SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 28 Agustus 2015   -HARI INI-
  Kamis, 27 Agustus 2015
  Rabu, 26 Agustus 2015
  Selasa, 25 Agustus 2015
  Senin, 24 Agustus 2015
  Minggu, 23 Agustus 2015
  Sabtu, 22 Agustus 2015
DITULIS OLEH
Pdt. Goenawan Susanto
Gembala Jemaat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
Minggu, 14 Juli 2013 | Tema: Bertumbuh Dalam Pengenalan Akan Allah
Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
2 Petrus 1:3-9
Setiap manusia dilahirkan ke dunia ini sebagai bayi, setelah itu akan mengalami pertumbuhan baik secara jasmani, mental maupun rohani. Karena itu tujuan dari setiap manusia adalah bertumbuh menjadi dewasa, melalui tahap-tahap perkembangan yang normal, supaya bisa berfungsi sebagaimana manusia dewasa pada umumnya.

Demikianlah bisa digambarkan kehidupan kita di dalam Kristus. Oleh anugerah dan karya Roh Kudus-Nya kita dilahirkan menjadi ciptaan baru, manusia rohani yang memiliki kodrat ilahi (potensi kehidupan sebagai anak Allah). Ayat 4 berkata: “supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi”. Artinya, setiap kita yang lahir baru di dalam Kristus memiliki potensi untuk hidup di dalam kekudusan dan pengenalan akan Allah. Harus digaris bawahi: setiap kita! Bukan hanya orang-orang Kristen tertentu saja, misalnya hamba Tuhan, atau orang-orang Kristen yang punya karunia-karunia tertentu.

Tapi kenyataan itu tidaklah untuk membuat kita menanti dengan pasif dan beranggapan bahwa dengan sendirinya kita akan mencapai kondisi itu. Firman Tuhan berkata: “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha ....” (ayat 5). Usaha yang sungguh-sungguh diperlukan agar supaya kita mengalami pertumbuhan dalam pengenalan kita akan Tuhan. Dengan kata lain, kalau kita tidak berusaha dengan sungguh-sungguh maka potensi yang dianugerahkan kepada kita itu akan tersia-siakan. Pe...selengkapnya »
Orang Kristen terlibat dalam suatu peperangan rohani melawan kejahatan yang digambarkan sebagai peperangan iman yang berlangsung sampai mereka memasuki hidup kekal. Kemenangan orang percaya telah diperoleh Kristus sendiri melalui kematian-Nya di salib. Yesus telah melancarkan serangan yang berhasil terhadap Iblis, melucuti kuasa dan penguasa kejahatan, membawa tawanan dan menebus orang percaya dari kuasa iblis. Saat ini orang Kristen terlibat dalam peperangan rohani terhadap keinginan berdosa dalam diri mereka sendiri, terhadap kesenangan duniawi yang tidak senonoh dan berbagai pencobaan dan terhadap Iblis dengan pasukannya. Prajurit Kristus yang tangguh harus menang memerangi semua kejahatan bukan dengan kekuatan/kuasa mereka sendiri, tetapi dengan senjata-senjata rohani, kelengkapan perang yang Allah sediakan: IKAT PINGGANG kebenaran, BAJU ZIRAH keadilan, KASUT kerelaan memberitakan Injil, PERISAI IMAN, KETOPONG KESELAMATAN dan PEDANG ROH Firman Allah. Lima perlengkapan untuk bertahan dengan satu- satunya alat untuk menyerang, yaitu PEDANG ROH. Prajurit Kristus tidak cukup hanya mampu bertahan, tetapi harus memenangkan peperangan dengan tindakan menyerang. Pedang roh, Firman Allah adalah satu-satunya alat yang sangat ampuh menyerang dan memenangkan peperangan. Iblis terus berusaha untuk merobohkan dan menghancurkan keyakinan kita akan Firman Allah dan jangan lupa akan satu hal bahwa peperangan kita menuntut kesungguhan kita dalam doa: berdoa dalam roh, setiap waktu, dengan permohonan yang tidak pernah putus-putus bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain yang juga berjuang bersama kita.
Karakter prajurit adalah tangguh, tahan banting, tahan menderita, dan apapun akan dihadapi sekalipun harus menyerahkan jiwa raga. Prajurit adalah seorang ksatria yang gagah perkasa, penuh dedikasi dan berintegritas tinggi. Dalam kondisi terjepit dan sesulit apapun, tidak akan pernah menyerah. Bukan hanya “nekad” berani mati semata, tetapi dalam kondisi terjepit pun tetap mampu berjuang, berbuat sesuatu untuk kebaikan bagi orang lain. Rasul Paulus, misalnya. Sebagai seorang prajurit Kristus, dia menjalankan tugas pekabaran Injil dan karena tugas yang diembannya itu dia harus ditangkap dan ditahan di Roma. Tentu saja sebagai tahanan, Paulus mendapatkan perlakuan kasar, keras dan setidaknya kalau memang dia memiliki kewarganegaraan Romawi, maka tetap saja di tahanan tempat yang tidak mengenakkan. Dengan melamunkah Paulus menghabiskan waktunya sebagai tahanan? Atau setidaknya daripada tidak ada kegiatan, ia menghabiskan waktu dengan tiduran, kadang-kadang berdoa, begitukah? Tidak! Sebagai tahanan Roma, seorang prajurit Kristus yang berjiwa ksatria bernama Paulus tetap menjalankan tugasnya seperti biasa. Paulus sempat menasihati Filemon melalui suratnya, supaya Filemon menerima kembali Onesimus, memaafkan, mengampuni dan menerimanya kembali bukan sebagai hamba [budak] tetapi sebagai saudara seiman dan menjadi semacam karyawannya kembali. Permintaan Paulus kepada Filemon ini dilakukan karena Onesimus telah dimenangkan Paulus menjadi murid Kristus dan telah berguna bagi pelayanan di ladang Tuhan. Dengan demikian harapan Paulus adalah supaya Onesimus juga tetap bekerja kembali bersama Filemon dan turut melayani Tuhan bersama. Indah bukan rencana Paulus? Saudara, di dalam kehidupan ini kita sering terjepit dalam berbagai persoalan. Kita diijinkan Tuhan masuk dalam penjara permasalahan, terkungkung dalam kesulitan. Tetapi sebagai prajurit Kristus, kita jangan menyerah. Kita menanti tangan Tuhan untuk menolong melepaskan kita. Namun itu bukan berarti kita tidak akan melakukan apa-apa selama penantian. Bukankah kita, prajurit Kristus, tetap sanggup melayani Tuhan tatkala ada dalam kesulitan. Sebagai prajurit Kristus yang berhati hamba, kita tidak akan menyerah dan melarikan diri ketika menghadapi kesulitan. Tetap melayani Tuhan, tetap setia, seperti Paulus tetap melayani Tuhan sekalipun dalam kesulitan.
2 Korintus 4:7-11 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. [ayat 8-9] Seorang penulis bernama Irving Stone telah menggunakan sepanjang hidupnya untuk mempelajari kehidupan orang-orang terkenal seperti Michelangelo, Vincent van Gogh, Sigmund Freud dan Charles Darwin. Dia pernah ditanya apakah telah menemukan benang merah dari kehidupan orang-orang yang hebat itu. Dia menjawab: ’Mereka itu adalah orang-orang yang dalam hidupnya mempunyai visi atau impian, sesuatu yang harus diwujudkan.... dan mereka memperjuangkannya. Lalu mereka menghadapi tantangan, dan mereka terhempas jatuh, difitnah dan selama bertahun-tahun tidak mengalami kemajuan apa-apa. Tetapi setiap kali mereka terhempas mereka berdiri kembali. Orang-orang seperti ini tidak bisa dihancurkan. Dan pada akhir kehidupannya mereka mewujudkan apa yang terbaik dari apa yang harus mereka kerjakan.’ Itulah gambaran pejuang yang tangguh. Pejuang yang tangguh tidak kenal menyerah. Dalam hidupnya pasti dia pernah dihempaskan, pernah mengalami kejatuhan, tapi dia tidak menyerah. Setiap kali dia terjatuh, dia akan bangun kembali. Dia yakin bahwa dia pasti akan menang. Dia yakin bahwa dia sedang berjuang untuk sesuatu yang layak diperjuangkan dengan taruhan apapun. Kita ingat bagaimana para pejuang yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Mereka berjuang tanpa kenal menyerah. Walaupun musuh yang mereka hadapi begitu sulit untuk dikalahkan karena lebih unggul dalam persenjataan dan strategi perang. Namun karena para pejuang bangsa kita begitu ulet dan tak kenal menyerah, akhirnya kemerdekaan Indonesia dapat terwujud. Demikianlah prajurit Kristus. Prajurit Kristus memang harus mengalami perjuangan yang berat. Prajurit Kristus harus tangguh. Walaupun kadang harus dihempaskan dan terjatuh, namun dia akan bangkit kembali. Karena prajurit Kristus sedang memperjuangkan sesuatu yang layak untuk diperjuangkan dengan taruhan apapun. Kita merindukan agar banyak jiwa yang dimerdekakan dari perbudakan dosa. Harus ada yang memperjuangkannya tanpa kenal menyerah. Amin.
Bakul nasi ayam itu hanya bisa melongo mendengar rentetan kecaman yang dialamatkan kepadanya. Pagi-pagi begini. Dikiranya serombongan orang yang menyerbu dagangannya itu akan mengawali rezeki yang berlimpah untuk sepanjang hari. Ternyata ... uang yang didapat tak seberapa, malah pagi-pagi begini ia sudah digelontor tajamnya kecaman. Nasi ayamnya katanya kemahalanlah. Porsinya terlalu pelitlah. Bumbunya tak sedaplah. Sendok plastiknya terlalu tipislah. Lipatan ’pincuk’nya kurang rapilah. Astagaaa. Sabar. Belum lagi hilang kegusaran si bakul nasi ayam, datang lagi sekelompok ibu yang menghampiri dagangannya. Duh. Jangan-jangan mau ngomel-ngomel juga nih. ’Kenapa, Mbok? Kok pagi-pagi begini kayak orang bingung,’ gurau salah satu dari para ibu itu. ’Ohhh, ndak apa-apa, Bu. Cuma kaget saja, pagi-pagi sudah diomel-omeli dengan kasar oleh rombongan itu.’ Jari si bakul nasi ayam menunjuk serombongan orang yang baru saja berlalu dari situ. Olala. Ternyata kedua kelompok itu saling mengenal. Lha wong berasal dari gereja yang sama. Sama-sama aktif melayani pula. Waduh. Kok begitu sih Jadi ikut malu atas rekan sepelayanan yang pagi-pagi bukannya menabur berkat malah menabur kecaman tajam kepada orang lain. Sesungguhnya setiap interaksi kita dengan orang lain adalah kesempatan bagi kita untuk menjadi berkat. Bahasa tubuh, mimik wajah dan tutur kata kita adalah sarana untuk memperkenalkan Kristus yang tinggal di dalam kita. Bagaimana mungkin kita menjadi berkat dan menjadi saksi bagi orang yang belum mengenal Kristus apabila perkataan yang keluar dari perbendaharaan hati kita begitu tajam menyayat bagai sebilah silet? Mari menyadari bahwa kehidupan yang kita jalani di luar dinding gereja adalah sama pentingnya dengan kehidupan di dalam gereja. Biarlah hidup kita seutuhnya menjadi berkat. Baik bagi kawan-kawan seiman, juga bagi mereka yang belum mengenal kasih Kristus.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Rendah Hati
08 Agustus '15
40 Prajurit Bernyanyi
21 Agustus '15
Pejuang yang Tangguh
16 Agustus '15
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang