudah terbentuk.

Perbedaan dan ketidaksepahaman yang tidak didasari dengan kerendahan hati akan mengakibatkan perpecahan. Tet...selengkapnya »
Untuk membangun masyarakat, khususnya di Indonesia, tidak lagi hanya menekankan pada sisi akademis-teoritis. Namun sekarang sudah mengalami banyak perubahan, kalau bukan transformasi, setidaknya ada kemajuan yang signifikan. Kemajuan yang dimaksud adalah membangun masyarakat yang berbasiskan ilmu pengetahuan dan peningkatan SDM. Oleh sebab itu masyarakat yang maju akan bertumpu pada generasi muda yang berpengetahuan luas dan akhirnya menjadi masyarakat yang dipenuhi oleh SDM mumpuni. Iptek akan menjadi piranti utama sebagai pendukung kemajuan yang tiada duanya. Maka bagi ukuran dunia [Indonesia saat ini] untuk menjadi bangsa yang cemerlang setidaknya akan lebih serius terhadap program tersebut. Saudara, bagaimana dengan umat Tuhan supaya cemerlang? Tentu saja kita semua sebagai orang Kristen tidak menolak program pemerintah seperti yang saya sampaikan di atas. Namun demikian umat Tuhan yang cemerlang tidak seratus persen berpatokkan pada ukuran-ukuran positif yang ada di dunia ini. Sebagai contoh: Daniel, Hananya, Misael dan Azarya. Anak-anak muda dari Yehuda di Babel sangat cemerlang dan tidak ada yang menandingi kecerdasannya di tengah-tengah orang muda Babel. Dan mereka menggunakan kecerdasan dan hikmat yang dimiliki untuk bersaksi akan kebesaran Allah di tengah-tengah bangsa Babel yang tidak percaya Allah. Saudara, perhatikanlah juga jemaat mula-mula di Antiokhia. Para petobat baru menjadi murid-murid Yesus dan mereka semua, karena cinta dan setianya kepada Tuhan, disebut sebagai “orang Kristen” yang pertama kali. Luar biasa kesetiaan mereka untuk terus memberitakan Injil Yesus Kristus. Dan jika kita menelusuri sebelumnya siapakah yang memberitakan injil di Antiokhia? Ternyata murid-murid Yesus yang tidak terkenal, yaitu orang Siprus dan Kirene. Kecemerlangan mereka terletak pada kesetiaan, ketaatan kepada Tuhan dan senantiasa memberitakan Injil Yesus Kristus. Jikalau kita rindu mendapat predikat sebagai umat Tuhan yang cemerlang, maka jadilah yang terbaik di tengah dunia ini. Belajar, berjuang hingga sukses. Dan yang terpenting adalah setia dan taat kepada Tuhan, menjadi saksi Krisus di manapun kita berada.
Sekarang ini lagi musimnya orang memakai ‘akik’. Laki-laki - perempuan, Tua - muda bahkan anak-anak, semuanya ingin memakai ‘akik’. Ada yang sudah memiliki namun ada juga yang masih beriman akan memiliki. Bagi yang sudah mengenakan akik di jari-jarinya, ‘katanya’ mereka dapat tampil lebih percaya diri dengan kewibawaan yang baru karena dapat mengimbangi trend masa kini. Tidak heran jika seluruh pelosok pasar dan kota, bahkan di mall- mall besarpun dipenuhi oleh penjual dan pembeli akik. Mungkin tahun 2015 ini bisa dikatakan era kejayaan zaman ‘akik’ di seluruh Indonesia. Berbicara soal ‘akik’ di Indonesia, tentu tidak lepas dengan yang namanya ‘pemalsuan’. Jangankan ‘akik’, beras saja sekarang ada yang dipalsu menggunakan plastik dan bahan-bahan yang berbahaya. Oleh karena itu untuk melihat batu mulia/akik yang asli, kita butuh yang namanya ‘senter akik”. Senter akik digunakan untuk melihat keaslian sebuah batu mulia akik, serat-serat indah dalam batu tersebut, dan dapat melihat kualitas batu mulia tersebut. Oleh karena itu baik pembeli, penjual, ataupun kolektor ‘akik’ pasti memiliki ‘senter akik’. Senter akik akan menghindarkan kita dari batu akik yang palsu dan menolong kita memilih batu akik yang asli dengan kualitas yang sangat baik. Seperti batu-batu akik yang membutuhkan senter, sebagai murid-murid Tuhan Yesus yang terus menerus diwajibkan untuk belajar, kitapun membutuhkan pembimbing rohani yang dapat membimbing kita untuk mencapai keaslian dan kemurnian dalam pertumbuhan iman kita. Senter-senter itu adalah pembimbing rohani kita, mungkin itu rohaniawan, penatua, diaken, kakak-kakak rohani, orangtua [Amsal 6:20-24; 1 Timotius 3:1], atau sahabat-sahabat dalam komcil kita [Filipi 1:7]. Selain itu Allah juga telah mengutus Roh Kudus-Nya untuk menuntun hidup kita [Yohanes 16:13] dan memberi Firman yang tertulis [Alkitab] yang sangat berguna untuk menuntun langkah hidup kita. Semua itu adalah ‘Senter-senter rohani’ yang Tuhan sediakan untuk memurnikan kualitas iman kita. Setiap murid membutuhkan guru, demikian juga setiap kita tentu membutuhkan saudara-saudara untuk membimbing pertumbuhan rohani kita. Marilah setiap kita dapat membuka hati untuk saling memperhatikan dan saling membutuhkan antara satu dengan yang lain sehingga iman dan kualitas hidup kita dimurnikan dan semakin excellence di hadapan Tuhan dan sesama.
Ada yang berubah dari raut muka Benay minggu ini. Pipinya nggandul bak pepaya mengkal. Senyum dan tawanya tidak lepas, tampak dibuat-buat. Ada apa dengan Benay? Tidak ada seorang pun yang tahu, termasuk Sambey. Hingga suatu hari Sambey memberanikan diri bertanya kepada sahabatnya itu mengenai apa yang ia alami. Syukur, Benay bersedia terbuka. Ia menyampaikan pada Sambey bahwa ia marah karena Pdt. Andrey berteman dengan Lovy. Bagi Benay, Lovy mantan pacarnya itu bukanlah orang yang pantas diperhatikan apalagi dijadikan teman oleh seorang pendeta. Sambey memahami perasaan Benay karena ia tahu bahwa Lovy memang pernah memanfaatkan dan menyakiti hati Benay. Sambey memahami juga bahwa bagaimanapun sikap Benay salah. Sikapnya itu menunjukkan bahwa Benay belum mengampuni dan lebih terbawa oleh perasaan bencinya. Meski demikian, Sambey memilih untuk mendengarkan ungkapan perasaan Benay lebih dahulu. Ia tidak buru-buru memberikan nasihat mengingat perasaan benci masih membara dalam hati Benay. Jemaat yang terkasih, Nabi Yunus adalah sosok seorang hamba Tuhan yang lebih terbawa oleh perasaan bencinya kepada orang-orang Niniwe daripada menuruti kehendak Tuhan. Mengapa demikian? Karena bagi Nabi Yunus, umat yang patut diperhatikan adalah Israel, bukan bangsa-bangsa lain. Israel adalah umat pilihan Allah sedangkan bangsa-bangsa lain digolongkan sebagai bangsa kafir. Apalagi Ninewe [ibukota Asyur] bukan saja bangsa kafir tetapi sekaligus musuh besar Israel. Maka menurut Nabi Yunus, Ninewe seharusnyalah dihancurkan, bukannya dikasihani dengan diberi teguran agar bertobat. Oleh karena itulah, Nabi Yunus memilih untuk menolak memberitakan pertobatan bagi orang-orang Niniwe dan malah melarikan diri dari kehendak Tuhan. Jemaat yang terkasih, Tuhan memberikan kepada kita perasaan tetapi janganlah kita terbawa oleh perasaan tanpa mampu mengendalikannya. Jika itu yang terjadi maka kita pasti menjadi orang yang sering marah tak terkendali, mudah iri hati, pembenci, mudah tertipu, dan semacamnya. Semuanya itu akan menghalangi kita untuk menjadi umat yang menjadi berkat dan menjadi kesaksian untuk orang-orang lain. Tetapi marilah kita menjadi umat yang cemerlang dengan kemauan kita untuk meletakkan kehendak Tuhan di atas perasaan kita. Roh Kudus tentu menolong kita.
Batu akik akhir-akhir ini menjadi tren nasional. Ada banyak perlombaan keindahan batu akik dan ada banyak pula penjual batu akik yang muncul bagaikan jamur di waktu hujan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, batu akik adalah batu berwarna yang indah. Sebuah batu untuk menjadi batu akik yang digunakan sebagai cincin atau liontin tentu tidak terjadi begitu saja, tetapi melalui proses. Dari batu pilihan, kemudian di potong-potong dan di haluskan sehingga kelihatan bersih, mengkilap, dan menjadi batu akik yang indah bagi pemakai. Batu akik merupakan sebuah kebanggaan atau kesukaan bagi para penggemarnya. Dengan melihat batu tersebut akan timbul keasikan atau kesenangan. Demikian juga hendaknya dengan kita sebagai orang percaya. Tuhan telah memilih dan menguduskan kita dengan maksud untuk menjadi kebanggaan atau kesukaan Tuhan melalui hidup kita yang bisa ‘dinikmati’ oleh orang lain. Dalam bacaan firman di atas Tuhan tentu menginginkan agar setiap orang percaya yang sudah dikuduskan-Nya selalu menjaga hidupnya tetap bersih dan kudus. Sehingga menjadi alat yang mulia di pemandangan Allah dan manusia. Mari jemaat pilihan Tuhan dan yang dikasihi-Nya, kita menghormati pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib Golgota dengan kita menjaga hidup ini dalam kekudusan, sehingga kita dapat menjadi saksi-saksi-Nya.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Diberkati Untuk Menjadi Berkat
05 Juli '15
Berbahagialah!
30 Juni '15
Hidup Mengalahkan Dunia
09 Juni '15
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang