SEPEKAN TERAKHIR
  Senin, 29 Agustus 2016   -HARI INI-
  Minggu, 28 Agustus 2016
  Sabtu, 27 Agustus 2016
  Jumat, 26 Agustus 2016
  Kamis, 25 Agustus 2016
  Rabu, 24 Agustus 2016
  Selasa, 23 Agustus 2016
DITULIS OLEH
Pdt. Goenawan Susanto
Gembala Jemaat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
Minggu, 14 Juli 2013 | Tema: Bertumbuh Dalam Pengenalan Akan Allah
Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
2 Petrus 1:3-9
Setiap manusia dilahirkan ke dunia ini sebagai bayi, setelah itu akan mengalami pertumbuhan baik secara jasmani, mental maupun rohani. Karena itu tujuan dari setiap manusia adalah bertumbuh menjadi dewasa, melalui tahap-tahap perkembangan yang normal, supaya bisa berfungsi sebagaimana manusia dewasa pada umumnya.

Demikianlah bisa digambarkan kehidupan kita di dalam Kristus. Oleh anugerah dan karya Roh Kudus-Nya kita dilahirkan menjadi ciptaan baru, manusia rohani yang memiliki kodrat ilahi (potensi kehidupan sebagai anak Allah). Ayat 4 berkata: “supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi”. Artinya, setiap kita yang lahir baru di dalam Kristus memiliki potensi ...selengkapnya »
Pak Narto adalah seorang yang berprofesi sebagai tukang batu. Entah berapa rumah yang sudah dibuatnya atau sudah berapa kali pak Narto membuat jembatan, sudah tak terhitung. Maklum karena dia sebagai tukang batu senior yang sangat baik kerjanya sehingga jasanya sering dipakai banyak orang. Namun ada satu hal yang menarik dalam diri pak Narto, sudah banyak rumah orang lain dia buat tetapi sudah bertahun-tahun dia hanya tinggal di rumah setengah jadi [Jawa: abangan, temboknya masih batu bata merah tidak di plestar]. Pak Narto terus menerus membangun rumah orang lain, tetapi dia tidak pernah menyelesaikan bangunan rumahnya sendiri. Membangun adalah tindakan mengerjakan sesuatu yang belum selesai, tetapi tidak boleh berhenti. Harus dikerjakan terus menerus sampai selesai. Elia sebagai hamba Allah terus melayani dengan setia dan banyak hal telah dikerjakannya menurut kehendak Allah. Memang ia pernah mengalami putus asa di tengah-tengah melayani sehingga dia lari ke gunung Horeb [1 Raja-Raja 19:1-8], yang akhirnya Elia berjumpa dengan Allah dan mendapatkan peneguhan kembali untuk tetap semangat melayani Tuhan [1 Raja-Raja 19:15,16]. Perkara melayani Tuhan adalah turut membangun jemaat yang terhisap dalam tubuh Kristus. Sebelum si pemilik bangunan itu menyatakan bahwa bangunan itu selesai, maka para pengerja harus tetap bekerja menyelesaikannya. Tidak ada kata berhenti. Siapa pemilik bangunan yang harus dikerjakan terus menerus? Siapakah pemilik Gereja sebagai tubuh Kristus yang harus dibangun terus menerus? Tentu saja Tuhan Yesus sendiri. Selama Tuhan Yesus belum menyatakan berhenti dari membangun, itu berarti para pengerja-Nya harus terus bekerja membangunnya. Saudara, selama dunia ini masih dipenuhi manusia maka membangun gereja-Nya tidak akan pernah berhenti karena gereja sebagai duta Kristus untuk penyelamatan dunia ini. Jangan pernah kita berkata, “Aku berhenti saja dari pelayanan. Aku sudah cukup lama terlibat dalam pelayanan.” Kita sudah diperlengkapi Tuhan dengan bakat, talenta dan karunia rohani, marilah kita kerjakan terus menerus untuk melayani Tuhan. Mungkin urusan pribadi kita terkesampingkan, tetapi tak mengapa karena Tuhan sendiri akan memperhitungkan urusan kita [ayat 58].
Tahan uji atau tidak? 1 Korintus 3:10-15 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. [ayat 13] Saya mengagumi Ipad yang biasa saya pakai untuk mengetik renungan ini. Beberapa kali pernah jatuh tapi masih tetap berfungsi dengan baik. Ini adalah contoh produk [hasil pekerjaan] yang tahan uji. Sebaliknya saya juga pernah mempunyai beberapa produk lain seperti jam dinding, lampu, dan sebagainya yang tidak tahan uji. Baru dipakai sebentar saja sudah tidak berfungsi, padahal tidak jatuh atau terbentur apapun. Bahkan ada yang belum dipakai sudah rusak. Firman Tuhan menasihati kita kalau mengerjakan sesuatu hasilkanlah produk yang tahan uji, bukan yang sembarangan. Termasuk kalau kita melayani, lakukanlah pelayananan kita dengan segenap hati, dengan motivasi yang tulus dan dengan setia. Maka hasil kerja kita akan tahan uji dan kita akan mendapatkan upah atas jerih lelah kita. Sebaliknya kalau hasil kerja kita tidak tahan uji maka jerih lelah kita akan sia-sia. Seringkali orang hanya mengagumi kesuksesan yang tampak mata. Misalkan dalam hal pelayanan, seringkali kesuksesan diukur dari berapa banyak orang yang datang di dalam ibadah, berapa banyak yang memberikan pujian kepada kita, dsb. Tapi belum tentu kesuksesan yang tampak mata itu tahan uji. Belum tentu orang banyak yang datang itu mengalami perubahan dalam hidupnya. Belum tentu mereka datang untuk mencari Tuhan. Firman Tuhan mengajar kita untuk mengejar kesuksesan yang melampaui apa yang terlihat oleh mata jasmani. Memang untuk mencapai kesuksesan yang tahan uji itu butuh perjuangan yang keras. Mungkin harus dengan menahan emosi ketika hasil kerja kita dikritik oleh orang lain. Harus dengan kesabaran dan ketekunan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kita. Mungkin kesuksesan itu tidak datang dalam waktu yang cepat, tapi melalui proses yang panjang dan lama. Tapi cara itulah yang akan menghasilkan produk yang tahan uji. Firman Tuhan berkata: ’Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.’ Amin. Pdt. Goenawan Susanto
Dulu sebelum tahun 2000an bahan makanan seperti singkong dan jenis umbi-umbian tidaklah begitu digemari oleh banyak orang karena tidak memiliki penamplan atau sajian yang istimewa karena pada umumnya hanya digoreng, direbus atau dibakar. Variasi yang lain biasanya dibuat getuk atau keripik. Namun sekarang bahan makanan seperti singkong atau umbi-umbian tidak bisa diremehkan karena ada tangan-tangan yang mengolahnya menjadi produk kreatif. Singkong yang dulu hanya ada di warung-warung, sekarang sudah masuk dalam hotel bintang lima, restorant yang mewah dan bahkan sudah bersanding dengan makanan international sehingga bernilai ekonomis tinggi. Jadi apa yang dahulu dianggap remeh oleh banyak orang, sekarang sudah berubah menjadi istimewa. Dahulu sebelum dalam Kristus, kita juga adalah manusia yang hina dan bercela di hadapan Tuhan. Keadaan kita terpuruk dan tak berharga. Namun sekarang kita harus bersyukur kepada Allah di dalam Kristus Yesus karena oleh kasih karunia dan kebaikan-Nya, kita sekarang dijadikan-Nya berarti dan berharga. Kita bernilai tinggi di hadapan-Nya, maka patutlah kita melakukan apa yang baik dan mulia bagi Allah. Sesunggunya kita ini memiliki kemampuan untuk melakukan yang terbaik untuk kerajaan Allah sebab untuk itulah kita diciptakan-Nya. Jika kita yang sudah ditebus-Nya tidak melakukan apa-apa sama artinya membuang diri kita sendiri karena kita ini dikaruniai dengan kekayaan rohani yang besar. Oleh karenanya kita harus menyadari tujuan yang mulia dan maksud yang besar ketika Allah menciptakan kita. Janganlah kita membuang apa yang sebenarnya bisa kita berikan kepada kerajaan Allah. Jangan membuang kasih karunia yang berharga dalam diri kita dengan hanya berdiam diri dan tidak melakukan yang terbaik bagi Allah. Lakukan apa yang kita bisa dan persembahkanlah yang terbaik bagi Allah sebagai rasa syukur atas anugerah-Nya yang besar. Selagi kita ada, marilah kita memaksimalkan kepercayaan dan anugrah-Nya dengan melayani Tuhan dan sesama melalui perbuatan baik.
Sebuah penggalan lirik lagu berbunyi demikian: “Ratakan tanah bergelombang, timbunlah tanah yang berlubang, menjadi siap dibangun di atas dasar iman”. Penggalan lirik lagu tersebut menggambarkan bahwa untuk membangun dasar iman yang kuat adalah mempersiapkan hati dan pikiran dengan baik agar Firman yang disampaikan dapat bertumbuh subur dan akan menghasilkan iman yang kuat di dalam Kristus Yesus. Kesediaan hati manusia untuk menerima setiap Firman Tuhan terletak pada bagaimana kita mempersiapkan hati untuk ditanami benih Firman Tuhan. Hati kita seperti layaknya sebuah ladang yang akan digarap, maka perlu untuk dicangkul dan diratakan sebelum benih siap untuk ditanam. Demikian dengan hati kita akan siap untuk ditanami benih Firman apabila kita telah menyiapkan hati dengan baik.yaitu dengan melembutkan hati kita untuk diisi dengan firman Tuhan. Iman adalah karunia Allah yang dikerjakan di dalam hati oleh Roh Kudus [1 Korintus 12:9]. Roh Kudus telah memampukan kita untuk menerima setiap kebenaran Firman Tuhan yang disampaikan oleh para hamba-Nya dan akhirnya iman kita semakin teguh di dalam Tuhan kita, Yesus Kristus. Jika kita senantiasa membuka hati untuk Roh Kudus bekerja di hati, maka setiap Firman yang disampaikan akan menjadi berkat dan kekuatan untuk menjalani kehidupan ini. Tuhan telah memberikan karunia iman untuk memperlengkapi setiap orang yang percaya kepada-Nya agar semakin kuat di dalam Dia serta untuk mempermuliakan nama-Nya. Setelah hati kita benar-benar siap untuk menerima Firman Allah, maka kita juga harus mau untuk dididik oleh pengajaran Firman Allah. Dan setelah itu, hendaklah sebagai jemaat yang telah menerima didikan firman Tuhan dan juga telah memperoleh karunia iman bisa melayani satu dengan yang lain guna membangun Tubuh Kristus karena kita adalah satu tubuh di dalam Dia.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Bersediakah Engkau ?
29 Juli '16
Tak Akan Pernah Berhenti
10 Agustus '16
Diperlengkapi Untuk Membangun Tubuh Kristus
07 Agustus '16
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang