SEPEKAN TERAKHIR
  Senin, 21 April 2014   -HARI INI-
  Minggu, 20 April 2014
  Sabtu, 19 April 2014
  Jumat, 18 April 2014
  Kamis, 17 April 2014
  Rabu, 16 April 2014
  Selasa, 15 April 2014
POKOK RENUNGAN
“Pujilah Allah senantiasa, karena anugerah-Nya telah menyelamatkan kita di dalam Tuhan Yesus Kristus. Pujilah Allah karena hikmat dan pikiran-Nya tak terselami oleh siapa pun di dunia ini.”
DITULIS OLEH
Pdt. Y. Agus Santoso
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Semua Untuk Kemuliaan Allah
Semua Untuk Kemuliaan Allah
Rabu, 20 Maret 2013 | Tema: Umat Yang Memasyurkan Allah
Semua Untuk Kemuliaan Allah
Roma 11:33-36
Kita sering bernyanyi “mulia, mulia bagi Anak domba....” Kadang kita juga menyanyikan “segala puji syukur bagi-Mu, kutinggikan nama-Mu selalu...” dan banyak lagi pujian lain yang syairnya senada dengan lagu pujian tersebut. Apa sebenarnya pesan yang hendak disampaikan kepada umat Allah saat pujian tersebut dinyanyikan? Bacaan renungan pagi ini berkisah tentang pujian bagi kemuliaan Allah. Ayat yang kita baca lebih dikenal sebagai teologi pujian bagi Allah. Mengapa penulis menuliskan hal ini untuk disampaikan kepada jemaat? Pesan apa yang hendak disampaikan?

Berdasarkan bacaan ayat-ayat sebelumnya dan sesudahnya, sebenarnya Rasul Paulus, sebagai penulis surat ini, sangat kagum dengan karya, hikmat, dan pikiran Allah sebagai perencana segala sesuatu secara sempurna. Khususnya dalam hal keselamatan manusia dari dosa melalui karya Tuhan Yesus di kayu salib. Pujian tersebut hendak menyatakan bahwa bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah (berdasarkan perjanjian Allah dengan Abraham) sedang menegarkan hatinya. Maka saat ini bangsa Israel sedang dibiarkan Allah untuk sementara waktu. Sekarang Allah mau berurusan dengan bangsa-bangsa lain untuk membentuk umat yang baru, yang dikenal dengan sebutan gereja. Setelah jumlahnya cukup dan waktu kunjungan Allah untuk bangsa-bangsa lain sudah selesai, maka Allah akan kembali berurusan dengan bangsa Israel (ayat 7-25).

Semakin kita merenungkan pekerjaan Allah, semakin kita memuji Allah karena hanya DIA-lah Allah yang mampu mengerjakan segala sesuatu dengan sempurna untuk kepentingan umat manusia...selengkapnya »
Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. (ayat 8-9) Orang Kristen memang dirancang Tuhan untuk tahan banting. Dalam sejarahnya Kekristenan selalu menghadapi aniaya dan tekanan, namun tetap eksis dan bahkan malah berkembang. Ada sebuah buku yang berjudul Semakin Dibabat Semakin Merambat. Buku ini mengisahkan tentang riwayat penganiayaan yang diderita orang Kristen dari masa ke masa. Salah satu penggalan kalimat di buku itu mengatakan: ”Mereka dihina, namun mereka dimuliakan dalam kehinaan mereka. Mereka difitnah, namun mereka dibenarkan Tuhan. Mereka dimaki, namun mereka memberkati. Mereka diejek, namun mereka menghormati. Mereka melakukan hal yang baik, namun menderita sebagai orang yang melakukan kejahatan. Dalam penghukuman mereka bersukacita, sebab mereka telah dihidupkan....” (Halaman 6) Sungguh mengherankan sekalipun orang-orang Kristen dianiaya sedemikian rupa namun tetap bertahan. Apa yang menyebabkan mereka memiliki kekuatan yang begitu rupa? Mereka tidak punya kekuatan secara politik, atau secara finansial, terlebih secara militer. Tapi mereka memiliki sumber kekuatan yang melampaui kekuatan manusia. Rahasianya terdapat di dalam 2 Korintus 4:7, ”Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” Kekuatan yang melimpah-limpah itu adalah kuasa dari Injil itu sendiri. Kekuatan Injil begitu dahsyat sehingga membuat orang-orang Kristen sanggup meretas setiap rintangan yang menghambatnya. Orang Kristen sekarang sama dengan orang Kristen zaman dahulu, karena kita memiliki kekuatan yang sama. Situasi zaman memang berubah dan berbeda di setiap zaman dan tempat. Tantangan dan rintangan juga berbeda dan berubah dari waktu ke waktu. Tetapi kekuatan yang melimpah-limpah itu tetap tersimpan dari masa ke masa. Setiap saat kita memerlukannya, kekuatan itu selalu tersedia. Pakailah kekuatan yang melimpah itu. Jangan pernah menyerah. Anda dirancang untuk menjadi orang Kristen yang meretas rintangan.
Bulan Oktober 2014 Timnas U-19 akan menghadapi semifinal piala AFF di Myanmar. Lawan-lawan yang dihadapi tentu bukan lawan yang semberangan tetapi lawan-lawan yang tangguh di Asia. Untuk mempersiapkan pertandingan tersebut maka pelatih Timnas U-19 mempersiapkan diri dengan melakukan pertandingan-pertandingan uji coba dengan lawan-lawan yang cukup baik untuk melatih kekuatan dan kemampuan tim sehingga siap menghadapi perebutan piala AFF. Setelah bangsa Israel memasuki tanah perjanjian, Tuhan mengijinkan bangsa-bangsa dan raja-raja yang menjadi musuh bangsa Israel tetap hidup di antara mereka. Tujuan Tuhan jelas, yaitu keturunan bangsa Israel yang tidak menghadapi peperangan dalam merebut tanah perjanjian dilatih untuk tetap menjadi bangsa pilihan yang kuat. Seringkali Tuhan juga mengijinkan masalah dan tantangan terjadi di dalam hidup kita bukan dengan maksud dan tujuan supaya kita mundur, lemah, dan kalah tetapi supaya kita menjadi jemaat yang kuat dan terlebih lagi mengenal Tuhan kita Yesus Kristus sebagai Allah yang senantiasa siap menolong dan sanggup melakukan segala perkara. Masalah dan tantangan tidak mungkin kita hindari, apalagi kita tolak. Yang harus kita lakukan adalah menghadapinya dan menjadi pemenang . Mari pahlawan-pahlawan Allah bangkit dan menangkan perlombaan ini dengan tetap memandang kepada Yesus Kristus sebagai panglima perang dan juga pelatih kita.
Yesaya 53:1-12 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (Ayat 5) Pada suatu saat terjadi kebakaran di sebuah hutan. Setelah api berhasil dipadamkan para petugas keamanan hutan mulai menjelajahi bekas hutan yang terbakar untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang telah terjadi. Seorang petugas menemukan seekor ayam hutan yang telah hangus terbakar bertengger mematung di bawah sebuah pohon. Dengan tercengang oleh pemandangan itu, dia mengetuk ayam hutan yang sudah menjadi abu itu dengan sebuah tongkat. Seketika itu muncullah tiga ekor anak ayam kecil dari bawah kepak sayap induk ayam yang telah hangus itu. Induk ayam yang begitu mengasihi anak-anaknya, menyadari akan adanya bahaya, mengumpulkan anak-anaknya di bawah pohon itu dan melindungi mereka dengan sayapnya. Dia bisa saja terbang untuk menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi sebaliknya yang dia lakukan adalah mengorbankan dirinya untuk keselamatan anak-anaknya. Berkorban. Merelakan keamanan dan kenyamanan dirinya sendiri, supaya orang lain diselamatkan. Itulah yang Yesus Kristus kerjakan untuk kita. Dia melakukan tindakan itu karena Dia begitu mengasihi kita, karena kita begitu berharga di mata-Nya. Apa yang Dia kerjakan telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya ratusan tahun sebelum kehadiran-Nya di dunia. Nubuat itu akhirnya tergenapi di atas bukit Kalvari 2000 tahun yang lalu. Di bulan ini kita akan memperingati pengorbanan Kristus yang telah mati untuk kita. Kita mengingat kembali kasih-Nya yang begitu besar atas kita. Biarlah hati kita kembali dihangatkan oleh kasih-Nya, dengan mengingat akan pengorbanan-Nya yang mulia. Amin.
Dulu Saya sering mendampingi siswa siswi SMA di mana saya mengajar mengunjungi obyek wisata tempat pembuatan barang keramik. Kami menyaksikan bagaimana tanah liat diproses sedemikian rupa, dibentuk, dihias, dijadikan hasil karya seni keramik yang indah, punya nilai jual tinggi, dipajang di ruang pamer, menceritakan kemahiran si seniman keramik. Barang-barang yang kami beli dikemas sedemikian rupa dengan tulisan: “Awas, jangan banting, mudah pecah.” Waktu itu saya selalu ingat bagaiman Tuhan mengajar umat-Nya di rumah si tukang periuk. Pengajaran akan makna kemahakuasaan, kedaulatan dan ketekunan Allah dalam memroses, membentuk umat-Nya menjadi umat yang dikehendaki-Nya (Yeremia 18). Dengan berjalannya waktu, Tuhan mengajar saya pada suatu pemahaman yang lebih dalam lagi tentang bejana tanah liat. Tanah liat yang tidak ada harganya itu bukan sekedar diproses, dibentuk menjadi sebuah bejana yang indah, berharga mahal, dikagumi banyak orang. Bukan, bukan hanya sebatas itu, seindah dan semahal apapun juga, bejana tanah liat adalah tetap tanah liat yang rapuh dan mudah pecah. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus (2 Korintus 4) memberikan kesaksian sekaligus pengajaran serta keteladanannya tentang bagaimana tanah liat yang rapuh bisa menjadi bejana yang kuat tahan banting, tidak mudah pecah atau hancur. Kuncinya adalah: 1. Memiliki harta rohani dalam bejana tanah liat hidup Anda. Harta rohani berbicara tentang terang dan kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus. Biarlah terang dan kemuliaan Allah menerangi hidup kita. Dengan demikian, kekuatan Allah, bukan kerapuhan diri kita, akan semakin nyata melimpah dalam hidup kita. 2. Berani membawa kematian atau penderitaan Yesus dalam hidup kita. Dengan demikian kebangkitan dan kehidupan Yesus akan menjadi semakin nyata. Dengan kunci ini kita dimampukan menghadapi dan menjawab serta memenangkan setiap rintangan di depan kita.
MARI BERTUMBUH BERSAMA
TEMA BULAN APRIL 2014
RENUNGAN HARIAN
Pengorbanan Tidada Akhir
11 April '14
Si Pion
12 April '14
Pelayan Dibelakang Layar
15 April '14
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang