SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 28 Agustus 2015   -HARI INI-
  Kamis, 27 Agustus 2015
  Rabu, 26 Agustus 2015
  Selasa, 25 Agustus 2015
  Senin, 24 Agustus 2015
  Minggu, 23 Agustus 2015
  Sabtu, 22 Agustus 2015
POKOK RENUNGAN
Keluarga menjadi hidup jika di dalamnya ada kasih dan keterbukaan untuk saling membangun.
DITULIS OLEH
Bpk. Andreas T. Loso
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Membangun Pernikahan Dengan Nilai - Nilai Kerajaan Allah
Membangun Pernikahan Dengan Nilai - Nilai Kerajaan Allah
Kamis, 06 Juni 2013 | Tema: Keluarga Yang Mengutamakan Kerajaan Allah
Membangun Pernikahan Dengan Nilai - Nilai Kerajaan Allah
Kolose 3:18-21
Mary Pipher, dalam bukunya The Shelter of Each Other, memberi nasihat tentang membangun kembali keluarga-keluarga yang bermasalah. Ia menyelidiki bagaimana anak-anak zaman sekarang terkadang terlalu sering menonton televisi dan bermain video game, sehingga mengabaikan pendidikan informal yang diterima dari kerabat mereka.
Ia mencontohkan pertemuan keluarga di mana anak-anak menonton video di ruang belakang sehingga para orang dewasa dapat berbicara tanpa diganggu. Dr. Pipher berpendapat bahwa hiburan semacam ini sesungguhnya merampas sesuatu yang berharga dari anak-anak. Anak-anak perlu bergaul dengan generasi yang lebih tua sehingga mereka dapat mendengar cerita-cerita tentang bibi, paman, kakek-nenek, dan orangtua. Ini membantu mereka belajar dari orang-orang yang telah mendahului mereka.

Meskipun di sekitar kita sering terjadi kasus-kasus pengingkaran dan penyelewenangan perkawinan, bahkan berujung pada perceraian, kita tidak perlu pesimis dan apatis. Justru di sinilah peranan kita untuk mengupayakan dan menjaga agar perkawinan benar-benar menjadi pilihan dan panggilan hidup yang bisa dipertanggungjawabkan, baik di hadapan masyarakat maupun di hadapan Tuhan. Berdasarkan kodratnya, perkawinan terarah pada kelahiran anak yang merupakan buah cinta dari suami istri, sekaligus menurunkan kehidupan baru. Oleh karena itu, keluarga kristiani dipanggil untuk menjadi pencinta, perawat, penjaga dan pembela kehidupan. Pasangan suami istri harus mempertahankan kes...selengkapnya »
2 Timotius 2:3-4 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. Star wars, sebuah film bioskop yang terkenal, mengisahkan tentang terjadinya peperangan besar di alam semesta ini, antara kekuatan baik melawan kekuatan jahat. Peperangan yang dikisahkan itu terjadi di galaxy nun jauh di sana. Tapi di dalam realita di dunia ini, bukan di galaxy nun jauh di sana, sedang terjadi juga peperangan besar, bukan perang yang kelihatan secara jasmani, tapi perang secara rohani, yaitu perang antara kerajaan Kristus melawan kerajaan iblis [Efesus 6:12]. Kristus datang ke dunia untuk membebaskan manusia dari cengkeraman kuasa iblis. Iblis dengan seluruh kekuatannya berusaha mempertahankan kekuasaannya atas manusia dan bahkan atas segala ciptaan. Kristus memanggil kita untuk ikut dalam barisan tentara-Nya, sebagai prajurit-prajurit-Nya. Kita dipanggil bukan sekedar untuk jadi prajurit, tapi prajurit yang baik dari Kristus Yesus [ayat 3]. Ada prajurit yang asal jadi prajurit, yaitu prajurit yang tidak tahu tugasnya sebagai prajurit. Yang Kristus harapkan adalah prajurit yang baik. Seperti apakah prajurit yang baik? Seorang pejuang Prajurit yang baik adalah seorang pejuang. Tugas prajurit adalah berperang untuk mengalahkan musuh. Semua prajurit harus siap untuk berperang. Semua prajurit harus berani maju di medan perang. Musuh pertama yang harus ditaklukkan adalah ketakutan di dalam dirinya. Prajurit yang baik dari Kristus haruslah seorang pejuang. Prajurit Kristus tidak boleh takut menghadapi tantangan. Prajurit Kristus tidak boleh menyerah sebelum berperang. Seorang pengabdi Prajurit yang baik adalah seorang pengabdi. Dia harus siap menjalankan perintah dari atasannya. Untuk menjalankan perintah atasannya dia harus mengesampingkan kepentingan dirinya [urusan-urusan pribadinya]. Sebagai contoh: prajurit yang dalam tugas akan kehilangan kenyamanannya, seperti kurang tidur, tidur di sembarang tempat, makan seadanya, dsb. Tapi dia rela lakukan semua itu demi menjalankan tugas dari negara. Firman Tuhan berkata seorang prajurit Kristus harus rela untuk menderita [ayat 3]. Penderitaan itu mungkin berupa diasingkan, dicemooh, atau mengalami bentuk-bentuk penderitaan lainnya yang harus kita terima. Dengan menjalani semua itu kita dapat disebut prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Amin.
Orang Kristen terlibat dalam suatu peperangan rohani melawan kejahatan yang digambarkan sebagai peperangan iman yang berlangsung sampai mereka memasuki hidup kekal. Kemenangan orang percaya telah diperoleh Kristus sendiri melalui kematian-Nya di salib. Yesus telah melancarkan serangan yang berhasil terhadap Iblis, melucuti kuasa dan penguasa kejahatan, membawa tawanan dan menebus orang percaya dari kuasa iblis. Saat ini orang Kristen terlibat dalam peperangan rohani terhadap keinginan berdosa dalam diri mereka sendiri, terhadap kesenangan duniawi yang tidak senonoh dan berbagai pencobaan dan terhadap Iblis dengan pasukannya. Prajurit Kristus yang tangguh harus menang memerangi semua kejahatan bukan dengan kekuatan/kuasa mereka sendiri, tetapi dengan senjata-senjata rohani, kelengkapan perang yang Allah sediakan: IKAT PINGGANG kebenaran, BAJU ZIRAH keadilan, KASUT kerelaan memberitakan Injil, PERISAI IMAN, KETOPONG KESELAMATAN dan PEDANG ROH Firman Allah. Lima perlengkapan untuk bertahan dengan satu- satunya alat untuk menyerang, yaitu PEDANG ROH. Prajurit Kristus tidak cukup hanya mampu bertahan, tetapi harus memenangkan peperangan dengan tindakan menyerang. Pedang roh, Firman Allah adalah satu-satunya alat yang sangat ampuh menyerang dan memenangkan peperangan. Iblis terus berusaha untuk merobohkan dan menghancurkan keyakinan kita akan Firman Allah dan jangan lupa akan satu hal bahwa peperangan kita menuntut kesungguhan kita dalam doa: berdoa dalam roh, setiap waktu, dengan permohonan yang tidak pernah putus-putus bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain yang juga berjuang bersama kita.
Matius 8:5-13 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: ’Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. [ayat 8] Banyak kali Tuhan Yesus melakukan perbuatan-perbuatan yang mengherankan. Kalau membaca kisah-kisah mujizat di Alkitab kita merasa heran dengan apa yang Tuhan lakukan. Tetapi kapan Tuhan Yesus sendiri merasa heran? Paling tidak ada sebuah peristiwa yang dicatat Alkitab bahwa Yesus merasa heran, yaitu kepada iman dari seorang perwira. Apa yang membuat-Nya merasa heran? Kepedulian Perwira itu Perwira itu mempunyai kepedulian terhadap hambanya. Apa arti seorang budak bagi seorang tuan? Jika seorang hamba sudah tidak mampu berbuat apa-apa dan tidak berguna lagi bagi tuannya, tuan itu bisa saja menyingkirkan hamba itu dari hadapannya dan mencari hamba yang lainnya. Tetapi perwira itu adalah seorang yang murah hatinya. Dia tidak membuang hambanya, bahkan mencari pertolongan untuk hamba itu. Dia peduli terhadap penderitaan yang dialami oleh hambanya. Orang seperti inilah yang imannya dikagumi oleh Yesus. Kerendahan hati Perwira itu Kerendahan hati perwira itu terlihat ketika dia berkata kepada Yesus: ’Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.’ Rumah perwira itu pasti bukan rumah yang sederhana, pasti rumahnya cukup bagus dan layak untuk menerima Yesus. Pasti dia mempunyai pembantu-pembantu yang membersihkan dan merapikan rumahnya setiap hari. Tapi dia sangat rendah hati, sehingga dia merasa tidak layak menerima Yesus di rumahnya. Iman Perwira itu Perwira itu mengenal dengan betul siapa Yesus, bahwa Yesus mempunyai kuasa. Dia berkata: ’katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.’ Dia percaya penuh bahwa kata-kata Yesus sangat berkuasa, bahwa hanya dengan kata-kata-Nya saja maka mujizat bisa terjadi. Di dalam kata-kata [Firman] yang keluar dari mulut Tuhan ada kuasa yang membuat mujizat dapat terjadi. Di dalam kata-kata ada kuasa yang dahsyat yang sanggup membuat yang sakit jadi sembuh. Di dalam kata-kata ada kuasa yang membuat hal yang mustahil menjadi mungkin. Percayakah Anda akan kuasa dari kata-kata Tuhan Yesus itu? Perwira itu percaya akan kuasa kata-kata Yesus. Maka terjadilah mujizat itu. Hambanya disembuhkan. Iman perwira itu membuat Yesus heran/kagum dan berkata: ’iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.’ Sungguh luar biasa iman itu sampai membuat Yesus heran. Apakah Anda mempunyai iman seperti iman perwira itu?
2 Korintus 4:7-11 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. [ayat 8-9] Seorang penulis bernama Irving Stone telah menggunakan sepanjang hidupnya untuk mempelajari kehidupan orang-orang terkenal seperti Michelangelo, Vincent van Gogh, Sigmund Freud dan Charles Darwin. Dia pernah ditanya apakah telah menemukan benang merah dari kehidupan orang-orang yang hebat itu. Dia menjawab: ’Mereka itu adalah orang-orang yang dalam hidupnya mempunyai visi atau impian, sesuatu yang harus diwujudkan.... dan mereka memperjuangkannya. Lalu mereka menghadapi tantangan, dan mereka terhempas jatuh, difitnah dan selama bertahun-tahun tidak mengalami kemajuan apa-apa. Tetapi setiap kali mereka terhempas mereka berdiri kembali. Orang-orang seperti ini tidak bisa dihancurkan. Dan pada akhir kehidupannya mereka mewujudkan apa yang terbaik dari apa yang harus mereka kerjakan.’ Itulah gambaran pejuang yang tangguh. Pejuang yang tangguh tidak kenal menyerah. Dalam hidupnya pasti dia pernah dihempaskan, pernah mengalami kejatuhan, tapi dia tidak menyerah. Setiap kali dia terjatuh, dia akan bangun kembali. Dia yakin bahwa dia pasti akan menang. Dia yakin bahwa dia sedang berjuang untuk sesuatu yang layak diperjuangkan dengan taruhan apapun. Kita ingat bagaimana para pejuang yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Mereka berjuang tanpa kenal menyerah. Walaupun musuh yang mereka hadapi begitu sulit untuk dikalahkan karena lebih unggul dalam persenjataan dan strategi perang. Namun karena para pejuang bangsa kita begitu ulet dan tak kenal menyerah, akhirnya kemerdekaan Indonesia dapat terwujud. Demikianlah prajurit Kristus. Prajurit Kristus memang harus mengalami perjuangan yang berat. Prajurit Kristus harus tangguh. Walaupun kadang harus dihempaskan dan terjatuh, namun dia akan bangkit kembali. Karena prajurit Kristus sedang memperjuangkan sesuatu yang layak untuk diperjuangkan dengan taruhan apapun. Kita merindukan agar banyak jiwa yang dimerdekakan dari perbudakan dosa. Harus ada yang memperjuangkannya tanpa kenal menyerah. Amin.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Sembarangan Buka Mulut Berujung Maut
31 Juli '15
Jagalah Perkataanmu
30 Juli '15
Pantang Menyerah
26 Agustus '15
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang