SEPEKAN TERAKHIR
  Rabu, 30 Juli 2014   -HARI INI-
  Selasa, 29 Juli 2014
  Senin, 28 Juli 2014
  Minggu, 27 Juli 2014
  Sabtu, 26 Juli 2014
  Jumat, 25 Juli 2014
  Kamis, 24 Juli 2014
POKOK RENUNGAN
Kekuatan tidak hanya berdasar dari apa yang kita dapatkan, tapi justru dari apa yang kita berikan.
DITULIS OLEH
Ibu Ribkah E. Christanti
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Hilang Justru Bertambah
Hilang Justru Bertambah
Jumat, 01 Februari 2013 | Tema: Komunitas Yang Menebarkan Kasih
Hilang Justru Bertambah
Yesaya 58:1-12
Baterai HP atau laptop, kalau sedang lemah (low battery), ia akan kembali berenergi kalau ada tambahan kekuatan melalui charger. Kalau badan lemas karena lapar, dengan makan maka akan menjadi kenyang dan menjadi kuat kembali. Kalau uang habis, dengan mengambil uang di ATM atau meminta kepada orang tua, maka persediaan uang kita akan kembali terisi. Artinya ada substansi yang ditambahkan sehingga memiliki tenaga ekstra. Namun beberapa kenyataan di atas, beda prinsipnya dengan kekuatan baru versi Yesaya 58:11. Orang akan mendapat kekuatan baru kalau dia justru bisa berbagi atau memberi substansi (isi) dari dalam dirinya.

Dalam ayat yang ke-6 sampai ayat ke-10, disebutkan beberapa tindakan iman yang nyata dalam perbuatan. Misalnya, memerdekakan orang yang teraniaya, memecah roti bagi orang lapar, memberi tumpangan bagi orang yang tak punya rumah, memberi pakaian kepada orang yang telanjang, menyerahkan yang kita inginkan sendiri kepada orang yang lapar, dan lain-lain. Namun ketika kita melakukan hal itu (hal yang nampaknya ”mengurangi”apa yang ada pada kita/merugikan kita), justru mendatangkan kasih karunia dari Tuhan, diantaranya mampu ”menambah” kekuatan baru (ayat 11).

Ayat ini mengingatkan kita pada apa yang dialami oleh Daud ketika dia berada di gua Adulam (1 Samuel 22:1-5). Dalam perikop itu diceritakan bagaimana Daud menjadi pemimpin bagi 400 orang ...selengkapnya »
Efesus 4:30-32 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. (Ayat 30) Salah satu pekerjaan Roh Kudus adalah menyatukan jemaat sebagai Tubuh Kristus. Jika kita ingin menyenangkan hati-Nya, maka kita harus menjaga kesatuan itu. Jika kita mengasihi Kristus, maka kita pun mengasihi Tubuh-Nya, yaitu gereja-Nya. Janganlah kita mencederai kesatuan jemaat, karena dengan mencederai kesatuan jemaat berarti kita juga mencederai hati Kristus. Kadang tanpa kita sadari kita mendukakan hati Roh Kudus. Dengan cara apa? Ketika kita menyimpan: kepahitan, kegeraman, kemarahan, dan ketika kita bertikai satu sama lain dan saling memfitnah, maka kita telah mendukakan Roh Kudus (ayat 31). Tindakan itu bertentangan dengan apa yang sedang dikerjakan oleh Roh Kudus. Karena itu segala kepahitan dan kemarahan yang masih tersimpan harus dibuang dari antara kita. Sebab dengan memelihara dan menyimpannya kita merusak pekerjaan Roh Kudus. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu (ayat 32). Kepahitan, kegeraman dan kemarahan harus diganti dengan keramahan dan kasih mesra. Itu bisa terjadi jika ada saling mengampuni. Pengampunan membuat segalanya bisa pulih kembali. Jika kita taat dalam hal ini maka Roh Kudus akan disukakan. Kehadiran-Nya selalu akan nyata di tengah kita. Buah-buah pertobatan akan dihasilkan. Mujizat-mujizat akan dikerjakan oleh Tuhan di antara kita. Banyak orang akan melihat kemuliaan Tuhan di tengah-tengah kita. Nama Tuhan Yesus akan dimashyurkan. Orang-orang akan datang dan percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus sebagai Kepala gereja akan menyatakan diri-Nya di hadapan dunia ini. Gereja Tuhan, marilah kita ikut serta dalam perkara besar yang sedang dikerjakan-Nya di tengah dunia ini.
Apa hobi Saudara? Apakah membaca atau menulis? Membaca adalah salah satu kegemaran saya semenjak kecil. Dulu sekitar 10 tahun yang lalu, mungkin masih banyak orang yang tidak suka membaca apalagi menulis. Tetapi sekarang, hampir semua orang hobi membaca dan menulis. Koq tahu? Setiap hari bahkan setiap menit, orang-orang up date status: ‘teman-teman, sekarang aku di Korea lho, wah lagi musim salju nih’. Dari anak-anak hingga orang tua, dari pengemis (maaf... ada lho pengemis yang pakai HP) hingga manajer. Mereka membaca berita, menulis berita dan juga memuat foto terbaru tentang dirinya. Mereka juga mempunyai grup tersendiri, entah melalui facebook, BBM, twitter, dsb. Sungguh fenomena yang luar biasa. Tahukah Saudara, di awal abad pertama, hobi membaca sudah dijumpai di jemaat Kristen mula-mula. Kisah Para Rasul 17:11 mencatat: “Mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui apakah semuanya itu benar demikian.” Ternyata mereka punya komunitas yang suka belajar. Dengan membaca Alkitab akan ada banyak hal positif yang dapat kita peroleh. Dengan membacanya, kita tahu apa yang Tuhan Yesus inginkan dalam kehidupan orang percaya. Dan kita akan dipimpin oleh Roh Kudus untuk menjadi pelaku firman Tuhan. Mari menjadi komunitas Kristen yang senantiasa up date status di hadapan Tuhan: ‘Tuhan hari ini aku sudah menyelesaikan pembacaan Kejadian - Wahyu, wah senangnya “.
Kita pernah mendengar atau mungkin mengatakan pepatah: “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh”. Dari pepatah ini kita diperhadapkan kepada dua pilihan dengan segala akibatnya, yaitu: pertama, apakah kita memilih “bersatu”, yang mungkin dalam persatuan itu ada banyak perbedaan yang terjadi dengan akibat kita akan kokoh dan kuat. Atau kedua, memilih “bercerai”, yang menurut Kamus Bahasa Indonesia mempunyai arti putus atau pisah dengan akibat mengalami keruntuhan atau roboh. Dari bacaan firman di atas Tuhan Yesus menasihatkan kepada murid-murid-Nya bahwa saat mereka bersatu atau sepakat maka segala permintaan mereka akan dikabulkan oleh Bapa yang di sorga. Dan untuk menjaga kesatuan atau kesehatian maka: 1. Jangan biarkan dosa tinggal di dalam kehidupan kita (ayat 15a), terlebih dosa kesombongan dan mementingkan diri sendiri (Filipi 2:3- 4). 2. Saling mengingatkan (ayat 15b) karena kesalahan atau pelanggaran orang lain merupakan tanggung jawab kita juga (Galatia 6:1-2). 3. Melepaskan kasih dan pengampunan (ayat 21:22). Sebagai orang percaya tentu kita mengharapkan pertolongan Allah dinyatakan di dalam hidup kita. Kita mengharapkan apa yang kita minta dan doakan dikabulkan oleh Allah. Mari kita mau bangun hubungan yang baik tidak saja dengan Allah tetapi juga dengan sesama kita khusus dalam rumah tangga kita, maka apa yang Tuhan janjikan tentu akan menjadi bagian kita.Tuhan memberkati kita semua.
Selalu ada kisah menarik di seputar penyelenggaraan World Cup yang diadakan setiap empat tahun sekali, termasuk di World Cup 2014 kali ini. Kisah ini adalah kisah tentang seorang tuna netra yang bernama Carlos. Kecintaannya terhadap sepakbola membuat Carlos sangat ingin menyaksikan dan menikmati serunya pertandingan World Cup 2014. Carlos yang adalah warga Negara Brazil ingin sekali mendukung Timnas Brazil berlaga di World Cup 2014. Pertanyaannya adalah bagaimana tuna netra yang tidak dapat melihat dapat menikmati dan menyaksikan pertandingan sepakbola? Apakah mungkin? Keinginan Carlos mendapat tanggapan yang positif dari sahabatnya yang merupakan pasangan suami istri yang bernama Helio dan Regiane. Mereka berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan keinginan Carlos agar dia dapat melihat dan merasakan serunya pertandingan yang dimainkan oleh timnas Brazil. Pasangan ini membangun miniatur lapangan beserta pemain di dalamnya yang dibuat sedetail mungkin menyerupai formasi dari kedua tim yang sedang bertanding di lapangan. Miniatur ini dibuat untuk memberi gambaran jalannya pertandingan selama kedua tim sedang bertanding. Jadi selama pertandingan Helio memegang tangan Carlos dan menuntunnya untuk bergerak sama persis dengan pertandingan yang sedang berlangsung. Sehingga melalui cara tersebut Carlos yang tuna netra dapat merasakan kebahagiaan karena dapat “melihat” tim kesayangannya Brazil berlaga di World Cup 2014. Luar Biasa... Pemandangan yang sangat indah dan mengharukan ! Janda di Sarfat dihadapkan pada dilema yang cukup sulit atas permintaan Elia. Jika dia memberikan persediaan terakhir bahan makanan yang ada padanya, dia akan mati kelaparan. Namun akhirnya, dia mengambil keputusan yang sangat sulit itu, walaupun sangat beresiko (1 Raja-raja 17:15). Dia memberikan makanan penyambung hidupnya kepada Elia yang dalam kata lain berarti juga memberikan hidupnya. Kita juga akan mengalami hal yang indah jika kita belajar dari kisah janda dari Sarfat serta kisah dari Helio dan Regiane yang membantu Carlos yang tuna netra. Mereka memberi teladan dalam hal berbagi. Bagi mereka tak ada alasan untuk tidak berbagi, memberi dan menolong sesamanya apapun keadaannya. Dalam keadaan baik atau tidak baik, dalam kelebihan ataupun kekurangan. Mereka menunjukkan bahwa kita semua bisa berbagi dan memberi asal kita mau. Sebab kita pasti mempunyai sesuatu untuk diberikan dalam melayani sesama, paling tidak waktu, tenaga, dan perhatian. Yang perlu terus kita ingat adalah bahwa apapun yang kita punya adalah anugerah-Nya yang diberikan bukan saja untuk diri sendiri, melainkan juga untuk melayani sesama demi kemuliaan-Nya. Apa yang kita berikan lebih daripada yang kita dapatkan akan memberi sukacita dalam hidup kita. Alkitab berkata, “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya... Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum” (Amsal 11:24,25). Kesempatan untuk memberi, terlebih memberi diri adalah anugerah yang tidak boleh kita sia-siakan. Memberi hidup kita untuk melayani dengan sungguh-sungguh di mana kita ditempatkan: di rumah, di tempat kerja, dan di manapun, adalah ibadah yang sejati.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Belimbing Tetangga
08 Juli '14
Untuk Apa Dipenuhi Roh Kudus?
02 Juli '14
Rendah Hati
21 Juli '14
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang