SEPEKAN TERAKHIR
  Rabu, 23 Juli 2014   -HARI INI-
  Selasa, 22 Juli 2014
  Senin, 21 Juli 2014
  Minggu, 20 Juli 2014
  Sabtu, 19 Juli 2014
  Jumat, 18 Juli 2014
  Kamis, 17 Juli 2014
POKOK RENUNGAN
Kekuatan tidak hanya berdasar dari apa yang kita dapatkan, tapi justru dari apa yang kita berikan.
DITULIS OLEH
Ibu Ribkah E. Christanti
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hilang Justru Bertambah
Hilang Justru Bertambah
Jumat, 01 Februari 2013 | Tema: Komunitas Yang Menebarkan Kasih
Hilang Justru Bertambah
Yesaya 58:1-12
Baterai HP atau laptop, kalau sedang lemah (low battery), ia akan kembali berenergi kalau ada tambahan kekuatan melalui charger. Kalau badan lemas karena lapar, dengan makan maka akan menjadi kenyang dan menjadi kuat kembali. Kalau uang habis, dengan mengambil uang di ATM atau meminta kepada orang tua, maka persediaan uang kita akan kembali terisi. Artinya ada substansi yang ditambahkan sehingga memiliki tenaga ekstra. Namun beberapa kenyataan di atas, beda prinsipnya dengan kekuatan baru versi Yesaya 58:11. Orang akan mendapat kekuatan baru kalau dia justru bisa berbagi atau memberi substansi (isi) dari dalam dirinya.

Dalam ayat yang ke-6 sampai ayat ke-10, disebutkan beberapa tindakan iman yang nyata dalam perbuatan. Misalnya, memerdekakan orang yang teraniaya, memecah roti bagi orang lapar, memberi tumpangan bagi orang yang tak punya rumah, memberi pakaian kepada orang yang telanjang, menyerahkan yang kita inginkan sendiri kepada orang yang lapar, dan lain-lain. Namun ketika kita melakukan hal itu (hal yang nampaknya ”mengurangi”apa yang ada pada kita/merugikan kita), justru mendatangkan kasih karunia dari Tuhan, diantaranya mampu ”menambah” kekuatan baru (ayat 11).

Ayat ini mengingatkan kita pada apa yang dialami oleh Daud ketika dia berada di gua Adulam (1 Samuel 22:1-5). Dalam perikop itu diceritakan bagaimana Daud menjadi pemimpin bagi 400 orang ...selengkapnya »
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, pada minggu yang terakhir di bulan Juni ini saya ingin mengajak kita semua kembali mengingat tema kita untuk tahun 2014 ini yaitu: Saling mengasihi dan memperhatikan. Separuh dari tahun ini telah kita jalani. Marilah kita mengevaluasi kemajuan hidup rohani dan ketaatan kita pada Firman Tuhan. Pada tahun ini fokus kita adalah kehidupan berkomunitas, dimana kita bisa mempraktekkan Firman Tuhan dalam hal saling mengasihi dan memperhatikan. Pada hari ini saya mengajak kita membaca dan memperhatikan kembali beberapa ayat Firman Tuhan berkenaan dengan tema kita. 1 Yohanes 4:7-8 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Ibrani 10:24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Roma 14:19 Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun. Ayat-ayat di atas berbicara bahwa kita harus saling mengasihi, saling memperhatikan dan saling membangun supaya kehidupan rohani kita mengalami kemajuan. Kemajuan itu kita dapat wujudkan bukan sendiri-sendiri, tapi secara bersama-sama sebagai anggota Tubuh Kristus. Pastikan bahwa Anda mengalami kemajuan rohani. Jangan sampai rohani Anda stagnan atau mengalami kemacetan. Apakah saudara telah mendapatkan manfaat dari hidup berkomunitas untuk menunjang hidup rohani saudara? Jika saudara belum tergabung dalam Komunitas Kecil (Komcil) segeralah bergabung dengan salah satu Komcil yang ada. Tuhan kiranya memberkati kita semua sementara kita mentaati Firman-Nya. Amin.
Suatu saat terjadi percakapan menarik antara dua orang jemaat yang aktif melayani di gereja yang sama. Si Jono berkata kepada si Bobi, “Saya itu kepingin seperti kamu yang piawai melayani pujian dan penyembahan. Saat kamu memimpin pujian dan penyembahan hadirat Allah begitu terasa sehingga memberkati jemaat.” Kemudian Bobi menjawab, “Saya justru kepingin seperti kamu yang memiliki banyak waktu untuk memperhatikan orang lain yang benar-benar membutuhkan perhatian dan pendampingan saat menghadapi pergumulan.” Dari percakapan tersebut kita bisa menangkap bahwa Allah, melalui Roh Kudus, telah mengaruniakan karunia Roh kepada kita masing-masing untuk melayani jemaat secara berbeda satu dengan yang lainnya. Sebagaimana dijelaskan di dalam 1 Korintus 14 maupun Roma 12. Namun sampai saat ini masih ada orang percaya yang kurang memahami kebenaran ini, sehingga dalam hidupnya senantiasa mengejar salah satu karunia Roh saja supaya dirinya menjadi sama dengan yang lainnya. Cara demikian justru menimbulkan kebingungan dan kesalah-mengertian kita tentang pemberian karunia Roh Kudus. Namun ada beberapa prinsip yang perlu menjadi pedoman bagi kita semua mengenai pemberian karunia Roh dari Allah Bapa kepada setiap orang yang percaya. Karunia Roh ini harus dipergunakan untuk melayani bukan untuk pamer kelebihan diri. Di samping itu Karunia Roh itu banyak jenisnya bukan hanya satu jenis saja (1 Korintus 12). Selanjutnya Karunia Roh dipergunakan untuk kepentingan bersama dalam kehidupan sebagai jemaat (1 Korintus 12:7). Dan Karunia Roh ini diberikan dengan tujuan untuk membangun kehidupan iman jemaat (1 Korintus 14:12). Terakhir Karunia Roh ini diberikan sesuai dengan kehendak Allah dan bukan menurut kemauan dan permintaan kita (1 Korintus 12:11). Jadi apabila ada penggunaan Karunia Roh yang tidak sesuai dengan tujuan di atas, maka patutlah kita bertanya apakah memang benar hidupnya dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus atau dipimpin oleh diri sendiri atau roh yang lainnya. Bagaimana dengan kehidupan dan pelayanan kita saat ini, sudahkah kita menemukan Karunia Roh yang Allah berikan kepada kita? Jika sudah, pergunakanlah untuk melayani demi kemuliaan Allah. Namun kalau ada di antara kita yang belum tahu sama sekali karunia Roh yang kita miliki, mintalah dengan sungguh kepada Tuhan Yesus maka Dia pasti akan memberikan hal itu kepada kita. Marilah kita mempergunakan karunia Roh yang ada pada kita untuk melayani dan memuliakan Allah melalui komunitas Gereja Isa Almasih jemaat Dr Cipto.
Lidah itu kecil, tetapi pengaruhnya sangat besar! Tak jarang kita mendengar, membaca berita tentang pertengkaran yang kadang sampai berujung pada pembunuhan hanya berawal dari “bersilat lidah“. Sebaliknya lidah yang mengeluarkan perkataan lemah lembut membuat hati sejuk dan dapat meredakan kemarahan yang meledak-ledak. Dalam suratnya, Yakobus mengatakan bahwa lidah memang suatu anggota kecil dari tubuh kita, tetapi dapat memegahkan perkara-perkara besar sama seperti dahsyatnya api. Walaupun nyalanya semula kecil, jika didiamkan bisa membakar hutan yang besar (ayat 5). Ya, Yakobus menyamakan lidah dengan api yang jika lepas kendali dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan manusia sedang dirinya sendiri akan dibakar oleh api neraka (ayat 6). Api itu panas, demikian juga lidah. Api bisa merusak dan menghancurkan. Gosip dan fitnah bisa merusakkan hubungan dengan orang lain. Kata-kata kasar akan terasa panas di telinga bagaikan api. Gosip akan menjalar dengan cepat bagaikan api yang menghanguskan. Pergunakan lidahmu untuk memuliakan Allah. Kuasai hatimu dan berkata-katalah yang memberikan berkat bagi orang lain (ayat 9a). Kita juga harus konsisten dalam menggunakan lidah, sama seperti sebuah pohon tidak mungkin mengeluarkan dua jenis buah, dan sebuah mata air tidak mungkin mengeluarkan air tawar dan air asin. Kita tidak boleh sebentar menggunakan lidah kita untuk Tuhan, tetapi kemudian mengeluarkan kata-kata kutuk dan caci maki (ayat 12). Bagaimana dengan lidah kita? Dengan kekuatan dan urapan Roh Kudus yang senantiasa menyala dalam diri kita, kita dimampukan untuk dapat mengendalikan lidah kita agar perkataan yang keluar bisa menjadi berkat bagi banyak orang.
Apa hobi Saudara? Apakah membaca atau menulis? Membaca adalah salah satu kegemaran saya semenjak kecil. Dulu sekitar 10 tahun yang lalu, mungkin masih banyak orang yang tidak suka membaca apalagi menulis. Tetapi sekarang, hampir semua orang hobi membaca dan menulis. Koq tahu? Setiap hari bahkan setiap menit, orang-orang up date status: ‘teman-teman, sekarang aku di Korea lho, wah lagi musim salju nih’. Dari anak-anak hingga orang tua, dari pengemis (maaf... ada lho pengemis yang pakai HP) hingga manajer. Mereka membaca berita, menulis berita dan juga memuat foto terbaru tentang dirinya. Mereka juga mempunyai grup tersendiri, entah melalui facebook, BBM, twitter, dsb. Sungguh fenomena yang luar biasa. Tahukah Saudara, di awal abad pertama, hobi membaca sudah dijumpai di jemaat Kristen mula-mula. Kisah Para Rasul 17:11 mencatat: “Mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui apakah semuanya itu benar demikian.” Ternyata mereka punya komunitas yang suka belajar. Dengan membaca Alkitab akan ada banyak hal positif yang dapat kita peroleh. Dengan membacanya, kita tahu apa yang Tuhan Yesus inginkan dalam kehidupan orang percaya. Dan kita akan dipimpin oleh Roh Kudus untuk menjadi pelaku firman Tuhan. Mari menjadi komunitas Kristen yang senantiasa up date status di hadapan Tuhan: ‘Tuhan hari ini aku sudah menyelesaikan pembacaan Kejadian - Wahyu, wah senangnya “.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Dimana Pak Jon?
14 Juli '14
Saling Percaya
15 Juli '14
Buatlah Tuhan bersuka
20 Juli '14
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang