SEPEKAN TERAKHIR
  Selasa, 28 Maret 2017   -HARI INI-
  Senin, 27 Maret 2017
  Minggu, 26 Maret 2017
  Sabtu, 25 Maret 2017
  Jumat, 24 Maret 2017
  Kamis, 23 Maret 2017
  Rabu, 22 Maret 2017
DITULIS OLEH
Pdt. Goenawan Susanto
Gembala Jemaat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
Minggu, 14 Juli 2013 | Tema: Bertumbuh Dalam Pengenalan Akan Allah
Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
2 Petrus 1:3-9
Setiap manusia dilahirkan ke dunia ini sebagai bayi, setelah itu akan mengalami pertumbuhan baik secara jasmani, mental maupun rohani. Karena itu tujuan dari setiap manusia adalah bertumbuh menjadi dewasa, melalui tahap-tahap perkembangan yang normal, supaya bisa berfungsi sebagaimana manusia dewasa pada umumnya.

Demikianlah bisa digambarkan kehidupan kita di dalam Kristus. Oleh anugerah dan karya Roh Kudus-Nya kita dilahirkan menjadi ciptaan baru, manusia rohani yang memiliki kodrat ilahi (potensi kehidupan sebagai anak Allah). Ayat 4 berkata: supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi. Artinya, setiap kita yang lahir baru di dalam Kristus memiliki potensi ...selengkapnya »
Dalam sebuah pameran lukisan terdapat sebuah lukisan yang cukup besar dan menarik banyak orang. Lukisan yang menggambarkan badai topan disertai hujan lebat di lautan. Gelombang air laut yang sangat tinggi dan kilat yang menakutkan di tengah kegelapan. Ada dua buah kapal yang sedang terombang-ambing. Di tengah suasana yang mencekam itu ada seekor burung pipit yang sedang bersiul dengan gembira di sebuah lubang pada batu karang yang kokoh. Di ujung kanan bawah lukisan tertulis “TENANG”. Daud seorang raja pilihan Allah, selalu menang dalam setiap peperangan, memiliki harta yang melimpah, dihormati dan dikagumi oleh rakyatnya. Tetapi Daud tidak bebas dari masalah, pernah hidup sebagai seorang buronan yang akan dibunuh oleh Saul. Anak kandungnya memberontak, terusir dari istana dan menjadi pelarian. Di tengah masalah yang sangat berat, dia bisa tenang karena dekat dengan Allah. Baginya Allah adalah gunung batu dan kota benteng yang memberi keselamatan dan harapan. Dia tidak mencari pertolongan dari orang lain karena dia yakin pertolongan datang dari Tuhan. Dia percaya kepada Allah dan mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan setiap saat. Setiap masalah akan membuat kita cemas, takut, marah, gelisah dan bisa menimbulkan depresi. Dengan kekuatan dan usaha kita sendiri tidak mungkin kita bisa tenang pada saat sedang mempunyai masalah. Kita bisa belajar dari Daud, percaya penuh kepada Allah dan mempunyai hubungan intim dengan Tuhan melalui saat teduh di mana kita bisa mencurahkan isi hati kita kepada-Nya. Tuhan bukan hanya ada pada waktu kita butuh tetapi setiap saat Dia adalah batu karang dan kita ada di dalam-Nya. Setiap saat kita rasakan kehadiran-Nya, dengan demikian tenang di saat badai akan terwujud.
Tulisan “HARAP TENANG” pada waktu yang lalu banyak kita jumpai di kantor-kantor, di ruang tunggu praktek dokter dan di rumah sakit. Tentunya tulisan itu dipasang sebagai public notice dengan harapan di dalam tenang ada keteduhan, ada kesejukan hati. Dan itu akan memberi kenyamanan kerja, kenyamanan pasien yang menunggu panggilan dokter untuk diperiksa. Sekarang tulisan itu sulit kita temukan. Dalam gedung gereja kita yang lama, di kiri kanan mimbar dipasang tulisan: “DIAM & BERDOA, TUHAN HADIR”. Tulisan itu cukup memberkati jemaat, mereka masuk ruang ibadah, duduk, diam dan berdoa menikmati kehadiran Tuhan sambil menunggu kebaktian dimulai. Bahkan di hari-hari biasa, pagi hari, tidak ada kebaktian, ada jemaat yang datang, duduk sendiri di depan mimbar berdiam diri berdoa. Entah apa yang mereka sampaikan kepada Tuhan tidak ada orang yang yang tahu tapi saya yakin Tuhan hadir menjamah mereka. Firman Tuhan [1 Petrus 4:7] menasihatkan “kuasailah diri, jadilah tenang supaya kamu dapat berdoa”. Daud adalah manusia yang sarat dengan masalah. Lebih-lebih sejak ia diurapi menjadi raja menggantikan Saul. Karena iri hati Saul, Daud ada dalam kejaran pedang, diburu, terancam bahaya maut, kesesakan dan ketakutan bertubi-tubi datang dalam hidupnya. Daud mendapatkan ketenangan sewaktu ia datang pada Allah yang hidup mencurahkan segala isi hatinya. Masalah datang setiap saat dalam hidup kita tanpa diundang. Tetap saja rasa panik dan bingung lebih cepat menyergap kita daripada ide cemerlang untuk mengatasi masalah itu. Semua itu hal yang wajar dan manusiawi tapi perlu kita ingat bahwa kita punya tempat yang tepat untuk mencurahkan semua gundah gulana kegalauan hati kita. Harap tenang, hampiri Allah, sapalah Dia dalam doa. Allah mengerti apa yang sedang terjadi. Dia sudah mempersiapkan jalan keluar bagi kita. Datang, sujud di hadapan-Nya dan berdoa. Mintalah dan terimalah kelegaan dari-Nya.
Kisah heroik Daud melawan Goliat sangat melegenda. Bukan hanya kaum Kristiani saja yang mengetahui kisah ini tetapi juga orang “di luar sana” tahu bahwa pertempuran itu sangat tidak imbang. Daud yang imut tanpa perlengkapan perang melawan Goliat si raksasa yang berpakaian perang lengkap. Daud menghadapi Goliat tanpa rasa takut sedikitpun. Mengapa ??? Daud sudah mengalami secara pribadi pertolongan Tuhan saat dia bekerja menggembalakan kambing domba ayahnya. Daud merasa tersinggung ketika mendengar Goliat yang berteriak-teriak mencemooh Allah Israel sehingga dengan penuh keyakinan dikatakannya kepada Raja Saul bahwa dia akan mengalahkan Goliat sama seperti dia mengalahkan singa dan beruang saat dia melindungi ternak ayahnya [ayat 34-36]. Daud hanya membawa tongkat, lima batu kali dalam kantongnya dan umban di tangannya sehingga Goliat marah, mengutuki Daud karena merasa dianggap seekor anjing [ayat 43]. Goliat yang besar mendatangi Daud dengan pedang, tombak dan lembing sedangkan Daud yang imut mendatangi Goliat dengan nama TUHAN [ayat 45]. Dengan hikmat dan pertolongan Tuhan, Daud dapat melihat peluang yang ada, yaitu lubang ketopong yang dipakai Goliat tepat di dahinya [ayat 49]. Mungkin saat ini kita sedang menghadapi “Goliat” dalam kehidupan keseharian kita, dalam pekerjaan, problema rumah tangga bahkan mungkin dalam pelayanan. Jangan takut, jangan putus asa !! Mari kita ingat pertolongan Tuhan yang telah kita alami sama seperti Daud disertai Tuhan sehingga bisa membaca peluang yang ada dan hanya dengan batu kali licin yang kecil dapat mengalahkan “Goliat” yang mungkin sangat menakutkan !!! Amin.
Poo, ‘si panda gemuk’, adalah seorang pendekar yang berjuluk ‘Kesatria Naga’ yang merupakan tokoh utama dalam film Kung Fu Panda. Bersama kelima temannya, Poo diutus untuk menjalankan sebuah misi yang berat. Kesatria Naga bersama kelima temannya diutus untuk menghentikan aksi seorang pendekar jahat yang berusaha untuk menaklukan seluruh dataran China. Pendekar jahat ini rela menggunakan segala cara demi memenuhi ambisinya untuk menguasai seluruh dataran China. Guna melancarkan ambisinya, ‘si pendekar jahat’ membuat sejumlah meriam untuk menaklukkan seluruh prajurit bersenjata dan sejumlah pendekar yang ingin menghentikannya. Hasilnya, si pendekar jahat sukses menaklukkan beberapa kota dan menguasainya. Sebelum berangkat dalam misinya, Kesatria Naga mendapatkan sebuah nasihat penting tentang ilmu hebat yang dapat dipakai untuk menghentikan si pendekar jahat. Singkat cerita, dalam pertempurannya dengan si pendekar jahat, Kesatria Naga terpojok dan hampir dikalahkan. Beruntunglah di saat-saat terjepit itu, Poo mengingat pesan dari sang guru dan mencoba mempraktekkannya. Hasilnya sangat luar biasa. Pendekar jahat tersebut berhasil dikalahkan dan Kesatria Naga menjadi lebih kuat. Pemazmur berkata dalam Mazmur 1:1-2: “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik … tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.” Orang yang merenungkan Firman-Nya adalah orang yang berbahagia. Dia akan berbahagia sebab Firman Tuhan akan menuntun hidupnya ke jalan yang benar. Tidak hanya sampai di situ, bahkan berbagai berkat yang luar biasa akan diterima oleh orang yang senantiasa merenungkan Firman-Nya di setiap waktu. Pemazmur menggambarkan orang yang merenungkan Firman Tuhan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air yang tidak pernah mengalami kelayuan dan akan selalu menghasilkan buah pada saatnya [ayat 3]. Seperti dalam kisah di atas tentang pentingnya mengingat sebuah pesan, hendaklah kita juga mengingat dan melakukan selalu pesan dari Tuhan bagi kita. Firman Tuhan adalah sebuah pesan penting yang diberikan Tuhan bagi umat-Nya yang akan menolong umat-Nya untuk mengatasi segala masalah hidup. Di saat kita terpojok dan berusaha mencari jawaban atas segala masalah yang ada, ingatlah selalu pada “Pesan Ilahi” itu. Pesan yang sudah tercatat dalam Alkitab. Oleh karena itu jangan jenuh untuk membaca, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan. Berbahagialah setiap kita yang berpegang pada Firman-Nya. Murid Kristus yang dapat mengalami Tuhan, bertumbuh dalam iman, dan berdampak untuk sesama adalah dimulai dari sikap menerima dan melakukan Firman-Nya. Oleh karena itu, jadilah murid Kristus yang hidup berdasar pada Firman-Nya.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Dipulihkan Dengan Kekuatan Untuk Mengikut
15 Maret '17
Hidup Penuh Misteri Ilahi
16 Maret '17
Berbahagialah Orang Yang Berpegang Pada FirmanNya
14 Maret '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang