SEPEKAN TERAKHIR
  Selasa, 21 Oktober 2014   -HARI INI-
  Senin, 20 Oktober 2014
  Minggu, 19 Oktober 2014
  Sabtu, 18 Oktober 2014
  Jumat, 17 Oktober 2014
  Kamis, 16 Oktober 2014
  Rabu, 15 Oktober 2014
DITULIS OLEH
Pdt. Goenawan Susanto
Gembala Jemaat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
Minggu, 14 Juli 2013 | Tema: Bertumbuh Dalam Pengenalan Akan Allah
Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
2 Petrus 1:3-9
Setiap manusia dilahirkan ke dunia ini sebagai bayi, setelah itu akan mengalami pertumbuhan baik secara jasmani, mental maupun rohani. Karena itu tujuan dari setiap manusia adalah bertumbuh menjadi dewasa, melalui tahap-tahap perkembangan yang normal, supaya bisa berfungsi sebagaimana manusia dewasa pada umumnya.

Demikianlah bisa digambarkan kehidupan kita di dalam Kristus. Oleh anugerah dan karya Roh Kudus-Nya kita dilahirkan menjadi ciptaan baru, manusia rohani yang memiliki kodrat ilahi (potensi kehidupan sebagai anak Allah). Ayat 4 berkata: “supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi”. Artinya, setiap kita yang lahir baru di dalam Kristus memiliki potensi untuk hidup di dalam kekudusan dan pengenalan akan Allah. Harus digaris bawahi: setiap kita! Bukan hanya orang-orang Kristen tertentu saja, misalnya hamba Tuhan, atau orang-orang Kristen yang punya karunia-karunia tertentu.

Tapi kenyataan itu tidaklah untuk membuat kita menanti dengan pasif dan beranggapan bahwa dengan sendirinya kita akan mencapai kondisi itu. Firman Tuhan berkata: “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha ....” (ayat 5). Usaha yang sungguh-sungguh diperlukan agar supaya kita mengalami pertumbuhan dalam pengenalan kita akan Tuhan. Dengan kata lain, kalau kita tidak berusaha dengan sungguh-sungguh maka potensi yang dianugerahkan kepada kita itu akan tersia-siakan. Pe...selengkapnya »
Suporter atau fans club adalah sebuah organisasi yang terdiri dari sejumlah orang yang bertujuan untuk mendukung sebuah klub, di antaranya klub sepak bola. Dalam hal ini suporter harus berafiliasi dengan klub sepak bola yang didukungnya, sehingga perbuatan mereka akan berpengaruh terhadap klub dukungannya. Jenis suporter yang umum adalah Hooligan, fans yang brutal saat idolanya kalah bertanding; Ultras, kelompok yang tidak berhenti menyanyi dan meyerukan yel-yel lagu klub kebangaan selama pertandingan berlangsung dan rela berdiri sepanjang pertandingan; The Vip, mereka adalah sekelompok orang bukan bermaksud menonton, tetapi mereka mengharap ditonton oleh penonton lainnya; Deddy/Mommy, sekelompok orang yang menjadikan pertandingan sebagai hiburan rekreasi keluarga; Pohon Natal, kelompok yang hanya memamerkan atribut atau pernak-pernik dan hanya memamerkan identitas klub atau negaranya; The Expert adalah sekelompok pensiunan yang telah berumur. Mereka tidak sayang menggunakan uang pensiunan untuk bertaruh dan biasanya mereka hanya bertaruh pada pertandingan yang besar saja; Couch potato, mereka ini tipe penonton yang tidak hadir langsung ke stadion, namun melalui pesawat TV di rumah. Mereka lebih nyaman menonton di rumah karena berasumsi pertandingan belum tentu bagus. Mereka juga berdandan dengan atribut dan seolah-olah di stadion. Semua itu adalah para pendukung, namun tidak pernah bermain. Sehingga tidak jarang dukungan dan cacian selalu ada dalam mulut mereka. Namun perlu kita sadari sebagaimana dalam olah raga sepak bola yang membutuhkan dukungan, begitu juga dalam kegerejaan. Kita tidak hanya membutuhkan pendukung dalam hal ini jemaat, namun diperlukan juga pemain, yaitu para pelayan Tuhan yang siap untuk mewujudkan goal dari sang pelatih, yaitu Yesus Kristus. Sebab dengan kita langsung menjadi bagian dari tim sesungguhnya kita sedang memikirkan strategi dan target yang akan dicapai. Sebab melalui tim kita akan mengetahui kondisi yang sesungguhnya dari tempat kita bernaung dan diharapkan dari dukungan kita inilah, maka ada kemajuan dan kebangkitan. Oleh karenanya mari kita masuk dalam pelayanan dan telibat aktif di dalamnya karena itu akan membawa kemajuan bagi pertumbuhan gereja Tuhan Jangan hanya puas jadi penonton, tetapi mari lebih lagi sumbangsihkan dan dedikasikan apa yang kita punya bagi Tuhan, sebab kebanggannya adalah Tuhan dipuaskan dengan apa yang kita kerjakan. Dan kita akan melihat hasil dari apa yang kita kerjakan.
Kisah Para Rasul 9:36-42 Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah. (Ayat 36b) Tabita adalah seorang biasa. Alkitab menyebut identitasnya hanya sebagai seorang murid perempuan. Dia bukan seorang nyonya atau istri dari seorang terkemuka. Dia juga bukan seorang pengusaha atau seorang kaya. Kemungkinan dia seorang single atau seorang janda. Mungkin dia seorang yang hidup secara sederhana. Tapi ada sesuatu yang istimewa di dalam dirinya. Dia adalah seorang murid yang benar-benar melakukan ajaran Tuhan Yesus. Firman Tuhan berkata: ”Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.” (Yakobus 1:27) Tabita menerapkan gambaran tentang seorang perempuan yang penuh hikmat: ”Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal. Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin”. (Amsal 31:19-20) Tabita banyak melakukan kemurahan hati kepada orang-orang yang miskin, terutama janda-janda yang tidak mampu. Ia membuatkan pakaian bagi mereka. Dia menjahit dengan tangannya sendiri pakaian-pakaian itu, lalu dia berikan kepada yang membutuhkan. Hidupnya sangat berarti bagi banyak orang, sehingga pada waktu ia meninggal banyak orang merasa kehilangan dan menangisi kepergiannya. Hidup Tabita berarti bukan hanya bagi orang-orang miskin yang pernah dibantunya, tetapi juga berarti bagi Tuhan. Firman Tuhan berkata bahwa apa yang kita perbuat bagi orang-orang kecil kita telah melakukannya untuk Tuhan (Matius 25:40). Itulah sebabnya ketika Tabita meninggal, Tuhan berkenan membangkitkan dia dari kematian. Tuhan mendengar permohonan orang-orang yang mengasihinya. Apakah hidup kita juga berarti bagi banyak orang? Apakah ketika kita meninggal nanti banyak orang akan merasa kehilangan? Atau sebaliknyakah yang terjadi? Hidup kita menyusahkan banyak orang. Ketika kita meninggal, banyak orang merasa lega karena sudah berkurang satu orang yang sering membuat masalah. Termasuk yang manakah hidup anda?
Suatu hari Benay yang telah sukses menjuarai lomba makan krupuk di acara HUT RT. 03 RW. VII mengajak Sambey untuk makan siang di sebuah restoran terkemuka di Kota Semarang. Sambil menunggu menu yang telah dipesan, Sambey mengajak Benay bermain tebakan Alkitab. “Ben, kamu memang jago makan krupuk, bahkan sejak bayi kamu sudah terkenal pemakan krupuk yang handal. Tetapi apakah kamu juga jago bermain tebakan Alkitab?” tantang Sambey. Sambil mengangkat pundaknya, Benay yang berlagak sok sombong mempersilahkan Sambey memberinya soal tebakan. “Apa beda dan persamaan antara Zakheus dan janda miskin?” Tanya Sambey. “Zakheus itu lemu ipul-ipul, wong dia kaya. Sedangkan si janda mesti kuru blungkring, karena dia miskin”, jawab Benay mantap. “Wah, jawabanmu spekulatif, tapi menarik Ben. Lalu persamaannya apa?” tanya Sambey lebih lanjut. Benay berpikir keras untuk menemukan jawabannya. Sambey senang sekali melihat sabahatnya ini kebingungan sambil terus mendesaknya untuk segera memberikan jawaban. “Persamaannya....., Aku tahu Sam. Persamaannya mereka sama-sama manusia!” jawab Benay yakin. Mendengar jawaban Benay yang sekenanya itu Sambey tertawa terbahak-bahak. Benay pun ikut tertawa geli. Jemaat yang terkasih. Zakheus dan Janda Miskin mempunyai perbedaan yang kentara sekali. Zakheus adalah orang kaya sedangkan si janda adalah orang miskin. Tetapi keduanya mempunyai persamaan, yaitu sama-sama tidak diperbudak oleh uang. Zakheus, setelah berjumpa dengan Yesus, bertobat. Ia dengan sukacita memberikan separuh hartanya kepada orang miskin dan mengembalikan uang 4 kali lipat kepada orang yang pernah diperasnya. Wow! Luar biasa. Sedangkan si janda dilihat oleh Tuhan memberikan seluruh hartanya yang hanya 2 peser ke kotak persembahan di Bait Suci. Tetapi si janda dipuji oleh Tuhan sebagai pemberi terbanyak karena memberi dari kekurangannya, bahkan seluruh nafkahnya. Wow! Dasyat sekali. Keduanya sama-sama mengalami kemerdekaan dari belenggu uang sehingga mampu memberi dengan sukacita. Bagi Zakheus, uang tidak lagi menjadi ukuran dan tujuan hidupnya setelah berjumpa dengan Yesus. Bagi si janda, uangnya yang sedikit bukanlah tumpuan harapannya. Sebaliknya ia percaya hanya pada Tuhan sebagai pemelihara hidupnya. Jemaat yang terkasih. Rupa-rupanya uang mampu memperbudak setiap orang. Baik orang kaya maupun orang miskin. Salah satu tanda perbudakan itu adalah tidak adanya sukacita dalam memberikan persembahan kepada Tuhan ataupun dalam menolong orang miskin. Orang memberikannya secara terpaksa dan sekedarnya. Kiranya kita tidak demikian. Kiranya kita mengalami kasih Tuhan. Kiranya kita mengalami Tuhan sebagai pemelihara hidup kita, sehingga kita dimampukan untuk memberi dengan sukacita.
Di sebuah kampung berpenduduk mayoritas pemeluk agama tertentu. Agama mereka hanya sebagai pengenal saja, sedang cara hidup mereka tidak sesuai dengan ajarannya. Ada seorang bapak yang telah menerima injil dan baru satu-satunya orang di kampung itu yang mengenal Kristus. Meskipun begitu para warga masih mengganggapnya sebagai sesepuh atau orang yang dituakan secara adat agama mereka. Dia tidak pernah secara langsung memberitakan Injil melalui mulutnya. Dan yang menarik adalah dia tidak pernah mempermasalahkan ketika di minta untuk memberikan pengajaran agama mayoritas ini menurut ajaran mereka, bukan menurut ajaran yang dianutnya. Kesempatan itu dipergunakan oleh bapak tersebut untuk membawa setiap orang untuk menemukan jawaban dari setiap pergumulan hidup walaupun tanpa menyebut nama Injil Kristus. Maka mulailah banyak orang yang tertarik, sehingga hampir setiap malam beberapa orang kampung berdatangan ke rumahnya untuk menemukan jawaban pergumulan hidup mereka. Dan melalui bapak tersebut Roh Kudus bekerja, dan berdirilah sebuah gereja. Hampir seluruh warga kampung mengenal kristus karena cara hidupnya yang menjadi berkat. Demikian juga jemaat di Tesalonika menjadi kebanggaan tersendiri bagi Rasul Paulus karena cara hidupnya yang menjadi berkat bagai banyak orang (ayat 6). Selain itu jemaat Tesalonika mampu menjadi saksi bagi jemaat yang lainnya karena ketekunannya dalam iman, kasih dan pengharapan (ayat 3). Dan yang lebih membahagiakan Paulus adalah ketika Firman Allah itu dilakukan dan menjadi bagian iman dari hidup orang Tesalonika (ayat 8). Sehingga Injil tersebar ke daerah lain. Semua ini terjadi karena Jemaat Tesalonika juga merupakan umat pilihan Allah yang dipilih untuk menjadi berkat bagi orang lain (Ayat 4). Kita semua juga merupakan jemaat-jemaat dari salah satu gereja yang Tuhan telah tetapkan. Hendaklah kita dapat dikenal melalui cara hidup yang selalu mencerminkan Injil sebagai kabar baik bagi semua orang. Karena kita telah dipilih Allah untuk menjadi pembawa kabar baik itu kepada semua orang, dan Roh Kudus sebagai pembimbing kita (ayat 4, 6). Posisi kita sama seperti jemaat Tesalonika, mereka dipilih dan dalam penyertaan Roh Kudus.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Hidup Yang Bermakna
19 Oktober '14
Batu Yang Hidup
21 September '14
Mulut Yang Tertutup
01 Oktober '14
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang