SEPEKAN TERAKHIR
  Minggu, 05 Juli 2015   -HARI INI-
  Sabtu, 04 Juli 2015
  Jumat, 03 Juli 2015
  Kamis, 02 Juli 2015
  Rabu, 01 Juli 2015
  Selasa, 30 Juni 2015
  Senin, 29 Juni 2015
POKOK RENUNGAN
“Pujilah Allah senantiasa, karena anugerah-Nya telah menyelamatkan kita di dalam Tuhan Yesus Kristus. Pujilah Allah karena hikmat dan pikiran-Nya tak terselami oleh siapa pun di dunia ini.”
DITULIS OLEH
Pdt. Y. Agus Santoso
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Semua Untuk Kemuliaan Allah
Semua Untuk Kemuliaan Allah
Rabu, 20 Maret 2013 | Tema: Umat Yang Memasyurkan Allah
Semua Untuk Kemuliaan Allah
Roma 11:33-36
Kita sering bernyanyi “mulia, mulia bagi Anak domba....” Kadang kita juga menyanyikan “segala puji syukur bagi-Mu, kutinggikan nama-Mu selalu...” dan banyak lagi pujian lain yang syairnya senada dengan lagu pujian tersebut. Apa sebenarnya pesan yang hendak disampaikan kepada umat Allah saat pujian tersebut dinyanyikan? Bacaan renungan pagi ini berkisah tentang pujian bagi kemuliaan Allah. Ayat yang kita baca lebih dikenal sebagai teologi pujian bagi Allah. Mengapa penulis menuliskan hal ini untuk disampaikan kepada jemaat? Pesan apa yang hendak disampaikan?

Berdasarkan bacaan ayat-ayat sebelumnya dan sesudahnya, sebenarnya Rasul Paulus, sebagai penulis surat ini, sangat kagum dengan karya, hikmat, dan pikiran Allah sebagai perencana segala sesuatu secara sempurna. Khususnya dalam hal keselamatan manusia dari dosa melalui karya Tuhan Yesus di kayu salib. Pujian tersebut hendak menyatakan bahwa bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah (berdasarkan perjanjian Allah dengan Abraham) sedang menegarkan hatinya. Maka saat ini bangsa Israel sedang dibiarkan Allah untuk sementara waktu. Sekarang Allah mau berurusan dengan bangsa-bangsa lain untuk membentuk umat yang baru, yang dikenal dengan sebutan gereja. Setelah jumlahnya cukup dan waktu kunjungan Allah untuk bangsa-bangsa lain sudah selesai, maka Allah akan kembali berurusan dengan bangsa Israel (ayat 7-25).

Semakin kita merenungkan pekerjaan Allah, semakin kita memuji Allah karena hanya DIA-lah Allah yang mampu mengerjakan segala sesuatu dengan sempurna untuk kepentingan umat manusia...selengkapnya »
Suatu hari yang cerah, empat murid SMU memutuskan untuk membolos, dan keesokan harinya mereka menjelaskan kepada guru bahwa mereka tidak masuk sekolah karena ban mobil kempes. Mereka sangat lega sekali ketika guru mereka tidak marah tetapi tersenyum dan berkata, ’Kalian ketinggalan satu tes kecil kemarin, sekarang duduklah dan keluarkan pensil serta kertas.’ Guru itu menunggu mereka duduk, mengeluarkan alat tulis dan siap mengerjakan tes kecil itu. Kemudian dia berkata, ’Pertanyaan pertama: ban sebelah mana yang kempes?’ Seketika itu juga, mereka pun saling bertatapan satu dengan yang lainnya dengan wajah bingung dan panik. Tidak seorangpun dapat terbebas dari perbuatan dusta. Dalam Kisah Para Rasul 5, Ananias dan Safira berpikir bahwa mereka hanya berdusta kepada Petrus dan saudara-saudara seiman lainnya. Tetapi Petrus berkata kepada mereka, ’Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.’ Allah adalah kebenaran. Jika kita berdusta, kita menyakiti-Nya. Dan cepat atau lambat, Dia akan menyingkap setiap kebohongan, bila tidak di dalam hidup ini, pastilah pada hari penghakiman kelak [Roma 14:10-12]. Kita hidup di dunia yang penuh persaingan, dan kadang-kadang kita mudah tergoda untuk menutupi kebenaran, dan memilih berdusta supaya dapat terus maju dan tetap eksis. Namun perlu diingat bahwa hasil yang diperoleh dalam waktu singkat ketika berdusta tidaklah berarti bila dibandingkan dengan manfaat jangka panjang karena melakukan kebenaran. Jika Anda sudah menipu seseorang, akuilah hal itu kepadanya dan kepada Tuhan. Mungkin itu tampak merendahkan diri, tetapi itulah langkah awal untuk membangun integritas hidup kita. Menjadi umat yang cemerlang harus berani “tampil beda”, yaitu menjaga integritas diri agar tetap berkenan di hadapan Tuhan dan manusia.
Batu akik akhir-akhir ini menjadi tren nasional. Ada banyak perlombaan keindahan batu akik dan ada banyak pula penjual batu akik yang muncul bagaikan jamur di waktu hujan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, batu akik adalah batu berwarna yang indah. Sebuah batu untuk menjadi batu akik yang digunakan sebagai cincin atau liontin tentu tidak terjadi begitu saja, tetapi melalui proses. Dari batu pilihan, kemudian di potong-potong dan di haluskan sehingga kelihatan bersih, mengkilap, dan menjadi batu akik yang indah bagi pemakai. Batu akik merupakan sebuah kebanggaan atau kesukaan bagi para penggemarnya. Dengan melihat batu tersebut akan timbul keasikan atau kesenangan. Demikian juga hendaknya dengan kita sebagai orang percaya. Tuhan telah memilih dan menguduskan kita dengan maksud untuk menjadi kebanggaan atau kesukaan Tuhan melalui hidup kita yang bisa ‘dinikmati’ oleh orang lain. Dalam bacaan firman di atas Tuhan tentu menginginkan agar setiap orang percaya yang sudah dikuduskan-Nya selalu menjaga hidupnya tetap bersih dan kudus. Sehingga menjadi alat yang mulia di pemandangan Allah dan manusia. Mari jemaat pilihan Tuhan dan yang dikasihi-Nya, kita menghormati pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib Golgota dengan kita menjaga hidup ini dalam kekudusan, sehingga kita dapat menjadi saksi-saksi-Nya.
Pada pagi hari hingga sore menjelang malam, matahari memancarkan sinarnya memberikan terang kepada semua mahluk hidup. Ternyata sinar matahari bukan saja memberikan terang, namun juga berkaitan dengan kehidupan semua mahluk hidup. Tanpa sinar matahari, semua mahluk yang ada di atas bumi pastilah mati. Dengan adanya sinar matahari, manusia, segala tumbuh-tumbuhan dan binatang akan menghasilkan sesuatu sehingga dapat melanjutkan kehidupan turun-temurun. Saudara, sumber kehidupan sebenarnya ada pada Allah, Sang Penguasa jagad raya ini. Dalam Mazmur 67:2b dikatakan bahwa “kiranya Ia [Allah] menyinari kita dengan wajah-Nya”. Jika kita bandingkan dengan Mazmur 67:2a; 65:10-14, maka kata “menyinari” berarti memancarkan berkat kehidupan. Allah senantiasa memancarkan berkat kehidupan kepada umat-Nya berupa: berkat kekayaan dan keamanan [damai sejahtera]. Ladang-ladang dipenuhi gandum, padang rumput dipenuhi kambing domba; sementara keamanan damai sejahtera terjadi karena Allah menghalau musuh jauh-jauh. Dia akan menjaga berkat syalom [damai sejahtera] itu kepada umat yang senantiasa setia dan taat sampai kepada anak-cucu. Sampai kapan? Ya, selama umat-Nya tetap taat dan setia kepada Allah. Syalom [damai-sejahtera] atau berkat yang dilimpahkan Allah kepada umat-Nya itu bertujuan menunjukkan kepada bangsa-bangsa di dunia bahwa Allah Israel telah membuktikan sebagai Allah yang dahsyat di antara allah bangsa-bangsa. Supaya bangsa-bangsa mengenal jalan TUHAN, Allah Israel, dan juga supaya berkat Allah dinikmati bangsa-bangsa sehingga mereka menjadi percaya dan mampu mengucap syukur kepada TUHAN, Allah Israel [ayat 3-4]. Oleh sebab itu, kita sebagai umat Tuhan yang diberkati dengan kekayaan dan keamanan [damai sejahtera] harus bersaksi kepada yang belum percaya Tuhan bahwa sumber berkat adalah dari Tuhan. Ingat, bahwa berkat dari Tuhan bukan untuk kesombongan dan mengisolasi diri. Salah satu bentuk kesaksian kita, misalnya dengan berbagi berkat Tuhan kepada semua orang, supaya semua orang mengerti bahwa berkat melimpah itu semata-mata pemberian Tuhan, dan mereka kita dorong untuk percaya kepada Allah supaya berkat itu juga turun atas mereka.
Wah jan... kebangetan tenan...”, gerutu jeng Lala, teman saya. “Ada apa to jeng, kok pagi-pagi sudah menggerutu”, tanya saya. “Itu lo... satpam di kantor ini memang kebangetan, masak keluar dari mobil yang sama, saya dicuekin, sedangkan bu Dora dijemput, dibawain tasnya. Sementara saya dibiarkan bedentotan bawa banyak barang, ga dibantu babar blas... apa ndak kebangetan, tuh? La, mbok yo saya juga dibantu gitu lo... jangan hanya bu Dora saja”, omel jeng Lala pagi itu. Saya hanya tersenyum saja mendengar gerutuan teman saya itu. Ya jelas saja bu Dora dijemput, dibawakan tasnya, dan dibukakan pintu ketika masuk karena bu Dora adalah petinggi di kantor kami. Dan para satpam terbiasa memberikan perlakuan yang istimewa kepada para petinggi di kantor kami. Kebanyakan orang memberikan perlakuan istimewa hanya kepada orang-orang tertentu saja. Mereka yang punya kedudukan tinggi, punya pengaruh yang kuat, punya kekayaan di atas rata-rata adalah orang-orang yang sering menerima perlakuan istimewa. Sedangkan bagi mereka yang tidak memiliki baik kedudukan, pengaruh maupun harta, jangan harap mendapatkan perlakuan istimewa. Bagi kita yang termasuk dalam golongan yang tidak mendapat perlakuan istimewa dari orang-orang di sekitar kita, jangan buru-buru kecil hati karena sebenarnya kitapun sudah diperlakukan sangat istimewa. Bukan oleh manusia, tapi oleh Bapa kita di sorga. Mazmur 139 menceritakan betapa kita sangat istimewa bagi Bapa. Bukan saja waktu kita dalam kandungan, tapi di sepanjang kehidupan kita, Bapa telah merancangkan hal-hal yang istimewa seperti yang tercantum di Yeremia 29:11. Setelah kita menyadari keistimewaan kita, lalu apa yang akan kita lakukan? Bangga? Tentu saja. Tetapi kebanggaan saja tanpa berbuat sesuatu tidak membuktikan ucapan syukur kita kepada-Nya. Alangkah baiknya apabila kita melakukan sesuatu yang bisa menggugah orang lain menyadari keistimewaannya. Mengajak ataupun mendoakan orang yang belum mengenal Tuhan Yesus supaya mereka mengenal-Nya dan hidup benar sesuai Firman-Nya, sehingga kita bisa menjadi berkat bagi orang di sekitar kita. Itu adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengungkapkan ucapan syukur kita atas perlakuan istimewa-Nya kepada kita. Dan ketika ada teman yang merasa diremehkan oleh orang lain, kita bisa mengatakan kepada mereka, “Kita juga istimewa lo....”
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Lebih Dari Sekedar Kebanggaan
16 Juni '15
Menjadi Yang Terbaik Di Dunia
12 Juni '15
’ Kita Juga Istimewa lho..’
22 Juni '15
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang