SEPEKAN TERAKHIR
  Sabtu, 21 Januari 2017   -HARI INI-
  Jumat, 20 Januari 2017
  Kamis, 19 Januari 2017
  Rabu, 18 Januari 2017
  Selasa, 17 Januari 2017
  Senin, 16 Januari 2017
  Minggu, 15 Januari 2017
POKOK RENUNGAN
Pujilah Allah senantiasa, karena anugerah-Nya telah menyelamatkan kita di dalam Tuhan Yesus Kristus. Pujilah Allah karena hikmat dan pikiran-Nya tak terselami oleh siapa pun di dunia ini.
DITULIS OLEH
Pdt. Y. Agus Santoso
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Semua Untuk Kemuliaan Allah
Semua Untuk Kemuliaan Allah
Rabu, 20 Maret 2013 | Tema: Umat Yang Memasyurkan Allah
Semua Untuk Kemuliaan Allah
Roma 11:33-36
Kita sering bernyanyi mulia, mulia bagi Anak domba.... Kadang kita juga menyanyikan segala puji syukur bagi-Mu, kutinggikan nama-Mu selalu... dan banyak lagi pujian lain yang syairnya senada dengan lagu pujian tersebut. Apa sebenarnya pesan yang hendak disampaikan kepada umat Allah saat pujian tersebut dinyanyikan? Bacaan renungan pagi ini berkisah tentang pujian bagi kemuliaan Allah. Ayat yang kita baca lebih dikenal sebagai teologi pujian bagi Allah. Mengapa penulis menuliskan hal ini untuk disampaikan kepada jemaat? Pesan apa yang hendak disampaikan?

Berdasarkan bacaan ayat-ayat sebelumnya dan sesudahnya, sebenarnya Rasul Paulus, sebagai penulis surat ini, sangat kagum de...selengkapnya »
Salah satu sikap seorang murid yang baik adalah taat/patuh kepada perintah atau aturan guru maupun institusi yang telah disepakati bersama. Sebelum menjadi murid Yesus, Simon Petrus seorang nelayan yang piawai dalam bidangnya. Ia ahli dalam hal menjala ikan. Sampai pada suatu hari dia menyadari kepiawaiannya sama sekali tak berarti dibandingkan dengan kuasa Yesus Sang Guru. Simon Petrus menyaksikan suatu kejadian yang dianggapnya sangat ajaib dan luar biasa karena tidak masuk akal menurut keahliannya sebagai nelayan handal. Sepanjang malam dia bersama teman-teman bekerja keras tidak mendapatkan apa-apa. Tetapi saat Yesus memerintahkan agar perahunya kembali ke tempat yang sama di mana mereka mengalami kegagalan sebagai nelayan, jala mereka sampai terkoyak karena begitu banyak ikan yang tertangkap. Mengapa mujizat yang luar biasa itu terjadi? Karena Simon Petrus taat/patuh kepada perintah Yesus untuk menebarkan jala di tempat yang telah digelutinya sepanjang malam tanpa hasil. Ketaatan Simon Petrus membuahkan hasil yang sangat menakjubkan. Simon Petrus tersungkur di hadapan Yesus dan merasa dirinya kecil tiada arti dan penuh dosa. Sehingga saat Yesus menyatakan ingin menjadikan mereka penjala jiwa, langsung Simon Petrus, Yakobus dan Yohanes meninggalkan pekerjaannya dan mengikut Yesus. Mungkin kita pernah mengalami kegagalan dalam bisnis, rumah tangga atau pelayanan seperti yang dialami Simon Petrus. Kita pun juga bisa mengalami mujizat dari Tuhan apabila kita taat dan patuh kepada apa yang Tuhan katakan melalui Firman-Nya yang kita baca/dengar, renungkan dan lakukan dalam hidup keseharian kita. Amin.
Khususnya bagi kaum hawa, saat kita menerima undangan pesta biasanya langsung kita berpikir baju atau gaun apa yang akan kita pakai. Andaikata pun kita tidak memiliki gaun khusus untuk pesta, paling tidak kita akan memilih baju terbaik yang kita miliki yang kita nilai layak dipakai menghadiri sebuah pesta walau mungkin sangat sederhana. Dengan baju yang rapi dan bersih, kita menghargai rekan yang mengundang dan juga menghargai diri sendiri. Dalam perumpamaan dari perikop yang kita renungkan ini, dikisahkan seorang raja yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ternyata di antara undangan yang hadir ada yang tidak mengenakan pakaian pesta dan hanya diam saat raja menegurnya. Hal itu membuat raja marah dan menyuruh hambanya untuk mengikat orang tersebut serta mencampakkannya ke dalam kegelapan [ayat 11-13]. Sangat tragis sekali. Dia merupakan tamu undangan tetapi ternyata tidak diperkenankan mengikuti perjamuan kawin yang diadakan hanya karena ulah yang dibuatnya sendiri. Siapkah kita dengan baju pesta saat Perjamuan Anak Domba? Dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, Rasul Paulus mengatakan bahwa kita semua yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus [Galatia 3:27]. Artinya kebenaran Firman yang dinyatakan Kristus itulah pakaian pesta yang kita pakai. Kita tinggalkan manusia lama kita dan mengenakan manusia yang baru yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya [Efesus 4:24]. Pertanyaannya adalah bisakah kita selalu hidup dalam kebenaran dan kekudusan sesuai Firman Tuhan menghadapi tantangan hidup keseharian kita? Siapkah kita dengan pakaian pesta saat undangan perjamuan Anak Domba datang ? Ingat apa yang dikatakan Yesus dalam mengakhiri perumpamaan ini [ayat 14], yaitu “sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”Amin.
Anak-anak tentunya gemar bermain termasuk anak-anak saya. Tidak hanya satu dua alat permainan yang mereka keluarkan, tetapi bisa sampai semua mainan-mainan yang ada keluar dari tempatnya. Semua berhamburan di lantai. Setelah puas bermain, seringkali mereka lupa untuk membereskannya. Mainan ditinggal begitu saja berserakan. Nampak kacau jadinya. Biasanya kemudian saya mengingatkan mereka untuk segera membereskannya. Sebelum Allah menjadikan segala sesuatu, bumi masih belum berbentuk dan kosong. Tidak teratur dan kacau. Kemudian Allah menciptakan semuanya. Mulai dari hari pertama sampai hari keenam, Allah menciptakan bumi dan segala isinya. Dan Alkitab berkata, “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.” Allah mampu mengubah dan menjadikan sesuatu yang kacau dan tidak teratur tidak hanya menjadi baik, tetapi lebih dari itu ‘sungguh amat baik’. Memasuki tahun 2017 ini masih banyak hal yang samar di depan kita, masih tanda tanya besar. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Mungkin masih ada hal-hal yang menggelayuti hati kita karena pergumulan di tahun sebelumnya yang belum tuntas. Keadaan di hadapan kita baik secara iklim usaha, keuangan, kesehatan, dan sebagainya apakah semakin membaik atau sebaliknya menjadi buruk juga tidak bisa kita prediksi. Menghadapi ketidakpastian tersebut, janganlah menjadi kecut dan tawar hati. Menjadi ciut nyali dan selalu kuatir. Percayalah dan percayakan hidup kita kepada Allah. Allah kita berkuasa menjadikan sesuatu yang ‘kacau’ menjadi sungguh amat baik. Mengubah yang buruk menurut pandangan kita menjadi sesuatu yang mendatangkan manfaat dan berkat bagi kita. Oleh sebab itu jangan pesimis tetapi jadilah optimis bukan karena kekuatan kita tetapi karena Allah yang menyertai kita.
Orang-orang memanggilnya Tuan Joko Ndokondo karena selalu mengakhiri pembicaraan dengan kata-kata “jangan bilang siapa-siapa ya”. Meski terkesan aneh, orang-orang senang mendengarkan obrolan-obrolan ringannya. Tak terkecuali di awal tahun 2017 ini. Beberapa orang tertarik untuk mengetahui ulasannya mengenai tahun ini. Mereka hanya ingin mendengar pendapatnya tanpa punya maksud memperlakukan Tuan Joko Ndokondo seperti seorang dukun sakti mandraguna. Dukun yang kini diperhalus menjadi paranormal sehingga terkesan tidak angker dan lebih modern. Bahkan ada yang menyebut lebih mentereng sebagai penasihat spiritual. Pada awal tahun seperti ini, para dukun laris manis meraup rejeki dari orang-orang yang sekedar butuh kepastian. Apalagi kondisi tahun 2016 yang juga tidak lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Korupsi tak kunjung reda. Bahaya narkoba masih hasilkan korban-korban baru. Radikalisme agama dan intoleransi coba menghancurkan kebhinnekaan kita. Hantaman krisis ekonomi dunia tahun 2008 juga masih terasa dampaknya. Ancaman teroris terus mengintip menunggu peluang untuk melakukan aksi biadab. Dan berbagai bentuk kejahatan lainnya dan bencana alam mewarnai tahun yang sudah kita lalui itu. Kondisi tak stabil ini mendorong orang-orang, tak terkecuali para selebriti, pelaku bisnis, hingga para politisi datang ke para dukun pribadi mereka. Mereka minta diberi petunjuk sukses, “pegangan” atau setidaknya wejangan yang menentramkan hati dalam menapaki tahun yang baru. Lalu apa kata Tuan Joko Ndokondo? Tahun 2017 masih menjadi tahun perjuangan bagi Indonesia dan dunia. Perjuangan untuk mengatasi ancaman-ancaman tersebut di atas dan mewujudkan pemerintahan yang sehat, kondisi ekonomi yang berkeadilan bagi seluruh rakyat, dan kepribadian yang luhur. Menyikapi hal ini orang-orang percaya dilarang mengandalkan dukun atau jutawan atau penguasa sekalipun. Orang-orang percaya dipanggil untuk mengandalkan TUHAN dan menaruh harapan pada-NYA. Sebab TUHAN sajalah penguasa sejati, pencipta jagad raya, dan yang memegang hidup setiap orang. Mengandalkan dan berharap pada TUHAN berarti kita siap menapaki tahun 2017 dengan berani menghadapi tantangan dan percaya pada kuat kuasa TUHAN yang menyertai kita. Dan lagi-lagi “Stttt....tt, jangan bilang siapa-siapa ya?” kata Tuan Joko Ndokondo mengakhiri perkataannya. Jemaat yang terkasih, janganlah dilemahkan oleh kondisi yang belum membaik. Janganlah kita terlalu takut dan kuatir. Tetapi marilah berlutut dan merendahkan diri di kaki TUHAN. Berdoalah! Andalkan TUHAN dalam hidup kita! Sebab DIA-lah TUHAN pengharapan kita. Dan jalanilah hidup dengan berani dan penuh sukacita!
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Event Besar
22 Desember '16
Bukan Jalan Pintas
05 Januari '17
Kebenaran
04 Januari '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang