SEPEKAN TERAKHIR
  Sabtu, 23 Juli 2016   -HARI INI-
  Jumat, 22 Juli 2016
  Kamis, 21 Juli 2016
  Rabu, 20 Juli 2016
  Selasa, 19 Juli 2016
  Senin, 18 Juli 2016
  Minggu, 17 Juli 2016
DITULIS OLEH
Pdt. Goenawan Susanto
Gembala Jemaat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
Minggu, 14 Juli 2013 | Tema: Bertumbuh Dalam Pengenalan Akan Allah
Menjadi Berhasil Dalam Pengenalan Akan Kristus
2 Petrus 1:3-9
Setiap manusia dilahirkan ke dunia ini sebagai bayi, setelah itu akan mengalami pertumbuhan baik secara jasmani, mental maupun rohani. Karena itu tujuan dari setiap manusia adalah bertumbuh menjadi dewasa, melalui tahap-tahap perkembangan yang normal, supaya bisa berfungsi sebagaimana manusia dewasa pada umumnya.

Demikianlah bisa digambarkan kehidupan kita di dalam Kristus. Oleh anugerah dan karya Roh Kudus-Nya kita dilahirkan menjadi ciptaan baru, manusia rohani yang memiliki kodrat ilahi (potensi kehidupan sebagai anak Allah). Ayat 4 berkata: “supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi”. Artinya, setiap kita yang lahir baru di dalam Kristus memiliki potensi ...selengkapnya »
Seorang teman semasa SMA terkenal memiliki bakat yang sekarang dikatakan multitalent, sebab ia bisa bermain musik dan juga menguasai beberapa jenis olahraga. Karena kehebatannya, maka ia selalu menjadi andalan dalam setiap pertandingan. Suatu saat, dalam sebuah turnamen, ia berhasil lolos dari babak penyisihan dalam beberapa cabang olahraga, antara lain tenis meja, bulu tangkis dan bola voli. Namun naas baginya, suatu ketika ia harus berlaga di pertandingan tenis meja dan bulu tangkis pada hari dan jam yang sama. Itu membuatnya kelabakan. Maka dengan terpaksa ia tidak memainkan olahraga bulu tangkis. Dan itu sangat disayangkan karena ia dinyatakan gugur. Dan ketika belum selesai dari tenis meja, ia harus memainkan pertandingan bola voli. Itu membuatnya semakin panik dan tidak mampu berkonsentrasi dengan baik. Apalagi teman-temannya berteriak untuk segera ikut bermain voli. Akibatnya ia kalah dan tidak memenangkan juara apapun. Kejadian itu membuat guru olahraga marah besar karena ia yang diandalkan tenyata kalah karena merasa bisa melalukan semua. Kemampuannya telah menjerat dirinya sendiri. Tuhan memberikan pada kita kemampuan dan talenta dengan tujuan yang baik, yaitu memakainya untuk pekerjaan-Nya dan bagi kemuliaan-Nya. Namun seringkali kita mengabaikan atau mempergunakannya secara berlebihan karena merasa bisa dan penting semuannya. Adakalanya kita memakai semua di saat tidak ada yang mau dan bisa. Jika bisa, maka kita harus bersedia belajar ambil bagian dalam melayani sesuai dengan kesukaan dan kekuatan kita. Sebab banyak dari pelayan Tuhan kecapekan karena merasa kebanyakan pelayanan. Misalnya, kita melayani pujian, melayani visitasi, sekolah minggu, komunitas kecil belum lagi di ibadah raya serta latihan-latihan, itu yang membuat kita tidak maksimal dalam melayani Tuhan. Oleh karenanya melalui renungan ini diharapkan kita bisa fokus kepada satu pelayanan yang kita tekuni hingga menghasilkan sesuatu yang maksimal. Memang memiliki banyak pelayanan menyenangkan karena memiliki banyak teman. Namun alangkah baiknya jika kita fokus kepada pelayanan yang kita tekuni. Mari kita membangun tubuh Kristus sesuai talenta dan kemampuan kita dan menekuninya hingga ada dampak dalam pelayanan kita. Semakin kita menekuni satu pelayanan, maka itu juga akan menumbuhkan rohani kita sebab akan muncul kreatifitas dan beban yang mendalam dari pelayanan yang kita tekuni. Mari kita memaksimalkan apa yang Tuhan percayakan kepada kita, dan jangan hambur-hamburkan pelayanan karena terlalu banyak pelayanan yang diikuti dan membuat kita capek dan bosan. Tekunilah satu pelayanan untuk bertumbuh dan memuliakan Tuhan.
Suatu bangunan yang megah nan mewah nampaknya sangat menarik dan menyenangkan. Bahkan mungkin sebagian dari kita menginginkan tempat tinggal yang demikian. Indah, nyaman, bagus dan layak untuk dijadikan hunian. Namun tidak sampai di situ saja, kalau kita mau memperhatikan lebih detail, suatu bangunan yang demikian dibuat dari berbagai elemen yang sudah diukur dan diperkirakan kekuatannya. Misalnya, besi, bata, semen, dan lain sebagainya. Seorang ahli teknik sipil akan mengukur dan menghitung dengan detail sebuah kekuatan bangunan supaya dapat tetap kokoh dan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Semua elemen telah diperkirakan sesuai dengan luas dan tinggi dari suatu bangunan tersebut. Jikalau salah satu elemennya dikurangi, maka akan mengakibatkan bangunan akan cepat rusak, retak, tidak bertahan lama, bahkan roboh. Sehingga merugikan orang lain yang berada di sekitarnya. Demikian dengan maksud rasul Paulus mengenai karunia yang disampaikan kepada jemaat Korintus bahwa setiap orang yang diberikan karunia bukan hanya untuk digunakan membangun dirinya sendiri melainkan seharusnya untuk membangun sesama di dalam Tuhan. Setiap orang memang diberikan suatu karunia yang berbeda-beda. Yang menjadi perdebatan di jemaat Korintus adalah mengenai bahasa roh, di mana bahasa roh merupakan komunikasi dengan Allah bukan dengan manusia [1 Korintus 12:2]. Berbahasa roh adalah suatu karunia yang Tuhan berikan untuk mengungkapkan hal-hal yang rahasia oleh pimpinan Roh Kudus. Namun yang perlu kita pahami adalah bukan apa karunia yang Tuhan berikan kepada kita, namun bagaimana kita menggunakan karunia yang Tuhan berikan untuk membangun sesama kita. Jemaat yang terkasih, yakinkah setiap kita diberikan karunia oleh Tuhan? Setiap kita pasti diberikan paling tidak satu karunia rohani. Apapun itu, mari kita menggunakannya untuk melayani Dia. Kita juga menggunakan karunia itu untuk membangun sesama kita. Karena setiap karunia bukan untuk gagah-gagahan dan bukan pula untuk disombongkan. Berikan semua karunia itu untuk melayani dan membangun. Janganlah hendaknya kita memisah-misahkan karena perbedaan karunia atau bahkan mengurangi yang kita anggap tidak penting. Semua karunia yang Tuhan berikan berguna dan penting untuk membangun sesama.
Sering orang berkata bahwa memelihara, menjaga atau merawat itu lebih sulit daripada membangun. Memang dalam kenyataan itu yang sering terjadi. Orang bisa membangun sebuah gedung yang megah, tetapi tidak lama kemudian gedung itu menjadi rusak karena tidak dirawat. Orang hanya berpikir sampai pada membangunnya saja, tetapi tidak memikirkan bagaimana merawatnya. Memang merawat itu membutuhkan ketekunan, untuk jangka waktu yang lama. Untuk membangun sebuah gedung mungkin hanya butuh waktu 1 atau 2 tahun saja, tetapi untuk merawatnya butuh waktu berpuluh-puluh tahun. Kesatuan Roh itu perlu dipelihara atau dirawat. Kesatuan itu dikerjakan oleh Roh Kudus. Kita yang berasal dari berbagai latar belakang, dengan kebiasaan, kesukaan dan kepentingan yang bermacam-macam, telah dipersatukan menjadi satu Tubuh Kristus. Kita yang tidak ada hubungan kekeluargaan dan kekerabatan telah dipersatukan dalam keluarga Allah. Kita yang berasal dari suku yang berbeda-beda telah dipersatukan menjadi satu umat yang baru, dengan identitas yang baru yaitu bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, umat kepunyaan Allah. Kesatuan rohani itu bukan kita yang menciptakan tetapi pekerjaan Allah sendiri. Oleh karena itu kita harus memelihara kesatuan yang telah dikerjakan Allah itu dengan rasa takut dan hormat. Jangan merusak kesatuan Tubuh Kristus itu hanya demi kepentingan kita sendiri. Jagalah kesatuan dengan tidak berbicara negatif tentang Gereja sebagai Tubuh Kristus. Hormatilah kekudusan Gereja-Nya. Tuhan Yesus kiranya menolong kita untuk menjaga kesatuan Tubuh-Nya. Amin.
Allah menciptakan setiap mahluk di bumi ini dengan kekhususannya. Ada yang berenang, ada yang lompat, ada yang melata, ada yang terbang, dsb. Masing-masing memiliki peranan yang dilakukan sesuai dengan apa yang telah Allah tetapkan bagi mereka. Demikian pula dengan manusia, setiap kita secara unik diciptakan oleh Allah untuk melakukan sesuatu yang khusus. Dia merancangkan dengan tepat bagaimana harus melayani-Nya. Lalu Ia membentuk kita untuk tugas tersebut. Kapanpun Allah memberikan tugas untuk dikerjakan, Ia selalu melengkapi kita dengan apa yang kita perlukan, yaitu kelengkapan karunia-karunia rohani yang diberikan kepada masing-masing kita. Namun karunia-karunia Roh yang diberikan Allah kepada orang percaya berfungsi untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama. Ada rupa-rupa karunia, tetapi tidak dimaksudkan untuk berdiri sendiri-sendiri. Semuanya saling melengkapi bagi kebaikan bersama. Bagaikan jaring laba-laba, saling terkait satu dengan yang lain dan tidak terpisahkan, saling memberikan keuntungan dan saling melengkapi. Setiap orang percaya yang telah menyadari karunia tertentu yang diterimanya dari Tuhan hendaknya mengembangkannya terus menerus. Namun kita juga perlu menolong sesama yang belum menyadari karunia yang dianugerahkan kepadanya supaya mereka pun dapat mempersembahkannya bagi kepentingan bersama. Rupa-rupa karunia bukan untuk disombongkan apalagi untuk merendahkan orang lain. Sikap sombong dan merendahkan karunia lain yang dimiliki sesama sama halnya dengan merendahkan Allah, Sang Pemberi karunia. Seperti halnya beberapa jemaat di Korintus yang memiliki karunia-karunia khusus dari Tuhan, rupanya menjadi jumawa dan tinggi hati. Sikap mereka yang merasa diri lebih hebat dari anggota jemaat yang lain telah mengganggu persekutuan yang ada. Kebanggaan inilah yang dikritik oleh Rasul Paulus dengan mengatakan bahwa yang berkarya melalui perkara-perkara istimewa yang manusia lakukan adalah Tuhan [ayat 6, 11]. Dan melalui perkara-perkara itu Tuhan menyatakan pelayanan yang membangun kehidupan iman jemaat [ayat 5] untuk kemuliaan-Nya. Karunia Rohani adalah wujud kuasa dan anugerah Allah, bukan kekebalan manusia. Maka praktek karunia rohani seharusnya terfokus untuk melayani Tuhan dan meninggikan-Nya dalam segala maksud kekal-Nya.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Setiap Karunia Istimewa
10 Juli '16
Menjadi Lebih Utuh
22 Juli '16
Bukan One Man Band Tapi Orkes Simfoni
03 Juli '16
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang