SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 01 Juli 2016   -HARI INI-
  Kamis, 30 Juni 2016
  Rabu, 29 Juni 2016
  Selasa, 28 Juni 2016
  Senin, 27 Juni 2016
  Minggu, 26 Juni 2016
  Sabtu, 25 Juni 2016
POKOK RENUNGAN
“Pujilah Allah senantiasa, karena anugerah-Nya telah menyelamatkan kita di dalam Tuhan Yesus Kristus. Pujilah Allah karena hikmat dan pikiran-Nya tak terselami oleh siapa pun di dunia ini.”
DITULIS OLEH
Pdt. Y. Agus Santoso
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Semua Untuk Kemuliaan Allah
Semua Untuk Kemuliaan Allah
Rabu, 20 Maret 2013 | Tema: Umat Yang Memasyurkan Allah
Semua Untuk Kemuliaan Allah
Roma 11:33-36
Kita sering bernyanyi “mulia, mulia bagi Anak domba....” Kadang kita juga menyanyikan “segala puji syukur bagi-Mu, kutinggikan nama-Mu selalu...” dan banyak lagi pujian lain yang syairnya senada dengan lagu pujian tersebut. Apa sebenarnya pesan yang hendak disampaikan kepada umat Allah saat pujian tersebut dinyanyikan? Bacaan renungan pagi ini berkisah tentang pujian bagi kemuliaan Allah. Ayat yang kita baca lebih dikenal sebagai teologi pujian bagi Allah. Mengapa penulis menuliskan hal ini untuk disampaikan kepada jemaat? Pesan apa yang hendak disampaikan?

Berdasarkan bacaan ayat-ayat sebelumnya dan sesudahnya, sebenarnya Rasul Paulus, sebagai penulis surat ini, sangat kagum de...selengkapnya »
Ketika masih tinggal di sebuah perumahan di daerah Demak, saya pernah mengalami peristiwa buruk. Karena jarak rumah yang cukup jauh dengan tempat kami bekerja di Semarang, maka setiap hari kami berangkat pagi-pagi. Suatu pagi ketika baru saja kami keluar memutar kampung untuk berangkat kerja, tiba-tiba roda mobil bagian kanan depan dan belakang terperosok ke sawah. Itu terjadi karena selain jalan kampung yang sempit, juga para tetangga memarkir mobil dan motor menghabiskan jalan. Dengan dibantu istri, saya bersusaha pelan-pelan menaikkan mobil. Tetapi usaha kami gagal total. Alih-alih bisa naik kembali ke jalan, mobil pun malahan semakin dalam terperosok, padahal waktu terus berjalan. Kami semakin tidak tenang. Dalam kondisi seperti itu tidak ada seorang pun yang mau keluar membantu kami. Malah ada yang sengaja menutup pintunya. Saat saya sedang frustasi, tiba-tiba ada sepeda motor mendekat. Ternyata mereka berboncengan. Dengan cepat kedua orang itu turun dari motornya dan tanpa banyak bicara mereka turun ke sawah dan membantu mengeluarkan mobil yang terperosok itu. Siapakah mereka? Salah seorang mengatakan bahwa dia sering melihat kami ikut ibadah di gereja mereka. Mereka mengganggap kami sebagai saudara, maka selayaknya saling menolong. Dari pengalaman di atas, kita melihat betapa pentingnya bersekutu di dalam kasih Allah karena di dalamnya ada saling menolong dan memperhatikan sebagai satu tubuh Kristus yang telah dipersatukan oleh Roh Kudus sendiri [1 Korintus 12:13]. Kesatuan merupakan jantungnya gereja. Salah satu organ vital yang harus terpelihara dengan baik agar tetap sehat. Kesatuan merupakan satu unsur penting yang harus terus diperjuangkan sampai terwujud sehingga berkat yang Tuhan perintahkan tidak akan terhalang, sebagaimana Mazmur Daud berkata, “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!…Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.” Bagaimana caranya supaya kita dapat bersatu? Kesatuan hati akan terwujud bila kita tidak melihat perbedaan yang ada. Setiap orang pasti memiliki perbedaan-perbedaan, baik dari segi fisik, sifat, hobi atau minat, pola pikir dan sebagainya. Hendaknya perbedaan itu tidak menjadi penghalang dan penghambat untuk bersatu, tetapi sebaliknya menjadi perekat yang saling melengkapi. Di dalam Kristus kita adalah satu: satu baptisan, satu Allah dan Bapa [Efesus 4:5]. Mari kita bangun kesatuan hati di antara orang-orang percaya dan jangan mau diperalat Iblis! Dengan demikian damai sejahtera Kristus yang akan memerintah atas kita semua [Kolose 3:15].
Bilamana anda melihat ada 2 semut yang bertemu muka dengan muka agak lama, jangan salah sangka. Mereka bukan sedang bercanda atau sedang berebut makanan, mereka juga bukan sedang berciuman ataupun sedang asyik ‘ngegosip’ tetapi yang sedang terjadi adalah semut yang satu sedang memberikan madu kepada semut yang lainnya. Semut menyimpan madu dalam perutnya. Di dalam perut semut terdapat 2 lambung. Lambung terdepan dekat dengan mulut adalah lambung tempat madu yang akan diberikan kepada teman-temannya. Lambung kedua yang terletak di belakang lambung pertama adalah tempat untuk menyimpan madu bagi dirinya sendiri. Melalui mulutnya semut memberikan madunya yang tersimpan di lambung yang pertama kepada teman-temannya yang membutuhkan. Inilah hal yang indah dari semut yang rela berbagi berkat. Sepertinya semut mengerti betul bahwa berkat itu selalu saja ada bagi dirinya sehingga ia tidak perlu takut untuk memberi dan berbagi kepada teman-temannya yang membutuhkan makanan. Berbeda jauh dengan sifat manusia yang lebih mementingkan dirinya sendiri kurang mau berbagi. Manusia cenderung menumpuk berkat bagi dirinya sendiri. Inilah sifat manusia yang sangat jauh berbeda dengan semut. Semut selalu bersedia untuk memberi kepada yang membutuhkan, tetapi manusia selalu berusaha menahan berkat bagi dirinya sendiri. Jangankan memberi dengan sesama yang membutuhkan, dengan saudara sekandung pun sering dikatakan uang tidak bersaudara. Jangankan memberi tanpa imbalan apa-apa, membayar kewajibannya saja seringkali disunat dan diperkecil. Malah yang lebih menyedihkan adalah seringkali berkat yang sudah masuk ke mulut teman-temannya pun diambil dan dirampas semua. Kita harus merendahkan hati untuk belajar dari semut. Kebiasaan semut yang mulia di dalam kerelaannya memberi harus juga menjadi sifat dan kebiasaaan kita.
Dalam bulan Desember 1944 Letnan Hiroo Onoda, perwira intelijen kekaisaran Jepang dalam perang Dunia II, ditugaskan oleh atasannya beroperasi di pulau Lubang Filipina untuk melakukan perang geriliya karena Jepang sudah terdesak waktu itu. Sebagai prajurit yang ingin berkenan kepada atasan dan kaisar, dia taat dan patuh pada atasannya untuk tidak keluar dari pulau itu apapun yang terjadi sampai dijemput kembali oleh atasannya. Pada bulan Agustus 1945, Jepang menyerah pada sekutu. Sayangnya berita itu tidak sampai pada Onoda, sehingga dia tetap bertahan di hutan pulau Lubang bersama anak buahnya melakukan perlawanan sampai satu persatu anak buahnya tewas meninggalkannya. Februari 1974, seorang anak muda Jepang menemuinya dan mintanya pulang karena perang telah selesai. Tetapi dia tidak mau pulang karena belum ada perintah dari atasannya. Sang pemuda bisa menemukan atasannya dan kemudian memberi perintah kepada Onoda untuk pulang. Tuhan ingin setiap anak Tuhan menjadi penurut-penurut Allah dan hidup di dalam kasih seperti Kristus mengasihi dengan menyerahkan diri-Nya untuk orang percaya sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. Untuk itu segala percabulan, kecemaran, keserakahan harus dihilangkan sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Perkataan kotor, kosong dan sembrono tidak diperkatakan lagi, sebaliknya yang Nampak adalah ucapan syukur. Karena orang cemar, serakah, orang dengan perkataan kotor dan hampa tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Untuk bisa berkenan di hadapan-Nya, maka kita seharusnya taat kepada perintah-Nya, hidup dalam kasih seperti Kristus telah mengasihi dan berkorban untuk kita. Kita harus berusaha untuk membuang segala percabulan, perbuatan cemar, keserakahan bahkan merasa malu untuk memperbincangkannya karena kita adalah umat yang kudus. Hindari untuk memperkatakan kata-kata kotor, omong kosong dan kasar, dan pergunakan kata-kata yang mencerminkan ucapan syukur. Bila kita berkenan kepada-Nya, maka kita akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah.
Sebuah ungkapan mengatakan “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Tanpa persatuan sebuah bangsa akan lemah dan sulit untuk meraih kemajuan. Penjajah Belanda pada zaman dahulu menggunakan politik “devide et impera” untuk memecah belah suku bangsa Indonesia. Nusantara dijajah ratusan tahun lamanya, bangsa Indonesia terus menerus lemah dan menderita. Yesus berdoa kepada Bapa untuk kesatuan orang-orang percaya. Kesatuan yang Yesus doakan bukanlah sebuah kesatuan organisasi, tapi kesatuan rohani yang berlandaskan: 1. Hidup di dalam Kristus [ayat 23]. 2. Mengenal dan mengalami kasih Bapa dan persekutuan Kristus [ayat 26]. 3. Perpisahan dari dunia [ayat 14-16]. 4. Pengudusan dalam kebenaran [ayat 17-19]. 5. Menerima dan mempercayai kebenaran Firman Allah [ayat 6, 8, 17]. 6. Ketaatan kepada Firman [ayat 6]. 7. Keinginan untuk membawa keselamatan kepada yang hilang [ayat 21, 23]. Bilamana salah satu dari faktor ini tidak ada, maka kesatuan yang Yesus doakan tidak mungkin ada. Doa Yesus untuk “kesatuan orang percaya” sampai hari ini belum terwujud sempurna. Sejarah membuktikan ada sebagian orang kristen justru bertikai dan terjadi perpecahan keluarga kristen yang tidak bersatu, gereja kristen yang terpecah belah, persekutuan yang karut marut. Iblis menyusup dan memakai orang-orang tertentu untuk merusak dan menghancurkan kesatuan tubuh Kristus. Akibatnya gereja Tuhan menjadi lemah dan tidak bertumbuh. Kesatuan tubuh Kristus dinanti-nantikan dunia. Dunia akan melihat kasih Allah melalui kesatuan tubuh Kristus. Kesatuan yang sesungguhnya hanya dapat kita teladani dari kesatuan Kristus dengan Bapa-Nya. Oleh Roh Kudus, gereja terus menerus dimurnikan dalam kesatuan rohani untuk menjadi kesaksian di tengah dunia. Mari kita mohon Roh Kudus menolong kita orang percaya agar sanggup saling menerima satu dengan yang lain. Saling bertolong-tolongan menanggung beban hidup, saling mendahului memberi hormat dan saling membangun dalam kasih.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Kebersamaan Yang Menguatkan
18 Juni '16
Jangan Egois !
21 Juni '16
Ukhuwah Nasraniyah
25 Juni '16
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang