SEPEKAN TERAKHIR
  Kamis, 23 November 2017   -HARI INI-
  Rabu, 22 November 2017
  Selasa, 21 November 2017
  Senin, 20 November 2017
  Minggu, 19 November 2017
  Sabtu, 18 November 2017
  Jumat, 17 November 2017
DITULIS OLEH
Pdt. Goenawan Susanto
Gembala Jemaat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
Minggu, 14 Juli 2013 | Tema: Bertumbuh Dalam Pengenalan Akan Allah
Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
2 Petrus 1:3-9
Setiap manusia dilahirkan ke dunia ini sebagai bayi, setelah itu akan mengalami pertumbuhan baik secara jasmani, mental maupun rohani. Karena itu tujuan dari setiap manusia adalah bertumbuh menjadi dewasa, melalui tahap-tahap perkembangan yang normal, supaya bisa berfungsi sebagaimana manusia dewasa pada umumnya.

Demikianlah bisa digambarkan kehidupan kita di dalam Kristus. Oleh anugerah dan karya Roh Kudus-Nya kita dilahirkan menjadi ciptaan baru, manusia rohani yang memiliki kodrat ilahi (potensi kehidupan sebagai anak Allah). Ayat 4 berkata: “supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi”. Artinya, setiap kita yang lahir baru di dalam Kristus memiliki potensi untuk hidup di dalam kekudusan dan pengenalan akan Allah. Harus digaris bawahi: setiap kita! Bukan hanya orang-orang Kristen tertentu saja, misalnya hamba Tuhan, atau orang-orang Kristen yang punya karunia-karunia tertentu.

Tapi kenyataan itu tidaklah untuk membuat kita menanti dengan pasif dan beranggapan bahwa dengan sendirinya kita akan mencapai kondisi itu. Firman Tuhan berkata: “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha ....” (ayat 5). Usaha yang sungguh-sungguh diperl...selengkapnya »
Pakailah Medsos untuk memasyhurkan nama Tuhan Mazmur 96:3-4 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa. Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah. Banyak diantara kita yang saya yakin adalah pemakai media sosial [medsos], entah itu Facebook, Twitter, Instagram, atau yang lainnya. Ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dengan menggunakan media sosial, antara lain: - mendapatkan informasi, berita dan pengetahuan - menambah teman dan komunitas tanpa batas - mendapatkan hiburan: film, lagu-lagu, gambar-gambar, dll. - sarana promosi bisnis - sarana mengekspresikan diri - sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain Di samping itu masih ada banyak manfaat lain yang bisa kita dapatkan dari menggunakan media sosial. Tapi berapa banyak dari kita yang memanfaatkan media sosial untuk memuliakan Tuhan? Ingatkah kita bahwa kita adalah garam dan terang dunia? Bagaimana kita mengerjakan tugas itu di tengah dunia ini? Media sosial merupakan sarana yang mudah, murah dan efektif untuk menyampaikan kabar baik tentang Kristus kepada banyak orang, tanpa ada yang bisa membatasinya. Firman Tuhan berkata: ’Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa.’ Mungkin kita tidak mempunyai waktu atau biaya untuk pergi ke tempat-tempat yang jauh untuk menceritakan kemuliaan Tuhan. Tapi kita bisa melakukannya dari tempat kita berada, dari rumah kita, dari ruang kerja kita, bahkan dari kamar tidur kita, melalui media sosial. Cukup hanya dengan menggunakan smart phone atau tablet, kita bisa menyampaikan kesaksian kita tentang kebaikan Tuhan kepada banyak orang dimanapun mereka berada. Yang penting anda tahu cara kerja media sosial dan anda mempunyai pengalaman tentang kebaikan Tuhan untuk diceritakan kepada orang lain. Tidak perlu takut berdiri di hadapan orang banyak. Tidak perlu keluar banyak biaya. Media sosial dan internet merupakan kesempatan yang sangat terbuka lebar untuk kita pakai untuk memuliakan Tuhan. Pakailah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Tuhan memberkati. Pdt. Goenawan Susanto
“Ajar kami Tuhan, menghitung hari-hari…. Agar kami beroleh hati bijaksana…….” Lagu lama yang kata-katanya diambil dari kitab Mazmur 90:12 itu tiba-tiba saja terlintas dibenak saya. Dan langsung saja saya rengeng-rengeng sambil membereskan tugas-tugas rumah tangga. Mulut saya terus menyanyikan lagu itu berulang-ulang, sementara pikiran saya terus menerus mencerna kata-kata dalam lagu itu. Mengapa pemazmur meminta kepada Tuhan untuk mengajarnya? Mengapa tidak meminta diajar oleh guru, oleh suami atau istri, atau teman? Jawabannya sederhana, karena manusia terbatas hikmatnya, manusia tidak selalu bisa menjadi tempat belajar karena manusia banyak kekurangannya, karena manusia tidaklah sempurna. Kalau kita belajar dari manusia belum tentu kebijaksanaan yang kita dapat, mungkin kekecewaan, atau malah kemarahan. Tapi ketika Tuhan sendiri yang mengajar kita, sudah pasti hikmat kita akan bertambah dan kebijaksanaan akan kita peroleh. Mengapa pemazmur minta diajar untuk menghitung hari-hari? Mengapa bukan menghitung berkat-berkat, menghitung kesulitan demi kesulitan, menghitung persoalan yang ada? Karena dalam setiap hari yang kita lalui, banyak hal yang terjadi. Kejadian yang menyenangkan, yang membahagiakan, pengharapan yang menjadi kenyataan, doa yang terkabul, atau kekecewaan yang didapat, ketakutan yang tak kunjung berakhir, kepedihan dan kesusahan yang tiba-tiba saja datang. Itu beberapa situasi yang tiba-tiba bisa menghampiri kita setiap hari. Karena itu sangat perlu bagi kita merenungkan apa yang terjadi.Menimbang baik dan buruknya dari setiap kejadian yang timbul. Agar kita tidak salah dalam melangkah, dalam menjalani hari-hari kita. Mohon hikmat kepada Tuhan dalam menyikapi setiap peristiwa yang terjadi. Mohon Dia memimpin di setiap waktu yang kita lalui. Ketika kita menjadikan Tuhan sebagai guru dalam menjalani hari demi hari yang kita lalui, maka Dia akan memberi hati yang bijaksana. Kebijaksanaan akan terlihat dari cara seseorang berpikir, bertutur kata dan bersikap. Kebijaksanaan akan menimbulkan sukacita, menjadi berkat bagi orang-orang di sekelilingnya dan sudah pasti akan menciptakan suasana damai sejahtera. Karena itu mintalah kepada Dia untuk terus mengajar menghitung hari-hari, agar kita beroleh hati yang bijaksana.
Seorang pemimpin perusahaan menetapkan dan terus menerus menekankan “satu hal” kepada seluruh karyawannya. Ketika seorang calon karyawannya datang kepadanya, satu pertanyaan sambutan yang dia berikan adalah: “Dapatkah Anda dipercaya?” Dan pada akhir wawancara satu pernyataan penutup bagi calon karyawan yang lulus seleksi adalah: “Saya hanya menerima karyawan yang dapat dipercaya. Begitu Anda ternyata tidak dapat dipercaya lagi, silahkan meninggalkan perusahaan ini!” DAPAT DIPERCAYA adalah satu hal yang penting. Seseorang yang dapat dipercaya akan berlaku jujur, dia tidak akan merugikan perusahaan. Dia akan selalu menjaga nama baik perusahaan yang sudah memberi kepercayaan kepadanya. Pengikut Kristus dipanggil menjadi orang-orang yang bisa dipercaya dalam mengemban tugas sebagai seorang murid dan menjadi saksi bagi-Nya. Rasul Paulus menggambarkan panggilan itu sebagai : 1. Seorang prajurit yang baik, berjuang menghadapi semua kesulitan dan yang berkenan kepada komandannya. 2. Seorang atlit yang disiplin dan menang, memperoleh mahkota kejuaraannya. 3. Seorang petani yang bekerja keras yang menikmati hasil usahanya. Sudahkah kita meresponi panggilan sebagai pengikut Kristus, sebagai murid Kristus dan menjadi saksi Kristus yang dapat dipercaya? Ataukah cukup sekedar menjadi orang Kristen yang rajin datang beribadah di gereja? Mari kita menjadi pengikut Kristus yang bisa dipercaya baik di dalam keluarga, di tengah-tengah dunia kerja, di tengah-tengah dunia pendidikan dan dalam pergaulan hidup kita sehari-hari.
Selama sekitar dua setengah tahun teman yang satu itu benar-benar tak terpisahkan dengan saya. Di mana ada dia, di situ ada saya. Keluarganya menyambut saya dengan baik, begitu juga keluarga saya terhadapnya. Kami berjanji untuk selalu saling terbuka. Sepengetahuan saya, tidak ada rahasia di antara kami. Masa-masa ceria di bangku SD kami lalui tanpa sehari pun tak bertemu, meskipun kami tidak sekelas. Tak disangka-sangka persahabatan itu kandas di kelas VI SD. Sangat tiba-tiba dan begitu mengejutkan. Sulit diungkapkan betapa sepi dan sedih rasanya ditinggal oleh orang terdekat. Padahal sebentar lagi ujian kelulusan sekolah sudah menghadang. Syukurlah di saat-saat yang berat itu ada Tuhan Yesus Kristus, Sahabat setia yang tak pernah meninggalkan saya. Meskipun saat itu saya tengah marah dan kecewa dengan kesusahan yang bertubi-tubi menimpa hidup saya, Sahabat setia saya dengan sabar menemani dan melindungi. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya buat sahabat-sahabatnya [Yoh 15:13]. Tuhan Yesus Kristus adalah sahabat yang sungguh-sungguh setia. Tak pernah Ia meninggalkan kita sendirian. Sejak masa kita mengenalnya sampai nanti kita dipanggil-Nya pulang, Ia senantiasa menemani dan menaruh kasih pada kita. Berbahagialah kita yang menerima anugerah untuk menjadi sahabat-sahabat-Nya.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Tuhan Yesus Sumber Jawaban
09 November '17
Tekun1
17 November '17
Palu Hebat Itu Pun Hancur
06 November '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang