SEPEKAN TERAKHIR
  Sabtu, 27 Mei 2017   -HARI INI-
  Jumat, 26 Mei 2017
  Kamis, 25 Mei 2017
  Rabu, 24 Mei 2017
  Selasa, 23 Mei 2017
  Senin, 22 Mei 2017
  Minggu, 21 Mei 2017
POKOK RENUNGAN
“Pujilah Allah senantiasa, karena anugerah-Nya telah menyelamatkan kita di dalam Tuhan Yesus Kristus. Pujilah Allah karena hikmat dan pikiran-Nya tak terselami oleh siapa pun di dunia ini.”
DITULIS OLEH
Pdt. Y. Agus Santoso
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Semua Untuk Kemuliaan Allah
Semua Untuk Kemuliaan Allah
Rabu, 20 Maret 2013 | Tema: Umat Yang Memasyurkan Allah
Semua Untuk Kemuliaan Allah
Roma 11:33-36
Kita sering bernyanyi “mulia, mulia bagi Anak domba....” Kadang kita juga menyanyikan “segala puji syukur bagi-Mu, kutinggikan nama-Mu selalu...” dan banyak lagi pujian lain yang syairnya senada dengan lagu pujian tersebut. Apa sebenarnya pesan yang hendak disampaikan kepada umat Allah saat pujian tersebut dinyanyikan? Bacaan renungan pagi ini berkisah tentang pujian bagi kemuliaan Allah. Ayat yang kita baca lebih dikenal sebagai teologi pujian bagi Allah. Mengapa penulis menuliskan hal ini untuk disampaikan kepada jemaat? Pesan apa yang hendak disampaikan?

Berdasarkan bacaan ayat-ayat sebelumnya dan sesudahnya, sebenarnya Rasul Paulus, sebagai penulis surat ini, sangat kagum de...selengkapnya »
Sering kita mendengar sebuah ucapan demikian: “Jika ada pertemuan pasti juga ada perpisahan”. Yang berarti bahwa semua manusia di dunia ini pasti akan mengalami yang namanya perpisahan dengan sesamanya manusia, baik itu perpisahan hanya sementara maupun perpisahan untuk selama-lamanya akibat kematian. Para murid-murid Kristus juga mengalami bagaimana rasanya harus berpisahan dengan Yesus. Bukan suatu hal yang mudah bagi mereka untuk bisa menerima hal itu karena selama 3 tahun yang hebat mereka menikmati kebersamaan dengan-Nya. Bagaimanapun Yesus adalah sosok yang berpengaruh bagi mereka karena Yesus sebagai guru dan menjadi panutan bagi murid-murid dan pastinya mereka memiliki hubungan emosional yang erat. Namum perpisahan itu bukanlah akhir dari kehadiran Yesus bagi dunia ini, akan tetapi menjadi awal bersatunya pribadi Kristus dengan orang-orang yang percaya. Jika Kristus tetap bersama-sama mereka, maka kehadiran-Nya hanya bersifat lokal. Artinya kehadiran-Nya terbatas ruang dan waktu. Misalnya ketika para murid berada di perahu dan Yesus sedang berdoa di bukit. Mereka tidak bisa terus dan setiap saat bersekutu dengan-Nya. Oleh sebab itu Yesus pergi dan mengirim Roh Kudus sebagai pengganti-Nya karena Roh Kudus menguniversalkan kehadiran-Nya sehingga Dia dapat berelasi semua orang percaya di mana saja. Yang kedua adalah Yesus mengirimkan Roh Kudus untuk menginternalkan kehadiran-Nya sehingga melalui Roh-Nya tinggal dihati kita dan mengubah kita serupa dengan-Nya [Yohanes 16:5-11]. Roh Kudus datang dan Roh Kudus membuat kehadiran Yesus tidak lagi lokal melainkan universal, tidak lagi eksternal melainkan internal. Roh menguniversalkan sekaligus menginternalkan kehadiran Yesus Kristus. Marilah kita sebagai jemaat Tuhan membuka hati dan pikiran kita untuk dipenuhi oleh Roh-Nya sehingga hidup kita tidak lagi dikuasi oleh nafsu diri sendiri melainkan kita hidup sesuai dengan kehendak Allah. [DS]
Para penggemar film mana yang tidak mengenal film “The Fast and The Furious”? Film aksi yang berpusat pada balapan jalanan liar dan perampokan tersebut tidakah asing bagi pecinta film aksi. Mobil mewah, adegan kebut-kebutan, aksi heroik dan menegangkan menjadi suguhan istimewa bagi para penggemar film ini. Namun berbicara tentang film ini, yang menarik tidak hanya tentang aksi kebut-kebutan dan aksi baku hantam saja. Di dalam film fast furious, baik mulai seri 1 hingga seri yang ke-7 di tahun 2017 ini, terselip kisah brotherhood atau persaudaraan yang sangat kuat. Jalinan persaudaraan yang di dalamnya ada kasih, ada saling menghormati, ada kebersamaan dan ada sikap yang mau berkorban bagi sahabatnya. Dikisahkan dalam film tersebut, Dominic Toretto, selaku pimpinan kelompoknya, tidak segan untuk mengorbankan diri menolong anggota kelompoknya. Demikian juga sebaliknya, saat Dominic Toretto ada dalam masalah, maka anggota kelompok yang lain rela berkorban untuk menolong Dominic Toretto. Jika kisah di atas sangat luar biasa, maka Tuhan Yesus jauh lebih luar biasa dari kisah tersebut. Kasih Yesus selalu ada bagi kita. Kasih-Nya kekal, tidak usang oleh ruang dan waktu. Sekalipun seringkali kita meninggalkan-Nya, jauh dari-Nya atau bahkan membenci-Nya, Tuhan tidak pernah berpaling dari kita. Tuhan selalu membuka diri untuk menerima kita dengan segala kekurangan dan kelemahan yang kita miliki ketika kita bertobat. Sadarilah bahwa tak ada sesuatu pun di dunia ini yang akan bertahan untuk selamanya. Mobil yang ketika masih baru selalu kita bangga-banggakan, ternyata sekarang harus sering menginap di bengkel. Baju-baju bagus yang kita beli dengan semangat, ternyata kini harus disingkirkan ke kotak-kotak barang bekas. Lihat juga atap rumah yang bocor, alat-alat rumah tangga yang mulai rusak, dan karpet yang rupanya sudah perlu diganti. Bahkan hubungan-hubungan yang tadinya terjalin dengan sangat baik akhirnya retak di tengah jalan. Tidak ada yang kekal! Tak satu pun yang kekal, kecuali kasih setia Allah. Dua puluh enam kali kebenaran ini dinyatakan dalam Mazmur 136. Dua puluh enam kali sang penulis Mazmur memberi kita alasan untuk memuji Dia dengan terus mengingatkan, ’Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.’ Renungkanlah hal ini. Manakala kita berbuat dosa dan membutuhkan pengampunan, kasih setia-Nya selalu ada untuk selama-lamanya. Manakala hidup kita kacau tak terkendali, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya. Manakala tak ada lagi yang dapat menolong kita, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya. Pada saat tiap-tiap hari merupakan suatu pergumulan karena banyaknya penyakit, keputusasaan, atau konflik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya. Kapan pun kita merasakan beratnya hidup ini, kita tetap dapat memuji Tuhan seperti yang dilakukan pemazmur karena kasih setia Allah selalu baru setiap hari.
Pola hidupnya sangat tidak sehat. Merokok sudah menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan dari kehidupannya. Makanan yang dikonsumsi sehari-hari tergolong makanan yang kurang baik untuk kesehatan. Tidak menyukai buah, apalagi sayur. Olahraga tidak pernah sekalipun dilakukan. Setelah menjalani pola hidup seperti itu tanpa mau mendengarkan saran dari orang-orang di sekitarnya, masalah mulai muncul. Penyakit itu datang menggerogoti tubuhnya. Dan sudah terlambat untuk menyingkirkan semua racun yang timbul akibat salah mengkonsumsi makanan. Kisah hidup saudara saya ini mengingatkan saya, apa yang masuk ke dalam tubuh jasmani kita akan sangat menentukan kondisi kesehatan tubuh kita. Demikian juga kesehatan rohani kita akan dipengaruhi oleh apa yang dikonsumsi sehari-hari. Apa yang kita masukkan ke dalam otak kita melalui pendengaran, penglihatan dan pembacaan, apakah sudah cukup sehat untuk kesehatan rohani kita? Kemajuan teknologi menawarkan banyak kemudahan dalam kita mengakses informasi. Dalam waktu yang singkat kita bisa dengan mudah mengikuti berita-berita yang ada di dunia ini. Melalui media televisi, koran, internet, segala informasi yang ingin kita ketahui akan cepat masuk dalam otak kita. Begitu banyak berita yang menggoda untuk kita ketahui. Tapi apakah kita sadar, berita-berita itu seringkali mengacak-acak emosi kita, membangkitkan kebencian, memupuskan pengharapan, melunturkan kesetiakawanan, menimbulkan banyak kekhawatiran, memunculkan permusuhan dan pada akhirnya merampas sukacita dan damai sejahtera kita. Jangan biarkan pikiran dan hati kita diisi dengan “makanan” yang tidak menyehatkan, tapi isilah dengan “makanan” yang memberi kehidupan [Amsal 7:2], yang memberi ketentraman [Mazmur 119:165], dan yang membuat tidak binasa [Mazmur 119:92]. Izinkan Firman Tuhan mengisi pikiran dan hati kita, memberi kesehatan bagi rohani kita, sehingga tidak ada penyakit rohani yang mampir dalam hidup kita. Sakit hati, ketakutan, kekhawatiran, kebencian, dendam tidak akan menjangkiti kita, ketika kita memutuskan untuk mengkonsumsi “makanan” rohani yang sehat, dan menjalani pola hidup yang sehat dengan persekutuan dengan-Nya. [RH]
Malam sudah beranjak larut, tapi mata saya tidak juga mau terpejam, pikiran mengembara kemana-mana. Antara kecewa, galau, gelisah, khawatir campur aduk jadi satu. Meskipun sudah berusaha menghalau semua pikiran yang tidak jelas itu, tetap saja kegelisahan tidak mau pergi. Kekalahan Ahok dalam pilpres di DKI benar-benar menyita pikiran saya. Kekhawatiran ibu kota akan kembali menjadi arena pertunjukan kepentingan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab membuat saya kehilangan damai sejahtera. Aneh dan terlalu berlebihan memang. Meski saya bukan warga DKI, tapi jujur saya merasa sedih dengan kekalahan itu. Saya sadar tidak ada kepentingan bagi saya untuk memikirkan itu, tapi saat itu sulit sekali menghilangkan kegelisahan yang ada. Beruntungnya saya ketika membaca Firman Tuhan dalam Yohanes 14:27 menyatakan ‘damai sejahtera kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku, Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu, janganlah gelisah dan gentar hatimu’, hati saya menjadi lebih tenang. Kepercayaan kepada-Nya membuat saya kembali merasakan damai sejahtera dan tidak khawatir lagi dengan situasi yang saat ini sedang terjadi. Tuhan mengingatkan saya bahwa semua yang terjadi ada di bawah kendali-Nya. Tuhan sangat tahu bahwa suatu saat setiap kita pasti akan mengalami situasi seperti yang saya rasakan. Kekhawatiran akan banyak hal yang tidak sanggup kita atasi, kekecewaan terhadap lingkungan maupun orang lain, kegalauan yang tak berujung, itu semua akan merampas sukacita dan damai sejahtera yang seharusnya menjadi milik kita. Karena itu Dia sudah menyediakan Roh Penolong yang siap sedia untuk menolong ketika kita membutuhkan kekuatan dan penghiburan. Ingatlah bahwa damai sejahtera dan sukacita adalah hak milik yang harus kita nikmati sebagai anak-anak Tuhan. Jangan biarkan situasi di luar merampas apa yang menjadi milik kita, dan biarkan Roh Penolong bekerja ketika kita tidak mampu untuk mengatasi kegelisahan dan tawar hati yang menghampiri. Sehingga kita bisa melewati hari-hari kita dengan nyaman dan tentu saja bisa tidur dengan nyenyak karena kita tahu bahwa Dia yang mengendalikan semuanya. [RH] Pokok Renungan: Janganlah gelisah dan gentar hatimu karena damai sejahtera-Nya sudah diberikan bagimu.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Paskah Menjadi Gaya Hidup
23 Mei '17
Buah Apel Yang Menyeramkan
11 Mei '17
Bertumbuh Dalam Kasih Karunia
13 Mei '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang