SEPEKAN TERAKHIR
  Kamis, 18 September 2014   -HARI INI-
  Rabu, 17 September 2014
  Selasa, 16 September 2014
  Senin, 15 September 2014
  Minggu, 14 September 2014
  Sabtu, 13 September 2014
  Jumat, 12 September 2014
DITULIS OLEH
Pdt. Goenawan Susanto
Gembala Jemaat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
Minggu, 14 Juli 2013 | Tema: Bertumbuh Dalam Pengenalan Akan Allah
Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
2 Petrus 1:3-9
Setiap manusia dilahirkan ke dunia ini sebagai bayi, setelah itu akan mengalami pertumbuhan baik secara jasmani, mental maupun rohani. Karena itu tujuan dari setiap manusia adalah bertumbuh menjadi dewasa, melalui tahap-tahap perkembangan yang normal, supaya bisa berfungsi sebagaimana manusia dewasa pada umumnya.

Demikianlah bisa digambarkan kehidupan kita di dalam Kristus. Oleh anugerah dan karya Roh Kudus-Nya kita dilahirkan menjadi ciptaan baru, manusia rohani yang memiliki kodrat ilahi (potensi kehidupan sebagai anak Allah). Ayat 4 berkata: “supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi”. Artinya, setiap kita yang lahir baru di dalam Kristus memiliki potensi untuk hidup di dalam kekudusan dan pengenalan akan Allah. Harus digaris bawahi: setiap kita! Bukan hanya orang-orang Kristen tertentu saja, misalnya hamba Tuhan, atau orang-orang Kristen yang punya karunia-karunia tertentu.

Tapi kenyataan itu tidaklah untuk membuat kita menanti dengan pasif dan beranggapan bahwa dengan sendirinya kita akan mencapai kondisi itu. Firman Tuhan berkata: “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha ....” (ayat 5). Usaha yang sungguh-sungguh diperlukan agar supaya kita mengalami pertumbuhan dalam pengenalan kita akan Tuhan. Dengan kata lain, kalau kita tidak berusaha dengan sungguh-sungguh maka potensi yang dianugerahkan kepada kita itu akan tersia-siakan. Pe...selengkapnya »
Di balik sosoknya yang gembul, Benay adalah pribadi yang memiliki gairah rohani tinggi. Ia gemar mendengarkan kotbah-kotbah Pdt. Itong yang bersemangat dan menggelembungkan euphoria kekristenan. Pada berbagai kesempatan, Pdt. Itong “menubuatkan” bahwa Benay akan menerima berkat berkelimpahan, yaitu menjadi milyarder mendadak. Benay yakin sekali dengan “nubuatan” itu. Apalagi kondisinya saat ini masih kudangan alias kurang sandang-pangan. Nasihat Pdt. Itong agar sembari menunggu penggenapannya, ia harus rajin berdoa, beribadah, dan tentu saja rajin bekerja. Benay pun menurutinya. Sambil bekerja sebagai loper koran, ia tak lupa untuk berdoa. Segala macam kategori ibadah selalu ia hadiri. Tetapi semakin lama menunggu, semakin ia frustrasi. Jangankan milyaran rupiah, butuh ce ban saja ia harus ngutang pada Sambey, sahabatnya itu. Tanpa disadari, jiwanya makin rapuh. Ia dihinggapi keragu-raguan akan kasih Tuhan. Ia makin mudah digelayuti kekuatiran akan kebutuhan sandang-pangannya. Ia tidak lagi bisa berdoa dan beribadah dengan tulus karena dimotivasi oleh berkat. Jemaat yang terkasih. Tuhan tahu bahwa sandang-pangan adalah kebutuhan setiap orang. Tuhan pun tahu bahwa kebutuhan akan sandang-pangan dapat memicu kekuatiran. Setiap orang berusaha agar sandang-pangannya terjamin. Maka terjadilah persaingan bebas dalam memburu sandang-pangan. Asumsinya, jika sandang-pangan terjamin maka hidup bebas dari kekuatiran. Dalam persaingan itu berlakukan hukum asu gedhe menang kerahe. Yang menang disebut kaya, makin terjamin sandang-pangannya. Yang kalah disebut miskin, makin sulit sandang-pangannya. Tetapi asumsi di atas ternyata salah. Orang kaya tidak berarti pasti bebas dari kekuatiran. Buktinya, meskipun sudah kaya banyak bangsa yang tidak mengenal Allah terus memburu sandang-pangan dengan rakusnya. Apalagi orang miskin, wajar jika kekuatiran akan sandang-pangan mudah menghantuinya setiap saat. Dalam kenyataan ini, Tuhan ingin setiap orang mengubah motivasi hidupnya. Dari hidup untuk memburu sandang-pangan, berbalik ke arah mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya. Dengan jalan ini setiap orang akan hidup zonder kuatir. Jemaat yang terkasih. Mudahkah kita menerima jalan Tuhan agar hidup tidak kuatir? Syukur jika kita mudah menerimanya dan mau menghayatinya dalam hidup ini. Mengingat banyak orang tidak mudah menerima jalan Tuhan karena mereka telah memiliki jalan sendiri untuk bebas dari kuatir, yaitu berkat materi (uang). Malahan mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya, mereka lakukan dengan motivasi untuk mendapatkan jaminan berkat. Ah... kita memang butuh uang, kita tidak menolak berkat, tetapi janganlah hidup kita dimotivasi olehnya. Karena hasilnya hanyalah kekuatiran semata.
Suatu ketika seorang ayah melarang anaknya untuk bermain sepakbola di siang hari dengan alasan cuaca yang begitu panas. Dan sang ayah menyarankan tentu akan lebih baik kalau anaknya istirahat atau belajar. Tetapi karena ajakan teman-temannya untuk bermain sepakbola dan kebetulan ayahnya juga sedang pergi, maka bermainlah anak tersebut. Setelah anak itu selesai bermain sepakbola ternyata ayahnya sudah di rumah, maka apa yang terjadi dengan anak itu? Dia takut untuk pulang ke rumah karena melanggar perintah orangtuanya. Dari bacaan di atas Yesuspun pernah mengalami ketakutan yang begitu hebat sampai peluhnya bercampur darah. Bukan karena sebuah kesalahan, tetapi karena Dia harus menanggung dosa seluruh manusia di kayu salib. Kepada siapa Yesus terbuka menceritakan kesedihan hati-Nya? Dalam pergumulan-Nya yang berat, Dia menceritakan kesedihan hatinya kepada murid-murid terdekat-Nya dan juga kepada Bapa-Nya di sorga. Dalam ketakutan-Nya, Yesus terbuka kepada orang-orang dekat-Nya dan yang lebih penting adalah berserah kepada Bapa. Setiap kita tentu pernah mengalami ketakutan dan banyak hal yang bisa membuat kita menjadi takut, namun bukankah semua sudah ditanggung oleh Yesus di atas salib Golgota. Ketika kita mengalami ketakutan, mari kita mau belajar seperti Yesus. Belajar terbuka kepada rekan-rekan yang dapat dipercaya dan siap memberikan dukungan. Juga datang kepada Bapa kita di sorga dan menceritakan semua pergumulan kita. Yang harus kita lakukan adalah membangun komunitas yang siap memberi dukungan. Dan yang terpenting adalah serahkan semua dan percayakan diri kita kepada Allah .
Ada beberapa orang beranggapan bahwa ketika seseorang sedang ketakutan kontan dia tidak bisa berbuat apa-apa, yang ada hanyalah panik dan ‘paling-paling’ yang masih bisa dilakukan adalah menghindar atau melarikan diri. Pendapat seperti itu ada benarnya tetapi masih separoh benar. Mungkin yang lebih tepat dirumuskan dengan kalimat: “Ketika seseorang sedang dicengkeram ketakutan tidak bisa berpikir secara logis dan kritis.” Sebenarnya tidak hanya menghindar atau melarikan diri saja, tetapi seorang yang karena kekhawatiran dan ketakutan dia justru melakukan tindakan yang membabi buta. Tiba-tiba menyerang jika sudah tidak ada jalan untuk melarikan diri alias kepepet. Hal itu mencerminkan betapa dangkal cara berpikirnya dalam mengatasi ketakutan. Ketika Musa diutus TUHAN untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir, apa dan bagaimana tanggapan dan sambutan orang-orang Israel itu? Apakah menyambutnya dengan kegirangan tau menolaknya? Ya, ternyata tidak menyambut dengan sukacita, malah menolaknya (ayat 21). Mengapa menolaknya dan apa alasannya? Itu dia, karena TAKUT. Takut karena adanya penindasan yang semakin berat, padahal yang dilakukan Musa adalah ingin membebaskan bangsanya sendiri sesuai perintah TUHAN. Seharusnya dengan akal sehat dan berpikir secara kritis, orang-orang Israel menyambut berita pembebasan ini demi kemerdekaan dan masa depan mereka sendiri. Saudara, KETAKUTAN, apa pun alasannya, selalu membuahkan tindakan yang negatif. Karenanya seseorang selalu menengok kanan-kiri dengan sorot mata penuh was-was dan curiga. Takut tersaingi, takut kalah, takut kehilangan pamor dan popularitas, takut ketahuan yang sebenarnya, dsb. Dari semua alasan itu intinya hanya satu takut menderita kehilangan, baik yang lahiriah maupun batiniahnya. Oleh sebab itu kepada setiap orang percaya, Tuhan berfirman “JANGAN TAKUT”. Kata-kata tersebut selalu menumbuhkan iman kita tatkala sedang menghadapi perasaan takut. Firman tersebut juga mengajak kita untuk selalu bersandar kepada Tuhan, hidup sesuai jalan-jalan-Nya, dan tidak berorientasi pada sang “aku”, ego kita.
Apakah Saudara pernah mengenal “Super Penyet”? Di sana disajikan menu makanan seperti bebek goreng, ayam goreng, dsb. Tentunya makan di sana rasanya enak sekali apalagi kalau rasa ’bayar’ (alias gratis). Namun pada awal bulan Juli 2014 saya mengalami rasa “super takut” yang kesekian kali. Rasa ketakutan yang diikuti tidur kurang nyenyak, selera makan berkurang dan daya tahan tubuh menurun. Bukan karena takut hantu di malam hari atau dikejar tagihan kredit, namun karena pengurusan dokumen yang bermasalah. Ada seorang dosen dari Republik Korea yang dokumen imigrasinya akan segera habis tanggal 31 Juli 2014 dan pengurusan terakhir tanggal 25 Juli. Lebih menegangkan lagi pilihannya: keluar dari negara Indonesia atau denda per hari sebesar 300 ribu rupiah kalau pengurusan dilanjutkan (padahal proses pengurusan bisa butuh waktu 30 hari, jadi total denda sekitar 9 juta rupiah). Di sini tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan kepada saya dipertaruhkan. Mari membaca dan merenungkan dalam perikop Injil Lukas 22:39-46. Bukankan Tuhan Yesus juga pernah mengalami hal demikian. Dalam ayat ke-44a dicatat: ”Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa”. Tuhan Yesus telah memberi keteladanan dalam menghadapi ketakutan dengan berdoa. Karena di dalam doa ada pertolongan di mana malaikat dari langit telah memberikan kekuatan kepada-Nya. Ora et Labora, berdoa dan bekerja. Dalam pekerjaan berat, saya berdoa kepada Tuhan Yesus, doa semalam suntuk hingga dini hari di tempat doa Goa Kereb - Ambarawa. Dan di tengah malam bersama istri berdoa menangis kepada Tuhan. Puji Tuhan persyaratan dokumen bisa terlengkapi dan pengurusan dokumen selesai tepat waktu tanggal 25 Juli 2014. Bagaimana dengan pergumulan Saudara? Mari menjalani kehidupan yang seringkali dipenuhi ketakutan bersama dengan Bapa di Sorga karena Dia sejauh doa. Amin.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Keberanian Iman Mengalahkan Rasa Takut
25 Agustus '14
Tuhan Kekuatanku
28 Agustus '14
Gereja, Komunitas Orang Percaya
12 September '14
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang