SEPEKAN TERAKHIR
  Kamis, 20 Juli 2017   -HARI INI-
  Rabu, 19 Juli 2017
  Selasa, 18 Juli 2017
  Senin, 17 Juli 2017
  Minggu, 16 Juli 2017
  Sabtu, 15 Juli 2017
  Jumat, 14 Juli 2017
DITULIS OLEH
Pdt. Goenawan Susanto
Gembala Jemaat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
Minggu, 14 Juli 2013 | Tema: Bertumbuh Dalam Pengenalan Akan Allah
Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
2 Petrus 1:3-9
Setiap manusia dilahirkan ke dunia ini sebagai bayi, setelah itu akan mengalami pertumbuhan baik secara jasmani, mental maupun rohani. Karena itu tujuan dari setiap manusia adalah bertumbuh menjadi dewasa, melalui tahap-tahap perkembangan yang normal, supaya bisa berfungsi sebagaimana manusia dewasa pada umumnya.

Demikianlah bisa digambarkan kehidupan kita di dalam Kristus. Oleh anugerah dan karya Roh Kudus-Nya kita dilahirkan menjadi ciptaan baru, manusia rohani yang memiliki kodrat ilahi (potensi kehidupan sebagai anak Allah). Ayat 4 berkata: “supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi”. Artinya, setiap kita yang lahir baru di dalam Kristus memiliki potensi untuk hidup di dalam kekudusan dan pengenalan akan Allah. Harus digaris bawahi: setiap kita! Bukan hanya orang-orang Kristen tertentu saja, misalnya hamba Tuhan, atau orang-orang Kristen yang punya karunia-karunia tertentu.

Tapi kenyataan itu tidaklah untuk membuat kita menanti dengan pasif dan beranggapan bahwa dengan sendirinya kita akan mencapai kondisi itu. Firman Tuhan berkata: “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha ....” (ayat 5). Usaha yang sungguh-sungguh diperl...selengkapnya »
Beberapa puluh tahun yang lalu ada seorang pemuda yang pekerjaannya mencuri. Berbagai macam barang pernah ia curi. Pernah tertangkap polisi dan masuk penjara, tetapi setelah bebas dari penjara, ia tetap melakukan pencurian. Suatu saat di hari minggu, ia lewat di sebuah gereja dan melihat banyak sepeda diparkir di situ. Ia masuk halaman gereja yang tidak terlalu luas dan memilih sebuah sepeda yang akan dicuri. Tiba-tiba ia mendengar suara, bertobatlah jangan hidup di dalam kegelapan, mencuri, merampok, mabuk dan jalanlah dalam terang. Ia tidak jadi mengambil sepeda dan mendengarkan khotbah sampai selesai. Minggu depannya ia kembali ke gereja bukan untuk mencuri tetapi ikut kebaktian. Ia bertobat, meninggalkan kehidupan lama dan menjadi hamba Tuhan yang dipakai Allah seumur hidupnya. Dahulu kita hidup dalam kegelapan, karena anugerah Kristus saat ini kita hidup dan berjalan dalam terang. Terang akan berbuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran. Melakukan perbuatan yang berkenan kepada-Nya. Jangan turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Bahkan malu bila memperbincangkan hal-hal kegelapan. Bangkitlah, terangilah setiap kegelapan karena cahaya Kristus ada dalam hidup kita. Bila kita mendengar atau melihat berita di sekitar, banyak orang yang demikian mudahnya melakukan hal-hal kegelapan, merugikan orang lain, korupsi, fitnah, pembunuhan karakter melalui medsos. Jangan terpengaruh untuk melakukannya karena kita seharusnya hidup dan jalan dalam terang yang berdampak kebaikan, keadilan dan kebenaran. Bila ikut-ikutan menyebar berita melalui medsos yang berisi ujaran kebencian, fitnah yang tidak tahu kebenarannya, berarti kita telah ikut hidup dalam kegelapan. Marilah tinggalkan kegelapan, jalanlah dalam terang karena banyak orang yang membutuhkan terang di jalan hidupnya.
Saya mengenalnya sebagai pribadi yang paling taat beribadah di keluarga besar Ayah. Segala tindak tanduk dan perkataannya mencerminkan bahwa ia adalah pribadi yang takut akan Tuhan. Saat saya pindah ke Semarang, adik ayah saya inilah yang rajin memaketkan buku-buku berbahasa Inggris dan cerita-cerita rohani yang mengakrabkan saya dengan kisah-kisah dari Alkitab. Tante adalah salah satu pelita yang Tuhan tempatkan untuk menuntun saya pada terang-Nya. Setelah Tante menikah dan dikaruniai seorang putra, kabar mengejutkan itu datang. Tante terserang kanker rahim. Rahimnya terpaksa diangkat. Setelah melalui perjuangan yang panjang dan meletihkan ... lagi-lagi ia terdeteksi mengidap kanker payudara. Satu payudara terpaksa diangkat. Lalu kedua-duanya. Seluruh keluarga dilingkupi kesedihan. Di tengah himpitan beban itu, Tante menunjukkan ketegaran yang luar biasa. Ia tidak berkeluh kesah apalagi bersungut-sungut. Ia tetap memberi perhatian kepada orang lain, tetap menjalani hidup dengan sebaik-baiknya. Ajaib benar. Hanya orang yang betul-betul menerima dan merasakan pertolongan dari Roh Kuduslah yang sanggup bersikap demikian. Karya Roh Kudus sering kali hanya dilihat melalui manifestasinya. Namun sebenarnya Roh Kudus bekerja jauh lebih dalam dan menyeluruh di dalam hidup orang yang dipenuhi-Nya. Ia memberi kemampuan kepada umat Tuhan untuk tetap menjadi saksi dalam segala situasi dan kondisi. Dan kuasa dari kesaksian hidup itu sanggup meruntuhkan benteng-benteng keraguan dan ketidakpercayaan. Berbahagialah umat yang dikaruniai kuasa oleh Roh Kudus untuk menjadi saksi-Nya.
Menjadi orang yang benar bukanlah perkara yang gampang untuk dilakukan. Terlebih pada era modern saat ini banyak sekali hal-hal yang dapat membuat iman percaya kita kepada Kristus menjadi goyah sehingga tidak lagi hidup dalam kebenaran. Di dalam Perjanjian Baru arti orang benar ialah orang yang menyadari dan mengakui bahwa dia adalah orang berdosa, bertobat dan dibenarkan. Orang benar bukanlah orang yang tidak pernah melanggar hukum Tuhan karena tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat dosa. Bagaimanakah kita bisa tahu apakah hidup kita sudah benar di hadapan Tuhan? Dalam Mazmur 1:1-6 dituliskan ciri orang benar. Pertama, orang benar gemar akan Firman Tuhan. Membaca dan merenungkan Firman dan melakukannya karena ia sadar bahwa dirinya adalah orang yang berdosa dan membutuhkan Firman Tuhan sebagai tuntunan hidup. Sehingga ia tidak akan lagi menggunakan hidupnya untuk melakukan perbuatan yang tidak berkenan kepada Allah. Kedua, orang benar akan selalu mendapat kekuatan dari Allah dan apa yang dikerjakan berhasil. Kekuatan dan pengharapan orang yang hidup benar adalah datangnya dari Allah karena hidupnya senantiasa berada di dekat-Nya. Sehingga ketika ia melakukan segala pekerjaan pasti akan menyerahkannya kepada tangan Tuhan yang akan membuatnya berhasil. Ketiga, orang benar selalu memberikan pengaruh yang baik supaya semua orang hidup dalam kebenaran-Nya. Sikap hidup benar yang dimiliki itu dicerminkan melalui tindakan nyata dalam komunitas di manapun ia berada sehingga menjadi berkat bagi sesama. Kita memang dulu orang berdosa, tetapi sekarang kita tidak lagi hidup di dalam dosa karena kita telah dibebaskan dari kuasa dosa oleh pengorbanan Kristus di kayu salib. Hidup kita menjadi benar bukan karena kita yang mampu membuat diri kita menjadi benar, itu semua hanya karena kemurahan Tuhan saja yang menjadikan hidup layak dan dibenarkan-Nya. Oleh karena itu marilah kita bertindak benar sesuai dengan kehendak Allah dan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.
“Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang”. Masih ingatkah anda dengan kalimat tersebut? Kalimat ini adalah kalimat yang selalu muncul di berbagai film yang dibintangi oleh Warkop DKI yang sangat terkenal sekitar tahun 1990an. Kalimat ini selalu dimunculkan di awal atau di akhir setiap film yang dibintangi oleh Dono, Kasino dan Indro. Kalimat tersebut bukan sekedar kalimat untuk “lucu-lucuan” semata. Kalimat tersebut adalah penggambaran kondisi tahun 1980-1990an dan sekaligus merupakan kritik yang tersirat [tersembunyi] bagi para penguasa “Orde Baru” yang berkuasa saat itu. Pada zaman orde baru, bagi para komedian, membuat orang tertawa bukan hal yang mudah. Para komedian memang dapat dengan mudah membuat orang tertawa, namun materi lawakan yang disajikan harus dipersiapkan dengan hati-hati. Jika salah membuat lelucon, penjara adalah tujuannya. Para komedian pada masa itu merasa, tertawa para penonton bukanlah tertawa yang lepas. Mengapa? Tertawa mereka secara tidak sadar hanya merupakan tertawa yang semu, tidak ada kebebasan karena masih dipenuhi kegelisahan dan ketakutan. Intinya, membuat orang merasakan kebahagiaan yang sejati bukanlah hal yang mudah. Sukacita adalah hal yang mahal dan langka di dalam hidup manusia yang penuh kegelisahan, permasalahan dan berbagai ketakutan. Perjanjian Baru, khususnya surat-surat yang ditulis oleh Rasul Paulus, mencatat bahwa selama melewati masa penderitaan besar, Rasul Paulus menggambarkan pengalamannya itu seperti ’sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita. Dia juga menggambarkannya sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang, atau juga digambarkan sebagai orang tak bermilik, sekalipun memiliki segala sesuatu’ [2 Korintus 6:10]. Karena kasih Allah telah dicurahkan dalam hati kita oleh Roh Kudus [Roma 5:5], adakah situasi di mana kita tak dapat mengalami sukacita yang Dia berikan? Duka dan penderitaan adalah kenyataan hidup yang tak dapat dihindari. Namun Roh Kudus, adalah sumber sukacita kita, ’memberi kita harta tak ternilai harganya yang didamba manusia, dan yang Allah beri’. Segala kesulitan yang ada di dunia ini seharusnya tidak dapat membuat kita pesimis menjalani hidup. Sukacita yang Tuhan berikan kepada kita jauh melebihi segala penderitaan yang ada di dunia ini. Di dalam Yesus, sukacita dan kebahagiaan bukanlah sesuatu yang mahal dan langka. Sebab di dalam Yesus ada sukacita yang sejati. Di perbatasan Meksiko dan Amerika Serikat, orang Meksiko zaman dahulu memiliki kebiasaan yang unik. Di kesehariannya mereka bekerja menggembalakan domba di padang rumput yang luas. Mereka mengenakan pakaian yang umum dipakai oleh orang Meksiko pada zaman itu saat menggembalakan ternak, yaitu celana jeans, baju khas Meksiko dan topi sombreo. Sambil menunggang kuda mereka juga bernyanyi dengan menggunakan gitar sebagai alat musiknya. Tahukah anda, mengapa mereka memakai gitar saat mereka bernyanyi, sambil menggembalakan ternak mereka? Jawabannya adalah ... karena jika para penggembala Meksiko menggunakan drum sebagai alat musiknya pasti akan terlalu berat untuk dibawa. Apalagi sambil naik kuda ... pasti berat banget ya! Tetaplah tersenyum, tetaplah bersukacita, tetaplah berbahagia. Tetaplah bersukacita menjalani hidup ini sebab Tuhan sudah memberikan sukacita yang sejati kepada kita.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Apa Yang Kita Rindukan ?
22 Juni '17
Anak Panah Di Tangan Pahlawan
01 Juli '17
Kuasa Untuk Menjadi Saksi Kristus
04 Juli '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang